7104 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI FLARE BERBASIS HASIL ANALISIS DATA SPACE-WEATHER HMI ACTIVE REGION PATCHES (SHARPS) = AN IDENTIFICATION OF FLARE BASED ON SPACE-WEATHER HMI ACTIVE REGION PATCHES (SHARPS) DATA ANALYSIS
Saat ini mempelajari cuaca antariksa merupakan hal yang penting karena cuaca antariksa dapat memberikan dampak langsung khususnya bagi teknologi satelit yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.Kondisi terkini cuaca antariksa sangat dipengaruhi oleh aktivitas matahari. Salah satu penyebab perubahan aktivitas matahari adalah ledakan atau flare yangbersumber dari daerah aktif di permukaan matahari atau fotosfer. Namun, hingga saat ini mekanisme terjadinya flare terus menjadi bahan perdebatan para peneliti. Akan tetapi pengukuran medan magnet fotosferik daerah aktif bisa memberikan gambaran bahkan mungkin bisa digunakan untuk prediksi kejadian flare. Dinamika medan magnet dapat dilihat melalui produk data instrumen Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) yakni Space-weather HMI Active Region Patches (SHARPs). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik parameter medan magnet fotosferik daerah aktif yang menghasilkan flare-X, flare-M dan yang tidak menghasilkan flare. Analisis dilakukan pada daerah aktif (AR) 12297 yang menghasilkan flare X2.1, AR 12371 yang menghasilkan flare M7.9 dan AR 12532 yang tidak menghasilkan flare. Parameter data SHARP untuk AR 12297 mempunyai nilai yang lebih tinggi hampir 2 kali lipatnya untuk parameter tertentu dari AR 12532. Jika dibandingkan dengan AR 12371, faktor jumlah flare serta kompleksitas konfigurasi medan magnetterlihat mempengaruhi besar nilai parameter-parameter tersebut.Hlm.61-6
APLIKASI METODE DEPTH AREA DURATION (DAD) UNTUK ANALISIS KEJADIAN BANJIR BESAR DI JAKARTA TAHUN 2007 DAN 2008 = AN APPLICATION OF DEPTH AREA DURATION (DAD) METHOD FOR ANALIZING SEVERE FLOOD EVENTS OVER JAKARTA IN 2007 AND 2008
Hlm. 69-8
Estimasi Albedo Permukaan dengan Metode Reflektan Minimum Untuk Penurunan Aerosol Optical Depth dari Satelit Himawari-8
Hal. 141-15
Suhu dan Presipitasi Global Desember 2016: Suhu Terpanas dalam 137 Thun Terakhir
hal. 21-2