Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    INTERAKSI SUHU PERMUKAAN LAUT DIURNAL DAN MADDEN JULIAN OSCILLATION DI SAMUDERA HINDIA

    No full text
    Interaksi laut-atmosfer yang berkaitan dengan MJO diteliti menggunakan pendekatan model kopel laut-atmosfer resolusi tinggi, data satelit dan reanalisis, serta data observasi dari berbagai instrumen di Samudra Hindia. Secara spesifik, interaksi antara laut-atmosfer ini difokuskan pada hubungan antara variasi diurnal Suhu Permukaan Laut (SPL) dan MJO di Samudra Hindia dalam dua kasus dengan periodeberbeda. Periode pertama1 Maret - 30 April 2009 disimulasikan menggunakan model kopel Laut-Atmosfer COAMPS resolusi tinggi yang diverifikasi dengan data observasi. Periode kedua yaitu November-Desember 2011. Pada kasus pertama, selama MJO berada dalam fase tidak aktif, terjadi variasi diurnal SPL yang besar. Pada kasus kedua, selama tiga kejadian MJO aktif November 2011, model kopel COAMPS resolusi tinggi menyimulasikan terjadinya SPL yang lebih dingin dan variasi SPL diurnal yang kecil, dan ini dikonfirmasi dengan baik oleh hasil observasi RAMA. Selain itu, dilakukan juga studi mengenai efek variasi SPL diurnal terhadap onset dan intensitas konveksi MJO di atas Samudra Hindia menggunakan eksperimen model kopel SCOAR. Efek utama variasi SPL diurnal adalah terjadinya kenaikan waktu rata-rata pemanasan SPL dan fluks panas laten sebelum terjadinya konveksi kuat.Variasi SPL diurnal juga memperkuat kelembapan diurnal di troposfer sehingga memberikan efek terhadap peningkatan konveksi dalam hal jumlah total presipitasi.Hal.73 -81:ill.;23 c

    Manfaat dan Konsekuensi Keanggotaan Indonesia dalam MTCR

    No full text
    11 hal. ; 23 c

    Majalah Sains Teknologi Dirgantara Vol.11 No.2 Desember 2016

    No full text
    Hal.57-96 : ilus. ; 23 c

    Analisis Trend Insiden Keamanan Informasi Untuk Periode Juli - September 2016

    No full text
    18p., Ill., Pd

    Prediksi Kestabilan Terbang Pesawat Nirawak LSU 03 Next Gen untuk Uji Terbang 5 September 2016 di Pameungpeuk

    No full text
    Penyusunan dokumen ini adalah merupakan salah satu data pendukung untuk keperluan uji terbang pesawat LSU-03 Next Gen yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 September 2016. Kestabilan terbang merupakan salah satu parameter penting yang harus dimiliki oleh semua pesawat terbang tidak terkecuali pesawat UAV. Analisis Kestabilan Terbang dapat dilakukan dengan bantuan software salah satunya adalah XFRL5. Software ini dapat digunakan untuk menghitung karakteristik aerodinamika dan kestabilan pesawat terbang sampai menampilkan hasil analisis dalam bentuk simulasi pergerakan. Dari software ini dapat diketahui kestabilan satik dan kestabilan dinamik Pesawat UAV LSU-0328p., ill., Pd

    Perkembangan Isu Space Weather di Uncopous

    No full text
    9P., ill., 27 c

    Kelembagaan dan Kebijakan Keantariksaan Korea Selatan

    No full text
    12P., Ill., 27 C

    ANALISIS HASIL KOREKSI RADIOMETRI RELATIF UNTUK CITRA KAMERA MATRIKS SATELIT LAPAN A-2

    No full text
    Abstrak Kamera matriks merupakan salah satu muatan satelit LAPAN A-2. Citra yang dihasilkan dan kamera satelit tersebut pada kenyataannya mengalami distorsi secara radiometri. Oleh karena itu, koreksi radiometri perlu dilakukan untuk menghasilkan citra dengan kualitas radiometri yang lebih baik. Penelitian mengenai koreksi radiometri telah dilakukan, tetapi pada prosesnya citra hasil koreksi belum sempurna khususnya secara visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk dapat mengurangi cacat radiometri pada citra yaitu dengan menggunakan suatu nilai sebagai pengalidark citra. Diperlukan proses analisis antar kanal citra sebelum citra memasuki proses demosaicing dan enhancement. Berdasarkan hasil koreksi yang dilakukan, penggunaan nilai pengali dark citra dapat meningkatkan kualitas citra hasil koreksi. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa faktor pengalidark pada jenis citra homogen dan heterogen memiliki nilai yang sedikit berbeda, yaitu selisih 0,1 padaband blue. Secara umum, metode ini dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk mengurangi cacat pada citra khususnya secara visual jika data kalibrasi kamera tidak tersedia secara lengkap. Diharapkan metode ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan citra dengan kualitas yang lebih baik. Abstract Matrix camera is one of the payload of LAPAN A-2 satellite. Image from the satellite camera is distorted by radiometric distortion. Therefore, radiometric correction should be done to produce a better image quality. Radiometric correction research has been performed, however the corrected image is not perfect visually. The method used in this research to improve image quality requires a value as dark image multiplier factor. Image band analysis process is needed before demosaicing and enhancement process. Based on experiments that have been done, the implementation of dark image multiplication factor can improve quality of the corrected image. From this research, it is also known that the multiplier factor on uniform and non uniform image are slightly different. Generally, this method can be used as an alternative method to reduce radiometric defects on the image when camera calibration data is not available completely. In the future, the method is expected to be developed to produce image with better quality.Hal. 241-250 :ilus.; 30 C

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