Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    Kajian Kebutuhan Spesifikasi Antena untuk Penerimaan Data Resolusi Sangat Tinggi = Study of Antenna Specification Requirements for Very High Resolution Data Reception

    No full text
    Data satelit resolusi sangat tinggi dibutuhkan oleh Pemerintah Indonesia untuk monitoring dan mengelola sumber daya alam, pemantauan lingkungan, perencanaan tata kota, manajemen bencana alam, dan lain-lain. Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare memiliki kewajiban menyediakan data satelit resolusi sangat tinggi untuk beberapa program Pemerintah Indonesia. Antena yang mampu menerima data resolusi sangat tinggi diperlukan untuk mendapatkan data satelit dalam jarak jangkauan maksimum. Gain penguatan antena disesuaikan dengan daya pancar satelit dengan dihitung rugi rugi jarak satelit dari permukaan dari elevasi 3 derajat sampai dengan 90 derajat. Lebar pita frekuensi dengan jenis modulasi digunakan sebagai acuan untuk menghitung nilai energi bit terhadap noise sehingga. Akhir dari kajian ini diharapkan dapat diketahui kebutuhan power terhadap noise sistem dengan power yang tersedia oleh antena dan sistem penerima. Hasil lain diharapkan adanya selisih daya diharapkan dapat sebagai cadangan apabila terjadi cuaca buruk maupun kerusakan minor pada perangkat.Hlm. 117-12

    Kajian Kebutuhan dan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi oleh Pengguna (Studi Kasus -Survei dan Evaluasi di Instansi Pemerintah yang telah Memperoleh Layanan Data Satelit Resolusi Tinggi) = A Review of The Needs and Utilization of High-Resolution Remote Sensing Data by Users (Case Studies - Surveys and Evaluations in Government Agencies that have Obtained High-Resolution Satellite Data Services)

    No full text
    Pendistribusian data satelit Penginderaaan Jauh LAPAN ditahun 2016 sebanyak 86.175 scene kepada 323 institusi pemerintah setingkat satuan kerja eselon 2. Pada tahun tersebut, pelayanan data juga telah meraih standar manajemen mutu ISO 9001: 2015 dan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai 89,74 dengan predikat sangat memuaskan. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi dalam layanan data kepada pengguna maka diperlukan kajian tentang kebutuhan pengguna akan data penginderaan jauah yang dibutuhkan yaitu dengan melakukan survey kepada pengguna data penginderaan jauh khusus kepada pengguna yang memerlukan data citra satelit resolusi sangat tinggi pada tiga aspek utama yaitu tujuan penggunaan data, kedua dari jenis resolusi spasil data penginderaan jauh yang dibutuhkan dan ketiga dari kualitas data tersebut. Data hasil survei kemudian di kaji dan di analisa dengan menggunakan analisa statistik dengan penyempurnaan instrumen dengan melakukan validasi secara statistik data hasil survei. Diharapkan dengan mengetahui hasil survei tersebut diharapkan pelayanan data penginderaan jauh akan lebih baikHlm. 145-15

    Model Informasi Kedalaman Laut Dangkal di Perairan Teluk Lampung Menggunakan Data Satelit Landsat-8 = Model of Shallow Water Depth Information in Lampung Bay Using Landsat-8 Satellite Data

    No full text
    Kedalaman dasar laut dapat diukur dengan cara batimetri, dimana batimetri mempunyai peranan penting untuk kegiatan perikanan, hidrografi dan keselamatan pelayaran. Batimetri dapat dilakukan dengan cara teknologi penginderaan jauh yaitu melalui deteksi gelombang elektromagnetik yang dipantulkan oleh dasar laut melalui permukaan yang diterima oleh sensor satelit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model informasi kedalaman laut di perairan teluk dangkal menggunakan data satelit Landsat-8. Metode penelitian adalah menggunakan pendekatan algoritma dari persamaan fungsi indeks kedalaman relatif menggunakan 3 kanal daerah visible yaitu kanal biru, hijau dan merah yang memiliki respon spektral yang terbaik untuk objek perairan dangkal, dimana nilai reflektansi ketiga band yang sudah terkoreksi atmosfer. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara penurunan fungsi indeks kedalaman relatif pada data Landsat 8 terhadap seatruth diperoleh persamaan garis lurus Y=1,0354x -3,4969 dan koefisien determinasi R2 = 0,5842. Hasil ekstraksi kedalaman absolut citra Landsat-8 menghasilkan nilai yang kedalamannya antara 20 m hingga 30 m.Hlm. 323-33

