7104 research outputs found
Sort by
Pengaruh Suhu Permukaan Laut Dan Angin Terhadap Distribusi Klorofil-A Di Perairan Papua Tahun 2002-2016
Hlm.100-10
Akurasi Temperatur Virtual Radio Acoustic Sounding System (RASS) Terhadap Data Radiosonde Di Kototabang
Lapisan-lapisan atmosfer berdasarkan perbedaan temperatur virtual (Tv) terhadap ketinggian ditunjukkan dengan jelas baik oleh data RASS maupun data Radiosonde, begitu pula dengan fluktuasi Tv terhadap waktu. Berdasar kedua data tersebut telah dilakukan penelitian dengantujuan mengetahui akurasi temperatur virtual estimasi RASS terhadap temperatur virtual Radiosonde hasil perhitungan. Data yang digunakan adalah data Kototabang pada bulan November 2002 dan April-Mei 2004. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa perbandingan kuantitas Tv pada November 2002 menunjukkan bahwa Tv RASS pada umumnya lebih kecil dibandingkan Tv Radiosonde. Hal serupa juga ditunjukkan oleh data April-Mei 2004, bahwa Tv RASS pada umumnya lebih kecil dibandingkan Tv Radiosonde, untuk lapisan permukaan sampai ketinggian 9600 m. Di atas itu, Tv RASS lebih besar dari Tv Radiosonde. Bias/perbedaan Tv RASS dengan Tv Radiosonde bervariasi antara -1,4 sampai 5,9 K untuk data tahun 2002 dan -0,3 K sampai 22 K untuk data tahun 2004. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa akurasi Tv RASS terhadap Tv Radiosonde terkecil mencapai 99,2 % atau Tv RASS mempunyai kesalahan terbesar 0,8 %pada lapisan dengan ketinggian 1500 msampai 10000 m. Akurasi semakin berkurang di atas ketinggian tersebut.Hlm.145-15
Statistik Kesalahan Prediksi Wrf Di Atas Indonesia Menggunakan Metode NMC
Tulisan ini menganalisa hubungan antara statistik kesalahan latar (background error) prediksi Weather and Research Forecasting (WRF) yang digunakan Satellite-based Disaster Early Warning System (Sadewa), dengan topografi dan wilayah hujan dan non-hujan di atas Indonesia. Background error dihitung menggunakan metode yang ditemukan di National Meteorological Center (NMC) (sekarang National Centers for Environmental Prediction (NCEP)) disebut metode NMC, yang menggunakan selisih antara prediksi keluaran 12-jam dan 6-jam sebagai proksi kesalahan prediksi. Hasilnya mengindikasikan bahwa standar deviasi suhu, mixing-ratio uap air, dan kelembaban relatif berasosiasi dengan wilayah hujan dan non-hujan, tergantung pada ketinggiannya. Hasil ini diharapkan akan berguna untuk pengembangan Sadewa berikutnya.Hlm.111-11
Proceedings 2nd International Forum on Sustainable Future in Asia. January 26-28, 2017
...hlm
Analisis Perbandingan Protokol VNC dan RDP pada Clientless Remote Dekstop Gateway di Pustekdata LAPAN = Comparative Analysis of VNC and RDP Protocols on Clientless Remote Desktop Gateway in Pustekdata LAPAN
Pustekdata LAPAN merupakan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang penginderaan jauh yang bertugas melakukan akuisisi, pengolahan, dan pengelolaan data penginderaan jauh. Kegiatan remote server data penginderaan jauh tidak asing lagi dilakukan di Pustekdata LAPAN. Untuk melakukan remote ke server penginderaan jauh peneliti di Pustekdata LAPAN selama ini menggunakan aplikasi remote seperti VNC Viewer dan Remote Desktop Connection. Hal ini menuntut para peneliti untuk menginstal terlebih dahulu aplikasi tersebut jika komputer klien tidak terinstal aplikasi tersebut. Dalam penelitian ini, dilakukan implementasi Clientless Remote Desktop Gateway (CRDG) di Pustekdata LAPAN dan menganalisis perbandingan protokol VNC dan RDP yang digunakan pada sistem. CRDG merupakan sebutan untuk Guacamole Server karena dengan Guacamole dapat melakukan remote desktop cukup menggunakan web browser. Dengan Guacamole Server, peneliti di Pustekdata LAPAN dapat melakukan remote cukup dengan membuka web browser tanpa menginstal aplikasi remote terlebih dahulu. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa dengan Guacamole Server, throughput pada sistem jaringan menghasilkan nilai yang lebih kecil daripada menggunakan aplikasi remote. Hal ini dapat menghemat penggunaan bandwidth pada sistem jaringan Pustekdata LAPAN. Kemudian untuk melakukan remote ke server dengan OS CentOS maupun Windows melalui Guacamole Server dapat menggunakan protokol VNC karena menghasilkan throughput dan packet loss yang lebih kecil dibandingkan dengan protokol RDP.Hlm. 1-1
Penerapan Applikasi Geonode untuk Pembangunan Sistem Pemantauan Bumi Nasional (SPBN) di Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN = Implementation Geonode Application for National Earth Observation System Development (SPBN) in Remote Sensing Application Center LAPAN
Banyak data penginderaan jauh yang telah diolah oleh Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam bentuk informasi yang sudah dimanfaatkan dan digunakan oleh Kementrian/Lembaga Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten/Kota, Akademisis, BUMN, BUMD, dan Swasta. Informasi yang di olah oleh PUSFATJA adalah Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), Sumber Air dan Kualitas Danau, Terumbu Karang, Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Indonesia, Respon Bencana, Potensi Banjir Harian, Mangrove, Lahan Akses Terbuka (Areal Pertambangan), Kualitas Air Laut, Informasi Potensi Kekeringan, Informasi Hutan dan Non Hutan, Hotspots, Informasi Gunung Api Indonesia, Informasi Fase Pertumbuhan Padi Indonesia. Dari semua informasi tersebut, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mempermudah user atau pengguna agar dapat memperoleh informasi secara cepat, aman, dan real time. Dengan melakukan Pengoperasian infrastruktur dan pengayaan konten informasi Sistem Pemantauan Bumi Nasional secara baik salah satunya adalah menggunakan Geonode. Geonode dapat mengintegrasikan informasi tersebut dalam layer-layer sistem pemetaan web dan internet. Geonode merupakan sebuah sistem geoportal opensource gabungan antara framework Django dan bahasa pemograman Python yang mampu untuk menyajikan visualisasi spasial dinamis secara interaktif dan terhubung ke jaringan informasi elektronik. Hal ini sangat penting bagi pengambil keputusan dan mitra dalam persiapan pernecanaan, pembangunan, pengawasan, dan respon terhadap keadaan darurat kemanusiaan di seluruh indonesia dan juga dapat mempromosikan teknologi inovatif dan praktik terbaik penerapan informasi Geospasial.Hlm. 41-5
Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi Perairan Probolinggo Menggunakan Citra Landsat-8 = Suspended Solids Distribution of Probolinggo Waters Using Landsat-8 Imagery
Perairan Probolinggo memiliki sumberdaya perairan yang sangat potensial sebagai wisata bahari, pelabuhan perkanan dan kehidupan biota laut. Perairan ini memiliki ekosistem laut dangkal yang merupakan tempat hidup dan memijah ikan-ikan laut seperti ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Kondisi perairan mengalami penurunan kualitas disebabkan semakin pesatnya pembangunan sehingga memberikan tekanan terhadap lingkungan yang ada di lingkungan perairan. Factor utama yang mempengaruhi kualitas perairan adalah padatan tersuspensi, kekeruhan air, trasparansi dan klorofil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi muatan padatan tersuspensi yang terjadi di Perairan Probolingo menggunakan citra Landsat-8. Metode untuk menghasilkan