Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Efektifitas Edukasi COVID-19 Secara Daring Pada Kelompok Dukungan Sebaya Top Support Yayasan Pelita Ilmu
Abstract
Corona virus or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that can cause mild disorders of the respiratory system, severe lung infections, and death. The large number of confirmed cases is positive, giving special attention to groups that are vulnerable to infection such as groups with immunodeficiency, one of which is the group of people with HIV.
This study aims to assess the effectiveness of presenting online COVID-19 education to increase knowledge, attitudes and practices to prevent COVID-19 in the Peer Support Group (KDS) Top Support Pelita Ilmu Foundation (YPI) located in Jakarta. This study used a qualitative method. Target of interventions are mentors and peer educators. Data were collected through semi-structured interviews, self-administered questionnaire and report. The data analysis technique was carried out with three main activities, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data was carried out by means of credibility through the triangulation of sources and methods. The results showed that providing COVID-19 education online by involving mentoring and empowering peer educators was effective in increasing knowledge about the COVID-19 prevention protocol. Providing online educational assistance through a peer educator approach is useful as a chain message to oneself, family, community and peers. People who are educated are becoming more diligent in implementing 3M and healthy lifestyles, but to know this behavior change consistently, further research is needed.Abstrak
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Banyaknya kasus terkonfirmasi positif, memberikan perhatian khusus bagi kelompok-kelompok yang rentan terinfeksi seperti kelompok dengan imunodefisiensi, salah satunya kelompok orang dengan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas pemberian edukasi COVID-19 secara daring dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan COVID-19 di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Top Support Yayasan Pelita Ilmu (YPI) Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Intervensi dilakukan kepada pendamping dan peer educator. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan pengisian kuesioner, data sekunder didapatkan dari literatur serta materi dan laporan dari Yayasan Pelita Ilmu. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga kegiatan utama, yakni: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas melalui pemeriksaan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian edukasi COVID-19 secara daring dengan melibatkan pendampingan dan pemberdayaan peer educator efektif menambah pengetahuan tentang protokol pencegahan COVID-19. Pemberian pendampingan edukasi secara online melalui pendekatan peer educator bermanfaat sebagai pesan berantai kepada diri sendiri, keluarga, komunitas dan teman sebayanya. Orang yang diedukasi menjadi lebih rajin menerapkan 3M dan pola hidup sehat, namun untuk mengetahui perubahan perilaku ini secara konsisten perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
Efektifitas Pelatihan Kecerdasan Emosional Terhadap Peningkatan Kecerdasan Emosional Perawat di Rumah Sakit RoyalPrima Medan
Emotional intelligence is an ability such as the ability to self-motivating, frustration surviving, adjust the mood so the stress burden does not paralyze the intelligent, and empathize. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of emotional intelligence training toward improving the emotional intelligence of nurses at the Royal Prima Hospital Medan. This research was a quasi-experimental study with a pretest-post-test design. The population in this study were nurses and the sample was 38 respondents with 19 determinate for the experimental group and 19 for the control group. The data analysis method used descriptive statistics and inferential statistics. The results showed the mean value in the pretest = 9.84 and the post-test = 13.58 which means an increase in learning evaluation after being given training compared to before being given training. For behavior evaluation, it shows the mean value in pretest = 175.8947 and after post-test = 198.7368, significantly, there was an increase after being given emotional intelligence training compared to before being