REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
Not a member yet
    133 research outputs found

    PENENTUAN KEMURNIAN RADIOKIMIA 131I-HIPPURAN DENGAN METODE EFISIEN KROMATOGRAFI KERTAS WHATMAN 31ET

    Get PDF
    PENENTUAN KEMURNIAN RADIOKIMIA 131I-HIPPURAN DENGAN METODE EFISIEN KROMATOGRAFI KERTAS WHATMAN 31ET. Kemurnian radiokimia merupakan parameter penting dalam indikator kualitas radiofarmaka. Saat ini metode baku uji kemurnian radiokimia         131I-Hippuran secara kromatografi, fase diam kertas Whatman No.1 panjang 10 cm, dan fase gerak        n. butanol : asam asetat : air = 4:1:1. Metode tersebut berbiaya murah, akurat, namun waktu migrasi terlalu lama sekitar 150 menit. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan mengoptimasi jenis fase gerak, komposisi fase gerak, jenis fase diam, dan ukuran panjang fase diam. Hasil penelitian diperoleh metode baru kromatografi kertas menggunakan fase diam kertas Whatman No. 31ET, panjang 5 cm,  fase gerak n. butanol : asam asetat : air = 4:1:1. Metode baru telah diuji validitasnya menggunakan  statistik uji-t berpasangan  hasilnya nilai kemurnian radiokimia metode baru dan metode baku tidak ada perbedaan signifikan. Namun metode baru lebih efisien karena waktu migrasi lebih singkat, yaitu hanya 26±1 menit dibandingkan metode baku 150±1 menit.   Kata kunci : Kemurnian radiokimia, 131I-Hippuran, Kromatografi kertas, Kertas Whatman 31E

    STEADY-STATE ANALYSIS ON COOLANT SYSTEM OPERATING OF THE TRIGA2000 USING FUEL PLATE TYPE

    Get PDF
    The TRIGA2000 is one of the nuclear research reactors in Indonesia. TRIGA reactor fuel element is rod type, studies of the TRIGA reactor using plate type fuel have been carried out. One primary coolant pump is required to overcome the safety factor on the core which uses plate-type fuel. Besides that, changes in the reactor core configuration have an effect on the ability to transfer heat from the core to the coolant. Therefore, it is necessary to analyze the operating parameters of the cooling system including temperature, pressure and flow rate. This operating data is important, which is required by the operator to estimate the reactor coolant condition. The purpose of this paper is to analyze the cooling system parameters under normal steady-state operation where the primary coolant capacity is 50 kg/s and the reactor power is determined to be 1 MW. Calculation of cooling system at normal condition is carried out using the ChemCAD.6.1.4 computer program. This is also required in providing the reactor's Safety Analysis Report (SAR) document. The results show that the TRIGA reactor which uses plate-type fuel elements can be operated safely. However, in case of coolant temperature to the reactor core exceeding the design data (35oC), it is necessary to be considered against the operational reliability of the cooling syste

    RANCANG BANGUN RAK PENYIMPANAN DETEKTOR NEUTRON PASCA TERAKTIVASI DI PUSAT REAKTOR SERBA GUNA (PRSG)

