Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Pengaruh Penyuluhan Kanker Payudara terhadap Pengetahuan dan Sikap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Kelas X SMA N 1 Pundong

    Get PDF
    Breast cancer is one of the most common cancers in Indonesia. Strategies for tackling breast cancer include health promotion, early detection, and case management. This research aimed to investigate the effect of breast cancer education on the knowledge and attitudes towards breast self-examination (BSE) among 10th-grade female students at SMA N (state senior high school) 1 Pundong. This research employed a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. Subjects were chosen using proportional and simple random sampling, which resulted in a sample size of 110 female students. Data were collected using questionnaires. Data analysis was done using univariate and bivariate analysis. Wilcoxon test analysis resulted in a P value of 0.000 (P<0.05) for the knowledge variable and a P value of 0.000 (P<0.05) for the attitude variable, which indicated an influence of breast cancer education on knowledge and attitudes towards breast self-examination (BSE) among 10th-grade female students at SMA N 1 Pundong. Mann-Whitney test analysis yielded a P value of 0.000 (P<0.05) for the knowledge variable and a P value of 0.000 (P<0.05) for the attitude variable, which indicated differences in knowledge and attitudes between the intervention and control groups among 10th-grade female students at SMA N 1 Pundong. It is hoped that the students will perform BSE regularly.Latar Belakang: Terlalu pendek untuk anak seusianya merupakan gejala stunting, yaitu ketidakmampuan untuk tumbuh sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak dalam kandungan.. Prevalensi kasus Balita Stunting di Provinsi Banten sebesar 29,6%. Banyak penelitian yang sudah meniliti tentang faktor faktor yang memengaruhi kasus Stunting pada balita, akan tetapi belum ada yang fokus pada variabel pola asuh gizi dan kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh gizi, pola asuh kesehatan, dan pola asuh psikososial dengan kasus balita Stunting di wilayah kerja Puskesmas Cikulur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain study cross sectional yang analisisnya dilakukan menggunakan uji Chi-square. Instrumen yang digunakan dalam mengukur variabel independen ialah kuisioner sementara variabel independen menggunakan microtoise dan KMS. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2020 dengan sampel sebanyak 137 ibu yang memiliki balita. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 51,8% balita mengalami stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh gizi dengan kasus balita stunting dengan p-value 0,015 dan POR = 0,399 (95% CI= 0,199-0,799), pola asuh kesehatan dengan p-value 0,022 dan POR= 0,425 (95% CI: 0,214 – 0,843). Tidak ada hubungan antara pola asuh psikososial dengan kasus stunting pada balita.Kesimpulan: Kasus balita stunting berkaitan dengan pola asuh gizi dan pola asuh kesehatan. Disarankan agar ibu selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya, memperhatikan asupan gizi yang diberikan, serta selalu menerapkan pola asuh kesehatan yang baik untuk balita

    Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kinerja Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai Tahun 2023