given training. The t-test results showed that the emotional intelligence of nurses after being given emotional intelligence training showed an increase or a difference (p = 0.000). Based on the results of the study, it is expected that you can conduct emotional intelligence training for all hospital employees. Kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan seperti kemampuan memotivasi diri, bertahan terhadap frustrasi, mengatur suasana hati agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, dan berempati. Tujuan penelitian ini menganalisis efektifitas pelatihan kecerdasan emosional terhadap peningkatan kecerdasan emosional perawat di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen quasi dengan desain pretest-posttest. Populasi dalam penelitian adalah perawat dan sampel sebanyak 38 responden dengan ketentuan 19 untuk kelompok eksperimen dan 19 untuk kelompok kontrol. Metode analisa data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean pada pre test = 9,84 dan post test = 13,58 yang menunjukkan adanya peningkatan evaluasi belajar setelah diberikan pelatihan dibandingkan sebelum diberikan pelatihan. Untuk evaluasi perilaku menunjukkan nilai mean pada pre test = 175,8947 dan setelah post test = 198,7368 artinya adanya peningkatan etelah diberikan pelatihan kecerdasan emosional dibandingkan sebelum diberikan pelatihan. Hasil uji t menunjukkan kecerdasan emosional perawat setelah diberikan pelatihan kecerdasan emosional menunjukkan adanya peningkatan atau adanya perbedaan (p=0,000). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat melakukan pelatihan kecerdasan emosional kepada semua karyawan rumah sakit
Efektifitas Lembar Balik dan Video Animasi Terhadap Pengetahuan Primigravida tentang Persiapan Persalinan
Mortality and morbidity in pregnant and maternity women are major problems in developing countries. Three late is the unpreparedness of the mother or family in facing childbirth and is one of the causes of maternal death in Indonesia. Lack of knowledge of mothers about the preparation needed before delivery such as signs of labor and obstetric complications caused three late. The purpose of this research is to find out the effectiveness of counseling using flip charts and animated videos on primigravida knowledge about childbirth preparation at the Simpang Sungai Duren Health Center. Study it uses a quasi-experimental method by designing a two-group pretest-posttest design. The population in this study is all primigravida pregnant women who were at the Simpang Sungai Duren Health Center from January to March were 62 people. The sampling technique used the total sampling method with a sample of 62 people who were randomly divided into 2 groups, the statistical analysis test used the T-test. Based on the results of the study, 96.8% of primigravida knowledge was not good before being given counseling using flipchart media while 83.9% knowledge was not good before being given counseling using animated video media, after being given counseling the knowledge of primigravida increased to good as much as 90.3% on the media flipchart and 100% on animated video media. The mean of flipchart media is 84.51 and the mean of animation video media is 90.75. It can be interpreted that animated video media is more effective in increasing primigravida knowledge about childbirth preparation compared to media flip sheets. It is hoped that the results of this study can be disseminated to all health promotion workers so that in every outreach activity they can use animated video media.Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Tiga terlambat merupakan ketidaksiapan ibu ataupun keluarga dalam menghadapi persalinan, dan menjadi salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia. Kurangnya pengetahuan ibu tentang persiapan yang dibutuhkan menjelang persalinan seperti tanda-tanda persalinan dan komplikasi obstetrik menyebabkan tiga terlambat. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain two group pretest-postest design yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas lembar balik dan video animasi terhadap pengetahuan primigravida tentang persiapan persalinan di Puskesmas Simpang Sungai Duren. