7104 research outputs found
Sort by
Software stasiun Bumi Pada Operasi Satelit LAPAN TUBSAT, LAPAN-A2/ORARI, Dan LAPAN-A3/IPB
Hal. 11-1
SIMULASI STATIKFUSELAGE LSU-03 MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD = STATIC SIMULATION OF LSU-03 FUSELAGE USING FINITE ELEMENT METHOD
Makalah ini berisi tentang hasil simulasi statik fuselage LSU 03yang telah dilakukan menggunakan perangkat lunakFinite Element Method (FEM).Perangkat lunakFEM yang digunakan yaitu MacNeal-Schwendler Corporation(MSC)Patran/Nastran. Simulasi dilakukan terhadap dua desain fuselage tanpa rangka dan fuselage dengan penambahan rangka. Beban yang diterima oleh fuselage terdiri atas: gayake atas dari sayap, berat engine, gaya dorong engine, berat main landing gear, beratnose landing gear, serta bebandari beratpayload dan bahan bakar dengan load factor 3.8. Material yang digunakan yaitu menggunakan komposit serateglasscloth EW 185/epoxydengan penebalan pada bagian sambungan dengan sayap dan dudukan engine. Dari hasil simulasi FEM diketahui bahwa pada fuselage dengan penambahan rangka mengalami penurunan nilai maksimum tegangan arah X sebesar 17% dan arah Y 30%, serta kenaikan nilai maksimum tegangan geser sebesar 11%.Hlm. 13-2
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN STANDAR PENERBANGAN DAN ANTARIKSA LAPAN = SATISFACTION INDEX OF SOCIETY FOR INFORMATION TECHNOLOGY SERVICES AT THE CENTER FOR INFORMATION TECHNOLOGY AND STANDARD OF AERONAUTICS AND SPACE IN LAPAN
Pusat Teknologi Informasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa (Pustispan) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional sebagai salah satu instansi pemerintah dan didorong oleh tuntutan Reformasi Birokrasi pada 2016 telah melaksanakan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan 204 responden. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepuasan masyarakat pengguna layanan Teknologi informasi (TI) yang diberikan oleh Pustispan LAPAN.Pengukuran ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif. Hasilnya adalah (1) tingkat kepuasan masyarakat pengguna terhadap layanan TI pada Pustispan LAPAN merasa puas, dengan nilai IKM Pustispan sebesar 2,64 atau 65,9 (setelah dikonversikan); dan (2) Sepuluh unsur layanan TI Pustispan telah masuk dalam kategori baik, sehingga pengguna merasa puas terhadap unsur layanan TI, yaitu kemudahan akses internet (2,76), ketersediaan bandwith jaringan (2,57), keamanan jaringan (2,71), ketersediaan layanan e-mail (2,59), kemudahan akses e-mail lapan.go.id (2,56), ketersediaan kuota attachmente-mail lapan.go.id (2,56), ketersediaan kuota e-mail lapan.go.id (2,80), kemudahan akses situs web (3,08), tampilan situs web (2,71), dan ketersediaan fitur situs web (2,76). Namun demikian untuk unsur stabilitas koneksi internet (2,25) terlihat pengguna masih merasa kurang puas terhadap layanan TI yang diberikan oleh Pustispan.Hlm. 21- 3
PENGARUH ASIMILASI DATA PENGINDERAAN JAUH (RADAR DAN SATELIT) PADA PREDIKSI CUACA NUMERIK UNTUK ESTIMASI CURAH HUJAN = IMPACT OF REMOTE SENSING DATA ASSIMILATION (RADAR AND SATELLITE) ON NUMERICAL WEATHER PREDICTION FOR RAINFALL ESTIMATION
AbstractOne of the main problems in numerical weather modeling was the inaccuracy of initial condition data (initial conditions). This study reinforced the influence of assimilation of remote sensing observation data on initial conditions for predictive numerical rainfall in BMKG radar area Tangerang (Province of Banten and DKI Jakarta) on January 24, 2016. The procedure applied to rainfall forecast was the Weather Research and Forecasting model (WRF) with a down-to-down multi-nesting technique from Global Forecast System (GFS) output, the model was assimilated to radar and satellite image observation data using WRF Data Assimilation (WRFDA) 3DVAR system. Data was used as preliminary data from surface observation data, EEC C-Band radar data, AMSU-A satellite sensor data and MHS sensors. The analysis was done qualitatively by looking at the measurement scale. Observation data was used to know rainfall data. The results of the study showed that producing rainfall predictions with different assimilation of data produced different predictions. In general, there were improvements in the rainfall predictions with assimilation of satellite data was showing the best results. Abstrak Salah satu masalah utama pada pemodelan cuaca numerik adalah ketidak-akuratan data kondisi awal (initial condition). Penelitian ini menguji pengaruh asimilasi data observasi penginderaan jauh pada kondisi awal untuk prediksi numerik curah hujan di wilayah cakupan radar cuaca BMKG Tangerang (Provinsi Banten dan DKI Jakarta) pada 24 Januari 2016. Prosedur yang diterapkan pada prakiraan curah hujan adalah model Weather Research and Forecasting (WRF) dengan teknik multi-nesting yang di-downscale dari keluaran Global Forecast System (GFS), model ini diasimilasikan dengan data hasil observasi citra radar dan satelit menggunakan WRF Data Assimilation (WRFDA) sistem 3DVAR. Data yang digunakan sebagai kondisi awal berasal dari data observasi permukaan, data C-Band radar EEC, data satelit sensor AMSU-A dan sensor MHS. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan melihat nilai prediksi spasial distribusi hujan terhadap data observasi GSMaP serta metode bias curah hujan antara model dan observasi digunakan untuk mengevaluasi pengaruh data asimilasi untuk prediksi curah hujan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan prediksi curah hujan dengan asimilasi data yang berbeda menghasilkan prediksi yang juga berbeda. Secara umum, asimilasi data penginderaan jauh memberikan perbaikan hasil prediksi estimasi curah hujan di mana asimilasi menggunakan data satelit menunjukan hasil yang paling baik.Hlm. 79-8
OPTIMASI PARAMETER DALAM KLASIFIKASI SPASIAL PENUTUP PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA SENTINEL SAR = PARAMETERS OPTIMIZATION IN SPATIAL LAND USE LAND COVER CLASSIFICATION USING SENTINEL SAR DATA
Hlm.111-12
Analisis Temporal dan Spasial serta Karakteristik Lokasi Suspended Particulate matter (SPM) di Jawa dan Bali
Hal. 174-18
Design of Unmanned Aircraft Wing Testing Apparatus Using Whiffletree Method Study Case: LSU-05
Unmanned aircraft wing structure strength testing needs to be carried out to verify unmanned aircraft wing structure strength calculation which is one of the requirementS needed to fulfill airworthiness requirement. This paper explainsaerodynamics load model used on the wing structural test and the design process of wing structural test using whiffletree. Wing structural testing on LAPAN Surveillance UAV (LSU)-05 will be used as study case. The load resulted from the whiffletree to represent aerodynamic load on LSU-05 compared to analytical calculation using Schrenk has less than 3 % error.Hlm.207-21