7104 research outputs found
Sort by
PEMODELAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MENDETEKSI ANOMALI PADA SATELIT LAPAN-TUBSAT = ARTIFICIAL NEURAL NETWORK FOR ANOMALY DETECTION OF LAPAN-TUBSAT SATELLITE
Abstrak Tujuan pada penelitian ini adalah mengembangkan model deteksi anomali satelit LAPAN-TUBSAT, untuk mendapatkan parameter dan arsitektur jaringan JST terbaik dalam mendeteksi anomali pada satelit LAPAN-TUBSAT. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana mengimplementasikan jaringan syaraf tiruan back propagation sebagai sistem prediksi lacthup. Pada penelitian ini, model deteksi anomali satelit dibangun berdasarkan 4 faktor yakni arus pada main power bus, suhu pcdh, suhu middleplate dan suhu power control unit. Hasil dari penelitian ini menghasilkan model deteksi kondisi satelit dengan model terbaik pada arsitektur 4-20-1 dengan parameter epoch 5000, laju pembelajaran 0,1. Nilai akurasi tertinggi diperoleh pada percobaan ini yaitu sebesar 96,46% dan nilai rmse sebesar 0,183 Abstract The purpose of this research is to develop a detection anomalies model LAPAN-TUBSAT satellite , to get the parameters and best network architectures ANN on LAPAN-TUBSAT. In this study, measurement accuracy rate in predicting the condition of the satellite from the models created. In this study, the prediction model was built on the satellite condition 4 factors of system current, middle plate temp, pcdh temp and pcu temp. The results of this study show that the best models in the architecture is 4-20-1 with parameter 5000 epoch , learning rate of 0.1. The highest accuracy values obtained in this experiment is equal to 96.46% and rmse 0.183
PENGARUH KOMPOSISI PROPELAN TERHADAP NILAI ATENUASI RADIOGRAFI = THE INFLUENCE OF PROPELLANT COMPOSITION TO RADIOGRAPHICAL ATTENUATION COEFFICIENT
Abstrak Serapan paparan radiasi pada materi menghasilkan gambar proyeksi dua dimensi dalam media penangkap energi yang membentuk film radiograf dengan nuansa hitam putih dengan tingkat kontras yang bergantung kepada banyaknya elektron yang diteruskan yang berinteraksi dengan media. Kombinasi linear dari komposisi dan nilai atenuasi karakteristik tiap komponen penyusun bahan propelan padat menghasilkan nilai atenuasi bahan yang khas untuk bahan tersebut dan sangat tergantung kepada tingkat energi radiasi yang digunakan serta jenis bahan penyusun, nilai komposisi yang berbeda untuk bahan penyusun yang sama menghasilkan nilai yang relatif tetap pada tingkat energi radiasi tertentu. Atas dasar hal di atas dalam makalah ini telah dilakukan perhitungan nilai atenuasi serapan radiasi bahan propelan pada energi radiasi senilai 2 MV atau setara dengan energi radioisotop Co-60. Metode perhitungan didasarkan kepada perhitungan nilai nilai total atenuasi bahan sebagai jumlah dari nilai atenuasi individu atom/molekul penyusun bahan propelan berbasis HTPB dan oksidiser Ammonium Perklorat (AP) dengan energi sumber radiasi berasal dari Co-60. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai atenuasi hanya tergantung kepada sifat kualitatif bahan daripada sifat kuantitatif bahan/komposisi bahan untuk atom/molekul penyusun propelan. Abstract Absorption of radiation exposure in the matter produce two dimension image in energy-capture media, the image consist of black-white color, contrast of which is dependent on transmitted electron and its matter-energy interaction in media. Linear combination of component of solid propellant and its characteristic attenuation produce characteristic attenuation for the solid propellant. In this paper the attenuation value of solid propellant was calculated and the result is the attenuation value is dependent on radiation energy exposure, for the different composition of the same solid propellant component, its characteristic attenuation value tend to constant value in a certain radiation energy. In this paper, calculation of attenuation of HTPB/AP base-solid propellant on 2 MV radiation energy or equivalent to Co-60 energy was conducted. Calculation method based on total summation of individual attenuation of solid propellant materials/HTPB/AP. The results denote that attenuation values was dependent on qualitative properties of matters than the quantitative/material quantitative.Hlm. 350-355:Il.;29,7 Cm
JUSTIFIKASI CFD KEDALAMAN GROOVE BAN PADA PROSES PERAWATAN HARIAN PESAWAT B737-800 AKIBAT HYDROPLANING (B737-800 TIRE GROOVE DEPTH CFD JUSTIFICATION ON ITS DAILY MAINTENANCE PROCESS DUE TO HYDROPLANING)
Hlm
Pengaruh Komponen Meteorologi terhadap Pergerakan Aerosoldi Kota Bandung berdasarkan Data NCEP/NCAR dan Hysplit-4 Backward Trajectory Model
Hal. 101-10
Potensi pemanfaatan data satelit HIMAWARI
RINGKASAN Satelit Geostasioner Himawari-8 telah diluncurkan pada tahun 2014 oleh Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) sebagai kelanjutan dari Satelit Geostasioner Himawari-7 atau sebagai pengganti MTSAT-2. Satelit Himawari-8 ini mulai beroperasi pada tahun 2015 dilengkapi dengan sensor Advanced Himawari Imager (AHI), yang mempunyai 4 misi dalam meningkatkan kemampuan satelit (JMA, 2013) diantaranya pengamatan cuaca yang digunakan untuk mengamati bencana alam dan ramalan cuaca, pemantauan iklim dan masalah lingkungan, akurasi prediksi cuaca numerik, dan kemampuan ramalan cuaca jangka pendek (setiap 6 jam) termasuk mendeteksi dan memprediksi cuaca buruk. Deteksi liputan awan penghasil hujan dari data Himawari-8 menggunakan variabel suhu kecerahan dari band inframerah. Data satelit Himawari ini berfungsi untuk mendeteksi liputan awan yang berpotensi hujan, pengamatan cuaca dan iklim, yang selanjutnya dapat digunakan untuk analisis penyebab bencana terutama bencana banjir dan longsor yang sering terjadi di Indonesia.Hlm. 93-9
Human task analysis dan sherpa untuk identifikasi human error dalam pengoperasian overhead crane proses manufaktur struktur roket
RINGKASAN Penggunaan overhead crane dalam proses manufaktur roket merupakan alat bantu yang mempunyai peran sangat penting. Demikian pula dengan keselamatan kerja dalam pelaksanaan kegiatan keantariksaan menjadi fokus dalam undang undang keantariksaan tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan faktor kesalahan manusia dalam pengoperasian overhead crane dan upaya dalam meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan. manusia. Penelitian ini menggunakan metode Hierarchical Task Analysis (HTA) dalam pengoperasian overhead crane dan. analisis SHERPA dalam pembobotannya. Berdasarkan peringkat pembobotan dapat membantu memutuskan penan.ganan kemungkinan terjadinya kesalahan manusia dalam pengoperasian overhead crane.Hlm. 99-10