IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems)
Not a member yet
300 research outputs found
Sort by
Purwarupa Sistem Kendali Suhu dengan Pengendali PID pada Sistem Pemanas dalam Proses Refluks/Distilasi
AbstrakElemen suhu atau panas merupakan salah satu elemen yang penting dalam dunia industri maupun dalam kegiatan riset atau penelitian. Salah satunya adalah teknik refluks yang sering digunakan baik di industri maupun riset pada laboratorium. Elemen suhu merupakan elemen yang paling penting dalam proses refluks maupun distilasi, sehingga sangatlah penting dilakukan pengendalian suhu tersebut. Pada pengendalian yang manual dan konvensional menyebabkan ketidak stabilan suhu dan dimungkinkan terjadi banyak kesalahan (error). Sehingga dampak yang lebih lanjut adalah kualitas produk hasil proses refluks maupun distilasi yang kurang baik. Oleh karena itu, penelitian ini membuat perancangan sistem pengendalian suhu secara otomatis menggunakan kontroler elektronik dengan mode pengendalian sistem tertutup yang tidak hanya memberikan nilai setpoint saja tetapi juga dengan umpan balik sehingga dapat mengontrol atau mengendalikan sistem dengan baik.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun/purwarupa dari sistem pengendalian suhu (temperature) pada pemanas (heater) menggunakan kontrol PID untuk proses refluks/distilasi sehingga terjadi kestabilan suhu yang terjaga dan mengurangi nilai kesalahan (error).Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa sistem pengendalian suhu dapat menggunakan kontrol PID dengan metode Ziegler-Nichols dengan mode osilasi teredam. Penalaan parameter kontrol didapat dari rumus empiris yang disarankan metode Ziegler-Nichols. Kata kunci—suhu, kontrol PID, Ziegler-Nichols Abstract Temperature or heat element is one important element for the industry as well as in research activities. One is a refluxing technique that used both in industry or in research laboratories. Temperature element is the most important element in the process of distillation and reflux, so it is important to control the temperature. In the manual control and conventional causes temperature instability and possible numerous errors. Thus further impact the quality of the product of reflux and distillation processes that are less good.Therefore, this study makes design automatic temperature control system uses an electronic controller with closed system mode which not only provides the setpoint value, but also with the feedback so that they can control system properly.The purpose of this research is to design a prototype of the temperature control system using PID control on the heater for the reflux / distillation resulting temperature stability and reduces the value of the error.The results of the research is that the temperature control system can use PID control with Ziegler-Nichols method with damped oscillation mode. Tuning control parameters obtained from the empirical formula suggested Ziegler-Nichols method. Keywords— temperature, PID control, Ziegler-Nichol
Deteksi dan Monitoring Polusi Udara Berbasis Array Sensor Gas
AbstrakKeterbatasan indera penciuman manusia dalam mendeteksi keberadaan gas-gas polutan dapat membahayakan kesehatan. Telah dibuat sebuah alat deteksi dan monitoring polusi udara berbasis array sensor gas. Tingkat keakuratan hasil pengukuran ditingkatkan menggunakan beberapa sensor dengan kemampuan mendeteksi beberapa gas polutan yang sama.Perangkat dibuat menggunakan sebuah array sensor gas yang terdiri delapan sensor, perangkat board Arduino berbasis mikrokontroler ATMega 2560, dan layar LCD sebagai penampil. Program yang diimplementasikan dalam mikrokontroler ditulis menggunakan aplikasi Arduino IDE 1.0 dan peralatan dikalibrasi menggunakan udara bebas bersih. Dalam pengujiannya, peralatan digunakan untuk mengukur berbagai sampel gas polutan dan gas polutan di lima jalan raya di Yogyakarta yang padat dengan lalu-lintas kendaraan bermotor.Beberapa sensor yang digunakan untuk mengukur gas hidrogen dapat menunjukkan kedekatan hasil pengukuran sebesar 0,09 