JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK
Not a member yet
    198 research outputs found

    Survei nyamuk Anopheles spp. di Desa Kalait Raya Kecamatan Touluaan Selatan

    Get PDF
    Background: The Anopheles mosquito is a mosquito that causes malaria vector-borne disease which is still a global health problem today. Kalait Raya Villages have such environmental and community behavioural factors that are thought to support the breeding of Anopheles mosquitoes. Therefore, it is important to carry out survey of Anopheles mosquitoes in order to formulate more effective control of malaria vector-borne diseases for local communities. Aim: To determine the presence of Anopheles sp. mosquitoes in Kalait Raya Villages. Methods: This research is a descriptive type of research with a cross-sectional design. Capturing mosquito larvae is carried out using scoops at several points which are suspected to be breeding sites for Anopheles sp. mosquitoes, while for adult mosquitoes it is carried out using a sweeping method with a net in places where mosquitoes usually rest. Result: A total of 270 larvae were caught, namely 171 mosquito larvae in puddles on the banks of rivers, 87 larvae in puddles of water around residents’ houses, and 12 larvae in puddles of water around springs. There were 49 adult mosquitoes caught, 13 of which were caught on the first visit, 8 on the second visit, 16 on the third visit, and 12 on the fourth visit. Conclusion: There were 27 Anopheles sp. larvae caught. The adult mosquitoes were 10 An. barbirostris and 4 An. balabacensis. Keywords: Malaria, vector, Anopheles mosquito larvae, adult Anopheles mosquito, genusLatar Belakang: Nyamuk Anopheles adalah nyamuk penyebab penyakit tular vektor malaria yang masih menjadi masalah kesehatan global hingga saat ini. Desa kalait Raya memiliki faktor lingkungan dan perilaku masyarakat yang diduga mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan survei nyamuk Anopheles agar terumuskan pengendalian penyakit tular vektor malaria yang lebih efektif bagi masyarakat setempat. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui keberadaan nyamuk Anopheles sp. di Desa Kalait Raya. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Penangkapan jentik nyamuk dilakukan dengan menggunakan cidukan di beberapa titik yang diduga sebagai tempat perindukan (breeding site) nyamuk Anopheles sp., sedangkan untuk nyamuk dewasa dilakukan dengan metode sweeping menggunakan net/jaring di tempat-tempat nyamuk biasa beristirahat. Hasil: Keseluruhan jentik yang tertangkap adalah sebanyak 270 ekor jentik, yaitu 171 ekor jentik nyamuk di genangan air pinggiran sungai, 87 ekor jentik di genangan air sekitar rumah warga, dan 12 ekor jentik di genangan air sekitar sumber mata air. Nyamuk dewasa yang tertangkap adalah sebanyak 49 ekor nyamuk, 13 ekor diantaranya tertangkap pada kunjungan pertama, 8 ekor nyamuk pada kunjungan ke dua, 16 ekor nyamuk pada kunjungan ke tiga, dan 12 ekor nyamuk pada kunjungan ke empat. Kesimpulan: Jentik Anopheles sp. yang tertangkap adalah sebanyak 27 ekor jentik. Nyamuk dewasa yang tertangkap adalah sebanyak 10 ekor nyamuk An. barbirostris dan 4 ekor nyamuk An. balabacensis. Kata Kunci: Malaria, vektor, jentik nyamuk Anopheles, nyamuk Anopheles dewasa, genu

    Kepadatan larva nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Mapanget Barat Kota Manado

