7104 research outputs found
Sort by
Penerapan Space Debris Mitigation Guidelines oleh negara-negera Anggota UNCOPOUS
10p., ill., 27 c
UPGRADE MANUFAKTUR KOMPOSIT MENGGUNAKAN METODE VACUUM RESIN INFUSION UNTUK STRUKTUR LSU
Vacuum infusion merupakan salah satu metode manufaktur komposit yang lebih unggul daripada metode hand lay up. Metode ini dapat meminimalkan kesalahan yang disebabkan oleh operator pada proses hand lay up karena pada metode ini proses lay up dilakukan oleh pompa vacuum yang menyedot resin dari reservoir untuk dialirkan ke area lay up atau benda kerja secara langsung. Metode ini telah dilakukan untuk pembuatan spesimen pada uji densitas dan ketebalan menggunakan serat e-glass WR 185 dan karbon WR 200 dengan matriks poliester. Poliester yang digunakan merupakan tipe khusus infusion dengan viskositas 155.92 cps. Dari hasil manufaktur komposit dengan metode vacuum infusion diketahui bahwa perbandingan fraksi massa serat dan resin rata-rata yaitu 70%:30% dan nilai densitas komposit e-glass WR185/poliester 1,7 g/cm3 dengan ketebalan rata-rata per lapis serat 0,16 mm. Sedangkan nilai densitas komposit karbon WR200/poliester 1,477 g/cm3 dengan ketebalan rata-rata per lapis serat 0,22 mm.Hal.35-42:ilus.;30 cm
Jurnal Sains Dirgantara=Journal of Aerospace Sciences Vol.13 No.2 Juni 2016
119p., ill.; 30 c
Penerapan Algoritma Spectral Angle Mapper (SAM) Untuk Klasifikasi Lamun Menggunakan Citra Satelit Worldview-2
Pemanfaatan teknologi satelit penginderaan jauh (remote sensing) sangat berkembang untuk identifikasi dan memantau sumberdaya alam wilayah pesisir, seperti lamun. Di Indonesia khususnya pemetaan lamun memanfaatkan pustaka spektral dari spektrometer belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran spektral lamun berdasarkan pengukuran in situ dan analisis citra satelit, memetakan lamun hingga tingkat spesies berdasarkan pustaka spektral pengukuran in situ dengan penerapan algoritma SAM dan menguji tingkat akurasinya. Penelitian dilaksanakan di ekosistem lamun Pulau Tunda, Banten. Citra satelit yang digunakan adalah WorldView-2 dan reflektansi spektral lamun diukur menggunakan spektrometer USB4000. Algoritma klasifikasi SAM memanfaatkan pustaka spektral dan mengkelaskan obyek dalam satu piksel secara homogen. Hasil klasifikasi berupa kelas lamun Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Thalassia Hemprichi, dan Halophila ovalis. Akurasi yang dihasilkan sebesar 35.6 %. Luas area masing-masing kelas adalah 0.8 Ha untuk kelas Cymodocea rotundata, 2.79 Ha untuk kelas Enhalus acoroides, 3,7 Ha kelas Thalassia hemprichii, dan 3.5 Ha untuk Halophila ovalis. Klasifikasi lamun hingga tingkat spesies belum menghasilkan akurasi yang baik. Area lamun dengan jenis yang beragam dan jumlah saluran pada citra satelit multispektral diasumsikan menjadi penyebab rendahnya nilai akurasi.hal.61-72 : ilus. ; 28 c
PENGARUH ORIENTASI MEDAN MAGNET ANTARPLANET PADA GANGGUAN GEOMAGNET DI LINTANG RENDAH
Medan magnet antarplanet (Interplanetary Magnetic Field/IMF) adalah medan magnet matahari yang dibawa oleh angin surya dan menjalar dalam ruang antarplanet. Berdasarkan studi sebelumnya diketahui bahwa kondisi angin surya saat terjadi rekoneksi amat berpengaruh terhadap gangguan geomagnet yang terjadi. Pada makalah ini dibahas respons medan geomagnet di lintang rendah pada berbagai kondisi rekoneksi yaitu pada saat komponen utara-selatan medan magnet antarplanet (IMF Bz) dominan selatan (IMF Bzhal. 73-8