ppm, gas butana sebesar 0,33 ppm, gas CO sebesar 0,4 ppm, dan gas H2S serta etanol sebesar 0,03 ppm. Sensor TGS 6812 hanya peka terhadap gas berkonsentrasi tinggi sedangkan sensor TGS 2602 mempunyai sensitivitas yang buruk terhadap gas hidrogen. Pengujian penggunakan sampel gas polutan menghasilkan hasil yang baik ketika konsentrasi gas tidak melebihi range kemampuan deteksi sensor. Pengukuran konsentrasi gas polutan di jalan raya menunjukkan konsentrasi rata-rata gas butana sebesar 10,99 ppm sudah melewati batas aman. Kata kunci—polusi udara, array sensor gas, jalan raya, kedekatan hasil pengukuran AbstractLimitation of human smelling sense in detecting the presence of air pollutans can cause health issue. By using gas sensor array, an air pollution detector and monitoring device has been made. The accuracy of the measurement is improved by using some gas sensors to detect one type of pollutant gas.The device is build using an array consist of nine gas sensors, an Arduino Mega 2560 board, and a LCD display. The program is written and compiled using Arduino IDE 1.0. The device is calibrated in free clean air, tested using several pollutant gas samples, and used to measure pollutants concentration in five major streets in Yogyakarta which have heavy traffic.Measurement result closeness from sensors for hydrogen, butane, CO, H2S, and ethanol is as close as 0.09 ppm, 0.33 ppm, 0.4 ppm, and 0.03 ppm respectively. TGS 6812 gas sensor is suitable for detecting high concentration gases. TGS 2602 has a bad respond in detecting hydrogen gas. When tested using pollutant gas samples, the device was able to give good results as long as the concentration measured is within the sensors detection range. The average concentration of butane gas in five major streets is above the safety limit. Keywords— air pollution, gas sensor array, street, measurement result closenes
Purwarupa Sistem Tracking Sungai Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle
AbstrakTelah dibuat purwarupa sistem tracking sungai menggunakan UAV. Sistem tracking sungai ini dibuat dengan memanfaatkan computer vision. Metode yang digunakan dalam sistem ini adalah dengan menggunakan metode moment, thresholding, dilasi. Sebelum dilakukan pengolahan citra, tahapan yang dilakukan adalah pengambilan video sungai. Pada pengolahan citra, video sungai yang akan diproses diambil selanjutnya dilakukan preprocessing citra, kemudian dilanjutkan dengan thresholding dan dilasi untuk mendeteksi warna sungai, dilanjutkan dengan metode moment untuk tracking sungai, dan yang terakhir menampilkan hasil dari tracking sungai. Pemrograman yang digunakan dalam pembuatan tracking sungai ini adalah OpenCV 2.3.1 dan menggunakan Visual Studio 2010. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa C++. Pengujian dilakukan menggunakan video sungai yang diambil secara langsung dan dari Youtube. Sungai yang digunakan memiliki rentang warna nilai HSV 50,3,15- 180,32,169 dan lingkungan sekitar sungai berupa vegetasi. Dari hasil pengujian tracking sungai, metode moment yang digunakan dapat memberikan hasil yang terbaik apabila hasil segmentasi warna sungai baik, dan sebaliknya untuk hasil kondisi yang buruk. Arah pengambilan video sungai berpengaruh terhadap hasil tracking sungai. Hal-hal yang berpengaruh terhadap keberhasilan metode ini antara lain lingkungan sungai, warna sungai, pencahayaan lingkungan, dan arah kamera. Hasil akhir dari sistem tracking sungai ini adalah koordinat posisi. Kata kunci— tracking sungai, pemrosesan video, moment, deteksi warna, openCV AbstractHave created a prototype of river tracking system using a UAV .The river tracking system created by using computer vision. The method used this system are moment method, thresholding, dilation. Prior to image processing, the steps being taken are making a river’s video. On image processing, river’s video to be processed captured image preprocessing is then performed, followed by thresholding and dilation to detect the color of the river, followed by a moment method for tracking the river, and the