    Get PDF
    Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease transmitted through the Aedes spp. mosquitoes. Based on data from Manado City’s Health Department, the Mapanget District is one of the areas with a relatively high number of DHF cases in Manado City. The Mapanget Barat Village is part of the Mapanget District and also contributes to DHF cases every year. Therefore, the vector's data of larval density is needed as an effort to prevent transmission of the dengue virus. Aim: determine the larval density of Aedes spp. mosquito in Mapanget Barat Village, Manado City. Methods: This study is a descriptive research with a cross-sectional method. Research sample consists of larvae collected from 100 households in Mapanget Barat Village. The data analysis is conducted by calculating the House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), and Larvae Free Index (LFI). Result: Based on survey of 100 houses, HI value of 24% was obtained. The percentage of larvae in the TPA breeding places is 65.62%, and in non-TPA breeding places is 34.38%. The types of containers that found positive for larvae were buckets for 10.93%, bathtubs for 7.14%, drums for 8.48%, followed by used buckets at 14.29%, and flower pots at 8.33%. The identification results indicate that all larva samples belong to the Aedes aegypti species. Results of the CI calculation are 8.91%, the BI is 32%, and the LFI is 76%. Conclusion: The larval density of Aedes spp. mosquito in Mapanget Barat Village is on the moderate level, categorizing it as an area with moderate risk for the spread of DHF. Keywords: larval density, dengue hemorrhagic fever, Aedes spp. mosquito larvaeLatar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit infeksi yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes spp. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Manado, Kecamatan Mapanget termasuk salah satu daerah dengan jumlah kasus DBD yang cukup tinggi di Kota Manado. Kelurahan Mapanget Barat termasuk dalam wilayah Kecamatan Mapanget dan juga turut menyumbang kasus DBD setiap tahunnya. Oleh karena itu, dibutuhkan data kepadatan larva Aedes spp. sebagai upaya pencegahan terhadap penularan virus dengue. Tujuan: Mengetahui tingkat kepadatan larva nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Mapanget Barat Kota Manado. Metode: Ini adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu larva yang diambil dari 100 rumah di Kelurahan Mapanget Barat. Analisis data dilakukan dengan menghitung House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI) dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Hasil: Berdasarkan hasil survei 100 rumah, diperoleh nilai HI sebesar 24%. Persentase larva pada TPA sebesar 65,62% dan non TPA sebesar 34,38%. Jenis kontainer yang positif untuk ember sebesar 10,93%, bak mandi sebesar 7,14%, drum sebesar 8,48%, kemudian ember bekas sebesar 14,29% dan vas bunga sebesar 8,33%. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh sampel larva merupakan spesies Aedes aegypti. Hasil perhitungan CI yaitu sebesar 8,91%, BI sebesar 32% dan ABJ sebesar 76%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kepadatan larva nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Mapanget Barat berada pada tingkat sedang, sehingga termasuk daerah dengan risiko sedang untuk penyebaran penyakit DBD. Kata Kunci: kepadatan larva, demam berdarah dengue, larva nyamuk Aedes spp

    Hubungan antara sanitasi dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Bolaang Mangondow Timur

    Get PDF
    Background: Toddlers are an age group that is susceptible to malnutrition which, in the long term, can lead to stunting if not adequately addressed. Stunting is a condition in which a child is significantly shorter than the normative height for their age, specifically measured as a length or height index that falls below -2 standard deviation (SD). Infectious diseases due to improper sanitation are one of the factors that lead to stunting. According to the SSGI (Indonesian Nutrition Status Study) 2021 report, East Bolaang Mongondow Regency is the district with the highest prevalence of stunting in North Sulawesi. Aim : To determine the association of sanitation to stunting incidence in toddlers in East Bolaang Mongondow Regency. Methods: This is an analytical survey research using secondary data, analysed using a Fisher's exact test statistical test. Results: The analysis showed the association between sanitation and stunting incidence of 71 toddlers aged over 24-59 months in East Bolaang Mongondow Regency were p=0.130. Conclusion: There was no meaningful relation between sanitation and stunting incidence in toddlers in East Bolaang Mongondow Regency. Keywords: sanitation, stunting, toddlersLatar belakang: Balita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi buruk, yang jika berlangsung terus-menerus dalam waktu lama dan tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan stunting. Stunting adalah kondisi anak pendek atau sangat pendek jika diukur berdasarkan indeks panjang atau tinggi badan dibanding usia <-2 standar deviasi (SD). Penyakit infeksi akibat sanitsi yang tidak layak merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan stunting. Menurut Laporan hasil SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) 2021, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menjadi kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulawesi utara. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Metode: Ini merupakan penelitian survei analitik yang menggunakan data sekunder, dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik Fisher's exact test. Hasil: Hasil analisis mendapatkan hubungan sanitasi dengan kejadian stunting pada 71 balita usia di atas 24-59 bulan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah p=0,130 (≥0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kata Kunci : sanitasi, stunting, balita