    Get PDF
    Workload, job stress, and working environment conditions also influence doctors' performance in the hospital environment. The doctors' performance can be assessed by evaluating the quality of healthcare services provided to patients. In addition to the factors above, compensation is another factor that affects doctors' performance. Satisfaction with compensation, both in the form of adequate financial and non-financial rewards, can enhance work motivation. This study aims to analyze the factors influencing the performance of doctors working at the Dumai City Regional General Hospital and how these factors influence the performance of doctors at the Dumai City Regional General Hospital. This research is an analytical, quantitative, observational study with a Cross-Sectional design. The research was conducted at the Dumai City Regional General Hospital from July to August 2023. The population consisted of 72 individuals, and the sample size was 72 with the total sampling method. The inclusion criteria for the sample in this study were being a doctor by profession. Primary data in this research were obtained by filling out observation questionnaires and conducting interviews, while secondary data were obtained from documents available at the Dumai City Regional General Hospital. Data analysis was performed using multivariate analysis. The research results showed that motivation affects doctors' performance at a P value = 0.002 and POR = 3.667, while competency affects doctors' performance with a P value = 0.015 and POR = 1.372. In conclusion, motivation affects doctors' performance at the Dumai City Regional General Hospital, and competency also affects doctors' performance at the Dumai City Regional General Hospital.Beban kerja, stres kerja, dan kondisi lingkungan kerja turut mempengaruhi performa dokter di lingkungan rumah sakit. Penilaian kinerja dokter dapat dilakukan melalui evaluasi terhadap kualitas layanan kesehatan yang disediakan kepada pasien. Selain faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya, kompensasi juga merupakan faktor lain yang mempengaruhi kinerja dokter. Kepuasan terhadap kompensasi, baik dalam bentuk imbalan finansial maupun non finansial yang memadai, dapat meningkatkan motivasi kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kinerja dokter yang berugas di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai serta menganalis bagaimanakah pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kinerja dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai Komponen. Jenis Penelitian ini observasional kuantitatif analitik dengan desain Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai pada bulan Juli s/d Agustus 2023. Populasi berjumlah 72 orang pengambilan sampel dengan metode total sampling. Kriteria inklusi sampel penelitian ini adalah berprofesi sebagai dokter. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui pengisian kuesioner observasi dan wawancara data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai. Analisis Data Analisis multivariat. Hasil penelitian didapat motivasi dengan kinerja dokter dengan P value = 0,002 dan POR = 3,667, Kompetensi dengan kinerja dokter dengan P value = 0,015 dan POR = 1,372. Kesimpulan ada pengaruh motivasi dengan kinerja dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai, dan ada pengaruh kompetensi dengan kinerja dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai

    Hubungan Faktor Individu terhadap Stress Kerja pada Karyawan Operasi PT-XYZ Tahun 2023

    Get PDF
    There were 19.67 injuries per 200,000 hours worked by mining employees in 2019 in Ghana, the injuries were due to the gap between mining operations and the knowledge and skills of their workers. These gaps can generally lead to work stresss. Various factors can cause work stresss, both caused by individual factors and work-related factors. This study aims to analyze these factors on work stresss in mining operation employees PT-XYZ. The research respondents amounted to 226, divided into 5 departments, namely Construction, Processing, Geotechnical, Underground mining operations (Ops.) and Repair operations (Mtc.). This quantitative research design uses cross-sectional study research methods. The dependent variable in the form of work stress was measured using the Depression, Anxiety and Stress Scale-21 (DASS-21) while the independent variables in the form of age, education, length of work, gender, and worker status were taken using general questionnaire. The data analysis technique in this study used the Chi-square test. There were 46 respondents (20.4%) experiencing work stress. This study showed a significant relationship between the age factor of workers (0.03) and gender (0.05) of workers with work stress in employees of PT-XYZ mining operations. Understanding the age and sex factors of workers that affect work stress can provide an overview for PT-XYZ to formulate policies, appropriate procedures, and interventions in managing mining safety.Terjadi 19.67 cedera per 200.000 jam kerja karyawan pertambangan tahun 2019 di Ghana, cedera tersebut diakibatkan kesenjangan antara operasi pertambangan dengan pengetahuan maupun keterampilan pekerjanya. Kesenjangan tersebut secara umum dapat menimbulkan stress kerja. Berbagai faktor dapat menimbulkan stress kerja, baik disebabkan faktor individu maupun faktor terkait kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor tersebut terhadap stress kerja pada karyawan operasi pertambangan PT-XYZ. Responden penelitian berjumlah 226, terbagi dalam 5 departemen yaitu Konstruksi, Pengolahan, Geoteknikal, Operasi tambang bawah tanah (Ops.) dan Operasi perbaikan (Mtc.). Desain penelitian kuantitatif ini menggunakan metode penelitian studi potong lintang. Variabel dependen berupa stress kerja yang diukur mengunakan Depression, Anxiety and Stress Scale-21 (DASS-21) sedangkan variabel independen berupa faktor usia, pendidikan, masa kerja, jenis kelamin dan status pekerja diambil menggunakan kuesioner secara umum. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Terdapat sebanyak 46 responden (20,4%) mengalami stress kerja. Penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor usia pekerja (0.03) dan jenis kelamin (0.05) pekerja dengan stress kerja pada karyawan operasi pertambangan PT-XYZ. Pemahaman terhadap faktor usia dan jenis kelamin pekerja yang mempengaruhi stress kerja dapat memberikan gambaran bagi PT-XYZ untuk menyusun kebijakan, prosedur maupun intervensi yang tepat dalam mengelola keselamatan pertambangan