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida yang berada di Puskesmas Simpang Sungai Duren dari bulan Januari sampai bulan Maret sebanyak 62 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan sampel sebanyak 62 orang yang dibagi secara acak menjadi 2 kelompok, uji analisis statistik menggunakan uji t-test. Berdasarkan hasil penelitian 96,8% pengetahuan primigravida kurang baik sebelum diberikan lembar balik sedangkan 83,9% pengetahuan kurang baik sebelum diberikan penyuluhan menggunakan media video animasi, setelah diberikan penyuluhan pengetahuan primigravida meningkat meningkat menjadi baik sebanyak 90,3% pada media lembar balik dan 100% pada media video animasi. Mean media lembar balik 84,51 dan mean media video animasi 90,75. Dapat diartikan media video animasi lebih efektif meningkatkan pengetahuan primigravida tentang persiapan persalinan dibandingkan dengan media lembar balik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat disosialisasikan pada seluruh tenaga promosi kesehatan sehingga pada setiap kegiatan penyuluhan dapat menggunakan media video animasi
Faktor Penghambat Pelayanan Kesehatan Rutin di Rumah Sakit saat Pandemi COVID-19
The COVID-19 pandemic has caused some disruptions on regular health services at hospitals. This study identified barrier in regular health services in hospitals. This study was used scoping review method. The search for articles was carried out through the Science Direct, PubMed, and Google Scholar database.  The keywords were “regular health services†AND “hospitals†AND “barriers†AND “COVID-19â€and obtained a total of 66. Total of 4 articles that met the inclusion criteria were analyzed. The studies included were originated from several hospitals in four countries which showed inhibiting factors that affect regular health services. The most common factors found were related to organizations such as a lack of health human resources, lack of adaptation to the latest technology, lack of adaptation to hospital policies, and limited hospital facilities, infrastructure, and facilities. Hospitals need to maintain the sustainability of regular health services by evaluating service priorities, meeting the needs of health workers, facilities, and infrastructure.Pandemi COVID-19 mengakibatkan beberapa pelayanan kesehatan rutin di rumah sakit terhambat hingga tertunda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang menjadi penghambat diselenggarakannya pelayanan kesehatan rutin di rumah sakit di saat pandemi. Penelitian ini menggunakan metode scoping review. Penelurusan artikel dilakukan melalui database Science Direct, PubMed, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam penelitian adalah “regular health services†AND “hospitals†AND “barrier†AND “COVID-19†dan didapatkan total artikel sebanyak 66. Sebanyak 4 artikel yang sesuai kriteria inklusi dianalisis. Didapatkan studi dari beberapa rumah sakit di empat negara yang menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penghambat yang mempengaruhi pelayanan kesehatan rutin. Faktor paling banyak ditemukan adalah faktor organisasi seperti kurangnya jumlah sumber daya manusia kesehatan, kurangnya adaptasi terhadap teknologi terbaru, kurangnya adaptasi kebijakan rumah sakit, dan terbatasnya sarana, prasarana, dan fasilitas rumah sakit. Diharapkan kepada rumah sakit agar tetap menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan rutin dengan mengevaluasi prioritas pelayanan, mencukupi kebutuhan terhadap tenaga kesehatan, fasilitas, sarana, dan prasarana.Â
Pengendalian Hipertensi Lansia dengan Program Merona
Hypertension is a silent killer is the most common health problem experienced by the elderly. Control of hypertension in the elderly is very necessary to reduce complications of hypertension. Based on these conditions, the MERONA Program was developed. The purpose is to provide an overview of the implementation of the blush program in the elderly with hypertension. The method used is a family case study and an aggregate using a family and community nursing process approach involving 10 foster families and 60 elderly people in the community selected using cluster random sampling. This program is an integration of hypertension self-management and relaxation therapy, namely music therapy, progressive muscle relaxation, and deep breathing relaxation which is carried out for 12 weeks. Evaluation of changes in behavior and family independence was carried out at the end of the 12th week using a questionnaire. Blood pressure measurements were carried out at weeks 4, 8, and 12. The results of the implementation were an increase