    No full text
    Reaktor RSG GAS memiliki empat sistem pengukuran fluks neutron yaitu: pengukuran fluks neutron daerah start-up, pengukuran fluks neutron daerah intermediate, pengukuran fluks neutron daerah daya (power) dan pengukuran fluks neutron wide range. Setelah Reaktor operasi selama kurang lebih tiga puluh empat tahun ada beberapa komponen yang mengalami penuaan (ageing) dan salah satunya adalah detektor neutron. Dari empat sistem pengukuran fluks neutron diatas saat ini telah terdapat 28 detektor yang mengalami penuaan dan dalam kondisi rusak. Sebagian detektor tersebut mempunyai paparan radiasi yang tinggi. Penempatan sementara detektor-detektor tersebut di lantai ruang operation hall dengan shielding seadanya dan tidak terkelola dengan baik, Sehingga perlu adanya tempat penyimpanan detektor. Rancang bangun rak penyimpanan detektor ini adalah untuk mempermudah pengelolaan dan identifikasi detektor pasca teraktivasi, melindungi pekerja radiasi terkena paparan radiasi dan membuat lingkungan jadi lebih rapi. Rak penyimpanan berfungsi sebagai tempat menyimpan sementara detektor neutron pasca teraktivasi sebelum disimpan permanen di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. Kegiatan dimulai dengan mengumpulkan data-data detektor neutron, mengidentifikasi dari sisi fisik yang terdiri dari dimensi panjang dan diameter detektor maupun dari sisi besaran paparan radiasi setiap detektor. Membuat rancangan gambar dengan mempertimbangkan diameter, panjang, dan paparan radiasi dari detektor neutron tersebut. Memilih dan menentukan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat tempat penyimpanan detektor neutron sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan  keselamatan. Merancang rencana kerja dengan kajian teknis, membuat rancangan awal, membuat rancangan detail dan pembuatan rak penyimpanan. Dari hasil rancang bangun ini diperoleh rak penyimpanan detektor neutron pasca teraktivasi yang memenuhi persyaratan keselamatan

    Sampul

    No full text

    INTEGRASI DATA REACTIVITY COMPUTER KE SISTEM INTERNET REACTOR LABORATORY (IRL) REAKTOR KARTINI

    Get PDF
    Reactivity Computer merupakan modul elektronika yang digunakan untuk mengukur reaktivitas dari hasil pembelahan inti diteras reaktor. Sebelumnya sinyal keluaran reactivity computer diolah dan hanya ditampilkan pada layar reactivity computer, namun penunjukannya belum terintegrasi dengan sistem IRL. Sehingga saat praktikum pengukuran reaktivitas batang kendali, peserta kesulitan untuk mengambil data karena perhatian peserta terbagi antara tampilan IRL dan tampilan reactivity computer. Agar dapat diintegrasikan dalam sistem IRL, keluaran reactivity computer perlu dikonversi ke dalam besaran digital, baru kemudian diakuisisi ke dalam sistem IRL. Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap, pertama pembuatan rangkaian pengkondisi sinyal karena sinyal dari reactivity computer bernilai -10V sampai +10 Volt DC sementara analog digital converter (ADC) yang tersedia hanya mampu mengukur tegangan 0-5 Volt DC. Kedua pengujian rangkaian pengkondisi sinyal. Ketiga pembuatan sistem akuisisi data dari ADC ke IRL dan terakhir pengujian sistem secara keseluruhan. Setelah seluruh tahap dilakukan, nilai reaktivitas dapat ditampilkan di tampilan IRL, dengan perbedaan penunjukan antara display reactivity computer dengan tampilan di IRL sebesar 1.1%

    ANALISA PENYEBAB TERJADINYA VIBRASI POMPA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER PA-02 AP001

    Get PDF
    ABSTRAKANALISA PENYEBAB TERJADINYA VIBRASI POMPA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER PA-02 AP001. Pompa pendingin PA-02 AP001 telah dilakukan perawatan rutin berupa perawatan bulanan, perawatan 3 bulanan dan perawatan tahunan. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada perawatan antara lain: pengukuran suhu, pengukuran vibrasi, pengecekan level oli, uji coba pompa, penggantian oli dan alignment. Meskipun telah dilakukan perawatan rutin, pompa pendingin sekunder PA-02 AP001 mengalami vibrasi yang cukup besar yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 9 Januari 2021. Adanya vibrasi pada pompa PA-02 AP001 tersebut maka perlu dilakukan analisa untuk mengetahui penyebabnya penanganannya selanjutnya. Tindaklanjut yang telah dilakukan berupa pengukuran vibrasi, alignment dan penggantian karet kopling. Setelah penggantian karet kopling, maka telah dilakukan pengukuran vibrasi dan pengukuran kesegarisan poros. Hasil yang diperoleh ternyata tidak terjadi perubahan yang signifikan pada hasil pengukuran vibrasi dan kesegarisan. Dengan hasil tersebut, maka terjadinya anomali getaran pada motor PA-02 AP001 bukan disebabkan oleh faktor unbalance, misalignment, dan kerusakan pada bearing. Kemungkinan terbesar adalah adanya mechanical looseness, yaitu vibrasi yang disebabkan oleh kondisi baseplate. Untuk membuktikan hal ini maka perlu dilakukan pengujian selanjutnya, yaitu pengujian motor secara solo run pada rangka lain.

