Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    Development of Experimental Star Sensor for LAPAN-A3/IPB Microsatellite

    No full text
    Abstract LAPAN-A3/IPB is an Indonesian microsatellite, which has a main mission of remote sensing using multispectral pushbroom imager and global maritime traffic monitoring using Automatic Identification System (AIS). Another mission is a technology demonstration of satellite component developed by LAPAN's engineer as a means to show the national capability in satellite technology. Expel mental star sensor is one of the satellite subsystems developed by LA PAN and wi I l be flown i n LAPAN-A3/ IPB. The experimental star sensor based on CCD sensor of industrial camera with modification of the software to fit the star sensor requirement and 16 mm lens is used to obtain wide Field of View (FOV). Hardware design involves the Data Processing Unit (DPU) that contains a microcontrol ler as the core of star sensor and mechanical system of baffle to minimize the stray light to reach the sensor. In the software, a robust star identification algorithm and an optimized star catalog are implemented to obtain the high performance of the star sensor. The ground night sky test resulting the success rate 99.5 % if image acquisition and the accuracy of roll, pitch, and yaw axis is 71.45 arcsec, 9.93 arcsec and 24.12 arcsec respectively. The performance of the experimental star sensor is compromising to be flown in LAPAN-A3/IPB satellite.Hal. 8-16:ilus.; 29,5 c

    KENDALI DAN VISUALISASI GIMBAL KAMERA PAN-TILT VIA KOMUNIKASI RADIO SERIAL

    No full text
    Hal. 87-95:ilus.; 30 C

    ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR PESAWAT TANPA AWAK LAPAN LSU-02

    No full text
    AbstrakLapan Surveillance UAV (LSU 02) merupakan pesawat tanpa awak milik LAPAN yang digunakan untuk misi surveillance, pemetaan, dan lain sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan misi tersebut, LSU 02 harus memiliki endurance atau ketahanan terbang yang cukup dan disesuaikan dengan misi terbang yang akan dilakukan. Pada pengujian ini telah dilakukan uji darat atau ground test dan telah dilakukan pengukuran dan analisa dari konsumsi bahan bakar mesin propulsi LSU-02 yang menggunakan engine OS GT33 dengan kapasitas 33cc. Pengujian dilakukan dengan metode uji statik padatest bed dan memonitoring parameter RPM dan jumlah bahan bakar yang terpakai pada pengujian. Dan hasil pengujian diperoleh hasil bahwa pada RPM 6300, konsumsi bahan bakar mesin propulsi OS GT33 adalah sebesar 12,34 ml/menit. Total lama terbang selama 2 jam 45 menit dapat ditempuh dengan bahan bakar terisi minimal 2036,6 ml. Abstract Lapan Surveillance UAV (LSU 02) is LAPAN drone used for surveillance missions, mapping, and others. To approach the mission, LSU 02 must have sufficient flight endurance durability that appropriate with missions flight. Ground test experiments have been done for engine LSU 02 with engine capacity 33 cc. The experiment was conducted use a static test methode on a test bed, and some parameters such as fuel consumption and RPM have been monitored. Based on testing engine result, average fuel consumption obtained about 12,34 ml/minute for 33 cc engine on 6300 RPM. long flight endurance for 2 hours 45 minutes can be reached with a minimum 2036,6 ml fuel filled.Hal. 204-210 :ilus.; 30 C

    PENGARUH PENAMBAHAN BEBAN PAYLOAD TERHADAP KESTABILAN PESAWAT LAPAN SURVEILLANCE AIRCRAFT (LSA)

    No full text
    Abstrak Telah dilakukan penelitian pengaruh penambahan beban payload terhadap kestabilan pesawat LAPAN surveillance aircraft (LSA) dengan melakukan penambahan beban dan 15 kg sampai dengan 33.5 kg pada dudukan POD sayap sebelah kanan pesawat LSA. Hasilnya letakcenter of gravity CG masih pada posisi yang diizinkan sesuai dengan desain pesawat, tidak pada posisitail heavy ataupun nose heavy. Dengan penambahan bebanpayload sampai dengan 80 kg diprediksi letakcenter of gravity CG juga masih pada posisi aman. Abstract The research about Effect of the payload weight increase to the stability of the LAPAN Surveillance Aircraft has been done with weight increase from 15 kg to 33.5 kg on the right wing aircraft of the POD holder. The result is the location of the center of gravity CG is still in a position that allowed in accordance with aircraft design, not in position tail heavy or nose heavy. With the payload weight increase until 80 kg, predicted that the location of center of gravity CG is still in safe postion.Hal. 326-332 :ilus.; 30 C

    Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Menentukan Indeks Kerentanan Pantai terhadap Kenaikan Air Laut Studi Kasus: Kota Semarang

    No full text
    Perubahan iklim diakibatkan oleh adanya perubahan variabel iklim dalam waktu puluhan tahun. Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya temperatur bumi global, yang disebabkan okh kenaikan konsentrasi gas-gas karbon dioksida (CO2) dan metana (CH,f) di atmosfir. Pemanasan global tersebut memicu antara lain: mencairnya salju di kedua kutub dan kenaikan muka laut. Beberapa indikasi dari meningkatnya muka air laut antara lain adalah garis pantai yang makin naik, sedangkan indikasi adanya kenaikan muka air laut adakzh kawasan pantai yang makin berkurang, hilangnya sebagian kawasan hutan bakau serta teijadinya abrasi dan sedimentasi. Pantai utara Kota Semarang merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap kenaikan muka air laut karena bentuk pantainya landai juga terdiri atas daratan aluvial. Pada paper ini diterangkan kegunaan data penginderaan jauh guna menentukan indeks kerentanan pantai atau Coastal Vurnability Index (CVI) yang diturunkan dari data satelit altimetri, Landsat, dan SRTM. Berdasarkan perhitungan dari data satelit altimetri, kenaikan muka iar lau aelama 7 tahun adalah 70 mm atau sebesar 10mm/thn, sedangkan berdasarkan perhitungan dari CVI menggunakan data satelit Landsat, wilayah yang sangat rentan terhadap kenaikan air laut di Semarang yaitu Kecamatan Tugu dan Kecamatan Genuk,Hal.19-4

