Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Asosiasi Pola Asuh Gizi dan Kesehatan dengan Kasus Balita Stunting di Area Kerja Puskesmas Cikulur, Banten
Background: Being too short for their age is a symptom of stunting, which is the inability to thrive as a result of chronic malnutrition beginning at birth. The prevalence of Stunting in Banten Province is 29.6%. Many studies have examined the factors that influence the incidence of stunting in infants, but a few articles have focused on nutritional and healthcare parenting. Objectives: This research aims to determine the association of nutritional, health, and psychosocial parenting with Stunting cases among children in Cikulur Primary Health Center’s working area.Methods: This research uses a cross-sectional study design with a quantitative approach whose analysis is done using the Chi-square test. The instrument used in measuring the independent variable was a questionnaire while the dependent variable used anthropometric measurements and growth charts. The study was conducted in June 2020 with a sample of 137 mothers with children under five. Result: This research obtained that the proportion of stunting children in this study was 51.8%. There is a significant association between nutrition parenting with Stunting (p-value: 0.015, POR: 0.399 CI%: 0.199 – 0,799), and healthcare patterns parenting (p-value of 0.022 and POR: 0.425, CI: 0.214 - 0.843). There is no association between psychosocial parenting with Stunting. Conclusion: Nutritional parenting and healthcare parenting are associated with children’s stunting cases. Mothers are supposed to support their children under five in their growth and development, as well as give them a healthy diet and healthcare attention.Latar Belakang: Terlalu pendek untuk anak seusianya merupakan gejala stunting, yaitu ketidakmampuan untuk tumbuh sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak dalam kandungan.. Prevalensi kasus Balita Stunting di Provinsi Banten sebesar 29,6%. Banyak penelitian yang sudah meniliti tentang faktor faktor yang memengaruhi kasus Stunting pada balita, akan tetapi belum ada yang fokus pada variabel pola asuh gizi dan kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh gizi, pola asuh kesehatan, dan pola asuh psikososial dengan kasus balita Stunting di wilayah kerja Puskesmas Cikulur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain study cross sectional yang analisisnya dilakukan menggunakan uji Chi-square. Instrumen yang digunakan dalam mengukur variabel independen ialah kuisioner sementara variabel independen menggunakan microtoise dan KMS. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2020 dengan sampel sebanyak 137 ibu yang memiliki balita. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 51,8% balita mengalami stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh gizi dengan kasus balita stunting dengan p-value 0,015 dan POR = 0,399 (95% CI= 0,199-0,799), pola asuh kesehatan dengan p-value 0,022 dan POR= 0,425 (95% CI: 0,214 – 0,843). Tidak ada hubungan antara pola asuh psikososial dengan kasus stunting pada balita. Kesimpulan: Kasus balita stunting berkaitan dengan pola asuh gizi dan pola asuh kesehatan. Disarankan agar ibu selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya, memperhatikan asupan gizi yang diberikan, serta selalu menerapkan pola asuh kesehatan yang baik untuk balita
Hubungan Kadar Kolesterol Dengan Trigliserida Pada Pasien Hipertensi di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Jambi
An increase in blood pressure above the standard threshold is categorized as hypertension. A few variables that are such as age, genetics, unhealthy habits, and foods high in fat, salt, or cholesterol, may impact the appearance of hypertension. Increases in blood triglycerides and cholesterol may occur due to hypertension. Atherosclerotic plaque, produced by excess cholesterol and triglycerides interacting with other chemicals and depositing in the arteries, causes the heart to work harder to deliver blood to all tissues. This research aims to determine how hypertension patients at the UPTD Regional Health Laboratory in Jambi City react to their triglyceride and cholesterol levels. This study used an analytical descriptive research methodology. In this study, 50 hypertension patients were asked about triglyceride and cholesterol levels measured using the GPO-PAP method and the CHOD-PAP enzymatic colorimetric cholesterol test method. According to the study's results, hypertension patients had a mean cholesterol level of 275.76 mg/dl and a mean triglyceride level of 236.64 mg/dl. Statistical analyses showed a strong correlation (p<0.05) between triglycerides and cholesterol in hypertension patients at the UPTD Regional Health Laboratory in Jambi City. Patients with hypertension need to maintain a healthy lifestyle and get periodic tests for triglycerides and cholesterol to reduce the risk of problems.Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi antara lain yaitu dari faktor genetik, usia, serta faktor prilaku yang tidak sehat, makanan yang mengandung garam, lemak, atau makanan berkolesterol tinggi. Hipertensi dapat menyebabkan tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, Kelebihan kolesterol dan trigliserida akan bereaksi dengan zat-zat lain dan mengendap dalam pembuluh darah arteri menyebabkan terjadinya plak artherosklerosis sehingga jantung akan bekerja lebih keras dalam memenuhi kebutuhan darah ke semua jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol dengan trigliserida pada pasien hipertensi di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Pasien dalam penelitian ini adalah 50 orang pasien hipertensi yang melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dan trigliserida dengan metode pemeriksaan kolesterol kolorimetrik enzimatik CHOD-PAP dan trigliserida dengan metode GPO-PAP. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan rata-rata kadar kolesterol pada pasien hipertensi, yaitu 275,76 mg/dl sedangkan rata-rata kadar trigliserida, yaitu 236,64 mg/dl. Hasil dari uji statistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan kadar kolesterol dengan trigliserida pada pasien hipertensi di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Jambi (p<0,05). Bagi penderita hipertensi diharapkan dapat terus menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari resiko komplikasi serta rutin melakukan pemeriksaan kolesterol dan trigliserida
The Relationship of Tea Consumption Habits with Incidences of Anemia in Adolescent Girls at Pekanbaru City
Anemia is a condition where there is a lack of red blood cells below normal, one of which is caused by consuming iron inhibitors such as tannins in tea. Tannins are known to inhibit the absorption of iron, especially the heme non-iron category. Drinking tea at the same time as eating can inhibit the absorption of Fe and thus affect hemoglobin levels. This study aims to determine the relationship between tea consumption habits and the incidence of anemia in young women at MTsN 3 Pekanbaru. This type of research is descriptive with a cross sectional design. The research sample of 64 female adolescent respondents was obtained using purposive sampling. Sampling used inclusion and exclusion criteria. Data on tea consumption habits was obtained using the SQ-FFQ (Semi-Quantitative Food Frequency) method and using a questionnaire. Hemoglobin level data was obtained by taking blood using the Diaspect device. The results of the study showed that 68,8% of respondents drank tea at the same time as eating, the percentage of respondents who consumed tea in the occasional category if the score was ≥ 10-14,9 with a frequency of 1-2x/week was 53,1% and the percentage of respondents who have a hemoglobin level of ≥12 g/dl with a category of no iron deficiency anemia of 65,5%.The conclusion of this studyis that there is no significant relationship between the habit of drinking tea and the incidence of anemia but there is a significant relationship between the time of tea consumption and the incidence of anemia in Adolescent girls.
Keywords : Tea Consumption, Anemia incidence, Adolescent girls.
Anemia adalah keadaan kekurangan sel darah merah dibawah normal yang salah satunya disebabkan oleh konsumsi zat penghambat zat besi seperti tanin dalam teh. Tanin diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi terutama kategori heme non iron. Minum teh bersamaan dengan makan dapat menghambat penyerapan Fe sehingga akan mempengaruhi kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTsN 3 Pekanbaru. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian remaja putri 64 responden diperoleh menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Data kebiasaan konsumsi teh diperoleh dengan metode SQ-FFQ (Semi-Quantitatif Food Frequency) dan menggunakan kuesioner. Data kadar hemoglobin diperoleh dengan cara pengambilan darah menggunakan alat Diaspect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang minum teh bersamaan dengan makan sebanyak 68,8%, Persentase responden yang mengkonsumsi teh kategori kadang-kadang apabila skor ≥ 10-14,9 dengan frekuensi 1-2x/minggu sebanyak 53,1% dan Persentase responden yang memiliki kadar hemoglobin ≥12 g/dl dengan kategori tidak anemia gizi besi sebanyak 65,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan minum teh dengan kejadian anemia namun ada hubungan yang signifikan antara waktu konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja putri.
