Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    INVESTIGASI GAYA KONTAK/IMPAK PADA MAIN LANDING GEAR PESAWAT KOMUTER DENGAN PENDEKATAN MULTI-BODY SIMULATION (MBS) RIGID MODELS

    No full text
    AbstractLanding Gear Drop Test (LGDT) which aims to determine the characteristic of contact/impact force that occurs in the time of the touchdown landing has been conducted. Experimental tests using the apparatus requires a substantial time and cost. Virtual Landing Gear Drop Test (vLGDT) using MSC ADAMS software is one of the solutions for initial stage to testing landing gear. Stiffness values and damping coefficient obtained from vLGDT are 5.0e5 N/m and 1600 N.sec/m. Contact/impact force that occurs on vLGDT is 75996 N, while from experimental is 73612 N. The difference between vLGDT and experimental result is 3.14%.Abstrak:Pengujian landing gear yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya kontak/impak yang terjadi saat touchdown landing telah dilakukan. Pengujian eksperimental menggunakan apparatus membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Vitual Landing Gear Drop Test (vLGDT) menggunakan perangkat lunak MSC ADAMS merupakan salah satu alternatif untuk pengujian tahap awal landing gear. Dari simulasi menggunakan vLGDT diperoleh nilai k = 5.0e5 N/m dan cmax = 1600 N.detik/m. Gaya kontak/impak yang terjadi pada simulasi menggunakan vLGDT sebesar 75996 N, sedangkan dari eksperimental sebesar 73612 N. Hasil vLGDT lebih besar 3.14% dibandingkan eksperimental.Hlm. 1-10:Il.; 31 c

    ANALISIS CFD KARAKTERISTIK AERODINAMIKA PADA SAYAP PESAWAT LSU-05 DENGAN PENAMBAHAN VORTEX GENERATOR (ANALYSIS OF CFD AERODYNAMIC CHARACTERISTICS AT THE WING OF AIRCRAFT LSU-05 WITH THE ADDITION OF VORTEX GENERATOR)

    No full text
    AbstractLSU-05 aircraft is one of the unmanned aerial vehicles (UAV), which is being developed by the Aeronautics Technology Center of LAPAN, whose mission is for research, observation, patrol, border surveillance, and investigation of natural disasters. This study aims to determine the effect of vortex generators on the aerodynamic characteristics of the LSU-05 Unmanned Aircraft wing. The method used is a numerical analysis with CFD simulation for predicting aerodynamic characteristics and flow phenomena that occur. The models used are the aircraft wing of the LSU-05 without vortex generator and with vortex generator designed with CATIA software. The simulation is using ANSYS Fluent software to determine changes in the aerodynamic characteristics of the wing after the addition of vortex generators such as the lift coefficient and drag coefficient. The results of the addition of vortex generator on LSU-05 wings are the increasing value of the maximum lift coefficient of the wing which becomes 1,34840 from 1,26450, it increases 0,0839 (6.63%) point, the increasing value of the drag coefficient on the angle of attack from -9? to 11?, the decreasing value of the drag coefficient on the angle of attack 12? up to 15? and the increasing stall angle of wing from 11? to 14? or increased by 3? (27,7%). AbstrakPesawat LSU-05 adalah salah satu pesawat tanpa awak (UAV) yang sedang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, yang mempunyai misi untuk kegiatan penelitian, observasi, patroli, pengawasan perbatasan wilayah, dan investigasi bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vortex generator terhadap karakteristik aerodinamika dari sayap Pesawat Tanpa Awak LSU-05. Metode yang digunakan adalah analisis numerik dengan simulasi CFD untuk memprediksi karakteristik aerodinamika dan fenomena aliran yang terjadi. Model yang digunakan adalah sayap pesawat LSU-05 tanpa vortex generator dan dengan vortex generator yang didesain dengan software CATIA. Simulasi menggunakan software ANSYS Fluent untuk mengetahui perubahan karakteristik aerodinamika sayap setelah penambahan vortex generator seperti koefisien lift dan koefisien drag. Hasil yang diperoleh dari penelitian penambahan vortex generator pada sayap Pesawat LSU-05 adalah peningkatan nilai koefisien lift maksimum sayap dari 1,26450 menjadi 1,34840 atau naik sebesar 0,0839 (6,63%), peningkatan nilai koefisien drag pada sudut serang -9? s/d 11?, penurunan nilai koefisien drag pada sudut serang 12? s.d 15? dan peningkatan sudut stall sayap dari 11? menjadi 14? atau naik sebesar 3? (27,7 %).Hlm. 45-58:Il.; 31 Cm