    Penilaian Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 dalam Situasi Pandemi di PT. Bank XYZ Tbk, Medan, Indonesia

    Get PDF
    Background: Large-scale social Restrictions were implemented in the workplace during the COVID-19 pandemic from March 2020 to February 2022. The government has imposed restrictions on the number of workers in the workplace by implementing COVID-19 protocols at the workplace and work-from-home. This research aims to analyze the implementation of the COVID-19 protocol at PT. Bank XYZ Medan office. Methods: Observational descriptive research provides a clear picture by observing the conditions that occur directly to see how the COVID-19 protocol is implemented at PT.Bank XYZ Medan office. Quantitative methods are used. The instruments are the provision of Health Protocols from the Indonesian Minister of Health Decree No. 328 of 2020 regarding Guidelines for Preventing Control of COVID-19 in Office and Industrial Workplaces to Support Business Continuity in Pandemic Situations. Results: The implementation of the COVID-19 health protocol in the PT. Bank XYZ Medan office has a "Very Good" level of achievement. Companies can maintain the implementation of existing COVID-19 protocols during the pandemic to prevent the spread of the COVID-19 virus in the company. Conclusion: PT. Bank XYZ is expected to maintain the implementation of the COVID-19 protocol if the pandemic has not been declared over by the government of the Republic of Indonesia, and in the future improvements can be made to prevent the transmission of other diseases. Employees must continue to follow the regulations set by the company.Latar Belakang: Pada masa pandemi COVID-19 pada bulan Maret 2020 hingga Februari 2022, diterapkan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di tempat kerja. Pemerintah menerapkan pembatasan jumlah pekerja di tempat kerja dengan menerapkan protokol COVID-19 di tempat kerja dan bekerja dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan protokol COVID-19 di PT. Kantor Bank XYZ Medan. Metode: Penelitian deskriptif observasional memberikan gambaran yang jelas dengan mengamati secara langsung kondisi yang terjadi untuk melihat bagaimana penerapan protokol COVID-19 di PT. Kantor Bank XYZ Medan. Metode kuantitatif digunakan. Instrumennya adalah ketentuan Protokol Kesehatan dari Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 328 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri untuk Mendukung Keberlangsungan Usaha dalam Situasi Pandemi. Hasil: Penerapan protokol kesehatan COVID-19 di PT. Bank XYZ kantor Medan mempunyai tingkat pencapaian “Sangat Baik”. Perusahaan dapat mempertahankan penerapan protokol COVID-19 yang ada di masa pandemi untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 di perusahaan. Kesimpulan: PT. Bank XYZ tetap menjaga penerapan protokol COVID-19 apabila pandemi ini belum dinyatakan berakhir oleh pemerintah Republik Indonesia, dan kedepannya dapat dilakukan perbaikan untuk mencegah penularan penyakit lainnya. Karyawan harus tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan perusahaan

    Pelaksanaan Program SUN-Movement dalam Penanggulangan Kasus Stunting: Literature Review

