Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan dengan Pernikahan Dini Pada Masa Pandemi Covid-19 di KUA Rao Pasaman Timur Sumatra Barat
According to UNICEF in the next decade, there will be 10 million girls who will potentially become brides at a very young age, this number will increase by 10% for the next 10 years, in the 3 highest countries namely India, Nigeria, and Africa and including Indonesia. West Sumatra also experienced a spike and for example, Pasaman was ranked first for the incidence of early marriage, totaling 159 couples. This study employed a descriptive quantitative method with a Secondary Data Analysis (ADS) approach. The population was 760 women taken by purposive sampling and simple sampling techniques with a total of 263 women. The instrument used was the master table test, with statistical tests using the chi-square formula based on the results of the relationship between education and employment levels. It can be concluded that the following two variables have a significant relationship with the number of early marriages. The majority of women who are married in KUA Rao Pasaman have and higher education and a job, and there is a significant relationship between the degree of education and the age at the time of marriage, which is categorized as significant.Menurut UNICEF dalam dekade berikutnya, akan ada 10 juta gadis yang potensial akan menjadi pengantin di usia yang sangat muda, jumlah ini akan meningkat 10% selama 10 tahun berikutnya, di 3 negara tertinggi yaitu India, Nigeria, dan Afrika dan termasuk Indonesia. Sumatra Barat juga mengalami titik dan contohnya, Pasaman diangkat pertama untuk incidensi pernikahan awal, total 159 pasangan. Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS). Populasi adalah 760 wanita yang diambil oleh sampel sengaja dan teknik sampel sederhana dengan total 263 wanita. Instrumen yang digunakan adalah tes tabel utama, dengan tes statistik menggunakan formula chi-kuadrat berdasarkan hasil dari hubungan antara pendidikan dan tingkat pekerjaan. Bisa dikatakan bahwa dua variabel berikutnya memiliki hubungan yang signifikan dengan jumlah pernikahan awal. Kebanyakan wanita yang menikah di kantor urusan agama Rao Pasaman memiliki pendidikan tinggi dan pekerjaan, dan ada korelasi yang jelas dari tingkatan pendidikan serta umur, ketika pernikahan, yang dikategorikan sebagai signifikan
Evaluasi Implementasi Manajemen Puskesmas Terakreditasi Utama di Kabupaten Kampar Tahun 2020
Every public health center in Indonesia has an accreditation level as a determinant of quality. Public health management is an effort to improve the quality and quality of health services. Accreditation of public health in Kampar District only 5 (five) public health have been utama accredited, while the others are accredited middle and basic. This shows that it is necessary to evaluate the implementation of public health management as a reference for other public health. This research aims to analyze how the management of the main accredited public health in Kampar District is implemented in 2020. This research used a qualitative method with the Positive Defiance (PD). The number of informants was 14 people consisting of the Head of the public health, the Head of the Administration of the public health and the Head of the Kampar District Health Office. Data collection methods by means of in-depth interviews and document review. In terms of quantity, the main accredited Primary Health Care in Kampar Regency has implemented health center management well, but in terms of quality it still needs to be improved both from human resource management, availability of funds, methods / policies, materials, movement planning and implementation as well as supervision and control so that service quality can be improved. The support from the Kampar District Office greatly affects the performance of the public health in the Kampar district. Public health management is one of the main references in the operation of a public health. the implementation of good public health management in the Kampar district public health also gave good scores to the 5 main accredited public health in the Kampar district.Setiap puskesmas yang ada di Indonesia memiliki tingkatan akreditasi sebagai penentu kualitas. Manajemen puskesmas merupakan suatu upaya dalam peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan. Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Kampar hanya 5 (lima) puskesmas yang telah terakreditasi utama, sedangkan yang lainnya terakreditasi madya dan dasar. Hal tersebut menunjukkan perlu dilakukan evaluasi implementasi manajemen Puskesmas sebagai acuan puskesmas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana implementasi manajemen puskesmas yang telah terakreditasi utama di Kabupaten Kampar Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Positive Defiance (PD). Jumlah informan sebanyak 14 orang terdiri dari Kepala Puskesmas, Kepala Subbagian Tata Usaha puskesmas dan pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan telaah dokumen. Secara kuantitas Puskesmas yang terakreditasi utama di Kabupaten Kampar sudah melaksanakan manajemen puskesmas dengan baik namun secara kualitas masih perlu ditingkatkan baik dari pengelolaan SDM, ketersediaan dana, metode/kebijakan, material, perencanaan pergerakan dan pelaksanaan serta pengawasan dan pengendalian sehingga mutu layanan dapat ditingkatkan. Dukungan dari Dinas Kabupaten Kampar sangat mempengaruhi kinerja dari puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar. Manajemen Puskesmas menjadi salah satu acuan utama dalam bergeraknya sebuah puskesmas. implementasi manajemen puskesmas yang baik di puskesmas kabupaten Kampar, maka turut memberikan nilai yang baik pada 5 puskesmas terakreditasi utama di kabupaten Kampar
Efektivitas Penyuluhan dengan Media Video dan Booklet dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Balita
A mother's knowledge is an important factor in the health of toddlers because a mother has an effect on the child's education process from an early age. Knowledge, attitude, and action of a mother toward maintaining oral and dental health will determine the oral and dental health status of the toddler. The Initial survey conducted by 80% of mothers in Hariosari Village has low knowledge on the oral and dental health of toddlers. This study aimed to determine which media of education was more effective in increasing mothers' knowledge of toddler oral and dental health efforts. This type of research is quantitative with a Quasi Experimental-Nonequivalent Control Design. The sample in this study amounted to 54 obtained using the purposive sampling technique. The instruments used in the study were the questioner pre-test and post-test knowledge. The analysis used was the Wilcoxon test, Kruskal-Wallis test, and Man Whitney. The result of the research from the Wilcoxon test showed that there was a difference in the knowledge of the mother before and after being given the video media and booklet treatment (p-value <0 05). The Kruskal-Wallis test showed a difference in knowledge improvement between the video group, booklet, and control (p-value <0.05). Through the Mann-Whitney test, there was no significant difference between the video group and booklet (p-value> 0.05). This research concludes that video media and booklet media are equally effective in increasing a mother's knowledge of the oral and dental health effort of a toddler. Pengetahuan ibu merupakan faktor penting dalam kesehatan balita, hal ini karena pengetahuan ibu berpengaruh terhadap proses pendidikan anak sejak dini. Pengetahuan, sikap dan tindakan ibu tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut akan menentukan status kesehatan gigi dan mulut balita. Survey awal yang dilakukan 80% ibu di kelurahan Harjosari, Kecamatan Sukajadi, kota Pekanbaru, provinsi Riau memiliki pengetahuan rendah terhadap kesehatan gigi dan mulut balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyuluhan yang lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu terhadap upaya kesehatan gigi dan mulut balita. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi eksperimen – nonequivalent control desain. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pretest dan posttest pengetahuan. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon, uji Kruskal-wallis, dan Man Whitney. Hasil penelitian dari uji Wilcoxon, ada perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan perlakuan media video dan booklet (pvalue < 0,05). Uji Kruskal-Wallis ada perbedaan peningkatan pengetahuan antara kelompok video, booklet dan kontrol (pvalue < 0,05). Melalui uji Mann Whitney, tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok video dan booklet (pvalue > 0,05). Simpulan penelitian ini media video dan booklet sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu terhadap upaya kesehatan gigi dan mulut balita. Pengetahuan tentang upaya kesehatan gigi dan mulut balita dapat diberikan kepada ibu balita melalui penyuluhan menggunakan media video dan booklet, dan juga dapat diberikan ke Pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak melalui guru-guru yang ada
Terapi Pijat Tangan dan Minuman Herbal Jahe Madu untuk Ibu Hamil dengan Mual Muntah