 
Determinan Pemilahan Sampah pada Pedagang di Pasar Rumbai Kota Pekanbaru
Rumbai Market has not implemented waste sorting activities optimally. Garbage was still found scattered in the area around the traders' selling places. Waste that is not managed properly can cause various problems such as health problems, damage to market aesthetics, and water, soil, and air pollution. The research aims to determine the determinants of waste sorting among traders in Rumbai Market, Pekanbaru City. This type of observational quantitative analytical research with a cross-sectional design. Data analysis using univariate and bivariate (Chi-Square). The sample consisted of 131 people from 386 traders using simple random sampling. The measuring tool for data collection is a questionnaire from May to June 2022. This research shows that there is a relationship between Education (P-value = 0.000) POR = 3.980 (1.898-8.347), Knowledge (P-value = 0.000) POR = 5.048 (2.390-10.659), Attitude (P-value = 0.000) POR = 5,023 (2,367-10,656) and Means (P-value = 0,000) POR = 4,295 (2,049-9,003) with waste sorting on traders in Rumbai Market, Pekanbaru City. It is recommended that the Rumbai Market improve waste storage facilities, maximize the dissemination of information, and a systematic and appropriate waste transportation system according to its type.Pasar Rumbai belum melaksanakan kegiatan pemilahan sampah secara optimal. Sampah masih ditemukan berserakan di area sekitar tempat berjualan pedagang. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti gangguan kesehatan, rusaknya estetika pasar serta pencemaran air, tanah dan udara. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Rumbai Kota Pekanbaru. Jenis penelitian analitik kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Analisis data dengan univariat dan bivariat (Chi-Square). Sampel berjumlah 131 orang dari 386 pedagang dengan menggunakan simple random sampling. Alat ukur dalam pengumpulan data adalah kuesioner dengan kurun waktu Mei-Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara Pendidikan (P-value = 0,000) POR = 3,980 (1,898-8,347), Pengetahuan (P-value = 0,000) POR = 5,048 (2,390-10,659), Sikap (P-value = 0,000) POR = 5,023 (2,367-10,656) dan Sarana (P-value = 0,000) POR = 4,295 (2,049-9,003) dengan pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Rumbai Kota Pekanbaru. Disarankan Pasar Rumbai dapat meningkatkan fasilitas tempat penampungan sampah, memaksimalkan penyebaran informasi dan sistem pengangkutan sampah yang sistematis dan sesuai dengan jenisnya.
Hubungan Beban Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di PT Multiagro Sumatera Jaya (MSJ) Kecamatan Kualuh Hulu
Conditions have the potential to influence the failure to achieve production targets at PT Multiagro Sumatra Jaya (MSJ) in Kualuh Hulu District, where a workload that is too large is assigned to employees. The workload that employees must complete is not balanced with the work time allotted for production. This research aims to determine the relationship between workload and employee work productivity at PT Multiagro Sumatra Jaya (MSJ) in Kualuh Hulu District. The research employed a quantitative research method with a cross-sectional design. It was conducted at PT Multiagro Sumatra Jaya (MSJ) in Kualuh Hulu District, with a population of 120 workers. An accidental sampling technique was used to select a sample of 61 participants who completed a questionnaire as the research instrument. The data collected were processed using SPSS to analyze univariate and bivariate Chi-square tests. Based on the results of the Chi-square test, it was found that moderate workload conditions had the largest category about medium work productivity levels, with a significant p-value of 0.036 < 0.05. This indicates a significant relationship between workload and work productivity among workers in the processing section at PT Multiagro Sumatra Jaya (MSJ). Workload emerges as the most frequently cited factor affecting every worker, with its intensity increasing as the company advances.Kondisi berpotensi mempengaruhi tidak tercapainya target produksi di PT Multiagro Sumatera Jaya (MSJ) Kecamatan Kualuh Hulu ini adalah beban kerja yang terlalu besar yang diberikan kepada karyawan. Beban kerja yang harus diselesaikan karyawan tidak seimbang dengan waktu kerja yang diberikan kepada karyawan untuk memproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan Beban Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di PT Multiagro Sumatera Jaya (MSJ) Kecamatan Kualuh Hulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ialah cross sectional Penelitian ini dilaksanakan di PT. Multiagro Sumatra Jaya (MSJ) Kecamatan Kualuh Hulu. