7104 research outputs found
Sort by
Identifikasi Objek Perairan Dangkal Menggunakan Citra Satelit Worldview-2 di Pulau Tidung Kepulauan Seribu DKI Jakarta
Teknologi penginderaan dapat digunakan untuk pemetaan objek pada perairan dangkal Hal ini berguna untuk kegiatan pemantauan dan pengelolaan ekosistem terumbu karang dan lamun. Pemetaan objek perairan dangkal dilakukan dengan menerapkan metode Lyzenga menggunakan 3 band pada spektrum visibel data penginderaan jauh. Meskipun dikategorikan data citra resolusi tinggi, penggunaan citra satelit WorldView-2 merupakan tantangan baru untuk pemetaan perairan dangkal dengan memiliki 6 band terletak pada spektrum visibel dapat terbentuk 20 pasang red green blue (RGB) dari algoritma Ly zenga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi RGB algoritma Lyzenga yang terbaik untuk klasifikasi habitat perairan dangkal menggunakan citra satelit Wo- rldView-2 di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu DKI jakarta. Penelitian ini menggunakan band 2, 3, 4, 5, dan 8 dari citra satelit WorldView-2. Metode yang digunakan dengan menentukan kombinasi dari band yang digunakan untuk proses koreksi kolom air dengan algoritma Lyzenga. Kombinasi band terbaik yang dihasilkan untuk mengidentifikasi sebaran objek di perairan dangkal adalah kombinasi RGB dari Lyzenga pasangan b2-b5, b3-b5, dan b4-b5Hal.45-6
Identifikasi Fase Pertumbuhan Tanaman Padi dari Data Citra Landsat-8 Menggunakan Parameter Normalize Difference vegetation Index
Fase perhrmbuhan dan umur tanaman padi merupakan paramater biofisik tanaman yang dapat dideteksioleh teknologi Penginderaan Jauh (Inderaja). Penelitian bertujuan untuk membangrm model pertumbuhan tanaman padisawah yang dapat diterapkan di PT Sang Hyang Seri, Subang, Jawa Barat. Fase pertumbuh6l dhn umur tanaman padidapat diduga berdasarkan model tersebut. Metode yang digunakan dalarn penelitian ini adalah pengolahan data sitelitLandsat-8 multi temporal dan analisis data setiap nilai piksel dari training sample (poligon). Pengolahan awal yangdilakukan adalah melakukan koreksi geomeffik dari data citra Landsat 8 dua tanggal yaitu tanggal 11 Juli 2014 darrtanggal 12 Agustus 2014. Selanjutllya dengan perangkat lunak yang dipogunakan dilakukan ekstoaksi informasimenjadi nilai Normalize Dffirence Vegetation lzdex (NDVI), sehingga diperoleh hubungan umur tanaman padi denganNDVI. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pertumbuhan tanaman padi dengan nilai NDM, yangberbentuk parabola. Pola pertumbuhan tanaman padi dimulai dengan fase awal tanam (nilai NDVI dari minus menuju0), dilanjutkan dengan fase vegetatif sehingga mencapai puncak parabola (nilai NDVI bertambah menuju 1). Setelahmencapai puncak tanaman padi memasuki fase generatif dilanjutkan dengan fase panen dan diakhili dengan fase bera(nilai NDW dari mendekati I menuju nilai minus).Hal.558-56
RANCANGAN SISTEM KELISTRIKAN UNTUK SISTEM PENGOLAH AIR GAMBUT DENGAN METODA AOP DAN RO
Hal. 96-106 :ilus.; 30 C
Skema Kerjasama Bilateral Indonesia-Tiongkok Di Bidang Keantariksaan
Kerja sama keantariksaan merupakan salah satu faktor penting pembangunan kemampuan keantariksaan negara berkembang termasuk Indonesia. Kerja sama dapat dilakukan secara bilateral maupun multilateral. Indonesia pada tahun 2013 telah mendatangani persetujuan kerja sama di bidang keantariksaan dengan Pemerintah Tiongkok. Tiongkok telah meratifikasi perjanjian tersebut. Di sisi lain, Indonesia sampai saat ini belum meratifikasi perjanjian tersebut. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana skema kerja sama yang tepat bagi kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok di bidang keantariksaan keantariksaan dan bagaimana seharusnya langkah Pemerintah Indonesia (dhi LAPAN) terhadap kerja sama bilateral keantariksaan dengan Pemerintah Tiongkok? Penelitian ini bertujuan menganalisis skema kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok di bidang keantariksaan yang tepat dengan menggunakan kerangka kerja yang dikembangkan oleh Broniatowski dick (2008). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan kerangka kerja evaluasi Broniatowski. Setelah dilakukan analisis, diasilkan kesimpulan bahwa skema yang tepat adala skema parallel mission dan Pemerintah Indonesia (LAPAN) segera melakukan langkah tiindak lanjut yang diperlukan sesuai dengna ketentuan perundangan nasional.Hal. 165-18