Nausea and vomiting are some of the discomforts of pregnancy that can interfere and cause complications. The care provided to overcome nausea and vomiting can be carried out with pharmacological and non-pharmacological approaches. Non-pharmacological therapies that can be developed to reduce nausea and vomiting are hand massage and the provision of herbal drinks. So that nausea and vomiting care can be done both internally and externally. The purpose of this study was to determine the effect of giving hand massage therapy and ginger herbal drink to pregnant women with 1st-trimester nausea and vomiting. The type of method used was quasi-experimental with a pre-post test design. The sample was divided into 2 groups, namely the control group and the treatment group. Sampling by Randomized Controlled Clinical Trials (RCT). The number of samples is 30 respondents for each group so that the total number of respondents is 60 people. The instrument used is Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE). The research was conducted for 3 months, The type of univariate analysis uses a frequency distribution and bivariate analysis uses the Wilcoxon Signed Rank Test analysis. The results showed that the intervention was effective as seen from the difference in the decrease in the intensity of nausea and vomiting in pregnant women and the p-value 0.000 < from the alpha value (0.05). The conclusion is, there is a significant effect between those who are given Hand Massage Therapy and Consumption of herbal drinks with those who are not given treatment on the discomfort of nausea and vomiting in pregnant women. Based on the research above, hand massage and herbal drink therapy can be applied as a treatment for nausea and vomiting in pregnant women.Mual muntah merupakan salah satu ketidaknyamanan kehamilan yang dapat mengganggu dan menimbulkan komplikasi. Asuhan yang diberikan untuk mengatasi mual muntah dapat dilaksanakan dengan pendekatan farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi non farmakologi yang dapat dikembangkan untuk mengurangi mual muntah yaitu hand massage dan pemberian minuman herbal. Sehingga asuhan mual muntah dapat dilakukan baik secara internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian terapi hand masaage dan minuman herbal jahe pada ibu hamil dengan mual muntah trimester 1. Jenis metode yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan pre-post test design. Sampel di bagi menjadi  2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pengambilan sampel secara Randomized Controlled Clinical Trials (RCT). Jumlah sampel sebanyak 30 responden untuk masing-masing kelompok sehingga total responden yaitu 60 orang. Instrumen yang digunakan adalah Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE). Penelitian dilakukan selama 3 bulan. Jenis analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan analisis Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan intervensi yang dilakukan efektif terlihat dari selisih penurunan intensitas mual muntah pada ibu hamil dan nilai p-value 0,000 < dari nilai alpha (0.05). Simpulan didapatkan adanya pengaruh yang signifikan antara yang di berikan terapi hand massage dan konsumsi minuman herbal dengan yang tidak diberikan perlakuan terhadap ketidaknyamanan mual muntah pada ibu hamil. Berdasarkan penelitian di atas, hand massage dan terapi minuman herbal dapat diterapkan sebagai salah satu penanganan mual muntah pada ibu hamil
Perbedaan Konsumsi Pangan Ibu HamilAnemia dan Nonanemia di Puskesmas Tapung Hilir 1
Anemia in pregnant women occurs due to a lack of food consumption in pregnant women, especially iron consumption. Hemorrhage postpartum is the main cause of maternal death due to anemia in pregnancy. The purpose of this study was to determine the differences in food consumption among pregnant women who are anemic and non-anemic in the working area of ​​the Tapung Hilir 1 Public Health Center, Kampar Regency. This type of research is quantitative with a case-control design. The sample of this research consists of 30 non-anemic pregnant and 30 anemia pregnant. The research instrument used a questionnaire and a food recall form 2x24 hours. Data collection techniques used were interviews. 24-hour food recall data were obtained for 2 non-consecutive days. The results of the analysis of the average energy consumption (47.37 kcal), protein (78.43 gr), carbohydrate (44.93 g), and iron consumption (17.37 mg). Analysis using the Mann Whitney test found differences in energy consumption, carbohydrates, Fe (p = 0.000) in anemic and non-anemic pregnant women, and there was no difference in protein consumption (p = 0.344) in anemic and non-anemic pregnant women It is expected that pregnant women can increase food consumption that can prevent anemia in pregnancy such as consumption of animal protein, iron, and vitamin C.Anemia pada ibu hamil terjadi kerena kurangnya konsumsi pangan terutama zat besi. Perdarahan menjadi penyebab utama 40 % kematian Ibu disebabkan kejadian anemia dalam kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan konsumsi pangan pada ibu hamil yang anemia dan non anemia di wilayah kerja Puskesmas Tapung Hilir 1 Kabupaten Kampar. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain case control. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil non anemia dan 30 ibu hamil anemia. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan formulir food recall 2x24 jam. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara. Data food recall 24 jam diperoleh selama 2 hari tidak berturut-turut. Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan konsumsi energi, karbohidrat, Fe (pvalue=0.000), dan tidak terdapat perbedaan konsumsi protein (pvalue=0.344) pada ibu hamil anemia dan non anemia. Diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan konsumsi pangan yang dapat mencegah anemia dalam kehamilan seperti konsumsi protein hewani, zat besi dan vitamin C