latter displays the results of tracking the river. Programming is used in this system are OpenCV 2.3.1 and using Visual Studio 2010. The programming language used is C++ language.Testing is done by using river’s video and taken directly from Youtube. River used has its HSV color values are in range 50,3,15 - 180,32,169) and the environment around the river in the form of vegetation. From the test results river tracking, moment method is used to give the best results when both rivers the color segmentation result, and contrary to the results of a bad condition. Camera direction for river’s video taking effect on the results of river tracking. The things that affect the success of this method include the river environment, river’s color, environmental lighting, and camera direction. The result of this river tracking system is position coordinates. Keywords— river tracking, video processing, moment, thresholding, color detection, openC
Telaah Pustaka Ciri dan Metode-metode Identifikasi Kuman Mycobacteria Tuberculosis
AbstrakTuberculosis (TB) merupakan penyakit paling berbahaya ketiga yang menyebabkan kematian yang disebabkan kuman Mycobacteria Tuberculosis (MTB). Sejak 1992 WHO telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency. WHO melaporkan 8-9 juta orang tertular setiap tahun. Sejak tahun 2004 angka kematian yang disebabkan TB rata-rata 8000 setiap hari dan 2-3 juta setiap tahun. Identifikasi kuman MTB adalah permasalahan yang solusinya melibatkan berbagai cabang ilmu pengetahuan (ilmu penyakit dalam, biologi molekuler pathogen, mikrobiologi klinis, teknik kimia, bioinformatika dan teknik biomedis, matematika, dan sistem cerdas dalam ilmu komputer dan elektronika). Penularan kuman MTB sangat cepat tersebar melalui udara yang membawa partikel-partikel dalam 3000 percikan dahak penderita TB saat mereka batuk atau bersin kemudian terhisap orang yang sehat, sehingga identifikasi yang cepat dan tepat terhadap bakteri ini sangat berguna untuk menghambat penyebarannya. Ada banyak identifier kuman MTB yang dapat digunakan yaitu warna koloni biakan (2-8 minggu), foto torax, struktur molekul, kode DNA, dan chromatogram dari biomarker. Ada banyak pula pendekatan untuk mengidentifikasi MTB yaitu microscopy, analisa foto sinar-x, analisa kimia, analisa biologi molekuler, analisa genetika, dan proses kromatografi gas/cair dengan dukungan hidung elektronik dan komputer. Dalam paper ini telah dibahas berbagai ciri dan pendekatan yang telah dikembangkan untuk mengidentifikasi kehadiran kuman MTB dalam biakan, hembusan nafas dan/atau dahak pasien. Kata kunci—MTB, chromatogram, biomarker, hidung elektronik, sistem cerdas. AbstractTuberculosis (TB) is the third most dangerous disease that causes deaths that caused by Mycobacteria Tuberculosis (MTB). Since 1992 WHO has declared TB a Global Emergency. WHO reported 8-9 million people are infected every year. Since 2004 the death rate that caused TB is 8000 per day and 2-3 millions per year. Identification of MTB germ is a problem whose solution involves various branches of science (the science of lung disease, pathogen molecular biology, clinical microbiology, chemical engineering, bioinformatics and biomedical engineering, mathematics, and intelligent systems in computer science and electronics). MTB germ infection is very fast because they are spread through the air that carrying the particles in 3000 sparks of TB patients’ sputum when they are coughing or sneezing and then inhaled by a healthy person, so that speed and precise identification of these bacteria are very useful to inhibit its spread. There are many MTB germ identifiers that can be used, they are the color of breeding colonies (2-8 weeks), the torax image, the structure of molecules, the DNA code, and the chromatogram of biomarkers. There are many approaches for identification of MTB, they are microscopy, x-ray analysis, chemical analysis, analysis of molecular biology, genetic analysis, and process of gas/liquid chromatography that supported electronic noses and a computer. This paper discussed the various features and approaches that have been developed for identification of the presence of MTB germ in culture, blast of breath and/or patients’ sputum. Keywords—MTB, chromatogram, biomarkers, electronic nose, intelligent systems
