7104 research outputs found
Sort by
Three-Way Error Analysis of Sea Surface Temperature (SST) Between Himawari-8, Buoy, and Mur SST In Savu Sea
Variance errors of Himawari-8, buoy, and Multi-scale Ultra-high Resolution (MUR) SST in Savu Sea have been investigated. This research used level 3 Himawari-8 hourly SST, in situ measurement of buoy, and daily MUR SST in the period of December 2016 to July 2017. The data were separated into day time data and night time. Skin temperature of Himawari-8 and subskin tempertaure of MUR SST were corrected with the value ofbefore compared with buoy data. Hourly SST of Himawari-8 and buoy data were converted to daily format by averaging process before collocated with MUR SST data. The number of 2,264 matchup data are obtained. Differences average between Himawari-8, buoy and MUR SST were calculated to get the value of variance (Vij). Using three-way error analysis, variance errors of each observation type can be known. From the analysis results can be seen that the variance error of Himawari-8, buoy and MUR SST are 2.5 oC, 0.28oC and 1.21oC respectively. The accuracy of buoy data was better than the other. With a small variance errors, thus buoy data can be used as a reference data for validation of SST from different observation typeHlm. 25-3
Watermarking Method of Remote Sensing Data Using Steganography Technique Based on Least Significant Bit Hiding
Remote sensing satellite imagery is currently needed to support the needs of information in various fields. Distribution of remote sensing data to users is done through electronic media. Therefore, it is necessary to make security and identity on remote sensing satellite images so that its function is not misused. This paper describes a method of adding confidential information to medium resolution remote sensing satellite images to identify the image using steganography technique. Steganography with the Least Significant Bit (LSB) method is chosen because the insertion of confidential information on the image is performed on the rightmost bits in each byte of data, where the rightmost bit has the smallest value. The experiment was performed on three Landsat 8 images with different area on each composite band 4,3,2 (true color) and 6,5,3 (false color). Visually the data that has been inserted information does not change with the original data. Visually, the image that has been inserted with confidential information (or stego image) is the same as the original image. Both images cannot be distinguished on histogram analysis. The Mean Squared Error value of stego images of all three data less than 0.053 compared with the original image. This means that information security with steganographic techniques using the ideal LSB method is used on remote sensing satellite imagery.Hlm. 63-7
Mangrove Forest Change in Nusa Penida Marine Protected Area, Bali - Indonesia Using Landsat Satellite Imagery
Hlm.141-15
Optimalisasi Dimensi Reflektor Untuk Meningkatkan Penguatan Antena Heliks (Optimization Of Ground Plane Dimensions To Increase Helical Antena Gain)
Antena heliks adalah salah satu antena yang memiliki penguatan cukup besar, dan memiliki pola radiasi terarah dengan lebar pita 1.78:1 dan mendekati antena siaran (>2). Antena ini telah banyak diaplikasikan untuk sistem komunikasi satelit dan siste komunikasi bergerak. Dalam makalah ini akan dilakukan investigasi terhadap desain antena heliks dengan tiga reflektor yang berbeda pada frekuensi 1,8 GHz. Metode penelitian yang digunakan adalah menganalisis ketiga antena tersebut dengan mengubah-ubah bentuk reflektornya menggunakan metode Momen, sehingga didapatkan penguatan antena heliks terbesar. Dari hasil penelitian, penguatan antena heliks dengan reflektor persegi adalah 13,8 dBi, penguatan antena heliks dengan reflektor cangkir silinder adalah 15,3 dBi, dan penguaan antena heliks dengan reflektor erucut terpotong adalah 17 dBi. Dengan mengoptimalkan ke tiga dimensi reflektor dapat meningkatkan penguatan antena heliks sekitar 1,5 hingga 1,7 dBi.Hlm. 68-7
Estimasi Batimetri Dari Data Spot 7 Studi Kasus Perairan Gili Matra Nusa Tenggara Barat = Bathymetry Estimation Of Spot 7 Case Study Of Gili Matra West Nusa Tenggara Waters
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari lima pulau besar dan ribuan pulau kecil yang dikelilingi perairan laut dangkal. Untuk itu diperlukan informasi batimetri yang lengkap dan akurat. Data batimetri skala besar diperairan Indonesia keberadaannya masih terbatas termasuk di wilayah perairan laut dangkal Gili Matra Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan teknologi penginderaan jauh. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh objek habitat dasar perairan laut dangkal terhadap estimasi batimetri dari citra satelit SPOT 7. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan estimasi batimetri dengan teknologi tersebut. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda (MLR). Data yang di gunakan adalah citra satelit SPOT 7 di perairan laut dangkal Gili Matra Provinsi NTB. Estimasi batimetri dilakukan dengan menggunakan data kedalaman insitu dengan dua modifikasi. Modifikasi yang pertama tidak memperhatikan jenis objek habitat dasar dan modifikasi kedua memperhatikan objek habitat dasar karang, lamun, makroalga dan substrat. Hasil dari penelitian ini memberikan nilai determinasi R2 yang meningkat dari 72,1% menjadi 78,6% sertaHlm. 69-8
Desain Filter Optik Ellisa (Experiment LAPAN LINE Imager Space Application) Untuk Satelit LAPAN-A4: Ellisa (Experiment LAPAN Line Imager Space Application) Optical Filter Design For LAPAN-A4 Satellite)
ELLISA (Experiment LAPAN Line Imager Space Application) adalah Sensor CCD KLI-4104 yang nantinya akan ditempatkan pada satelit LAPAN-A4. Desain filter optik ELLISA untuk menghasilkan Spektral respon yang sesuai dengan kebutuhan telah dibuat. Desain yang dibuat mengacu pada datasheet KLI-4104vdan spektral respon LANDSAT maupun LISA LAPAN-A3. Hasikl menunjukkan spektral respon yang sesuai dengan kebutuhan dapat dihasilkan dengan menggunakan 3 CCD KLI-4104 dengan 3 jenis filter optik yang berbeda,Hlm. 131-13