7104 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN KOMPONEN LSU (LAPAN SURVEILLANCE UAV) DENGAN MENGGUNAKAN 3D PRINTER = LAPAN SURVEILLANCE UAV (LSU) PART MANUFACTURING WITH 3D PRINTER
RINGKASAN Pesawat tanpa awak atau sering disebut juga Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang dikembangkan LAPAN diberi nama LSU (LAPAN Surveilance UAV). Bahan utama yang digunakan pada manufaktur LSU adalah komposit yang terdiri dari serat sintetis (E-glass, Carbon), kayu balsa dan resin jenis termoset (epoksi, poliester). Metode manufaktur yang biasa dilakukan adalah hand layup, vacuum bagging dan resin infusion. Seiring dengan perkembangan teknologi manufaktur maka Pustekbang juga mulai menggunakan 3D printer dalam pembuatan beberapa komponen pesawat LSU, terutama pada bagian secondary structure atau bukan struktur utama dari pesawat seperti: spar, rib, skin dll. Proses pembuatan komponen UAV dengan 3D printer menjadi efektif, bersih, aman dan hemat waktu. Hal ini dikarenakan pada saat proses printing, kegiatan lain dapat dilakukan secara paralel sambil menunggu proses printing selesai. 3D printing juga dapat meningkatkan fleksibilitas desain part. 3D printing tidak hanya secara besar-besaran menyederhanakan rantai pasokan part pada suatu pabrik, desain bare juga mengurangi berat part sebesar 25 persen. 3D printer yang saat ini digunakan di Pustekbang adalah jenis direct printer dengan bahan polimer (PLA atau Polylactic Acid dan ABS atau Acrylonitrile butadiene styrene). Ukuran 3D printer 500 x 500 x 500 mm merek ZBOT. Cara kerja 3D printer adalah membuat model obyek 3D (file.STL) kemudian setting parameter print (.Gcode) setelah itu proses printing dan finishing hasil. Komponen sekunder (secondary structure) dari pesawat LSU telah dapat dikembangkan menggunakan 3D printer. Tidak menutup kemungkinan untuk selanjutnya dilakukan penelitian agar mengetahui properti material dari 3D printer sehingga dapat digunakan sebagai struktur utama dalam pembuatan struktur utama dari LSU.Hlm. 27-3
Pengaruh Central Pacific dan eastern Pacific El Nino terhadap variabilitas curah hujan di Sulawesi
Hlm.73-8
Aplikasi KRISNA Perlu Disempurnakan Guna Menyelaraskan Perencanaan dan Penganggaran Belanja Negara
Hlm.51-5
Sustainable Development Goals (SDGs): Akankah Mendukung Penerapan Teknologi Keantariksaan?
Hlm.65-6
Development And Test Of The Software For The Fligt Control Panel Of LSA-02 Tecnology Demonstrator Aircraft
The Flight Control Panel (FCP) is the interface for safety pilots and the Electronic Flight Control System (EFCS). The FCP display informs the safety pilot about active and available automatic modes, status of system error, and the aircraft flight state. The safety critical information that the pilot enter on FCP is to be forwarded directly to the Flight Control Computer (FCC) and mirrored to the FCP display. It must be ensured that the FCC correctly understood pilot commands before the pilot conforms its execution.Development and test of the software for the FCP are conducted according to the V-model. The process of FCP software development is started with te requirements specification, continued with the software design and ended with the integration and verification of the FCP software design.The design of FCP software consists of serial handling which has purpose of handling serial communication, CAN handling is to handle the CAN communication, and GUI handling is to handle the GUI or layout FCP software display. The conclusions from the thesis are the development of FCP software has been completed and the FCP software meets all the requirements.X, 62 hlm. : ill. ; 28 c
Analisis Implementasi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia Riset Teknologi Keantariksaan di Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional
Tesis ini membahas implementasi kebijakan pengembangan sumber daya manusia riset keantariksaan di LAPAN dalam konteks Implementasi Edwards III. Undang-undang keantariksaan mengamanatkan LAPAN untuk melakukan penelitian dan pengembangan serta penyelenggaraan keantariksaan di Indonesia. Sebagai lembaga litbang, LAPAN kekurangan SDM riset (peneliti, perekayasa dan litkayasa), mengalami ketimpangan komposisi kualitas SDM, serta masi minimnya kontribusi riset litbang yang menuju kearah pemanfaatan. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivism dengna jenis penelitian deskriptif. asil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam melakukan pengembangan SDM riset keantariksaan di LAPAN, arus dibuatkan perencanaan strategis pengembangan SDM yang memuat rencana kerja jangka panjang, menengah maupun jangka pendek yang terarah dan terukur setiap tahunya agar dapat dilakukan monitoring dan evaluasi dan terintegrasi dengan perencanaan strategis Lembaga untuk emningkatkan pengembangan, capaian dan penerapan riset keantariksaan yang mendukung pembangunan di Indonesia.Viii, 144 hlm. : ill. ; 28 c