    Get PDF
    The high incidence of stunting in Indonesia according to SSGI data in 2021 is 24.4% (WHO Target 20%). One of the prevention and control efforts from the government is the Scaling Up Nutrition (SUN) movement, which is the first 1000 days of life movement based on Presidential Regulation No. 72 of 2021 by carrying out specific interventions. This article aims to analyze the implementation of the SUN-Movement program in overcoming stunting cases. This research uses a literature review method that reviews 9 articles. The articles reviewed were based on the results of screening by reading all and only focusing on SUN-Movement, Stunting Program, Stunting Program, and Stunting. The results of the review of 9 articles in 7 districts in west Indonesia, that of the 9 specific interventions in the SUN-Movement policy, 6 interventions were identified that had been carried out such as in Aceh Besar and Subang exclusive breastfeeding was implemented. Consuming blood supplement tablets for adolescent girls and supplementary nutrition for pregnant women has been implemented in Palembang, Subang, and Bebes. Supplementary food for toddlers in Demak has been implemented. Complementary feeding for infants over 6 months has been implemented in Semarang and Pasaman. However, interventions for toddlers such as nutrition care services, growth and development monitoring, and complete basic immunization have not been implemented. It was revealed that about 3 specific intervention programs in 7 districts in Indonesia had not been implemented.Masih tingginya angka kejadian stunting di Indonesia menurut data SSGI tahun 2021 yaitu 24,4% (Target WHO 20%). Salah satu upaya penanggulangan dan pencegahan yang telah dilakukan pemerintah adalah Scaling Up Nutrition (SUN) movement yaitu gerakan 1000 HPK didasarkan pada Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 dengan melakukan intervensi spesifik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program SUN-Movement dalam penanggulangan kasus stunting. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang mengulas 9 artikel. Artikel yang diulas berdasarkan dari hasil skrining dengan membaca semua artikel dan hanya berfokus pada SUN-Movement, Program Penanggulangan Stunting, Stunting Program, dan kata Stunting. Hasil review terhadap 9 artikel di 7 kabupaten/kota di Indonesia bagian barat, bahwa dari 9 intervensi spesifik pada kebijakan SUN-Movement teridentifikasi 6 intervensi telah dilakukan seperti di Aceh Besar dan Subang dilaksanakan pemberian ASI eksklusif. Mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri dan ibu hamil, asupan gizi tambahan ibu hamil supaya tidak kekurangan energi kronis sudah dilaksanakan di Palembang, Subang dan Bebes. PMT di Demak sudah dilaksanakan. Bayi di atas 6 bulan diberi MP-ASI sudah dilakukan di Semarang dan Pasaman. Namun intervensi pada balita seperti pelayanan penanganan gizi, tumbuh kembang dipantau, dan imunisasi dasar lengkap belum dilakukan. Terungkap sekitar 3 program intervensi spesifik di 7 kab/kota di Indonesia belum terlaksana

    Hubungan Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil, Ibu Bersalin, dan Ibu Nifas dengan Angka Kematian Ibu di Provinsi Jawa Timur

    Get PDF
    Maternal mortality in Indonesia is known to be a concern to be able to achieve targets in accordance with the focus on SDGs and achieve adequate maternal health services in terms of access and quality. One of the urgencies for strategies to reduce maternal mortality is to map the factors associated with maternal mortality and identify the implementation that is carried out. This study aims to analyze the relationship between coverage of health services for pregnant women, delivery mothers, and postpartum women with maternal mortality in East Java, quantitative type research with a correlational approach conducted with secondary data, in the East Java Health Profile from 2019 to 2021. Variables in this study include maternal mortality coverage of health services for pregnant women, delivery mothers, and postpartum women (ANC for pregnant women K1, ANC for pregnant women K4, delivery assisted by health workers, delivery conducted at health services, KF 1, KF 2 and KF 3 postpartum women. The results of the study found that the variables correlated with maternal mortality in East Java from 2019 to 2021 coverage of health services for mothers during pregnancy, delivery mothers, and postpartum.Kematian ibu di Indonesia diketahui perlu menjadi perhatian untuk bisa mencapai target sesuai dengan fokus pada SDG’s dan mencapai pelayanan kesehatan maternal yang memadai secara akses dan kualitas. Salah satu urgensi untuk strategi penurunan kematian ibu adalah dengan melakukan pemetaan faktor yang berhubungan dengan kematian ibu dan melakukan identifikasi pada implementasi yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas dengan kematian ibu di Jawa Timur, Penelitian berjenis kuantitatif dengan pendekatan korelasional yang dilakukan dengan data sekunder pada Profil Kesehatan Jawa Timur tahun 2019 hingga 2021. Variabel pada penelitian ini diantaranya adalah kematian ibu dengan cakupan pelayanan kesehatan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas (ANC Ibu Hamil K1, ANC Ibu Hamil K4, persalinan dibantu tenaga kesehatan, persalinan dilakukan di pelayanan kesehatan, KF 1, KF 2, dan KF 3 ibu nifas). Data yang dikumpulkan akan dilakukan analisis korelasi bivariat dengan Uji Pearson Correlational Test menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian mendapatkan temuan bahwa variabel yang berkorelasi dengan kematian ibu di Jawa Timur tahun 2019 hingga 2021 adalah cakupan pelayanan kesehatan pada ibu di masa kehamilan, persalinan dan nifas