Kematian Akibat Covid-19 di Kabupaten Rokan Hulu: Studi Epidemiologi Deskriptif: Studi Epidemiologi Deskriptif
Introduction: Since COVID-19 emerged in Wuhan and spread to all corners of the world, many deaths have been reported. Some studies say that several comorbidities exacerbate death suffered previously. Research Objectives: To describe the deaths of patients with COVID-19 in Rokan Hulu Regency. Methodology: It is carried out using a quantitative descriptive method by conducting an explorative analysis. The data used are sourced from epidemiological surveillance data from the Rokan Hulu District Health Office. Deaths due to COVID-19 were estimated according to gender, signs and symptoms, comorbidities, and places of care. Results: A total of 356 out of 5319 people (6.69%) died from COVID-19. The highest distribution of deaths in the female sex was 51.97%. Most of the deaths occurred in patients with COVID-19 with several comorbidities such as pneumonia (35.53%), diabetes mellitus (26.40%), hypertension (15.23%), heart disease (14.21%), kidney failure (8.12%), and other diseases ( 36.55%). Of all deaths, 84.83% died in hospital. Conclusion: Most of the deaths from COVID-19 patients in Rokan Hulu Regency occurred in women, had other comorbid illnesses, followed by pneumonia.Semenjak COVID-19 muncul di Wuhan dan merebak ke seluruh penjuru dunia, dilaporkan banyak kematian yang terjadi. Beberapa studi menyebutkan kematian terjadi diperberat oleh beberapa penyakit penyerta yang di derita sebelumnya. Tujuan Penelitian: Mendeskripsikan kematian penderita COVID-19 di Kabupaten Rokan Hulu. Metodologi: Dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan analisis eksporatif. Data yang digunakan bersumber dari data surveilans epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu. Kematian Akibat COVID-19 di ekspolasi menurut jenis kelamin, tanda dan gejala, penyakit penyerta dan tempat dirawat. Hasil: Sebanyak 356 dari 5319 orang (6.69%) meninggal akibat COVID-19. Distribusi kematian terbanyak pada jenis kelamin perempuan sebesar 51.97%. Sebagian besar kematian terjadi pada penderita COVID-19 dengan beberapa penyakit penyerta seperti pneumonia (35.53%), diabetes melitus (26.40%), hipertensi (15.23%), penyakit jantung (14.21%) gagal ginjal (8.12%), dan penyakit lainnya (36.55%). Dari seluruh kematian, 84.83% meninggal di rumah sakit. Simpulan: Kematian penderita COVID-19 di Kabupaten Rokan Hulu banyak terjadi pada perempuan, memiliki komorbid penyakit lainnya dan diikuti pneumonia
Analisis Dukungan Suami Selama Kehamilan Terhadap Kunjungan Antenatal Care
Husband's support is a form of assistance or assistance that a husband can provide to his wife as a manifestation of his attention and affection in conducting antenatal care visits during pregnancy. This study aims to determine the relationship between husband supports for antenatal care visits at the Wanti Mabar Hilir Clinic, Medan Deli District in 2019. This study uses a cross sectional approach. Data analysis was performed using Fisher's Exact Test, found p-value (0.032), OR (5,487), CI (95%). Based on the research, it was found that the husband was less supportive (70%), 22 respondents did not regularly make antenatal care visits (73.3%). There is a relationship between husband supports for antenatal care visits. It is hoped that the husband will play an active role in providing support for mothers in making ANC visits.Dukungan suami merupakan suatu bantuan atau pertolongan yang dapat diberikan oleh suami pada istrinya sebagai bentuk perwujudan perhatian dan kasih sayang dalam melakukan kunjungan antenatal care selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami terhadap kunjungan antenatal care di Klinik Wanti Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Data analisis dilakukan dengan menggunakan Fisher's Exact Test, ditemukan p-value (0.032), OR (5,487), CI (95%). Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa suami kurang mendukung (70%), responden kurang teratur melakukan kunjungan antenatal care sebanyak 22 orang (73,3%). Ada hubungan dukungan suami terhadap kunjungan antenatal care. Diharapkan suami berperan aktif dalam memberikan dukungan bagi ibu dalam melakukan kunjungan ANC
Dampak Distraksi Audiovisual Terhadap Distress Anak Yang Mendapatkan Terapi Inhalasi