    Perilaku dokter keluarga dan asma di Kota Manado

    Get PDF
    Background: Asthma is a heterogeneous disease typically characterized by chronic inflammation of the airways, manifested by respiratory symptoms such as wheezing, shortness of breath, and coughing. Data from Social Security Administrative Body for Health (BPJS Kesehatan) in 2019 showed significance increase in this province reached 1974 cases. Lifestyle in big cities like Manado City can increase the risk factors for asthma. The management of asthma requires a holistic approach, starting at the Primary Health Care Facilities (FKTP—Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), such as community health centres and private practices doctors. However, studies have found that family physicians’ behaviour have limited knowledge concerning their knowledge, attitudes, and practices in asthma management.Aim: To assess the overview of behaviour (knowledge, attitudes, and practice) of family physicians regarding management of asthma in Manado City. Methods: This study was a descriptive study with a cross-sectional research design.Results: The level of knowledge was in the good category for 82% of family doctors in Manado City and in the sufficient category for 18% of family doctors. Attitude was categorized as good for 39% of family doctors and fair for 61% of them. The proportion of family doctors who had actions in the good category was 75%, 23% in the fair category, and 2% in the poor category.Conclusion: The behaviour of family doctors in the aspect of asthma knowledge was considered good, attitudes were at a sufficient level, and actions were concluded to be good.Keywords:behaviour; family physicians; asthmaLatar Belakang: Asma adalah adalah penyakit heterogen yang biasanya ditandai dengan peradangan saluran nafas yang bersifat kronik dengan ditemukannya gejala pernapasan seperti mengi, sesak napas, dan batuk. Data BPJS menunjukkan kasus asma mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2019 dengan total 1974. Pola hidup di kota besar seperti Kota Manado dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya penyakit asma. Pengendalian penyakit asma diperlukan pendekatan secara holistik dimulai di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas dan praktik mandiri. Penelitian-penelitian menemukan bahwa perilaku dokter keluarga memiliki keterbatasan dalam pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam penatalaksanaan asma.Tujuan: Untuk mengetahui perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan) dokter keluarga dalam penatalaksanaan asma di Kota Manado.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian potong lintang.Hasil: Tingkat pengetahuan dalam kategori baik pada 82% dokter keluarga di Kota Manado dan kategori cukup pada 18% dokter keluarga. Sikap dikategorikan baik pada 39% dokter keluarga dan kategori cukup pada 61% dari mereka. Proporsi dokter keluarga yang memiliki tindakan kategori baik sebesar 75%, kategori cukup 23%, dan kategori kurang 2% Kesimpulan: Perilaku dokter keluarga dalam aspek pengetahuan asma dinilai baik, sikap pada tingkat cukup, dan tindakan disimpulkan baik.Kata Kunci: asma, perilaku, dokter keluarg

    Gambaran kualitas hidup remaja yang overweight di SMA Unklab Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara

    Get PDF
    Background: Adolescence represents a transitional phase between childhood and adulthood, which spans from ages 10 to 19. One of the health issues faced by adolescents is overweight. Overweight continues to be a global concern, enduring as a persistent health challenge for low-income countries, including Indonesia. Research conducted in Manado City shows that approximately 14.9% of adolescents are overweight. The impact of being overweight can significantly affect an individual's quality of life. Studies have demonstrated that overweight adolescents tend to have a lower quality of life compared to their counterparts with normal body weight. This phenomenon arises from weight-based victimization experienced by overweight adolescents.Aim: To ascertain the quality of life among overweight adolescents at SMA Unklab Airmadidi, North Minahasa Regency.Methods: This research employs a descriptive research design with a cross-sectional approach, involving 364 respondents, including 63 overweight students.Results: The findings of this research show that overweight adolescents have moderate quality of life in the domains of physical health, psychology, and social aspects. However, in the environmental domain, the quality of life is good.Conclusion: The majority of overweight adolescents have moderate quality of life in the domains of physical health, psychology, and social well-being. Conversely, they exhibit good quality of life in the environmental domain.Keywords: adolescents; overweight; quality of lifeLatar Belakang: Remaja merupakan fase masa kanak-kanan dan dewasa dengan rentang usia 10 hingga 19 tahun. Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi remaja salah satunya overweight. Overweight masuk pada masalah global sampai saat ini sementara dihadapi dan masih menjadi tantangan kesehatan bagi negara-negara yang berpenghasilan rendah, termasuk Indonesia. Penelitian di Kota Manado menjelaskan ada sekitar 14,9% remaja yang mengalami overweight. Dampak overweight salah satunya memengaruhi kualitas hidup seseorang. Pada beberapa penelitan menunjukan remaja yang overweight memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan remaja yang memiliki berat badan normal. Hal ini dikarenakan viktiminasi berbasis berat badan bagi remaja yang mengalami overweight.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kualitas hidup remaja yang overweight di SMA Unklab Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional melibatkan 364 responden dengan 63 siswa di antaranya mengalami overweight.Hasil: Penelitian ini menunjukan remaja dengan overweight memiliki kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik, kualitas hidup sedang pada domain psikologi, dan kualitas hidup sedang pada domain sosial. Sedangkan untuk domain lingkungan memiliki kulitas hidup baik.Kesimpulan: Mayoritas remaja yang overweight memiliki kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik, psikologi, dan sosial. Sedangkan kualitas hidup baik dalam domain lingkungan. Kata Kunci: remaja; overweight; kualitas hidu