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja berjumlah 120 orang. Sampel penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel 61 orang, menggunakan instrumen penelitian angket/kuesioner kemudian diolah ke SPSS untuk mengetahui univariat dan bivariat Chi-square. Berdasarkan hasil uji Chi-square diatas didapatkan bahwa hasil beban kerja sedang terhadap kondisi produktivitas kerja sedang memiliki kategori terbesar sehingga p value didapat sebesar 0,036 < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara beban kerja terhadap produktivitas kerja pada pekerja di bagian pengolahan di PT Multiagro Sumatera Jaya (MSJ). Beban kerja merupakan faktor yang paling sering di alami oleh setiap pekerja. Semakin maju perusahaan semakin besar pula beban kerja yang di tanggungkan kepada pekerja
Analisis Risiko Sanitasi dan Kejadian Penyakit Kulit di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan
Introduction: Skin diseases are among the most common ailments found in tropical countries. According to BPS data 2019, skin diseases were ranked among the top 10 diseases in Medan City. Based on disease data from the Medan Belawan Health Center, skin diseases were among the top 10 highest diseases from 2022 to 2023, with 1,751 cases and a percentage of 24 percent. According to data and observations, many households still lack access to complete basic sanitation that meets health standards, one of which is wastewater disposal systems (SPAL). The majority of household SPALs are open and pollute the environment. Methods: his study aims to analyze the sanitation risk of wastewater disposal system variables with the incidence of skin diseases. The population consists of 27,114 households, with a sample size of 100 households. The study was conducted from December 2023 to June 2024. Data were collected through interviews using a questionnaire, which were then calculated using the Sanitation Risk Index (IRS) formula to obtain a score indicating sanitation risk. A chi-square statistical analysis was used to assess the relationship between wastewater disposal system variables (SPAL) and the incidence of skin diseases. Results/Finding: The statistical analysis results showed a relationship between wastewater discharge and the incidence of skin diseases with a p-value = 0.028 and an Exp-B value of 4.01. Based on the research results, the wastewater sewer sanitation risk index is in the very high-risk category, with a score index of 67. A relationship between wastewater discharge and skin disease incidence was obtained based on statistical analysis (p-value 0.028, prevalence ratio = 1.7). The management of household SPAL needs to be improved, namely with the type of SPAL that is closed/meets health requirements and does not cause environmental pollution.Pendahuluan : Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan di negara beriklim tropis. Merujuk pada data BPS tahun 2019 penyakit kulit masuk dalam 10 deretan penyakit terbesar di Kota Medan. Berdasarkan data penyakit yang diperoleh dari Puskesmas Medan Belawan penyakit kulit masuk dalam 10 deretan penyakit tertinggi pada tahun 2022-2023 yaitu sebanyak 1751 kasus dengan persentase sebesar 24 persen. Berdasarkan data dan hasil observasi yang dilakukan masih banyak rumah tangga yang belum memiliki akses sanitasi dasar yang lengkap dan memenuhi standar kesehatan salah satunya adalah saluran pembuangan air limbah (SPAL). Mayoritas SPAL rumah tangga terbuka dan mencemari lingkungan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko sanitasi variabel saluran pembuangan air limbah dengan kejadian penyakit kulit. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dilaksanakan di bulan Desember 2023 sampai Juni 2024. Populasi terdiri dari 27.114 rumah tangga dengan sampel sebanyak 100 rumah tangga. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan instrument kuesioner kemudian akan dihitung menggunakan rumus perhitungan Indeks risiko sanitasi (IRS) sehingga akan diperoleh skor yang menyatakan risiko sanitasi. Untuk melihat hubungan variabel saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian penyakit kulit maka digunakan analisis statistik chi square. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh indeks risiko sanitasi untuk variabel saluran pembuangan ari limbah (SPAL) rumah tangga berada pada kategori risiko sanitasi sangat tinggi. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian penyakit kulit dengan perolehan nilai p value = 0.028 dan nilai Exp-B sebesar 4.01. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan indeks risiko sanitasi saluran pembuangan air limbah berada pada kategori risiko sangat tinggi dengan indeks skor sebesar 67. Berdasarkan analisis statistik diperoleh hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian penyakit kulit (p value 0.028, PR= 1.7). Pengelolaan SPAL rumah tangga perlu ditingkatkan yaitu dengan jenis SPAL tertutup/memenuhi syarat kesehatan yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan
