7104 research outputs found
Sort by
Pengamatan Wahana Angkasa Beresolusi Tinggi Terhadap Klimatologi Petir di Benua Maritim
Hal. 255-26
Inovasi Pelayanan Publik Sebagai Wadah ekspresi Satker LAPAN Menuangkan Ide Inovatif
Hlm. 56-5
Satelit penginderaan jauh yang diterima oleh Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare menggunakan frekuensi X-Band pada rentang frekuensi 7.8 sampai dengan 8.5 GHz. Salah satu elemen penting dari antena penerima adalah conical horn antena. Untuk mendapatkan nilai ideal sebuah antena horn dengan frekuensi kerja X Band perludilakukan desain dan simulasi sebelum dilakukan pabrikasi. Beberapa parameter output yang perlu disimulasikan adalah return loss, VSWR, gain antena menggunakan software HFSS V.13. Pemilihan material dengan ketersediaan di lapangan dapat dilakukan simulasi sehingga didapatkan hasil yang optimal.Remote sensing satellite data received by Parepare Remote Sensing Ground Station using X-band frequencies in the frequency range 7.8 up to 8.5 GHz. One important element of the receiving antena is conical horn antena. To get the ideal value of a horn antena with X Band operating frequency, it is necessary to design and simulate prior to fabrication. Some of the parameters that need to be simulated is output return loss, VSWR, gain antena using HFSS software V.13. Selection of materials that is available on site can be done for the simulation to obtain optimal results.hlm. 92-9
Identifikasi Lahan Terbuka Tambang Menggunakan Metode Vegetation Index Differencing Studi Kasus: Tambang Emas Geumpang, Aceh = Open Mine Land Identification using Vegetation Index Differencing Method Case Study: Gold Mine Geumpang, Aceh
Provinsi Aceh merupakan provinsi yang banyak memiliki sumberdaya mineral , karena faktor geologi yaitu Aceh terletak pada jalur Patahan Semangko. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) adalah perhitungan citra yang digunakan untuk mengetahui tingkat kehijauan, yang sangat baik sebagai awal dari pembagian daerah vegetasi.NDVI dapat menunjukkan parameter yang berhubungan dengan parameter vegetasi, antara lain, biomass dedaunan hijau, daerah dedaunan hijau yang merupakan nilai yang dapat diperkirakan untuk pembagian vegetasi. Disparitas indeks vegetasi (VIDN), metode ini umum digunakan untuk tujuan analisis perubahan atau change detection. Deteksi perubahanmerupakan suatu proses mengindetifikasi perubahan-perubahan suatu objek atau fenomena melalui pengamatan pada berbagai waktu yang berbeda. Terjadinya pengurangan biomassa merupakan salah satu indikasi terjadinya suatu perubahan tutupan lahan yang pada penelitian ini, perubahan lahan yang dimaksud adalah terjadinya lahan terbuka pada arealtambang emas. Pembuatan citra sintetik VIDN berasal dari nilai NDVI antara 2 waktu yang berbeda. Pada kegiatan ini telah dilakukan perhitungan NDVI pada citra satelit Landsat 8 tahun 2014 dan 2015, citra Landsat 7 tahun 2000, citra Landsat 5 tahun 2009, 2010 dan 2011 wilayah Aceh bagian selatan scene path/row: 131/057. Dari penelitian menggunakan metode VIDN menghasilkan nilai ambang batas bawah (Td) -0,249238 dan nilai ambang batas atas (Tu) 0,115725Aceh province has numerous mineral resources, due to geological factors as this province laid over Semangko Fault. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) is a calculation of the imagery used to determine the level of greenness, which is very good as the beginning of the division of areas of vegetation. NDVI can show the parameters associated with vegetation parameters, that is green foliage biomass. Green foliage area is the value that can be estimated for the distribution of vegetation. Vegetation index disparities (VIDN) method is commonly used for analysis purposes alteration or change detection. Change detection is a process of identifying changes of an object or phenomenon by observing at various different times. A reduction in biomass is one indication of the occurrence of a change land cover in this field, changes in the land is the open land in the gold mine area. VIDN synthetic image derived from NDVI values between two different times. This studies carried out NDVI calculations for Landsat 8 images in 2014 and 2015, Landsat 7 in 2000, Landsat 5 in 2009, 2010 and 2011 Aceh southern scene path / row: 131/057. Calculations using methods VIDN produce lower threshold values (Td) -0.249238 and upper threshold values (Tu) 0.115725hlm. 334-34
Analisis Propagasi Gelombang Radio Mode Angkasa Saat Peristiwa Gerhana Matahari 9 Maret 2016 [Skywave Propagation Analysis During Solar Eclipse On 9 March 2016]
