Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    Penerapan Model Autoregressive Exogenous Untuk Prediksi Curah Hujan Pada Beberapa Lokasi Di Jawa Barat

    No full text
    Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul di tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir, Kelembaban udara adalah jumlah kandungan uap air yang ada dalam udara. Data curah hujan merupakan data yang berpola musiman sehingga membentuk model deret waktu.Pada penelitian ini, analisis deret waktu digunakan untuk memodelkan data deret waktu curah hujan dan kelembaban. Model Autoregressive Exogenous (ARX) adalah model yang menyatakan pengamatan pada waktu sekarang dipengaruhi waktu sebelumnya dan dipengaruhi oleh faktor eksogen pada waktu sekarang.Dalam penelitian ini, dikaji model ARX untuk memodelkan data curah hujan sebagai faktor endogen serta sejauh mana faktor eksogen khususnya kelembaban udara memengaruhi faktor endogennya dengan bantuan software R. Identifikasi orde AR terhadap data curah hujan di beberapa lokasi provinsi Jawa Barat menunjukkan orde AR(3) dari tiga lokasi pengamatan. Estimasi parameter model ARX(3) menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil ramalan pada penelitian ini untuk ketiga lokasi digunakan model ARX(3) dengan dihasilkan MAPE lebih dari 10%, namun model ARX diharapkan dapat menjadi alternatif dalam peramalan curah hujan di wilayah Jawa Barat.Hlm.268-27

    Pengembangan Dan Pengujian Awal Laboratorium Terbang Years of Maritime Continent (YMC)

    No full text
    8 Hlm

    Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Laut di Laut Banda Berdasarkan Data Citra Satelit = Forecasting Fishing Areas in Banda Sea Based on Satellite Data

    No full text
    Indonesia Memiliki bermacam-macam kekayaan alam yang berlimpah, termasuk diantaranya adalah kekayaan sumber daya ikan baik laut, sungai maupun danau. Sumber daya perikanan di perairan Indonesia yang sangat melimpah terutama di perairan laut, menjadikan masyarakat pesisir bermata pencarian sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan. Nelayan memiliki beberapa permasalahan dalam kegiatan penangkapan ikan, salah satunya adalah mereka tidak mengetahui area gerombolan ikan disuatu perairan khususnya bagi para nelayan di laut Banda. Metode yang digunakan adalah metode deskritif yaitu dengan mengambil data satelit MODIS-Aqua klorofil-a dan suhu muka laut. Data ini kemudian digunakan untuk menentukan Prakiraan daerah penangkapan ikan. Klorofil-a merupakan sumber makanan bagi ikan di laut sedangkan suhu muka laut mempengaruhi keberlangsungan hidup biota di lautan. Dengan kandungan klorofil dan suhu muka laut yang mendukung, daerah perairan tersebut di anggap berpotensi menjadi daerah penangkapan ikan.Hlm. 341-34

    Pengaruh Fenomena Double Vortex di Samudra Hindia Bagian Timur terhadap Curah Hujan dan Moisture Transport di Indonesia Bagian Barat dan Tengah = The Impact of Double Vortex Phenomena in Southern Indian Ocean on Rainfall and Moisture Transport in Western and Central Part of Indonesia

    No full text
    Fenomena Double Vortex merupakan sepasang vortex yang terjadi secara bersamaan di Samudra Hindia bagian timur sebelah utara dan selatan ekuator. Penelitian mengenai proses fisis dari fenomena tersebut masih kurang dilakukan. Oleh sebab itu, kajian secara fisis terutama dampak fenomena tersebut terhadap moisture transport perlu dilakukan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh fenomena Double Vortex secara lebih komprehensif. Dalam penelitian ini, identifikasi fenomena Double Vortex dilakukan dengan menggunakan data reanalysis daily wind dari National Centers for Enviromental Prediction-National Center for Atmospheric Research (NCEP-NCAR) selama tahun 2005/2006 hingga 2015/2016. Selanjutnya, dilakukan komposit data curah hujan spasial menggunakan data satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) pada waktu fenomena Double Vortex terjadi. Untuk melihat moisture transport-nya, maka digunakan pula data spesific humidity dari NCEP-NCAR selama periode kajian. Hasil identifikasi fenomena Double Vortex menunjukkan sebanyak 56 Double Vortex terjadi selama periode kajian. Analisis curah hujan dari hasil komposit data TRMM menunjukkan adanya anomali positif di Samudra Hindia bagian timur, sebagian Pulau Sumatra dan pesisir barat Pulau Kalimantan. Lebih lanjut, analisis moisture trasnport menunjukkan adanya pembelokan moisture transport di beberapa wilayah akibat adanya pola siklonik dan antisiklonik dari Double Vortex yang selanjutnya menyebabkan berkurangnya suplai uap air ke wilayah Indonesia bagian tengah yang memengaruhi terjadinya anomali curah hujan negatif di wilayah tersebut. Pola moisture sink di sekitar vortex sebelah utara dan selatan ekuator juga menjelaskan terjadinya anomali curah hujan positif di wilayah tersebut

    Berita Dirgantara Vol 18 No.1 Juni 2017

    No full text
    ii,1-52hal.:ilus.; 30 cm

    LEO Antenna Ground Station Analysis Using Fast Fourier Transform

    No full text

    Keunggulan Observatorium Nasional TIMAU

    No full text
    Hal. 28-3

    Pihak yang Terlibat

    No full text
    Hal. 42-4

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