Penyelenggaraan Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi di Desa Wisata Kasongan, Bantul- D.I. Yogyakarta
Two hundred and twenty-two public health centers have organized Basic Occupational Health and Safety (BOHS) in Yogyakarta province in 2022. Based on previous research, most of the implementation of the BOHS of community health centers is not yet running and specific. One of the BOHS for tourism sector workers is the “Kasongan Sehat”, in the Kasongan Tourism Village. This qualitative research aims to analyze the implementation of the BOHS in the “Kasongan Sehat”. The research subjects were occupational health trainers at the Community Health Center level, cadres, pottery industry workers in Kasongan, and hamlets selected using purposive sampling. In-depth interview and observation data collection techniques. The analysis uses the content analysis method. Research findings; The basis for administering the BOHS is Bantul Regent's regulation number 42 of 2015. This post has implemented an integrated BOHS by Minister of Health Regulation number 100 of 2015, which can be seen from the combination of their activities and management. Activities have been running regularly; including measuring blood pressure, body weight, first aid, and providing referrals to community health centers. The Community Health Center has distributed facilities and infrastructure and held first aid training for treating wounds for cadres. In general, occupational health service activities by cadres at the “Kasongan Sehat” have not been implemented comprehensively, due to a lack of training on OHS and the BOHS has just been revitalized after being stagnant after the 2006 Yogya earthquake. Specific training and guidance on BOHS are needed for supervisors as well as cadres.Puskesmas yang telah menyelenggarakan pos UKK di D.I Yogyakarta berjumlah 222 di tahun 2022. Dari penelitian terdahulu, sebagian besar pelaksanaan program pos UKK belum spesifik. Pos UKK Kasongan Sehat berada di Desa Wisata Kasongan dengan daya tarik desa wisata menjadikan proses produksi gerabah sebagai wisata edukasi disamping penjualan produksi gerabah di desa wisata secara ecer maupun demo produk yang akan di ekspor, sehingga sangat perlu ditingkatkan keselamatan dan kesehatan pekerjanya. Penelitian kualitatif ini bertujuan melakukan analisis penyelenggaraan upaya kesehatan terintegrasi di pos UKK Kasongan Sehat Bantul. Informan penelitian ditetapkan dengan teknik purposive sampling terdiri dari 1 orang programer kesehatan kerja di Puskesmas Kasihan 1, 2 orang kader pos UKK Kasongan Sehat, 5 orang pekerja di industri gerabah di Kasongan, dan 1 orang dukuh. Teknik pengumpulan data indepth interview dan observasi. Data dianalisis dengan metode content analysis. Temuan penelitian; dasar penyelenggaraan pos UKK adalah peraturan Bupati Bantul nomor 42 tahun 2015. Pos UKK ini telah menerapkan pos UKK terintegrasi sesuai Permenkes nomor 100 tahun 2015, terlihat dari upaya kesehatan kerja yang terintegrasi dengan kegiatan posyandu. Kegiatan rutin tanggal 20 setiap bulan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, P3K dan pemberian rujukan ke puskesmas. Puskesmas telah menyalurkan sarana dan prasarana dan menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama untuk penanganan luka bagi kader. Upaya kesehatan kerja oleh kader di pos UKK Kasongan masih fokus pada cara pandang sakit atau paradigma yang menekankan upaya kuratif karena kurangnya pelatihan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja baik pada pembina maupun kader pos UKK. Dibutuhkan pelatihan dan pembinaan yang spesifik tentang K3 bagi pembina maupun kader pos UKK di puskesmas
Disabilitas dan Keselamatan Pasien : Studi Literatur