Purwarupa Ground Control Station untuk Pengamatan dan Pengendalian Unmanned Aerial Vehicle Bersayap Tetap
AbstrakDalam penelitian pengendalian UAV tipe sayap tetap salah satu permasalahan yang muncul adalah bagaimana melakukan pemantauan dan pengendalian jarak jauh ketika UAV sudah berada diluar jangkauan penglihatan operator atau pilot.Berdasarkan masalah tersebut dibuat purwarupa Ground Control Station untuk pengamatan dan pengendalian Unmanned Aerial Vehicle dengan konfigurasi sayap tetap. Sistem ini merupakan salah satu modul pendukung dalam operasional UAV dan berperan sebagai alat bantu untuk mengetahui kondisi dan posisi terkini dari UAV selama operasional khususnya ketika sudah berada diluar jangkauan visual operatornya.Antarmuka pada Ground Control Station ini dibuat menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 dengan bahasa C#, yang dijalankan pada laptop dan terhubung dengan UAV secara nirkabel menggunakan XBee Pro RF Transceiver 2,4 GHz.Ground Control Station ini dapat menampilkan visualisasi parameter penerbangan UAV melalui panel instrumen yang menampilkan data kecepatan udara (airspeed), heading (yaw), sudut guling dan angguk (pitch and roll), ketinggian barometrik, turn and bank rate, serta climb speed sesuai data yang didapat dari modul ADAHRS. Plot lokasi dan jalur penerbangan UAV ditampilkan pada peta sesuai data lokasi yang didapat dari GPS ADAHRS. Selain itu kuat sinyal, daya baterai, dan memberikan peringatan melalui alarm pada antarmuka Ground Control Station jika berada pada kondisi tertentu, sesuai data yang didapat dari modul ADAHRS. Kata kunci—Ground Control Station, Visual Studio 2010, C# , XBee, UAV sayap tetap, Instrumen penerbangan, peta penerbangan. Abstract One problem that arises in the study of fixed-wing UAV is how to monitor and control remotely when the UAVs have been beyond the reach of the operator vision. Based on that problems, the prototype of Ground Control Station for the observation and control of Unmanned Aerial Vehicle with fixed wing configuration is created. This system is one of the modules supporting the UAV operations and serves as a tool to determine the condition and the current position of the UAV during the operation.The interface on the Ground Control Station is built using Microsoft Visual Studio 2010 with C # language, which can be running on a laptop and connect to the UAV wirelessly using XBee Pro 2.4 GHz RF Transceiver.Ground Control Station can display visualization UAV flight parameters via the instrument and displays airspeed, yaw, pitch and roll angle, barometric altitude, rate of turn and bank, and climb speed depend on data obtained from ADAHRS module. Plot location and UAV flight path shown on the map according to the data obtained from the GPS location. Signal strenght, battery power, and the warning alarm displays on the interface of Ground Control Station if the UAV is in certain circumstances, according to data obtained from the module ADAHRS. Keywords—Ground Control Station, Visual Studio 2010, C# , XBee, Fixed wing UAV, Flight Instrument, Flight path and location
Karakterisasi Pola Aroma Salak Pondoh dengan E-Nose Berbasis Sensor Metal Oksida
AbstrakSalak merupakan salah satu komiditi ekspor yang memiliki prospek di Indonesia. Untuk memenuhi standar mutu pasar luar negeri maka kualitas buah salak harus bermutu baik. Hasil panen yang baik sangat ditentukan oleh penanganan pasca panen buah salak. Salah satu teknik pasca panen adalah dengan menentukan umur petik salak. Namun sayangnya data pendukung untuk menentukan umur petik salak secara optimal belum banyak didapati. Salah satu cara untuk menyeleksi mutu buah salak sekaligus menentukan umur petik salak adalah dengan mengkarakterisasi aromanya.Untuk itu dibutuhkan suatu instrumen analitik yang secara efektif dapat melakukan