    Akurasi Klasifikasi Areal Tanaman Padi Berdasarkan Fase Menggunakan Data Landsat 8, Studi Kasus Di Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan

    No full text
    Tanaman padi (Oryza sativa sp.) mengalami fase vegetatif dan fase generatif dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya selama iebih-kurang 120 hari masa tanam. Dalam setiap siklus periode tanam sering ditambah dengan fase air dan fase bera. Fase air adalah fase pengelolaan lahan sebelum ditanami padi, sedangkan fase bera merupakan kondisi lahan setelah tanam padi dipanen. oleh karena itu, dalam satu periode tanam padi dikenal adanya empat fase kondisi lahan dan tanaman padi, yaitu fase air, fase vegetatif, fase generatif, dan fase bera. dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan klasifikasi tanaman padi berdasarkan fase pertumbuhannya menggunakan data satelit Landsat 8 hasil akuisisi tanggal 5 September 2014. tujuan penelitian ini adalah analisis akurasi klasifikasi fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman [adi dengan studi kasus di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Sulawesi Selatan). metode yang digunakan adalah Maximum Likelihood dan didukung oleh data survei lapangan. hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa akurasi klasifikasi secara digital secara keseluruhan dalam katagori baik (overall accuracy) di atas 70%. user accuracy untuk tanaman padi pada berbagai fase (bera,vegetatif, dan generatif) masih di atas 85%, dlam arti percampuran dengan kelas penutup lahan lain di sekitarnya secara digital tidak terlalu besar. hal ini memberikan gambaran bahwa data Landsat 8 cukup baik digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi tanaman padi secara temporalHal.1-1

    Pemanfaatan Data Landsat 8 Untuk Identifikasi Lahan Hutan, (Studi Kasus: Lombok)

    No full text
    Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dan persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Sejak awal tahun 1990 perubahan luasan hutan telah dipantau dari udara, penginderaan jauh merupakan satu-satunya metode yang sesuai untuk memantau hutan. Brasil dan India mempunyai sistem yang sudah operasional, sedangkan negara lain masih mencoba membangun kemampuan untuk melakukan pemantauan hutan dengan data satelit dan foto udara yang membutuhkan analisis data dan peralatan komputer. Kajian ini bert-ujuan mengembangkan pemanfataan Landsat 8 menggunakan metode analisis korelasi kanonik untuk identifikasi lahan hutan sebagai salah satu upaya untuk mendukung program perhitungan stock karbon di Indonesia. Studi area untuk kajian ini adalah Pulau Lombok yang mempunyai hutan cukup luas. Sebelumnya dilakukan stratifikasi zona Pulau Lombok. CCA menunjukkan bahwa kanal 3, 4, dan 5 Landsat-8 memberikan pengaruh yang paling besar dalam mengidentifikasi hutan dengan index 41.1+512-f-i3, di mana il, i2, dan i3 adalah band 3, 4, dan 5 dengan threshold nilai 2447 dan 2700 untuk zona 1, 2447 dan 2650 untuk zona 2, serta. 2554 dan 2800 untuk zona 3. Hasil klasifikasi CCA memberikan akurasi 92%. Kata Kunci: Hutan, Analisis Korelasi Kanonik, Landsat 8Hal.61-7

    Testing of Universal Software Radio Pheriperal System for Radio Interference Monitoring

    No full text
    Abstract: The USRP system is a smart system that can be programmed for various radio receivers and transmitters. The USRP system was tested to be as a receiver system for the radio monitoring and proposed to be radio solar receiver. Before the USRP used as a radio telescope that system was tested and compared firstly with a spectrum analyzer with ability for amplitude, frequency, frequency resolution and phase signal measurement. This experiment done with uses same two broadband FM antennas. The results obtained shows the good result, for frequency and frequency resolution measurement, so the system can be developed to be a radio telescope based on USRP.Hal. 102-107: ilus.; 29,5 c

    Perubahan Garis Pantai Teluk Lampung Berdasarkan Band Inframerah Citra Satelit Multispektral

    No full text
    Perubahan garis pantai adakh perubahan yang terjadi di sepanjang pantai akibat abrasi dan akresi secara kontinu. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai di Teluk Lampung dengan menggunakan band inframerah citra satelit multiymktral Landsat 7 ETM+ dan SPOT 4. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan analisis sensitivitas pada band infra merah yang ada untuk mendapat band yang dapat membedakan wilayah daratan dan laut dengan akurasi yang baik. Kemudian dilakukan klasifikasi densiol slicing sehingga dapat diperoleh garis pantai Teluk Lampung dan dianalisis perubahan garis pantainya. Hasil penelitian menunjukan, pada periode 2002-2012 telah terjadi perubahan garis pantai Teluk Lampung yang dapat dianalisis menggunakan band inframerah dekat yaitu band 4 dari citra Landsat ETM + dan band 3 dari citra SPOT-4. Perubahan garis pantai di Teluk Lampung yang diperoleh dari hasil analisis adalah abrasi seluas 84,81 ha dan lakresi seluas 25,05 ha. Abrasi yang terjadi sebagian besar di bagian utara dan selatan lokasi penenlitian karena adanya pembangunan tambak dan pelabuhan di Teluk LampungHal.1-1

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