Improving the safety of vulnerable patient groups in health care is a priority. Patients with disabilities are among the most vulnerable groups. Persons with disabilities have more complex and extensive healthcare needs than non-disabled patients. This literature review aims to identify the types of patient safety incidents that can be used in patients with disabilities. The keywords "patient safety" and "disability" were used to search the Pubmed and Google Scholar databases for articles. The final results revealed four articles that met the inclusion criteria. The findings revealed that patients with disabilities are still frequently subjected to patient safety incidents such as falls, medication errors, infections, burns, and fluid leaks beneath the skin. According to the findings of the analysis using the Donabedian framework, there are still many problems that occur in structural components and processes, which can have an impact on the results obtained. Because of their vulnerability and uniqueness, patients with disabilities are more vulnerable to patient safety incidents. Furthermore, the issue of disability and patient safety remains the primary concern, so studies on disability and patient safety are still limited.Meningkatkan keselamatan pasien terhadap populasi rentan di pelayanan kesehatan merupakan sebuah prioritas. Pasien dengan disabilitas merupakan salah satu populasi yang rentan. Penyandang disabilitas memiliki kebutuhan perawatan kesehatan yang lebih besar dan lebih kompleks dibandingkan dengan pasien yang bukan sebagai penyandang disabilitas. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis insiden keselamatan pasien yang dapat terjadi pada pasien penyandang disabilitas. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan database Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci “patient safety” dan “disability”. Hasil akhir ditemukan 4 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil temuan mengungkapkan bahwa pasien dengan disabilitas mengalami kejadian insiden keselamatan pasien berupa jatuh, kesalahan pengobatan, infeksi, luka bakar, dan kebocoran cairan pada bawah kulit. Berdasarkan analisis menggunakan kerangka kerja Donabedian, temuan mengungkapkan bahwa masih banyaknya masalah yang terjadi pada komponen struktur dan proses sehingga dapat berdampak pada terjadinya insiden seperti pasien jatuh, kesalahan pengobatan, infeksi, cedera tekanan, luka bakar, dan kebocoran cairan pada bawah kulit serta kerusakan fisik, atau penambahan lama hari rawat inap. Kerentanan dan keunikan yang dimiliki oleh pasien dengan disabilitas menyebabkan populasi ini lebih berisiko mengalami insiden keselamatan pasien. Selain itu, isu disabilitas dan keselamatan pasien masih belum menjadi isu utama sehingga kajian terkait disabilitas dan keselamatan pasien masih terbatas
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Bahaya Fast Food pada Siswa SMAN 21 Medan
Fast food is food that is served in a short time. The habit of consuming fast food excessively will cause many health problems such as obesity commonly called overweight. The behavior of consuming fast food greatly affects a person's knowledge. Therefore, this researcher conducts health education to increase students' knowledge of the dangers of fast food. This study aims to determine the influence of health education on the level of knowledge of the dangers of fast food in adolescents, especially in students of SMAN 21 Medan. The method in this study is quantitative with an experimental approach. The population in this study is 586 students in grades 10 and 11 at SMAN 21 Medan, with a sample of 238 students. This research was carried out by providing pre-test questionnaires and education and then giving time for a week to do a post-test to see the increase in the knowledge of students before and after education. By using univariate and also bivariate analysis. This study obtained results, namely the frequency of male students as many as 79 people, and female students as many as 159 people. In the One Sample Kolmogrov-Smirmov Test, the average or mean in the pre-test was 14.9790, and the average or mean in the post-test was 18.3151. Where from these results it was found that the average increase was 3.3361. From the results of this study, it can be concluded that there is an influence of education on increasing knowledge about the dangers of fast food in SMAN 21 Medan students.Fast food adalah makanan yang disajikan dalam waktu singkat. Kebiasaan mengonsumsi fast food secara berlebihan akan menyebabkan banyak gangguan kesehatan seperti obesitas atau secara umum disebut kegemukan. Perilaku konsumsi makanan cepat saji sangat pengaruh terhadap pengetahuan seseorang. Oleh karena itu peneliti ini melakukan edukasi kesehatan dalam upaya meningkatkan pengetahuan siswi terhadap bahaya fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan bahaya fast food pada remaja terkhusus pada siswa SMAN 