    Pengaruh penyuluhan 3M terhadap kepatuhan pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di Desa Tolong Kabupaten Pulau Taliabu

    Get PDF
    Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that is difficult to cure, this is because until now there has not been found a drug or vaccine to control DHF. DHF is transmitted through the Aedes aegypti mosquito which contains the dengue virus. The Aedes aegypti mosquito only lives at temperatures between 80C–37°C. There are various breeding-places for mosquitoes, for example those found in bathtubs, jars/storage places for drinking water, empty cans, plastic drinking water, used tires and other artificial containers.Aim: To determine the effect of 3M Counseling on Compliance with the Implementation of Mosquito Larva Eradication in Help Village, Taliabu Island Regency.Methods: This type of research uses quantitative methods with a quasi-experimental approach. The sample in this study uses purposive sampling technique, the number of samples is 83 respondents.Results: Based on the results of statistical tests using paired t test, the value of ρ-value = 0.000 is smaller than the value of α = 0.05, meaning that H0 is rejected, then 3M counseling affects the compliance of mosquito larvae eradication implementation in Tolong Village, Taliabu Island Regency.Conclusion: This study concludes that adherence to the implementation of mosquito larvae before 3M counseling in the village of Help, Taliabu Island Regency. The results of non-adherence were 45 respondents (54.2%) and before 27 respondents (32.5%). This research can be used as one of the data in conducting counseling interventions to reduce dengue fever.Keywords: DHF, 3M, Compliance with mosquito larvae eradicationLatar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sulit disembuhkan, hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya obat atau vaksin untuk penanggulangan DBD sampai saat ini. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue Nyamuk Aedes aegypti hanya hidup pada suhu antara 80C – 370C. Nyamuk ini berkembangbiak di berbagai tempat seperti bak mandi, tempayan atau wadah penyimpanan air minum, kaleng bekas, botol plastik air minum, ban yang sudah tidak terpakai, dan berbagai jenis kontainer buatan lainnya.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan 3M terhadap kepatuhan pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di Desa Tolong Kabupaten Pulau Taliabu.Metode: Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 83 responden.Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan paired t test diperoleh nilai ρ-value = 0,000 lebih kecil dari nilai α = 0,05, Berarti H0 ditolak, maka penyuluhan 3M berpengaruh terhadap kepatuhan pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di Desa Tolong Kabupaten Pulau Taliabu.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan kepatuhan pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk sebelum penyuluhan 3M di Desa Tolong Kabupaten Pulau Taliabu. Hasil tidak patuh sebanyak 45 responden (54,2%) dan sesudah 27 responden (32,5%). Data dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam melakukan intervensi penyuluhan untuk mengurangi penyakit DBD.Kata Kunci: DBD, 3M, Kepatuhan pemberantasan jentik nyamu

    Prevalensi miopia pada murid SD GMIM II Kauditan Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara

    Get PDF
    Myopia umumnya dideraita oleh usia usia sekolah antara 7 – 17 tahun. Walaupun gangguan penglihatan ini masih bisa dikoreksi dengan pe,berian kaca mata, akan tetapi gangguan ini banyak menimbulkan masalah belajar pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kesehatan mata khususnya gambaran kemampuan visus pada murid sekolah SD GMIM II Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi myopia pada SD GMIM II Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara sebesar 25,3%, dengan sebaran merata pada murid laki-laki dan perempuan, dan terjadi pada satu mata atau kedua mata. Kesimpulan bahwa gangguan visus myopia masih kerap terjadi pada anak usia sekolah, dan perlu penelitian lanjut tentang faktor resiko terjadinya myopia ini sehingga edukasi dan tindakan khusus lainnya bisa diambil untuk penanganan masalah gangguan visus ini.  Myopia umumnya dideraita oleh usia usia sekolah antara 7 – 17 tahun. Walaupun gangguan penglihatan ini masih bisa dikoreksi dengan pe,berian kaca mata, akan tetapi gangguan ini banyak menimbulkan masalah belajar pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kesehatan mata khususnya gambaran kemampuan visus pada murid sekolah SD GMIM II Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi myopia pada SD GMIM II Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara sebesar 25,3%, dengan sebaran merata pada murid laki-laki dan perempuan, dan terjadi pada satu mata atau kedua mata. Kesimpulan bahwa gangguan visus myopia masih kerap terjadi pada anak usia sekolah, dan perlu penelitian lanjut tentang faktor resiko terjadinya myopia ini sehingga edukasi dan tindakan khusus lainnya bisa diambil untuk penanganan masalah gangguan visus ini.

    Pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat tentang malaria di Lingkungan VI Kelurahan Taas Kecamatan Tikala Kota Manado

    Get PDF
    Background: Until now, malaria has become an infectious disease and a global health problem, including in Indonesia. Factors such as community knowledge, attitudes, and actions have an important role in the incidence of malaria. Based on data from the Tikala Baru Primary Health Center, during the period January 2023 to August 2023, 6 cases of malaria were recorded, of which 3 cases came from Neighborhood VI of Taas Village. Aim: To assess the knowledge, attitudes, and practice of the community towards malaria. Methods: The method used was descriptive analytic with a cross-sectional approach. Data analysis was conducted through a univariate analysis approach.Results: This study included 90 respondents as samples. The level of knowledge of respondents in Neighborhood VI of Taas Village was classified in the good category (72%), the attitude of the community was positive (100%), and the level of action was moderate (50%).Conclusion: Respondents in Neighborhood VI of Taas Village had good knowledge, positive attitudes, and moderate actions.Keywords: malaria, knowledge, attitude, practice, neighborhood VI, Taas VillageLatar Belakang: Hingga saat ini, malaria menjadi suatu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Faktor-faktor seperti pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat memiliki peran penting terhadap kejadian malaria. Berdasarkan data dari puskesmas Tikala Baru, selama periode Januari 2023 hingga Agustus 2023, tercatat 6 kasus malaria, di mana 3 kasus tersebut berasal dari Lingkungan VI Kelurahan Taas.Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terhadap malaria.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data dilakukan melalui pendekatan analisis univariat.Hasil: Penelitian ini melibatkan 90 responden sebagai sampel. Didapatkan tingkat pengetahuan responden di Lingkungan VI Kelurahan Taas tergolong dalam kategori baik (72%), sikap masyarakat positif (100%), dan tingkat tindakan cukup (50%).Kesimpulan: Responden di Lingkungan VI Kelurahan Taas memiliki pengetahuan baik, sikap positif, dan tindakan cukup.Kata Kunci: malaria, pengetahuan, sikap, perilaku, lingkungan VI, Kelurahan Taa

    Hubungan antara kecanduan internet (internet addiction) dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa FK UNSRAT angkatan 2021