In this paper we discuss about the skywave radiowave propagation analysis during the solar eclipse in 9th March 2016. The analysis were using the observation results that use the Automatic Link Establishment (ALE) waveform with 10.1455 MHz as a carrier frequency in Biak (01.16 N; 136.047 E)-Manado(1.52 N; 124.856 E) circuit communication. The working frequency value was based on the result of ionospheric model for Biak-Manado circuits during the solar eclipse. The observation results show a difference in the SN index values of the Link Quality Analysis (LQA) ALE data between the time when the solar eclipse occured with the day before and after. The difference variation of SN index values could be explained by the occurences of the different variation in the D layer absorption levels. The difference of an absorption are affecting the magnitude of the received signal values. The variation of absorption levels during the solar eclipse cause the SN index values have a postive linear tren with gradien value reach 1.3. This value was different compares to the day before and after which have a negative linear trend with gradien up to -13 and -9,6. The difference also shown in the distribution parameters of SN index values. During solar eclipse the mean (?) value was 5.2384 with standard deviation (?) was 0.74894. But for the day before and after, the ? values were 4.8316 and 4.6164 with ? were 0.92123 and 0.9096.Hal. 43-5
Analisis Pengaruh Badai Geomagnet Terhadap Respon Fof2 Ionosfer Di BPAA Sumedang (Geomagnetic Storm Effect To The Fof2 Ionosphere Response At Sumedang Observatory)
Badai geomagnet menyebabkan gangguan foF2 ionosfer yang dinamakan badai ionosfer melalui kopling magnetosfer-ionosfer. Waktu tunda respon ionosfer terhadap badai geomagnet berbeda-beda tergantung intensitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh badai geomagnet terhadap respon foF2 ionosfer di BPAA Sumedang. Data indeks Dst dan foF2 dari BPAA Sumedang tahun 2011-2015 digunakan untuk mendapatkan keterkaitan diantara mereka. Metode yang digunakan adalah statistik. Studi kasus dilakukan pada 13 kejadian badai geomagnet terpilih. Hasilnya diperoleh bahwa badai geomagnet menyebabkan gangguan foF2 ionosfer di BPAA Sumedang dengan respon yang bervariasi dan mengalami penundaan waktu. Korelasi antara Dst minimum dengan ?Tonset ? foF2SMD menunjukkan signifikansi yakni 80,32% dengan persamaan ?TOnset = 0,0718(Dst min) + 8,8256. Korelasi antara Dst minimum dengan (?Tpeak ? foF2SMD) menunjukkan ketidaksignifikanan karena hanya sebesar 37,46% dengan persamaan ?Tpeak = 0,0387(Dst min) + 19,003. Sedangkan korelasi antara Dst minimum dengan peak ? foF2SMD yakni sebesar 55,47% menunjukkan korelasi walaupun tidak kuat dan persamaan korelasinya adalah peak ? foF2SMD = 0,2278 x (Dst Min) - 10,731. Artinya variasi deviasi foF2 ionosfer di BPAA Sumedang relatif bergantung pada intensitas badai geomagnetnyaHlm.121-12
Analysis of Heavy Rain and Strong Winds in Parts of West Kalimantan Province On May21-22 2016 Using Pontianak Weather Radar
Heavy rain and strong winds onMay 21, 2016 in Sambas Regency, Singkawang City, Mempawah Regency, and surrounding areas cause leeve burst in Village Semelagi Kecil in the North Singkawang Sub-district, causing flood that inundated 35 houses in some areas of Gayung Bersambut backwoods on Selakau Tua Village in Sambas Regency, and uprooted several trees in Mempawah City. Based on ACM product (accumulated rain) of Pontianak Weather Radar, on May 21, 2016 accumulated precipitation 24 hours estimated reaches 21.2 mm up to 40.8 mm around Singkawang City, whereas in Selakau areas of Sambas District and surrounding areas accumulated precipitation 24 hours estimated reaches 21.2 mm. On May 22, 2016 rains was still happened in some parts of Singkawang City with value of accumulated precipitation also reaches up to 40.8 mm, and in Selakau's Sub-district in Sambas District accumulated rainfall 24 hours estimated reaches 40.8 mm. Products Stormtrack dated May 21, 2016 indicated thunderstorm activity around Mempawah district at around 13:00 UTC.Hlm.1-
PENGEMBANGAN SERVER JARINGAN LAPAN BANDUNG MENGGUNAKAN KOMPUTASI AWAN BERBASIS INFRASTRUKTUR AS A SERVICE (IaaS)
Selama ini pengelolaan server LAPAN Bandung menggunakan teknik konvensional. Setiap aplikasi menggunakan satu server fisik sendiri, sehingga sumber daya server tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pengelolaan server dengan teknik konvensional tidak efisien, memerlukan biaya investasi yang mahal, waktu pengembangan lama, fleksibilitas rendah dan pemeliharaannya menjadi lebih berat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak perubahan yang sangat besar terhadap pengelolaan server. Komputasi awan merupakan sebuah teknologi komputer yang berjalan pada jaringan internet yang menitik beratkan pada layanan dengan menggunakan sebuah konsep mesin virtual. Masing-masing server yang terpisah secara fisik disatukan dalam satu fisik komputer secara virtual dengan konsep membagi sumber daya. Komputasi awan memberikan sebuah kemudahan dalam melakukan backup dan restore data, menekan biaya dan mudah dalam pengelolaan maupun pengembangan yang akan datang.Hal.53-62 : ilus. ; 23 c