    Pengaruh Fenomena El-Nino dan La-Nina terhadap Perairan Sumatera Barat = The Effect of El-Nino and La-Nina Phenomenon towards The Waters Bodies of West Sumatera

    No full text
    Fenomena El-Nino dan La-Nina yang selanjutnya disebut ENSO sangat berdampak bagi cuaca dan iklim di Indonesia, salah satunya pada Perairan Sumatera Barat. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh ENSO terhadap perairan Sumatera Barat. Data yang digunakan dalam melihat pengaruh tersebut menggunakan data permukaan laut yang disebut Sea Level Anomaly (SLA) dari multi Satelit Altimetri meliputi satelit Topex/Poseidon, Jason-1, dan Jason-2 dan data Indeks Nino3.4 dari tahun 1996 s.d 2015. Untuk melihat hubungan antara data SLA dan Indeks Nino3.4 digunakan metode analisis korelasi. Pengaruh ENSO dapat dilihat dari hasil uji korelasi, dimana nilai korelasi dari nilai SLA dan Indeks Nino3.4 dalam periode 20 tahun adalah -0,32. Hal tersebut menunjukan ada pengaruh ENSO terhadap perubahan muka air laut di Perairan Sumatera Barat. Nilai rata-rata permukaan laut di perairan Sumatera Barat sebelum terjadi ElNino sekitar 1,59 m, saat terjadinya El-Nino berkisar 1,52 m, dan setelah terjadinya El-Nino memiliki nilai rata-rata sebesar 1,63 m. Hal tersebut menunjukan bahwa pada saat El-Nino kondisi Perairan Sumatera Barat turun. Kondisi Perairan Sumatera Barat sebelum fenomena La-Nina memiliki nilai rata-rata sebesar 1,57 m, pada saat terjadinya LaNina rata-rata nilai SLA sebesar 1,65 m, dan setelah terjadinya La-Nina rata-rata nilai permukaan laut perairan Sumatera Barat sebesar 1,61 m. Hal tersebut menunjukan bahwa pada saat La-Nina, Perairan Sumatera Barat mengalami kenaikanHlm. 499-51

    Pengembangan Teknologi Pelacak Roket Berbasis Radar

    No full text
    Vii, 76 Hlm.,ill; 20 c

    No full text
    50Hlm.,ill.; 30 c

    Analisis Korelasi Angin Zonal-Meridional Luaran CCAM-NWP dan Data EAR Perketinggian di Kototabang-Sumatera Barat

    No full text
    hal. 22-3

    Evaluasi manajemen keamanan informasi di PUSTISPAN menggunakan INDEKS KEAMANAN INFORMASI (KAMI)

    No full text
    RINGKASAN Peran serta pemerintah terhadap isu keamanan informasi telah dibuktikan dengan dikeluarkannya kebijakan dalam bentuk Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika No. 4 Tahun 2016 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi. Untuk mengimplementasikan peraturan tersebut Pustispan melakukan sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 yang merupakan standar internasional sistem manajemen keamanan informasi. Untuk mengimplementasikan kontrol-kontrol yang lebih definitif dilakukan juga evaluasi menggunakan indeks keamanan informasi (KAMI). Indeks KAMI adalah alat bantu untuk mengukur tingkat kematangan dan kelengkapan dalam keamanan informasi yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Penelitian ini membahas tentang evaluasi manajemen keamanan informasi yang telah diterapkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa (Pustispan). Evaluasi dilakukan dengan dua cara yaitu self assessment dan desktop assessment. Dari dua metode assessment balk self assessment maupun desktop assessment hasilnya tidak terpaut jauh, self assessment mendapatkan hasil evaluasi dengan nilai 611, sedangkan desktop assessment mendapatkan nilai 626. Perbedaan hasil tersebut terdapat pada area cakupan persyaratan kerangka kerja pengelolaan keamanan informasi dikarenakan adanya peningkatan status penerapan dari tidak dilakukan menjadi diterapkan secara menyeluruh pada proses penerapan disaster recovery plan (DRP).Hlm. 83-9