    Daftar Isi

    Get PDF

    Halaman Depan

    No full text

    RANCANG BANGUN REPACKING DRUM 200 LITER KOROSI HASIL PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT

    Get PDF
    RANCANG BANGUN REPACKING DRUM 200 LITER KOROSI HASIL PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT TERKOMPAKSI. Telah dilakukan repacking drum 200 liter korosi hasil pengolahan limbah radioaktif padat terkompaksi di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR). Tujuan dari repacking adalah menjamin keselamatan radiasi dan penanganan lebih lanjut dari drum 200 liter yang mengalami korosi pada penyimpanan limbah di Interm Storage 2 (IS2) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. Tahapan awal dimulai dengan melakukan pendataan terhadap drum 200 liter yang mengalami korosi serta analisa fisik dimensi dari drum 200 liter menjadi produk repacking dalam bentuk shell beton. Desain gambar menggunakan software google sketch up dengan mengubah 3 buah drum 200 liter korosi menjadi shell beton yang memenuhi standar kualitas IAEA (International Atomic Energy Agency) dengan kuat tekan sebesar 20 – 50 N.mm2. Hasil desain gambar diperoleh bahwa repacking  untuk 3 buah drum 200 liter korosi  diperoleh dimensi dengan tinggi 120 cm dan diameter 138 cm. Untuk mencapai kuat tekan yang sesuai standar IAEA digunakan matriks semen camp beton K500 lengkap dengan besi bertulang. Hasil akhir kegiatan repacking drum 200 liter korosi diperoleh bahwa untuk satu buah proses menggunakan 3 buah drum 200 liter yang mengalami korosi dan kualitas beton dapat diterima karena sesuai dengan standar IAE

    MEKANISME KERJA MESIN SHREDDER DAN ANALISIS KEGAGALAN PADA OPERASI PROSES PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT MATERIAL TERKONTAMINASI

    Get PDF
    MEKANISME KERJA MESIN SHREDDER DAN ANALISIS KEGAGALAN PADA OPERASI PROSES PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT MATERIAL TERKONTAMINASI. Mesin Shredder adalah mesin pencacah atau penghancur, dalam penerapannya di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mesin shredder digunakan untuk mencacah limbah radioaktif padat material terkontaminasi yang memiliki dimensi besar. Limbah radioaktif padat seperti jerigen, drum High-density polyethylene (HDPE), drum korosi dan lainnya. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi terkait alat shredder dan mengetahui hubungan antara mekanisme kerja proses pengoperasi mesin shredder, serta analisis kegagalan dalam proses pengolahan limbah radioaktif padat material terkontaminasi. Metode yang digunakan meliputi pengoperasi alat, pengamatan dan analisis kegagalan operasi alat. Hasil kegiatan diperoleh bahwa kapasitas produksi operasi mesin shredder sebesar 288 kg/jam untuk material Drum HDPE. Untuk menjaga agar operasi mesin dapat berjalan dengan baik diperlukan perawatan secara berkala. Analisis kegagalan dalam proses operasi alat shredder dipengaruhi oleh : operator, sistem operasi mesin, metode operasi, dan material bahan yang diolah.

    103

    full texts

    133

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