    Pengukuran Budaya Keselamatan Pasien di Pelayanan Kesehatan Primer: Literature Review

    Get PDF
    Background: Patient safety research has primarily focused on hospitals, despite the fact that patient safety incidents in primary care are quite common. Patient safety incident in primary care caused by the implementation of patient safety culture has not been widely applied. Measuring patient safety culture can improve primary care patient safety and decrease patient safety incidents. Objective:  To identify patient safety culture dimensions with low scores that require improvement in primary care. Methods: Article searches were conducted through the PubMed and ScienceDirect databases using the keywords “patient safety” AND “safety culture” AND “primary care”. A total of 199 articles were found, and only 10 articles fit the inclusion criteria. Results:  The SAQ-AV, MOSPSC, and HSOPSC patient safety culture measurement instruments were used in 242 primary healthcare settings across eight countries. According to research, each primary care setting has aspects of patient safety culture that could be improved. The dimensions of working conditions, work pressure and pace, and non-punitive response to error were the most frequently observed. Conclusion: The dimensions of management perception, working conditions, job satisfaction, work pressure, and speed, leadership support, staff training, incident reporting frequency, staffing, non-blame response, and hands-off and transition have low scores and require improvement in measuring patient safety culture.Pendahuluan: Penelitian keselamatan pasien sering kali berfokus di rumah sakit, faktanya insiden keselamatan pasien di pelayanan kesehatan primer sering terjadi. Insiden keselamatan pasien di pelayanan kesehatan primer salah satunya disebabkan oleh penerapan budaya keselamatan pasien yang belum diterapkan secara luas. Pengukuran budaya keselamatan pasien di pelayanan kesehatan primer dapat meningkatkan keselamatan pasien dan menurunkan angka insiden keselamatan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi dimensi budaya keselamatan pasien dengan skor rendah dan membutuhkan peningkatan. Metode: Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed dan ScienceDirect menggunakan kata kunci “patient safety” AND “safety culture” AND “primary care”. Dari total 199 artikel yang ditemukan, hanya 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Instrumen SAQ-AV, MOSPSC, dan HSOPSC merupakan instrumen pengukuran budaya keselamatan pasien yang digunakan pada 242 pelayanan kesehatan primer di 8 negara. Berdasarkan penelitian, setiap pelayanan kesehatan primer memiliki dimensi budaya keselamatan pasien yang perlu peningkatan. Dimensi kondisi kerja, tekanan kerja dan kecepatan, dan dimensi respon tidak menghukum terhadap keselahan merupakan dimensi yang paling sering membutuhkan peningkatan. Simpulan: Dimensi persepsi manajemen, kondisi kerja, kepuasan kerja, tekanan kerja dan kecepatan, dukungan kepemimpinan, frekuensi pelaporan insiden, kepegawaian, respon tidak menyalahkan, handsoff dan tansisi, memiliki nilai rendah dan membutuhkan peningkatan dalam penerapan budaya keselamatan pasien

    Analisis Willingness To Pay (WTP) Retribusi Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Aceh Barat