in the behavior of the elderly, an increase in the level of family independence, and a significant decrease in systolic and diastolic blood pressure (p<0.05). The MERONA program is recommended to be applied in community health services.Hipertensi sebagai pembunuh diam-diam (silent killer) merupakan masalah kesehatan paling banyak dialami lansia. Pengendalian hipertensi pada lansia sangat diperlukan untuk mengurangi komplikasi hipertensi. Berdasarkan kondisi tersebut dikembangkan Program MERONA. Tujuan yaitu memberikan gambaran pelaksanaan program merona pada lansia dengan hipertensi. Metode yang digunakan yaitu studi kasus keluarga dan agregat menggunakan pendekatan proses keperawatan keluarga dan komunitas dengan melibatkan 10 keluarga binaan dan 60 lansia di komunitas yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Program ini merupakan integrasi manajemen diri hipertensi dan terapi relaksasi yaitu terapi musik, relaksasi otot progresif dan relaksasi nafas dalam yang dilaksanakan selama 12 minggu. Evaluasi terhadap perubahan perilaku lansia dan kemandirian keluarga dilakukan pada akhir minggu ke 12 menggunakan kuesioner. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada minggu ke 4, 8 dan 12. Hasil implementasi yaitu diperoleh peningkatan perilaku lansia, peningkatan tingkat kemandirian keluarga, dan penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara bermakna (p<0,05). Program MERONA disarankan dapat diaplikasikan dalam pelayanan kesehatan komunitas
Analisa Kepribadian dan Kehidupan Sosial Remaja dengan Orang Tua dan Teman Pergaulan bagi Penyalahguna Napza di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu
There are many factors that can cause adolescents to experience drug use, including the influence of association, the environment in which they live, joining in with friends, broken home families which are influenced by the lack of attention and communication between parents and children, as well as the pressure experienced during adolescence so they are prone to drug abused. From a field survey conducted by researchers in March 2020 at Penitentiary Rokan Hulu District, in 2018 there were 4 adolescents who were involved in drug problems, while in 2019 there were 18 teenagers (aged 13-19 years) who were detained in Penitentiary The purpose of this study is to analyze the personality and social life of adolescents with their parents and friends for drug abusers in Class II B Penitentiary, Rokan Hulu Regency in 2020. The research method used is qualitative with a phenomenological approach by conducting in-depth interviews with 13 informants about personality analysis and adolescent social life. The research informants consisted of 4 main informants of adolescent drug abusers in prison, and 9 supporting informants. The data analysis in this study was conducted qualitatively. The analysis was carried out by systematically arranging the interview guidelines and then the data was processed and presented the data descriptively. The implementation time of this study was started from April 1, 2020 to July 31, 2020. The results showed that most adolescents who abuse drugs have negative personalities, namely strength weak ego, most of the social relationships between adolescents and their parents are poor and less harmonious, mostly social relations between adolescents and their peers are unhealthy associations. Parents was a role model to their adolescents life, a harmonious family will have a good effect on adolescent interactions.Banyak faktor yang dapat menyebabkan remaja mengalami penyalahgunaan napza diantaranya adalah pengaruh pergaulan, lingkungan tempat tinggal, ikut-ikutan teman, keluarga yang broken home yang dipengaruhi oleh kurangnya perhatian dan komunikasi antara orang tua dan anak, serta tekanan yang dialami di masa remaja sehingga rentan menyalahgunakan napza. Dari survei di lapangan yang dilakukan oleh peneliti pada Bulan Maret Tahun 2020 di lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Rokan Hulu, pada Tahun 2018 remaja yang tersangkut masalah napza ada 4 orang, sedangkan pada Tahun 2019 terdapat 18 orang remaja (berkisar umur 13-19 tahun) yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kepribadian dan kehidupan sosial remaja dengan orang tua dan teman pergaulannya bagi penyalahguna napza di Lembaga pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan cara melakukan wawancara mendalam pada 13 informan tentang analisis kepribadian dan kehidupan sosial remaja. Informan penelitian terdiri dari 4 orang informan utama remaja narapidana penyalahguna Napza,dan 9 orang informan pendukung. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Analisis dilakukan dengan cara mengatur secara sistematis pedoman wawancara kemudian data diproses dan penyajian data secara deskriptif. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai dari tanggal 1 April 2020 s.d. 31 Juli 2020. Hasil penelitian  diperoleh sebagian besar remaja penyalahguna napza memiliki kepribadian negatif yaitu ego strength lemah, sebagian besar hubungan sosial remaja dengan orang tuanya adalah kurang baik dan kurang harmonis, sebagian besar hubungan sosial remaja dengan teman sebayanya adalah  pergaulan yang tidak sehat. Orang tua memiliki peran yang sangat sentral dalam kehidupan remaja, keluarga yang harmonis akan memberikan efek yang baik bagi pergaulan remaja
Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Tangga pada masa Pandemi COVID-19
Handling infectious waste is a major global concern for public health and the environment if improperly hands. Personal protective equipment used masks, gloves are the main contribution to the volume of waste. The purpose of this literature study is to discuss ways of handling infectious waste, household at the time of a pandemic COVID-19. The method used is a literature review. Literature in the form of national journals published from 2020 until 2021. The collection of literature using google scholar and http://garuda.ristekbrin.go.id/ database with the keywords "infectious waste COVID-19", "impact COVID-19", and "infectious waste householdâ€. The search results obtained 21 articles according to keywords. Once filtered using exclusion and inclusion criteria obtained 8 articles in the review. The results of the reviews indicate the amount of medical waste during a pandemic COVID B3-19 increased, this infectious waste is classified as medical waste garbage hazardous and toxic materials or B3, medical waste originating from households and waste from health care facilities, the public has not fully known and yet do the processing infectious waste, household, then the lack of information regarding the effectiveness of the handling of infectious waste COVID-19. It is hoped that the health facilities and the community will be able to carry out burial procedures by Permenlhk Number P.56/Menlhk-Setjen/2015 concerning Procedures and Technical Requirements for Management of Toxic Hazardous Waste from Health Service Facilities and circular No. SE/MENLHK/PSLB3/3/2020 concerning Management of Infectious Waste (B3 Waste) and Household Waste from Handling Corona Virus Disease (COVID-19).Penanganan limbah infeksius merupakan perhatian global yang besar terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan jika ditanganai secara tidak tepat. Alat pelindung diri, masker bekas, sarung tangan adalah kontribusi utama volume limbah. Tujuan studi literatur ini adalah untuk membahas cara penanganan limbah infeksius dan rumah tangga pada masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan adalah literatur review. Literatur berupa jurnal Nasional yang diterbitkan dari tahun 2020 sampai 2021. Pengumpulan literatur menggunakan database google scholar dan http://garuda.ristekbrin.go.id/ dengan kata kunci “limbah infeksius covid-19â€, “dampak covid-19†dan “limbah rumah tanggaâ€. Hasil pencarian diperoleh 21 artikel sesuai kata kunci. Setelah disaring menggunakan kriteria inklusi diperoleh 8 artikel yang di review. Hasil review menunjukkan Pada masa pandemi Covid-19 belum sepenuhnya dilakukan sesuai persyaratan terutama pada praktik penyimpanan limbah B3. Masyarakat masih belum sepenuhnya mengetahui dan belum melakukan pengolahan limbah infeksius rumah tangga, minimnya infomasi mengenai timbulan limbah medis dan efektivitas penanganan limbah infeksius salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penanganan limbah B3 Covid-19. Penanganan limbah dapat dilakukan dengan beberapa langkah yang mudah secara umum yaitu pemilahan, pewadahan, desinfeksi dan pelabelan. Kemudian penanganan lanjutan limbah infeksius yang telah melalui beberapa tahapan perlakuan disumbernya. Memberikan informasi kepada masyarakat dengan cara mengeedukasi masyarakat melalui penyuluhan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam pengolaan sampah.
