7104 research outputs found
Sort by
Wisata Cuci Mata Sejenak: Rusa Totol, Pelengkap Kehidupan Taman Pustekbang LAPAN
Hlm. 45-4
Teknologi Informasi LAPAN Sabet TOP IT Implementation on Information Security of e-Goverment 2017
Hlm. 47-4
Jurnal Sains Dirgantara = Journal of Aerospace Sciences Vol. 15 No.1 Desember 2017
62 Hlm.,ill.; 30 c
INOVASI PENGEMBANGAN RADAR CUACA NASIONAL
Teknologi radar Frequency Modulated Continous Wave (FMCW) sudah mencapai tahap modern. Teknologi ini memungkinkan untuk mendeteksi target jarak jauh dengandaya pancar yang rendah. Di Indonesia, sampai dengan tahun 2015, teknik modulasi FMCW pada radar masih sebatas diterapkan kepada jenis radar keselamatan (surveillance) dan keamanan kelautan (coastal). Wilayah Indonesia yang cukup luas, membutuhkan pengawasan cuaca, utamanya untuk keselamatan penerbangan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pengamatan cuaca, Indonesia mulai mengembangkan radar non polarimetrik yang menggunakan teknologi FMCW. Radar cuaca non polarimetrik ini dikembangkan menggunakan metode yang sama dengan radar kelautan yang selama ini telah dikembangkan ditambah dengan beberapa jenis perangkat keras yang memang khusus untuk radar cuaca. Hasil uji coba radar cuaca X-band non polarimetrik yang dikembangkan mampu mendeteksi objek awan dengan cukup bagus dan memiliki jarak jangkau sampai dengan 30 km. Hasil uji coba radar ini dilakukan dengan cara radar cuaca X-Band lain.Hlm.72-7
Kualitas Udara Dan Hubungan Antara Partikel Dan Gas Polutan Serta Kondisi Trayektorinya Di DKI Jakarta
Telah dilakukan analisis rata-rata harian konsentrasi PM10, O3, NO2, dan SO2 dari Air Quality Monitoring System (AQMS) Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta di Jakarta pada tahun 2013. Kualitas udara yang memburuk di Jakarta akan berdampak pada kesehatan dan terjadinya deposisi asam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui korelasi antara pembentukan deposisi asam dan identifikasi asal sumber polutan. Korelasi yang kuat dan hubungan yang kuat dengan signifikansi < 0,01 terdapat dalam hubungan PM10 dengan O3 ; NO2 dan SO2 dengan angka 0,342; 0,633 dan 0,382. Pembentukan PM10 dari oksidasi O3 dengan NO2 dan SO2 adalah kuat dan signifikan. Sumber polutan dari barat, timur, utara dan tenggara kota DKI Jakarta menyumbang PM10, NO2, SO2, dan O3 pada siang hari dalam 24 jam, selain secara lokal.Hlm.284-29
Kajian Penjadwalan dan Penggunaan Prioritas Antena di Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare dan Rumpin = Study of Antenna Scheduling and Use Priority Review at Remote Sensing Ground Station Parepare and Rumpin
Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN memiliki beberapa stasiun bumi diantaranya stasiun bumi parepare, rumpin, dan pekayon. Penerimaan data satelit resolusi rendah diterima oleh stasiun bumi parepare dan pekayon, untuk data satelit resolusi menegah diterima oleh stasiun bumi parepare dan rumpin, sedangkan untuk resolusi tinggi dan sangat tinggi sudah dan akan diterima hanya melalui stasiun bumi parepare. Sehingga dibutuhkan penjadwalan dan prioritas untuk penggunaan antena di masing-masing stasiun. Oleh karena itu, dibuatkan kajian berupa penjadwalan dan penggunaan prioritas antena. Skenario dibuat untuk menentukan kondisi real dan ideal dari jumlah antena yang dimiliki dan yang harusnya dimiliki agar tidak terjadi konflik antar satelit yang menjadi prioritas akuisisi dataHlm. 29-3