    PENINGKATAN KUALITAS FOKUS CITRA IMAGER MULTISPEKTRAL SATELIT LAPAN-A3

    No full text
    AbstractIn order to know about vibration characteristics of a combination between engine and propeller used in LAPAN Surveillance UAV (LSU) series, it needs a test apparatus called the engine vibration test stand. The engine vibration test stand structure must be strong and stiff to get good result in engine vibration test. In the initial phase, the engine vibration test stand was madeof 1 meter length of ASTM A36 material with H shape and the lower part of it was bolted to the reinforced floor. By using a finite element method software and inputting some parameters from engine DA-170 and mechanical properties of ASTM A36, the engine vibration test stand had safety factor of 26,24. Furthermore, the top five natural frequencies were 61,94Hz, 77,18Hz, 93,79 Hz, 212,23Hz and 286,24Hz. AbstrakUntuk mengetahui karakteristik getaran dari kombinasi engine dan propeller yang digunakan pada LAPAN Surveillance UAV (LSU) series maka diperlukan sebuah alat uji yang disebut alat uji getaran engine (AUGE). Struktur AUGE harus dibuat kuat dan kaku untuk mendapatkan hasil uji getaran engine yang baik. Sebagai langkah awal telah dibuat sebuah AUGE yang terbuat dari material ASTM A36 yang berbentuk H setinggi 1 meter dengan bagian bawahnya dibaut ke sebuah lantai yang sudah diperkuat. Dengan menggunakan software metode elemen hingga dan memasukkan parameter engine DA-170 serta sifat mekanik ASTM A36 didapatkan bahwa struktur AUGE tersebut memiliki nilai faktor keamanan sebesar 26,24. Adapun lima nilai pertama frekuensi pribadi dari struktur tersebut adalah 61,94 Hz, 77,18 Hz, 93,79 Hz, 212,23 Hz dan 286,24 Hz.Hlm. 71-80:Il.; 31 Cm

    PERBEDAAN PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASIDENGAN METODE CHI-SQUARE TEST (STUDI KASUS: PUSTISPAN LAPAN) = DIFFERENCE OF USER PERCEPTION TOWARDS INFORMATION TECHNOLOGY SERVICES WITH CHI-SQUARE TEST, CASE STUDY IN PUSTISPAN LAPAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaanpersepsi penggunaterhadap layanan teknologi informasi yang diberikan oleh Pustispan LAPAN dari aspek layanan infrastruktur jaringan, layanan e-mail, dan layanan situs web LAPAN. Data yang digunakan adalah persepsi responden terhadap layanan TI yang diberikan oleh Pustispan LAPAN. Metode pengambilan datadilakukan melalui survei penyebaran kuesioner kepada 172 responden, dan uji perbedaan persepsi penggunadilakukan dengan Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan persepsi pengguna terhadap layanan teknologi informasi yang diberikan oleh Pustispan LAPAN dari aspek layanan infrastruktur jaringan; (2) terdapat perbedaan persepsi pengguna terhadap layanan teknologi informasi yang diberikan oleh Pustispan LAPAN dari aspek layanan e-mail; dan (3) terdapat perbedaan persepsi pengguna terhadap layanan teknologi informasi yang diberikan oleh Pustispan LAPAN dari aspek layanan situs web LAPANHlm. 31-4

    Sistem Formulasi Propelan Terpadu Untuk Mendukung Pengembangan Roket

    No full text
    Vii, 70 Hlm.,ill; 20 c

    ANALISIS awan cumulonimbus dan angin serta keterkaitannya dengan curah hujan di kawasan CEDE BADE, BANDUNG (JAWA BARAT)

    No full text
    RINGKASAN Indonesia sebagai maritime continent mempunyai banyak awan di atmosfer, diantaranya awan cumulonimbus (Cb), akan tetapi tidak semua awan konvektif tersebut berpotensi hujan. Dalam mengetahui keterkaitan antara awan dan angin yang berpotensi hujan, dilakukan pengintegrasian posisi awan Cb terhadap curah hujan di permukaan sesuai algoritma/ threshold dengan menggunakan data satelit dan data observasi di wilayah Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data setiap jam pada tanggal 14, 15, 16, dan 17 Maret 2013 dari Multi-functional Transport Satellitte (MTSAT IR1 dan IR2) awan Cb spasial serta angin dan curah hujan in-situ dari Automatic Weather Station (AWS). Data tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis curah hujan di permukaan hasil integrasi antara awan Cb dan angin berbasis data space based. Berdasarkan hasil diperoleh bahwa kecepatan angin di permukaan terlihat meningkat sebelum munculnya awan cumulonimbus (Cb) dengan nilai indeks enam (6) yaitu awan cumulonimbus. Setelah awan cumulonimbus muncul, 1 atau 2 jam kemudian turunlah hujan khususnya pada pengamatan tanggal 16 Maret 2013 pukul 16-22 waktu setempat dan lamanya hujan sekitar 5 jam.Hlm. 75-8

    EQUINOX, Kiamat Kecil yang Mematikan?

    No full text
    Hal. 42-4

    N219 dan Makna Kemandirian Teknologi di Indonesia

    No full text
    Hlm. 58-5

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