7104 research outputs found
Sort by
Background Study, Berhasilkah Mendorong Pelaksanaan Rencana Strategis LAPAN Periode 2020-2024?
Hlm.60-6
Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Ekstraksi Informasi Batimetri
Batimetri merupakan informasi mengenai kedalaman suatu perairan. Indonesia sebagai negara yang memiliki 2/3 luasan buminya adalah laut memerlukan informasi batimetri dalam memanfaatkan potensi laut di Indonesia. Sebelumnya, informasi batimetri diperoleh dengan melakukan pengukuran lapangan secara langsung yang menghabiskan banyak biaya dan waktu. Selain itu, metode konvensional tersebut tidak mampu mengukur batimetri di daerah yang sangat dangkal. Penginderaan jauh sebagai teknologi alternatif dapat digunakan untuk mendapatkan informasi batimetri pada wilayah perairan dangkal melalui pengunaan suatu algoritma. Landast 8 merupakan salah satu citra penginderaan jauh yang dapat diakses dengan mudah dan gratis. Penelitian ini membahas kemampuan citra Landsat 8 dalam mengekstraksi informasi batimetri dan akurasi yang dihasilkan dari pemanfaatan citra tersebut. Berdasarkan hasil korelasi dan estimasi kedalaman dapat disimpulkan bahwa citra Landsat 8 dapat digunakan untuk mengestimasi kedalaman di suatu perairan dangkal hingga kedalaman 25 m.Hlm. 52-5
Biomass Estimation Model For Mangrove Forest Using Medium-Resolution Imageries in BSN Co Ltd Concession Area, West Kalimantan
Hlm. 37-5
Perancangan Antena Cetak Log Periodic Dipole Array Untuk Frekuensi S-Band (Desing Of Printed Log Periodic Dipole Array Antenna For S-Band Frequency)
Didasarkan atas antena-antena yang telah dibuat di frekuensi S Band khususnya di frekuensi komunikasi satelit, nirkabel, dan radar serta belum ada antena LPDA cetak yang telah dibuat dan diukur performannya di frekuensi-frekuensi tersebut maka pada penelitian ini dibuat antena LPDA cetak yang bekerja diferkuensi tersebut. Nilai frekuensi tersebut adalah 2.22 dan 2.25 GHz untuk frekuensi komunikasi satelit, 2.4 GHz untuk komunikasi nirkabel, dan 2.9 - 3.1 GHz untuk komunikasi radar. Antena LPDA cetak dibuat dengan nilai =0.9Hlm. 172-18
SIMULASI DEFLEKSI SUDUT BIDANG ICENDALI TERBANG PADA LAPAN SURVEILLANCE UAV (LSU) SIMULATION OF DEFLECTION ANGLE OF CONTROL SURFACE ON LAPAN SURVEILLANCE UAV (LSU)
Aktuator dalam pesawat tanpa awak digunakan untuk menggerakkan bidang kendali terbang. Pada pesawat tanpa awak, aktuator digerakkan oleh motor servo yang terhubung oleh kawat. Input sudut yang diberikan ke servo mengalami perubahan karena bidang kendali terbang yang terpasang tidak -terhubung langsung. Perubahan sudut dari bidang kendali terbang tidak dapat terekam karena perlu dilakukan konversi dari sudut servo ke sudut bidang kendali. Sudut defleksi diperoleh dari perhitungan pemasangan servo ke bidang kendali terbang menggunakan persamaan trigonometri dan vector. Hasil dari perhitungan ini dapat digunakan untuk menganalisis data uji terbang pesawat tanpa awak. Data juga dapat digunakan sebagai alctualisasi bidang Kendali pada simulasi gerak pesawat dalam perancangan kendali terbangHlm. 181-19
Pengembangan Data Akuisisi MPPT Untuk Pesawat Tanpa Awak Bertenaga Surya (Development Of MPPT Data Acquisition For Solar Powered UAV)
Saat ini, LSU (LAPAN Surveillance UAV) solar sedang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Penerbangan-LAPAN. Salah satu sistem dart LSU solar yang dikembangkan adalah BMS (Batery Managament system). Sistem BMS diperlukan untuk memonitor status dart baterai yang digunakan dalam LSU solar. BMS mencakup proses charging dan discharging dart baterai LSU Solar. Untuk mendukung sistem BMS diperlukan suatu sistem yang dapat memonitor proses charging dan discharging baterai yang dilakukan oleh dart baterai Power Point Tracking). Sistem ini harus mampu memonitor arus dan tegangan dart baterat balk saat charging maupun pada proses discharging. Pada penelitian ini dibahas perancangan dart DAQ (sistem data akuisisi) dart BMS. Hasil yang didapat dart proses perancangan ini adalah suatu sistem DAQ yang dapat memonitor dan merekam arus dan tegangan baterai dart solar UAV. Kata kunci: LSU Solar, DAQ, MPPTHlm. 209-22