penciuman layaknya hidung manusia. Dimana alat penciuman tersebut diharapkan secara khusus dapat menganalisis buah salak mulai dari keadaan matang hingga menjadi busuk berdasarkan pola aroma sampel salak yang didapat. Electronic nose merupakan suatu sistem pengindra bau elektronik (odor sistem) yang dapat digunakan sebagai rujukan standarisasi secara ilmiah berdasarkan aroma suatu objek. E-nose yang dibangun pada penelitian ini menggunakan 8 sensor gas TGS yang memiliki spesifikasi yang berbeda-beda berdasarkan gas yang dideteksinya. Data keluaran dari array sensor akan dikonversi menjadi sinyal digital pada mikrokontroler, kemudian hasilnya akan diolah pada computer. Penggunaan E-nose ini dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik salak pondoh dari pertama petik hingga keadaan membusuk berdasarkan analisa pola yang terbentuk dari kedelapan sensor yang digunakan pada saat mendeteksi aroma buah salak pondoh. Kata kunci— Electronic Nose, array sensor, sensor gas TGS, mikrokontroler, odor Abstract Salak is one of the commodities that have export prospects in Indonesia. To meet the quality standards of the overseas market, the quality should be good quality fruits. Good harvest is determined by post-harvest handling of fruits. One technique is to determine the post-harvest is life quotes barking. But unfortunately the supporting data to determine the optimal age picking bark has not been found. One way to select quality fruits as well as determining the date of quotation barking is to characterize the aroma. That requires an analytical instrument that can effectively do smell like a human nose. Where the olfactory apparatus is specifically expected to analyze salak ranging from mature state to be rotten by the pattern of bark samples obtained aromas. Electronic nose is an electronic odor sensing system (odor system) that can be used as reference standards are scientifically based aroma of an object. E-nose is built on a study using eight TGS gas sensors with different specifications based on the detected gas. Data output from the aray sensor is converted into a digital signal on the microcontroller, then the results will be processed on a computer. The use of E-nose can give an idea about the characteristics of the first quotation of salak to state decay, based on pattern analysis of the eight sensors are used when detect flavors of salak. Keyword— Electronic nose, biomimetic sensor, array sensor, TGSgassensor
Purwarupa Sistem Pemantau Getaran pada Bangunan Bertingkat Dua Menggunakan Sensor Akselerometer
AbstrakGetaran merupakan salah satu penyebab gempa bumi dimana terjadi pada kerak bumi sebagai gejala pengiring aktivitas tektonis maupun vulkanis dan terkadang runtuhan bagian bumi secara lokal. Bangunan sebagai sasaran utama bagi gempa bumi harus diperhatikan agar tahan terhadap gempa.Seiring berkembangnya teknologi, getaran pada suatu bangunan dapat dipantau untuk memberikan kemudahan dalam pengukuran data lapangan agar menjadi lebih efektif.Pada penelitian ini, dirancang dan diimplementasikan sebuah sistem yang dapat memantau getaran dan amplitudo terbesar pada struktur bangunan yang diakibatkan oleh getaran tersebut.Pembacaan terhadap getaran dilakukan dengan menggunakan dua sensor akselerometer yang ditempatkan pada lantai bangunan, kemudian data percepatan dianalisis dengan Fast Fourier Transform (FFT) untuk mendapatkan nilai amplitudo terbesar dalam domain frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amplitudo terbesar pada lantai 1 lebih kecil dibandingkan dengan nilai amplitudo terbesar pada lantai 2. Amplitudo terbesar pada lantai 1 adalah arah X = 0,817 cm, arah Y = 0,481 cm, dan arah Z = 1,628 cm. Amplitudo terbesar pada lantai 2 adalah arah X = 1,197 cm, arah Y = 0,681, dan arah Z = 1,961 cm. Kata kunci— Pemantauan getaran, bangunan bertingkat dua, sensor akselerometer, Fast Fourier Transform AbstractVibration is one of the causes of earthquakes which occurred in the earth's crust as a symptom of tectonic and volcanic activity accompanist and sometimes ruins the