    PENELITIAN TRANSMISIBILITAS ALAT PEREDAM GETARAN PADA MUATAN ROKET RX 550 LAPAN (RESEARCH TRANSMISSIBILITY OF VIBRATION DAMPERS EQUIPMENTS ON ROCKET RX 550 LAPAN)/

    No full text
    ABSTRACTEvery single piece of structural engineering as well as the rocket payload, has its mass and elasticity, and also has the potential to cause vibration. In general, the occurrence of vibration in the engineering structure is not desirable. Therefore, to the extent possible the vibrations is arranged to be muted. Acceleration nuisance caused by the combustion process in rocket can cause vibrations with a large amplitude resulting in damage to the structure of the mutant rockets and electronic equipment that is in charge of the rocket could not work as intended, based on the experience of electronic equipment will be damaged if the acceleration bully at 10 g that work on the rocket is not reduced, it is designed for a vibration damping apparatus, equipment consisting of springs and dampers are arranged such that a damping effecton the vibration occurs.In this research used springs with stiffness k = 120,000 N/m, damping factor = 0.0503 and mass of charge (m) = 10.5 kg, with acceleration of 1 G and working frequency from 0 to 2000 Hz. Interest transmissibility research on tool vibration dampers is to determine the magnitude of the acceleration is transmitted to the rocket payload. The results of the dampening experiment, at the beginning of acceleration or G force transmitted to a rocket load of 1 g or TR = 1, but after passing a resonance or obtained G force transmitted to a rocket payload of 0,1 g or TR = 0.1 (the silencer is good enough). From the results of this study can be said that the silencer can be used to reduce vibration on the rocket payload RX 550.ABSTRAKSetiap struktur rekayasa seperti halnya pada muatan roket, mempunyai massa dan elastisitas, maka struktur tersebut mempunyai potensi untuk menimbulkan getaran. Pada umumnya terjadinya getaran pada struktur rekayasa adalah tidak diinginkan, oleh karena itu sedapat mungkin getaran tersebut diusahakan untuk diredam. Percepatan pengganggu yang ditimbulkan oleh proses pembakaran pada roket dapat menyebabkan getaran dengan amplitudo yang besar yang mengakibatkan kerusakan pada struktur mutan roket dan alat elektronik yang ada pada muatan roket sehingga tidak dapat bekerja seperti yang diinginkan. Berdasarkan pengalaman, alat elektronik akan mengalami kerusakan jika percepatan pengganggu sebesar 10 g yang bekerja pada roket tidak direduksi. Untuk itu dirancang suatu alat peredam getaran, peralatan tersebut terdiri dari pegas dan damper atau peredam yang disusun sedemikian rupa sehingga muncul efek redaman terhadap getaran. Pada penelitian ini digunakan pegas dengan kekakuan k = 120.000 N/m, faktor redaman = 0,0503 dan massa muatan (m) = 10,5 kg, dengan percepatan sebesar 1 G dan frekuensi kerja dari 0 sampai dengan 2000 Hz. Tujuan penelitian transmisibilitas pada alat peredam getaran ini adalah untuk mengetahui besarnya percepatan yang ditransmisikan ke muatan roket. Hasil penelitian alat peredam, pada saat awal percepatan pengganggu atau G force yang ditransmisikan ke muatan roket sebesar 1 g atau TR = 1, tetapi setelah melewati resonansi atau didapat G force yang ditransmisikan ke muatan roket sebesar 0,1 g atau TR = 0,1 (alat cukup baik). Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa alat peredam dapat digunakan untuk meredam getaran pada muatan roket RX 550.Hal. 133-14

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