21 Medan. Metode dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 dan 11 di SMAN 21 Medan berjumlah 586 siswa, dengan sampel sebanyak 238 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner pre-test dan juga edukasi lalu memberikan waktu selama seminggu untuk melakukan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan siswi sesbelum dan sesudah edukasi. Dengan menggunakan analisis univariat dan juga bivariat. Penelitian ini memperoleh hasil yaitu frekuensi siswi laki-laki sebanyak 79 orang dan siswi perempuan sebanyak 159 orang. Pada uji One Sample Kolmogrov-Smirmov Test diperoleh rata-rata atau mean pada pre-test yaitu sebesar 14.9790 dan rata-rata atau mean pada post-test sebesar 18.3151. Dimana dari hasil tersebut ditemukan peningkatan rata-rata sebesar 3.3361. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang bahaya fast food pada siswa SMAN 21 Medan
An Analysis of the Service Quali Analisis Mutu Pelayanan Perawat pada Pasien Gangguan Jiwa di RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Medan
In the society’s perception, health services still depend on the patient’s status. High-class patients will be given good service, while low-class patients tend not to get the service they should. This study aimed to find out the quality of service of nurses at Prof. Dr. M. Ildrem Medan Psychiatric Hospital, whether they have carried out their duties by Permenkes Number 26 of 2019 concerning the Implementation of Nursing Practice, and whether they meet the service quality aspects of SERVQUAL theory by Parasuraman. This research used qualitative methods with phenomenological research design. The informants in this study consisted of 5 nurses from different fields, namely 2 nurses of the Deputy Head of the Acute Room, 1 nurse of the Deputy Head of the Chronic Room, 1 nurse of the Head of the UPIP Room, and 1 nurse of the Head of the Mental Poly Room. The data in this study were obtained through two stages, namely observation and interviews conducted for two days in March 2024. The data obtained were analyzed by collecting all data, simplifying the data, showing the results, and drawing conclusions. The results showed that the nurses of Prof. Dr. M. Ildrem Medan Psychiatric Hospital have provided services by aspects of SERVQUAL theory, but there are still obstacles in the physical form aspect, where hospital facilities are not fully by standard operating procedures, for example, the lack of completeness of the patient's activity of daily living, the minimum number of nurses, the roof of the building is starting to wear out, the hospital application is not running, and nurse equipment that needs to be repaired, such as drug trolleys. SERVQUAL theory is the basis for providing health services to the community that can foster positive perceptions of the hospital.Dalam persepsi masyarakat, pelayanan kesehatan masih bergantung pada status pasien. Pasien dengan kelas tinggi akan diberikan pelayanan dengan baik, sedangkan pasien kelas rendah cenderung tidak mendapatkan pelayanan yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu mutu pelayanan perawat RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Medan, apakah sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan Permenkes Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Praktik Keperawatan, dan apakah memenuhi aspek kualitas pelayanan teori SERVQUAL oleh Parasuraman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 perawat dari bidang yang berbeda, yakni 2 perawat Wakil Kepala Ruang Akut, 1 perawat Wakil Kepala Ruang Kronis, 1 perawat Kepala Ruang UPIP, dan 1 perawat Kepala Ruang Poli Jiwa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua tahap, yaitu observasi dan wawancara yang dilakukan selama dua hari pada bulan Maret 2024. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mengumpulkan seluruh data, menyederhanakan data, menampilkan hasil, dan menarik kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa perawat RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Medan sudah memberikan pelayanan sesuai dengan aspek teori SERVQUAL, namun masih terdapat hambatan pada aspek bentuk fisik, di mana fasilitas rumah sakit belum sepenuhnya sesuai standar operasional prosedur, misalnya kurangnya kelengkapan activity of daily living pasien, jumlah perawat yang minim, atap gedung mulai usang, aplikasi rumah sakit tidak dijalankan, dan peralatan perawat yang perlu diperbaiki, seperti troli obat. Teori SERVQUAL menjadi dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang dapat menumbuhkan persepsi positif terhadap rumah sakit