Kata Kunci: Covid-19, Limbah B3, Limbah infeksius rumah tangga, Pengelolaan limba
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Postpartum di Desa Tanjung Jati Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat
Nearly 90% of labor experienced perineal tears, either with or without episiotomy. The incidence of perineal tears occurred almost 90% in normal labor. Red betel leaf or Piper crocatum is known to have chemical properties that have antiseptic and antibacterial effects. The aim of this study was to assess the duration of healing of postpartum mothers' perineal wounds using red betel leaf decoction and anti-septic drugs. The research method was quasi experimental, the population of postpartum mothers with perineal wounds. The sample of the experimental group was given red betel leaf stew as much as 4-5 pieces for 7 days 18 people and the control group 18 people. Samples were taken by consecutive sampling which was conducted in the village of Tanjung Jati Kec. Binjai Kab. Langkat in April-July 2020. The results of this study were the average healing time in the control group was 5.28 ± 0.958 with a Min-Max 3-6 days, while in the intervention group the average healing time was 3.00 ± 1.372 with a Min-Max 2 -5. There was a significant difference (p-value = 0.001) in the length of days of healing between the control and intervention groups. The conclusion of this study is the effect of giving red betel leaf stew (piper crocatum) on the healing of perineal wounds in postpartum mothers.Proses persalinan hampir 90% yang mengalami robekan perineum, baik dengan atau tanpa episiotomi Angka kejadian robekan perineum terjadi hampir 90 % pada proses persalinan normal. Daun sirih merah atau Piper crocatum diketahui mempunyai kandungan kimia yang berefek antiseptik dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menilai lama penyembuhan luka perineum ibu postpartum dengan menggunakan rebusan daun sirih merah dan obat anti septik di Desa Tanjung Jati Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat . Metode Penelitian Yaitu Quasi Eksperimental, Populasi Ibu Pospartum Dengan Luka Perineum. Sampel Kelompok eksperimen diberikan rebusan daun sirih merah sebanyak 4-5 lembar selama 7 hari 18 orang dan kelompok kontrol 18 orang. Sampel diambil secara consecutive sampling yang dilaksanakan di Desa Tanjung Jati Kec. Binjai Kab. Langkat pada bulan April-Juli 2020. Hasil Penelitian ini yaitu rerata lama penyembuhan pada kelompok kontrol 5,28±0,958 dengan Min-Max 3-6 hari, sedangkan pada kelompok intervensi dengan rerata lama penyembuhan 3,00 ± 1,372 dengan Min-Max 2-5. Ditemukan perbedaan yang bermakna (p-value = 0,001) lama hari penyembuhan antara kelompok kontrol dan intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian rebusan daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum
Analisis Kesiapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Kota Pekanbaru Dalam Penerapan Kebijakan Badan Umum Layanan Daerah (BLUD) Di Kota Pekanbaru Tahun 2020
The health laboratory is a public service institution that has an important role in improving public health status. With the increasing demands for health laboratories in improving services, many problems have arisen related to the lack of human resources, budgeting, long bureaucratic flows of disbursement of funds, long process of procuring facilities and infrastructure, and financial management regulations that hinder the smooth running of services. Through the Regional Public Service Agency (BLUD), the technical unit (UPT) health laboratory of Pekanbaru city is expected to have flexibility in managing finances independently, increasing professionalism, entrepreneurship, transparency, and accountability that can improve services to the community. The purpose of this study was to analyze the readiness of UPT health laboratory of Pekanbaru city in the Implementation of BLUD policy in Pekanbaru city in 2020. The study was qualitative. 6 informants were consisting of 5 main informants and 1 supporting informant. The triangulation used were the source, method, and data triangulation. The results showed that readiness in terms of input was still lacking in human resources in finance and administration. From a process point of view, the UPT health laboratory of Pekanbaru city has completed all the substantive, technical, and administrative requirements. And in terms of output, the UPT health laboratory of Pekanbaru city is ready to implement the BLUD policy. It is hoped that the UPT health laboratory of Pekanbaru city will immediately submit an assessment of the implementation of BLUD policies. Becoming a BLUD can fulfill their needs independently with a faster process.Laboratorium kesehatan merupakan institusi pelayanan publik yang memegang peranan penting bagi meningkatkan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dengan semakin tingginya