earth part locally. Building as the main target for earthquakes should be considered to be resistant to earthquakes. As the development of technology, a vibration in a building can be monitored to provide ease of field data measurements in order to become more effective.In this study, designed and implemented a system that can monitor the vibration and the largest amplitude of the structure caused by the vibration. Reading of the vibration sensor was done using two accelerometers placed on the floor of the building, then acceleration data were analyzed with Fast Fourier Transform (FFT) to obtain the largest amplitude value in frequency domain.The results showed that the largest amplitude values on the 1st floor is smaller than the value of the amplitude of the largest on the floor 2. Greatest amplitude on the 1st floor is the direction of X = 0,817 cm, the direction Y = 0,481 cm, and the direction of Z = 1,628 cm. Greatest amplitude on the 2nd floor is the direction of X = 1,197 cm, the direction Y = 0,681 and Z = 1,961 cm direction. Keywords— Vibration monitoring, two-floor building, accelerometer sensor, Fast Fourier Transform
Pemantau Tekanan Darah Digital Berbasis Sensor Tekanan MPX2050GP
Abstrak— Hipertensi merupakan salah satupermasalahan serius yang kini dihadapi sebagianbesar orang. Tidak dilakukannya pemeriksaan secaraberkala membuat seseorang tidak mengetahuikeadaan tekanan darah dalam tubuhnya. Hal ini akanmemperparah keadaan seseorang apabila sebelumnyasudah mempunyai riwayat hipertensi. Salah satusolusi yang bisa diambil adalah dengan memiliki alatpengukur tekanan darah (tensimeter) sendiri. Dalamskripsi ini penulis mencoba merancang dan membuatsistem pemantau tekanan darah digital yang dapatdigunakan dengan mudah dan efisien.Sistem pemantau tekanan darah digital inimenggunakan sensor tekanan MPX2050GP sebagaipendeteksi denyut nadi dan menggunakanmikrokontroler ATMega 32 sebagai pengolahdatanya. Proses pengukuran dilakukan denganmanset yang dipasang di lengan pasien, kemudiandipompa sampai pada tekanan tertentu yangselanjutnya baru dilakukan pengukuran tekanandarah. Prinsip kerja sistem ini hampir sama dengantensimeter pada umumnya, hanya saja prosespengoperasiannya dilakukan secara otomatis danhasilnya ditampilkan secara digital. Salah satu halyang membedakan sistem ini dengan alat yang sudahada adalah hasil yang ditampilkan. Sistem ini akanmenampilkan keadaan tekanan darah pasien, yaitudarah rendah, normal atau darah tinggi.Hasil pengujian sistem pemantau tekanan darahini sudah sesuai dengan harapan. Sistem yang dibuatdapat digunakan untuk mengukur tekanan darah padaorang dewasa. Tekanan yang diukur meliputi tekanansystole, diastole dan heart beat. Selain itu, jugaditampilkan keadaan tekanan darah pasien, apakahhipotensi, normal atau hipertensi. Seluruh hasilpengukuran ditampilkan pada sebuah LCD berukuran16x2.Kata Kunci— Tekanan darah, Darah Tinggi,Tensimeter digital, ATMega 32, Sensor Tekanan,MPX2050GP, Pemantau Tekanan Darah
Prototipe Meter Daya Digital Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535
Abstrak— Dalam bisnis persewaan kamar, biayatambahan yang umum dibebankan oleh pemilik kamarsewa kepada penyewa kamar adalah biaya listrik. Biayatambahan ini ditentukan berdasarkan jumlah dan jenisperalatan yang dimiliki oleh penyewa kamar.Perhitungan biaya listrik dengan cara ini kemudiantidak efektif apabila penyewa kamar membawabanyak peralatan eletronik namun jarang dipakaikarena biaya listrik yang dibayarkan menjadi lebihmahal dari seharusnya.Berdasarkan alasan diatas maka dibuatlah prototipeWH meter (meter daya) digital berbasis mikrokontrolerATMega 8535 untuk menghitung danmenginformasikan jumlah daya yang dikonsumsi.Sistem ini menggunakan mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengendali utama, toroid sebagaisensor arus, transformator sebagai sensor tegangandan LCD sebagai penampil. Alat bekerja padategangan PLN 220 Volt dengan frekuensi 50 HzMeter daya yang dibuat diuji untuk mengukur lampuberdaya 25 Watt, 40 Watt, 60 Watt, 75 Watt dan 100Watt selama masing-masing satu jam. Nilai ralatterbesar adalah pada lampu berdaya 40 watt dengannilai X = 31,43 ± 0,52 WH. Sementara untuk ralatterkecil didapat pada lampu dengan daya 60 wattdengan nilai = 65,42 ± 0,24 ) WH. Faktor ralatpaling besar adalah 23,13 % yang terukur padalampu dengan daya 25 watt .Faktor ralat terkecilterukur pada lampu dengan daya 75 watt sebesar11,83 %.Kata Kunci— ATMega8535, sensor arus, sensorteganga