Inhalation therapy as one of the management of children with respiratory system disorders often causes distress, especially in young children. Distress when administering inhaled therapy may decrease the effectiveness of the given treatment. The goal of this innovation project is to identify the effectiveness of audiovisual distraction on distress in children with respiratory system disorders and inhalation therapy. This innovation project method used PICO. The sample was 15 people consisting of 8 controls and 7 intervention groups. The results of the innovation project showed a significant difference between the children's distress score in the control group and the intervention (p = 0.001). Conclusions: Audiovisual distraction interventions are expected to be applied to children with oxygen distress disorder during inhalation therapy.Terapi inhalasi sebagai salah satu penatalaksanaan anak dengan gangguan sistem pernapasan yang seringkali menyebabkan distress khususnya pada young children. Distress saat pemberian terapi inhalasi dapat menurunkan efektivitas pengobatan yang diberikan. Tujuan proyek inovasi ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas distraksi audiovisual pada anak yang mendapatkan terapi inhalasi dan gangguan sistem pernapasan yang dihubungkan dengan distress anak selama terapi inhalasi. Metode proyek inovasi ini menggunakan PICO. Sampel berjumlah 15 orang yang terdiri dari 8 orang kelompok kontrol dan 7 orang kelompok intervensi. Hasil proyek inovasi menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai distress anak pada kelompok dengan perawatan rutin dan kelompok yang mendaptkan intervensi distraksi audiovisual  (p=0,001). Kesimpulan: Intervensi distraksi audiovisual diharapkan dapat diterapkan pada anak dengan gangguan pemenuhan oksigen yang mengalami distress saat terapi inhalasi
Analisis Pelaksanaan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di Upt Puskesmas Sungai Piring
The Early Detection and Intervention Program for Growth and Development (SDIDTK) is a comprehensive quality growth and development program for children through the early detection and intervention growth and development program during the first five years of life. The SDIDTK program at Sungai Piring Health Center is still faced with less than optimal management at various stages. Objective of the study is to determine the implementation of SDIDTK at Sungai Piring Health Center in 2019. Qualitative study was conducted. Data collection used in-deep interviews, the field observation in at Health Center, Integrated Healthcare Center, home visits, and tracking of related documents that supporting unit to complete residency report. The informant was the head of the Health Center, the head of administration, the person responsible for the SDIDTK program, the responsible person for the Integrated Healthcare Center, cadre and mothers who brought their children under five Health Center and Integrated Healthcare Center. Result showed the number of health workers were lack, in addition to SDIDTK officer was also responsible for other programs and never received SDIDTK training. The lack of planning, implementation had not been effective and monitoring and evaluation of SDIDTK implementation had not been sustainable. The availability of facilities and infrastructure was not sufficient enough. Funds had been budgeted but utilization had not been maximized. Recording and reporting were not going well. The conclusion is early Growth and Stimulation, Detection, and Intervention Activities (SDIDTK) have not been carried out optimally. Puskesmas are expected to be able to improve the planning, effectiveness of implementation, evaluation monitoring, and follow-up to the SDIDTK program.Â
Â
Keywords: Implementation, stimulation, growth developmentProgram stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) merupakan program pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui program stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang pada masa lima tahun pertama kehidupan. Program SDIDTK di Puskesmas Sungai Piring masih dihadapkan pada pengelolaan yang kurang maksimal di berbagai tahapan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pelaksanaan SDIDTK di Puskesmas sungai Piring tahun 2019. Metode penelitian adalah kualitatif melalui wawancara, observasi lapangan di puskesmas, posyandu dan kunjungan rumah serta penelusuran dokumen terkait ke unit penunjang untuk melengkapi data penelitian. Informan adalah kepala puskesmas, kepala tata usaha, penanggung jawab program SDIDTK, penanggung jawab posyandu, kader dan ibu yang membawa balita ke puskesmas dan posyandu. Hasil penelitian ditermukan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang, selain SDIDTK petugas juga sebagai penanggung jawab beberapa program lain dan belum pernah mendapatkan pelatihan SDIDTK. Kurangnya perencanaan, pelaksanaan belum efektif, monitoring dan evaluasi pelaksanaan SDIDTK belum berkesinambungan. Ketersediaaan sarana dan prasarana belum cukup memadai, dana sudah dianggarkan tapi pemanfaatan belum maksimal. Pencatatan dan pelaporan belum berjalan dengan baik. Kegiatan SDIDTK belum dilaksanakan secara maksimal. Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan perencanaan, efektifitas pelaksanaan, monitoring evaluasi dan tindak lanjut program SDIDTK.