    Get PDF
    Willingness To Pay (WTP) can be interpreted as how much people are willing to pay.  However, there are several problems, namely until now the Willingness To Pay (WTP) waste retribution has not been maximized and this can be seen in the achievement of   Regional Original  Income  (PAD) for waste retribution.  Thus, the problem raised in this study is that the willingness to pay of the community to pay waste fees in West  Aceh Regency is still low. The purpose of this study is to determine the amount of Willingness to Pay (WTP) of waste retribution paid by households and the factors that affect the WTP of household waste in West  Aceh Regency.  This research is a type of quantitative research with a cross-sectional study approach. The samples in this study were 378 heads of families, namely  261 people in the  Johan Pahlawan sub-district and 117 people in the Meureubo sub-district. The sampling technique was carried out using  Krejcie and Morgan Table. Data was collected using a questionnaire, while the statistical test used was logistic regression using stata. The results showed that the Willingness to Pay (WTP) waste retribution paid by households in West  Aceh Regency was  Rp. 14,542 and the factors related to the  WTP of household waste in West   Aceh Regency partially  (partially) namely income  (p-value = 0.001) and public perception in waste management  (p-value  = 0.031) and the relationship between income and community perception in waste management simultaneously with  WTP for household waste retribution  (p-value below  0.05).Willingnes To Pay (WTP) dapat diartikan sebagai berapa besar orang mau membayar. Namun terdapat beberapa permasalahan yaitu sampai saat ini Willingnes To Pay (WTP) retribusi sampah belum maksimal dan hal ini terlihat pada pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi sampah. Dengan demikian masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah willingness to pay masyarakat untuk membayar retribusi sampah di Kabupaten Aceh Barat masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar Willingness to Pay (WTP) retribusi sampah yang dibayar rumah tangga dan faktor-faktor yang mempengaruhi WTP sampah rumah tangga di Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 378 orang Kepala Keluarga (KK), yaitu 261 orang di kecamatan Johan Pahlawan dan 117 orang di kecamatan Meureubo. Teknik pengambilan sampel menggunakan Tabel Krejcie dan Morgan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner, sedangkan uji statistik digunakan regresi logistik menggunakan stata. Hasil penelitian menunjukkan Besar Willingness to Pay (WTP) retribusi sampah yang dibayar rumah tangga di Kabupaten Aceh Barat adalah Rp 14.542 dan faktor-faktor yang berhubungan dengan WTP sampah rumah tangga di Kabupaten Aceh Barat secara parsial (sebagian) yaitu pendapatan (p-value = 0,001) dan persepsi masyarakat dalam pengelolaan sampah (p-value = 0,031) dan adanya hubungan antara pendapatan dan persepsi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bersamaan terhadap WTP retribusi sampah rumah tangga (p-value di bawah 0,05)

    - Efektifitas Antara Metode Peer Group dan Think, Pair, Share terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Anemia Remaja

    Get PDF
    Background Anemia in adolescents is a health problem that receives special attention. 16% of 50 adolescents have anemia. Anemia in adolescents is caused by iron deficiency, so adolescents need to receive sufficient education and information to change their knowledge and behavior in preventing anemia. The objective of this study was to determine the effectiveness of the peer group educational method compared to the think, pair, share game method. Methods This research was an analytical experimental research method, namely research that explains the relationship/influence between variables through hypothesis testing with data collection techniques were primary data with questionnaires distributed to 80 respondents who were members of FORPIS PMI Klaten. Sampling technique was total sampling. The statistical test used was path analysis with the SPSS 23 application. Results of this study showed that the effect of providing education with the peer group method stated that there was no effect on increasing knowledge and behavior to prevent anemia in adolescents (P>0.005); and the think, pair, share card game method stated that there was an effect on increasing knowledge and behavior to prevent anemia in adolescents (P<0.005). The conclusion of this study is that the think, pair, share card game education method is more effective in increasing knowledge and behavior to prevent anemia in adolescents.Latar belakang Anemia pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang mendapat perhatian khusus. 16% dari 50 remaja mengalami anemia. Anemia pada remaja disebabkan adanya defisiensi zat besi, sehingga remaja perlu mendapat edukasi dan informasi yang cukup untuk merubah pengetahuan dan perilaku dalam pencegahan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode edukasi secara peer group dibandingkan dengan metode permainan think, pair, share. Metode Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode experimental analitik, yaitu penelitian yang menjelaskan adanya hubungan/pengaruh antara variabel melalui pengujian hipotesa dengan teknik pengumpulan datanya dalah data primer dengan kuisioner dibagikan kepada 80 responden yang merupakan anggota FORPIS PMI Klaten. Teknik pengambilan sampling adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah analisis jalur dengan aplikasi SPSS 23. Hasil penelitian ini pengaruh pemberian edukasi dengan metode peergroup dinyatakan tidak terdapat pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja (P>0.005); dan metode permainan kartu think, pair, share dinyatakan terdapat pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja (P<0.005). Kesimpulan penelitian ini, metode edukasi permainan kartu think, pair, share lebih efektif dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Lebih /Obesitas pada Remaja Siswa SMA Negeri di Kota Pekanbaru

