7104 research outputs found
Sort by
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol. 8 No.1 February 2018
Hlm.1-63
Analysis of El Nino and IOD Phenomenon 2015/2016 and Their Impact on Rainfall Variability in Indonesia
Hlm.1-1
The Prediction of Rainfall Events Using WRF (Weather esearch and Forecasting) Model with Ensemble Technique
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, Vol. 8, No. 6 (2018)
...hlm
Study On Potential Fishing Zones (PFZ) Information Based on S-NPP VIIRS and Himawari-8 Satellites Data
Sea surface temperature (SST) data from S-NPP VIIRS satellite has different spatial resolution with SST data from Himawari-8 satellite. In this study comparative analysis of potential fishing zones information from both satellites has been conducted. The analysis was conducted on three project areas (PA 7, PA 13, PA 19) as a representation Indonesian territorial waters. The data used were daily for both satellites with a period time from August 2016 to December 2016. The method used was Single Image Detection (SIED) to detect thermal fronts. Method of mass center point for determining potential fishing zones coordinate point from result thermal front detection. Furthermore, an analysis of overlapping was done to compare the coordinate point information from both satellites. Based on data analysis that had been done, the result showed that potential fishing zones coordinate points of Himawari-8 satellite was mostly far from potential fishing zones coordinate point of S-NPP VIIRS. The coordinate points whose positionswere close together or nearly same from both satellites was only about 20 %. Differences in potential fishing zones coordinate positions occur due to the effect of different spatial resolutions of both satellite data and the size of the front thermal events that had high variability. The ideal potential fishing zones coordinate points information was probably a combination of the potential fishing zones coordinate points of S-NPP VIIRS and Himawari-8 by making two adjacent coordinate points to be a single coordinate point. Field validation testing was required to prove the accuracy of the coordinate point.Hlm. 51-6
Accuracy Evaluation Of Structure From Motion Thermal Mosaicing in The Center of Tokyo
Hlm. 103-11
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol.15 No.2 (2018)
Hlm. 103-208 : ill. ; 28 c
KAJIAN PROGRAM PENINGKATAN KINERJA PROPELAN KOMPOSIT BERBASIS AP/HTPB/AL
AbstractKajian strategi litbang dalam meningkatkan kinerja propelan komposit berbasis AP/HTPB/Al dilakukan dalam rangka mencapai teknologi propelan yang setara dengan negara maju dalam penguasaan teknologi roket sipil, khususnya untuk roket Sonda dan roket Pengorbit Satelit di LAPAN. Kajian dilakukan dengan melakukan review terhadap capaian proplelan saat ini, analisis penyebab-penyebabnya, dan penyusunan strategi untuk mengatasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa diperlukan organisasi, tahapan litbang dan pengelolaan SDM yang sistematis, serta tahapan pencapaian teknologi yang perlu dilakukan. Keterbatasan bahan baku propelan merupakan masalah utama dalam pengembangan propelan di Indonesia. Peningkatan kinerja propelan dapat dilakukan dengan meningkatkan solid loading density dan penambahan bahan energetik tinggi.Hal. 123-13
KAJIAN BANJIR BANDANG DI BIMA MENGGUNAKAN DATA GSMAP = STUDY OF FLASH FLOOD IN BIMA USING GSMAP DATA
RINGKASANBanjir bandang yang melanda Nusa Tenggara Barat pada 21 Desember 2016 merupakan salah satu bencana yang mengakibatkan kerugian besar baik secara sosial, ekonomi, fisik maupun lingkungan. Penyebab utama bencana tersebut adalah adanya curah hujan ekstrem yang terjadi pada hari sebelum kejadian banjir bandang. Pada makalah ini, kondisi curah hujan ekstrem secara spasial saat dan sebelum terjadinya banir bandang ditunjukkan melalui data curah hujan satelit, yaitu data Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP). Hasil menunjukkan, curah hujan pada tanggal 20 Desember (sehari sebelum kejadian banjir) berada di kisaran 10-20 mm/hari. Sementara tanggal 21 Desember 2016, curah hujan mencapai lebih dari 80 mm/hari yang secara signifikan dapat menyebabkan terjadinya banjir. Kondisi yang sama terjadi kembali sehingga menyebabkan banjir pada tanggal 23 Desember 2016 dalam skala yang lebih besar. Analisis topografi menunjukkan besar kemungkinan genangan yang terjadi di Kota Bima bukan hanya berasal dari hujan di Kota Bima saja.Hlm. 7-1