Â
Kata kunci: Pelaksanaan, stimulasi, tumbuh kemban
Strategi Program Pengembangan Lingkungan Pelabuhan Sehat di Pelabuhan Sungai Duku Kota Pekanbaru Provinsi Riau
The implementation of Healthy Ports and Healthy Airports is one of the programs carried out by the Class II Pekanbaru Port Health Office with the aim of creating a clean, comfortable and healthy Port area. The problems that occur at Sungai Duku port are human resources, regulations, budgets, SOP, facilities and environmental conditions (water, air, food soil, vectors and animals that transmit disease), The purpose of this research is to formulate a strategy for a healthy port development program in Sungai Duku port, Pekanbaru City, Riau Province Th 2020, organizational weaknesses and internal organizational opportunities and organizational threats, planning alternative strategies and selecting strategies to achieve the goal of a healthy port. This study used a qualitative method with a descriptive design with a survey method. This research was conducted in April 2020 at Sungai Duku Port, Pekanbaru City, Riau Province and the surrounding environment, the respondents of this study involved 6 people. The variables of this research are human resources, regulations, budget, SOP, facilities and environmental conditions (water, air, food soil, vectors and disease-transmitting animals). The research results were obtained with the SO strategy by utilizing the port environmental conditions that are still good, support from the government and the community and increasing supervision and socialization. The conclusions were power identification and internal organization weakness, looking for alternative strategy such SO, WO, ST, WT, and alternative election. It is recommended that the port manager, the coordinator of Sungai Duku port management (KKP Class II Pekanbaru) and port authorities and related agencies at the port can formulate a healthy port development program based on the SO strategy.Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat dan Bandara Sehat adalah salah satu program yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru bertujuan mewujudkan wilayah pelabuhan bersih, nyaman dan sehat. Masalah yang belum memadai di Pelabuhan Sungai Duku adalah SDM, Peraturan, Anggaran, SOP, Fasilitas dan Kondisi Lingkungan (Air, Udara, Tanah Makanan, Vektor dan binatang penular penyakit ). Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi program pengembangan pelabuhan sehat di Pelabuhan Sungai Duku Kota Pekanbaru Provinsi Riau Tahun 2020, identifikasi kekuatan dan kelemahan internal organisasi dan identifikasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, perencanaan strategi-strategi alternatif dan pemilihan strategi untuk mencapai tujuan pelabuhan sehat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif dengan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April s.d. bulan Juni Tahun 2020 di Pelabuhan Sungai Duku Kota Pekanbaru Provinsi Riau dan lingkungan sekitar, responden penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu 4 utama dan 2 pendukung. Variabel penelitian ini adalah SDM, Peraturan, Anggaran, SOP, Fasilitas dan Kondisi Lingkungan (Air, Udara, Tanah Makanan, Vektor dan binatang penular penyakit ). Hasil penelitian diperoleh yaitu strategi SO dengan memanfaatkan kondisi lingkungan Pelabuhan yang masih baik, dukungan dari pemerintah dan masyarakat dan meningkatkan pengawasan dan sosialisasi. Disimpulkan bahwa identifikasi kekuatan dan kelemahan internal organisasi, pencarian strategi-strategi alternatif SO, WO, ST, WT dan Pemilihan Alternatif. Disarankan Kepada pihak pengelola pelabuhan, Koordinator wilker sungai duku (KKP Kelas II Pekanbaru) dan otoritas pelabuhan serta instansi terkait yang ada di pelabuhan dapat merumuskan program pengembangan pelabuhan sehat berdasarkan strategi SO untuk mencapai pelabuhan sehat