distribusi mutan padat tersuspensi menggunakan algoritma yang dikembangkan oleh Parwati (2006): TSS = 3.3238*exp (34.099*Red Band), dimana Red band adalah nilai reflektansi data yang sudah terkoreksi atmosfer, data yang digunakan hasil perekaman pada tanggal 21 Agustus 2016. Hasil analisis dari pengolahan data citra Landsat-8 menunjukan konsentrasi muatan padatan tersuspensi antara 16-220 mg/l, distribusi konsentrasi mencapai 220 mg/l menuju ke pesisir sepanjang garis pantai perairan Probolinggo ke arah barat, sedangkan konsentrasi semakin kecil 16 mg/l menuju laut menjahui pantai.Hlm. 301-30
Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang dapat dijadikan sebagai indikator tingkat kesuburan di suatu perairan. Tinggi rendahnya konsentrasi klorofil-a berkaitan dengan kondisi fisik oseanografi suatu perairan seperti suhu permukaan laut dan angin. Konsentrasi klorofil-a yang tinggi di suatu wilayah juga dapat dijadikan indikasi sebagai tempat berkumpulnya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait karakteristik spasial dan variabilitas musiman suhu permukaan laut, angin permukaan dan klorofil-A di Laut Banda. Metode analisis spasial dan temporal diaplikasikan terhadap data ex-situ (remote sensing) suhu permukaan laut dan klorofil-A yang memanfaatkan data yang didapat dari data satelit Aqua MODIS National Oceanic and Atmospheric AdministrationAdvanced Very High Resolution Radiometer (NOAA-AVHRR) dan data angin yang diperoleh dari European Center for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) selama periode 2006-2015. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada periode musim timur (JJA) angin permukaan umumnya didominasi dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan tertinggi dibanding periode musim lainnya sehingga terjadi upwelling yang masif di Laut Banda. Kondisi ini dapat ditandai dengan relatif rendahnya suhu permukaan laut dan tingginya konsentrasi klorofil-a dibandingkan dengan periode musim yang lainHlm. 347-35
Kajian Awal Pemanfaatan Data LSU-02 (LAPAN Surveillance UAV-02) untuk Analisis Pola Sebaran Sedimen di Pesisir Kabupaten Pacitan = Preliminary Study of LSU-02 (LAPAN Surveillance UAV-02) DataApplication to Sediment Distribution Pattern Analysis in Coastal Area of Pacitan District
Sedimentasi berperan penting dalam aktivitas hidrologi, terutama dampak persebarannya terhadap lingkungan. Mengingat hal tersebut cukup implikatif, penting bagi kita untuk mengkaji pola sebaran sedimen. Hadirnya teknologi UAV dalam dunia penginderaan jauh merupakan keuntungan tersendiri karena nilai resolusi spasial yang dihasilkan cukup tinggi. LSU-02 (LAPAN Surveillance UAV-02) membawa kamera dengan spektrum tampak yakni kanal Red, Green, dan Blue, dengan resolusi spasial 10cm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran sedimen di Pantai Soge Kabupaten Pacitan dengan memanfaatkan data LSU-02 yang diakuisisi pada tanggal 7 April 2016.Orthomosaic dari 30 foto udara dikoreksi geometrik dengan referensi GPS yang dibawa oleh wahana. Klasifikasi dilakukan dengan memanfaatkan nilai DN dan derajat keabuan yakni pada analisa perbedaan warna dan rona pada foto udara yang dibagi dalam empat kelas. Sehingga arah persebaran sedimentasi menunjukkan bahwa gradasi pola sebaran sedimen terlihat di muara sungai di Pantai Soge, Kabupaten Pacitan. Pola menunjukkan jumlah sedimen tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah sebanyak 11.17%, 60.41%, 27.36%, dan 1.06%. Perbedaan nilai pada setiap kelas tersebut dikarenakan jumlah material di dalam air mempengaruhi tangkapan cahaya yang diterima oleh sensor.Hlm. 363-36