Karakterisasi Pola dan Konsentrasi Gas Polutan Berbasis E-Nose
AbstrakTerdapat banyak kandungan gas yang membentuk bau tertentu pada udara bebas. Dengan indera penciuman yakni hidung, manusia dapat merasakan suatu bau sesuai dengan intensitas bau tersebut. Namun hidung manusia belum dapat mengidentifikasi secara pasti bau yang tercium. Selain itu, untuk mengenali suatu udara berbahaya atau tidak, hidung manusia pun perlu menghirupnya terlebih dahulu. Hal ini bisa sangat fatal akibatnya bagi tubuh manusia jika udara terkontaminasi gas berbahaya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat bantu penciuman yang bekerja seperti hidung manusia dengan mengenali gas yang terdapat pada udara bebas. Alat tersebut dinamakan Electronic nose.Electronic nose terdiri dari perangkat sensing dan perangkat pada ground segment dengan komunikasi nirkabel. Sistem ini terbentuk dari array sensor gas TGS yang berjumlah enam dengan spesifikasi selektif gas yang berbeda-beda. Pembacaan sensor kemudian dikonversi menjadi sinyal digital menggunakan board Arduino Mega 2560 lalu dikirim dengan modul RF APC 220 ke perangkat PC. Pada perangkat PC terdapat HMI yang digunakan untuk memantau secara online pengambilan data. Hasil pengambilan data disimpan dalam bentuk tabel pada Microsoft Excel kemudian diolah menjadi sebuah pola dari array sensor. Alat ini digunakan untuk mengenali gas NO2, SO2, H2S, CO, hidrogen, propana, dan isobutana yang terdapat pada udara bebas dengan cara membandingkan nilai konsentrasi antara sensor gas satu dengan lainnya yang dapat mendeteksi gas sama.. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi gas yang terkandung pada bebagai kondisi udara seperti asap pembakaran sampah, asap rokok, kebocoran LPG, dan polusi lalu lintas. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah array sensor mengenali gas serta besar konsentrasinya. Kata kunci — Electronic Nose, array sensor, sensor gas TGS, Arduino Mega 2560, RF APC 220, HMI AbstractThere are many gases that make up the content of a particular odor in the air. By nose, a man can perceive an odor accorsing to it’s intensity. However, a human nose cannot identify the smell exactly. Additionally, to recognize a hazardous air or not, a human nose also needs to smell it first. This may cause a fatal consequences to the human body if the air is contaminated with harmful gases. Therefore, we need an olfactory tool that works like a human nose to recognize gas contained in the air. Its called Electronic Nose.Electronic Nose is consist of a sensing and ground segment with wireless communication. The system is composed of eight gas sensors that makes an array. Each of them has a different selective specification of gases. The output of the sensor reading are then converted into a digital signal using an Arduino Mega 2560 board and sent to the APC RF module 220 to the PC. In the PC devices there is HMI which used to monitor data retrieval by online. The captured data is stored in tables in Microsoft Excel and then processed into a pattern of the array sensor.This tool is used to recognize NO2, SO2, H2S, CO, hydrogen, propane, dan isobutane in the air by compare concentration result of a gas sensor with other gas sensor that can one kind of gas. The purpose of the test is to recognize various of gasses in certain condition like the smoke of burning garbage, cigarette smoke, LPG leakage, and traffic pollution. The results obtained in this study is an array sensor recognize kind of gasses and how much concentration of gasses at each test condition. Keyword— Electronic Nose, array sensor, TGS gas sensor, Arduino Mega 2560, RF APC 220, HM