    Get PDF
    Background: The rapid development of technology in the current era of modern digitalization has a huge impact on human life. One of them is the internet which makes it easier to find information and communicate. Despite its benefits, the internet can cause addiction which has negative impacts such as depression, anxiety, dysfunctional cognitive control and other health problems. Internet Addiction is a dependence on the Internet characterized by increased activity and duration of use. FoMO is characterized by feelings of fear of missing out on valuable time with other people. Several studies have stated that there is a link between internet addiction and FoMO. This research aims to determine the relationship between internet addiction and FoMO in Faculty of Medicine UNSRAT Class of 2021 students.Method: The research carried out was a quantitative study with a cross sectional research design and used the Spearman rank correlation test on 275 students of Faculty of Medicine UNSRAT Class of 2021.Results: In the Spearman Rank correlation test, the results obtained were that there was a relationship between internet addiction and FoMO with a value of p=0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient of 0.255. The level of internet addiction among students is mostly at a medium level, namely at a percentage of 65.1%. The student's FoMO level is also at a medium level, namely 76.7%.Conclusion: There is a correlation between internet addiction and Fear of Missing Out (FoMO) in Faculty of medicine UNSRAT class of 2021 students with a weak correlation level.Keywords: Internet addiction, fear of missing out (FoMO), medical studentsLatar Belakang: Berkembangnya teknologi dengan pesat di era digitalisasi modern saat ini sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Salah satunya dengan adanya internet yang mempermudah dalam mencari informasi dan berkomunikasi. Terlepas dari manfaatnya, internet dapat menyebabkan kecanduan yang memiliki dampak negatif seperti depresi, kecemasan, disfungsional kontrol kognitif, dan masalah kesehatan lainnya. Kecanduan internet adalah suatu ketergantungan terhadap internet ditandai dengan peningkatan aktivitas dan durasi penggunaannya. FoMO ditandai dengan perasaan takut kehilangan waktu berharga bersama orang lain. Beberapa penelitian menyatakan adanya keterkaitan antara kecanduan internet dengan FoMO.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet dengan FoMO pada mahasiswa FK UNSRAT Angkatan 2021.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional dan menggunakan uji korelasi rank spearman pada 275 mahasiswa FK UNSRAT Angkatan 2021.Hasil: Pada uji korelasi Rank Spearman di dapatkan hasil yaitu terdapat hubungan antara kecanduan internet dengan FoMO dengan nilai p = 0.000 (P < 0.05) dan koefisien korelasi 0.255. Tingkat Kecanduan internet dari mahasiswa sebagian besar ada pada tingkat sedang yaitu pada persentase 65.1%. Tingkat FoMO mahasiswa pun berada di tingkat sedang, yaitu di angka 76.7%. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecanduan internet (internet addiction) dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa FK UNSRAT angkatan 2021 dengan tingkat korelasi yang lemah.Kata Kunci: kecanduan Internet, fear of missing out (FoMO), mahasiswa kedoktera

    Diabetes melitus tipe 2 dan perilaku dokter keluarga di Kota Manado

    Get PDF
    Background: Diabetes Mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases included in the top 10 causes of death worldwide, with 6.7 million reported cases. The prevalence of DM in North Sulawesi Province ranks 4th, with a prevalence of 2.3%, exceeding the national average. Comprehensive treatment, which does not solely focus on the patient's disease aspect, is needed to address the increasing cases of DM. The Indonesian government, through the Social Health Insurance Administration Body (BPJS), operates a primary care system that utilizes family physicians as the frontline in serving the community. However, several conducted studies reveal a lack of frequency in the knowledge, attitude, and practice of family physicians towards DM management.Aim: To determine the behaviour (knowledge, attitude, and action) of family physicians management of type 2 DM in Manado City.Methods: This study is a descriptive study with a cross-sectional research design.Results: The level of knowledge, attitude, and practice of family physicians in type 2 DM management was categorized as good at 98.2% and sufficient at 1.8%.Conclusion: The behaviour of family physicians in Type 2 DM management in Manado City is considered good.Keywords: behaviour, type 2 diabetes mellitus, family physiciansLatar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang termasuk dalam 10 besar penyebab kematian di dunia dengan 6,7 juta kasus kematian. Prevalensi kasus DM di Provinsi Sulawesi Utara berada pada urutan ke-4 dengan prevalensi 2,3%, melebihi prevalensi nasional. Penanganan secara komprehensif yang tidak hanya fokus pada aspek penyakit pasien sangat dibutuhkan dalam menghadapi kasus DM yang terus meningkat. Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjalankan suatu sistem pelayanan primer dengan mendayagunakan peran dokter keluarga sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat. Namun, beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil frekuensi yang kurang dari pengetahuan, sikap, dan tindakan dokter keluarga terhadap penanganan DM. Tujuan: Untuk mengetahui perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) dokter keluarga dalam penanganan DM tipe 2 di Kota Manado. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang. Hasil: Tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan dokter keluarga dalam penanganan DM tipe 2 berada pada kategori baik sebesar 98% dan cukup sebesar 2%. Kesimpulan: Perilaku dokter keluarga dalam penanganan DM tipe 2 di Kota Manado secara keseluruhan mendapatkan hasil yang baik.Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, dokter keluarga, perilaku

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