tuntutan bagi laboratorium kesehatan dalam meningkatkan pelayanan, banyak permasalahan yang muncul terkait mengenai kurangnya sumber daya manusia, penganggaran, alur birokrasi pencairan dana yang panjang, proses pengadaan sarana dan prasarana yang panjang dan aturan pengelolaan keuangan yang menghambat kelancaran pelayanan. Melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Kota Pekanbaru diharapkan memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan secara mandiri, meningkatkan profesionalisme, entrepreneurship, transparansi dan akuntabilitas yang dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan UPT Laboratorium Kesehatan Kota Pekanbaru dalam penerapan kebijakan BLUD di Kota Pekanbaru Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Informan berjumlah 6 orang terdiri dari 5 orang informan utama dan 1 orang informan pendukung. Tringulasi yang digunakan adalah tringulasi sumber, metode dan data. Hasil penelitian menunjukan kesiapan dari segi input masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang keuangan dan administrasi. Dari segi proses UPT laboratorium kesehatan sudah melengkapi seluruh persyaratan substantif, teknis dan administratif. Dan dari segi output UPT laboratorium kesehatan telah siap untuk untuk penerapan kebijakan BLUD. Diharapkan untuk UPT laboratorium kesehatan kota Pekanbaru segera mengajukan penilaian penerapan kebijakan BLUD. Dengan menjadi BLUD dapat memenuhi kebutuhan secara mandiri dengan proses yang lebih cepat
Peran Institusi Pendidikan dalam Pengelolaan Obesitas pada Remaja
Obesity concern is a global issue due to the prevalence is increasing in all age groups, including adolescence group. The objective of the study was to reveal the role of educational institutions in assisting the management of obesity in adolescents. A qualitative descriptive study design was adopted, which was conducted at the Department of Education and Culture and three senior high schools (SMA) in Pekanbaru City which was determined by purposive sampling. The research informants were the head of the Pekanbaru city education and culture office, the principal, teachers, and youth (students). The determination of the number of informants is based on the principles of adequacy and representation. Data were collected by means of in-depth interviews, focus group discussions and observations. Data analysis in the form of qualitative analysis, describe the role of educational institutions in helping the management of obesity in adolescents (students). The results showed that the components that support the management of obesity in adolescents include a strong commitment from the education office, the availability of infrastructure and financial support. Some things that are not yet optimal include; there is no written policy (regulations, decrees, circular letters) specifically aimed at helping adolescent obesity treatment in schools, curriculum in subjects does not support students to be physically active nor does it support the provision of balanced nutrition, and there is still a lack of involvement of various parties comprehensively and across sectors. Overall, it is concluded that the role of educational institutions in managing obesity in adolescents has not been optimal.Obesitas merupakan masalah yang menjadi perhatian diseluruh dunia, karena prevalensinya yang terus meningkat pada orang dewasa, remaja dan anak- anak. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan peran institusi pendidikan dalam membantu pengelolaan obesitas pada remaja. Jenis penelitian adalah kualitatif yang dilakukan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan tiga sekolah menengah atas (SMA) di Kota Pekanbaru yang ditentukan secara purposif sampling. Informan penelitian adalah kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota Pekanbaru, kepala sekolah, guru, serta remaja (siswa). Penentuan jumlah informan berdasarkan prinsip ketercukupan dan keterwakilan. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan observasi. Analisis data berupa analisis kualitatif, untuk memaparkan peran institusi pendidikan dalam membantu pengelolaan obesitas pada remaja (siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen yang mendukung pengelolaan obesitas pada remaja antara lain komitmen dinas pendidikan yang kuat, ketersediaan sarana prasarana dan dukungan dana/pembiayaan. Beberapa hal yang belum optimal antara lain kebijakan tertulis (peraturan, SK, surat edaran) secara khusus terhadap penangan obesitas remaja di sekolah belum ada, kurikulum yang tertuang pada mata pelajaran belum mendukung untuk siswa aktif secara fisik dan mendukung penyediaan gizi seimbang, serta masih kurangnya keterlibatan pihak-pihak secara komprehensif dan lintas sektor. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa peran institusi pendidikan dalam pengelolaan obesitas pada remaja belum optimal dilakukan