    Get PDF
    Based on the 2013 and 2018 Basic Health Research, there was an increase in the prevalence of overnutrition and obesity in Riau province from 3.1% to 11.6%. This study aimed to analyze the factors associated with the incidence of overweight/obesity in adolescent students of public high schools in Pekanbaru City in 2023. The type of research is quantitative analytic with a cross-sectional design. The research was conducted in May-June 2023. Samples were class X and XI students in three high schools in Pekanbaru City, namely SMAN 4, SMAN 6, and SMAN 12. Sampling was done by purposive sampling. Independent variables were gender, adolescent knowledge, parental education, parental occupation, pocket money, parental obesity status, physical activity, sleep quality, fast food consumption, and sugary drink consumption. The dependent variable was overweight/obesity. Data were analyzed univariately, bivariate, and multivariate. The results showed that the dominant variable associated with overweight/obesity was parental obesity status (OR=3.12; 95% CI: 1.25-7.83). Adolescents with obese parents were three times more likely to experience overweight/obesity compared to adolescents who did not have obese parents. Other associated variables were student knowledge (OR=2.62; 95% CI: 1.27-5.39) and sweet food habits (OR=2.34; 95% CI: 1.04-5.27). For this reason, schools are expected to work with the Health Office and Community Health Center to organize counseling or seminars on nutrition and obesity in adolescents; schools can provide healthy canteens by limiting the availability of fast food and sugary drinks.Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 dan 2018, menunjukkan adanya peningkatan prevalensi gizi lebih dan obesitas di provinsi Riau yaitu dari 3,1% menjadi 11,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih/obesitas pada remaja siswa SMA Negeri di Kota Pekanbaru Tahun 2023. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023. Sampel adalah siswa SMAN kelas X dan XI di tiga SMAN di Kota Pekanbaru, yaitu SMAN 4, SMAN 6, dan SMAN 12. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Variabel independen adalah jenis kelamin, pengetahuan remaja, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, uang saku, status obesitas orang tua, aktivitas fisik, kualitas tidur, konsumsi makanan cepat saji dan konsumsi minuman manis. Variabel dependen adalah gizi lebih/obesitas. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang dominan berhubungan dengan gizi/obesitas adalah status obesitas orang tua (OR=3,12; 95% CI: 1,25-7,83). Remaja dengan orang tua obesitas lebih berisiko 3 kali mengalami gizi lebih/obesitas dibandingkan dengan remaja yang tidak memiliki orang tua obesitas. Variabel lain yang berhubungan adalah pengetahuan siswa (OR=2,62; 95% CI: 1,27-5,39) dan kebiasaan makanan manis (OR=2,34; 95% CI:1,04-5,27). Untuk itu diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk menyelenggarakan penyuluhan atau seminar tentang gizi dan obesitas pada remaja, sekolah dapat menyediakan kantin sehat dengan membatasi ketersediaan makanan cepat saji dan minuman manis

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