PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Peran Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Perempuan Melalui Pendidikan Politik Di Kabupaten Sukoharjo
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bakesbangpol dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih perempuan serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih perempuan di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian meliputi informan yaitu kepala bidang dan staff anggota bidang politik dalam negeri dan organisasi kemasyarakatan serta pemilih perempuan peserta program pendidikan politik, peristiwa pelaksanaan program pendidikan politik di pendopo Graha Satya Praja, serta dokumen rencana strategis Bakesbangpol Kabupaten Sukoharjo Tahun 2021-2026. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara mendalam secara langsung, serta analisis dokumen. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan ialah model analisis interaktif yang terdiri dari empat komponen meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Bakesbangpol Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan perannya sebagai fasilitator dengan menyediakan sarana dan prasarana, memberikan pendampingan pendidikan politik, serta memiliki fokus pembahasan yang berkaitan dengan partisipasi politik. Pendidikan politik diselenggarakan dalam bentuk sosialisasi politik. 2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih perempuan di Kabupaten Sukoharjo yaitu a) pengetahuan politik, pemilih perempuan yang memiliki pengetahuan politik akan memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. b) keluarga, anggota keluarga khususnya suami menjadi faktor yang mampu mempengaruhi pilihan seorang istri. c) rangsangan politik, pendidikan politik yang diselenggarakan Bakesbangpol mampu menambah pengetahuan pemilih perempuan serta media sosial mampu mempengaruhi pilihan pemilih perempuan. d) pekerjaan yang terbentuk karena adanya suatu kesamaan mampu mendorong individu menyesuaikan diri terhadap perilaku dalam kelompok
Program Literasi Baca Tulis dalam Membentuk Civic Disposition
Tujuan penelitian ini tentang civic disposition yang ditunjukkan peserta didik dalam program literasi baca tulis tepatnya di SMP Islam Baitul Makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk menganalisis suatu peristiwa yang terjadi di lapangan dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus milik Robert K. Yin, yaitu penjodohan pola. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil ini meliputi: (a) Bentuk kegiatan program literasi baca tulis terdiri dari, yaitu tahap kegiatan, dinding literasi, dan lomba literasi, (b) Program literasi baca tulis dalam membentuk civic disposition lebih tampak semester ganjil tahun ajaran 2019/2020, (c) Kendala dari aspek peserta didik kurang memiliki kesadaran diri dengan upaya pendidik memberikan pengertian dan pemahaman ke peserta didik, kendala dari aspek sarana buku-buku kurang bervariasi dengan upaya penyediaan buku-buku baru di perpustakaan semester ganjil tahun ajaran 2020/2021, serta kendala dari aspek program literasi baca tulis kurang optimal semester genap tahun ajaran 2019/2020 dan semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 dengan upaya program literasi baca tulis dialihkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia
PENERAPAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA MATERI OTONOMI DAERAH TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA
Penelitian tentang Penerapan Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IX E SMPN 2 Rengasdengklok bertujuan untuk memperoleh informasi tentang peningkatan aktivitas belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan Metode tipe two stay two dalam pembelajaran PKn kelas IXE SMPN 2 Rengasdengklok. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil belajar siswa pada Siklus I adalah 53,58 sedangkan pada siklus II sebesar 76,41. Rata- rata aktivitas belajar siswa pada siklus I 28,96% dan pada siklus II sebesar 61,14%, terjadi peningkatan sebesar 32,18%. Maka dapat disimpulkan penerapan pembelajaran metode two stay two stray dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IXE SMPN 2 Rengasdengklok.Kata Kunci: Metode Two Stay Two Stray, Aktivitas Belajar, Pembelajaran PKn
PENGEMBANGAN KARAKTER KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DARING DI SMPN 1 TELAGASARI. KARAWANG
Pandemi Covid-19 memberi dampak kepada seluruh aspek kehidupan. Hidup dengan kebiasaan baru menjadi salah satu cara agar aktifitas bisa berjalan dengan semestinya. Aspek pendidikan menjadi salah satu aspek yang berdampak di masa pandemi. Pembelajaran daring menjadi cara agar keberlangsungan pendidikan di Indonesia bisa berjalan di kala pandemi melanda. Namun pelaksanaan pembelajaran daring tidak selalu berjalan mulus, banyak kendala yang dihadapi. Salah satu kendala yang menjadi fokus penelitian ini adalah Pengembangkan karakter kedisiplinan siswa melalui pembelajaran daring. Data menyebutkan bahwa Dalam kondisi seperti saat ini , pemilihan metode pendidikan karakter dengan konten yang akan disampaikan dalam kegiatan pembelajaran daring. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, diharapkan bahwa penelitian ini dapat menggali fenomena pembentukan karakter siswa melalui kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di Sekolah. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai peran pendidikan karakter pada kegiatan pembelajaran daring di SMP Negeri 1 Telagasari
Eksistensi Budaya Ekturtur atau Tradisi Santun Bertegur Sapa pada Komunitas Persadaan Batak Karo Kota Cimahi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk menganalisis budaya ertutur atau suatu tradisi bertegur sapa adat Batak Karo yang semakin hari semakin mulai ditinggalkan para generasi mudanya. Mereka umumnya tidak mengenal kembali silsilah atau keturunan terdahulunya. Di Kota Cimahi sendiri sebagian besar di Komunitas Batak Karo sebagian besar tidak mengenal budaya erturtur. Metode penelitan yamh digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara kepada anggota Komunitas Batak Karo. Hasil penelitian meunjukkan bahwa budaya erturtur sudah mulai dipahami oleh komunitas tersebut. Hal ini menjadi tugas para tokoh adat, para pemimpin keagaan untuk membumikan kembali budaya erturtur di kalangan generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.Kata Kunci : Budaya, Erturtur, dan Komunitas Persadaan, Batak Kar
Pancasila Sebagai Dasar Negara Menurut KH. M. Hasyim Asy’ari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pancasila menurut KH. M. Hasyim Asy’ari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ialah PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama karawang) Kabupaten Karawang yaitu Ketua Lembaga Kajian dan pengembangan sumberdaya masyarakat, Wakil sekertaris, dan Wakil bendahara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukan PCNU berpendapat bahwa dalam pandangannya bahwa penghapusan tujuh kata dalam Pancasila secara bentuk tulisan sesungguhnya KH. M. Hasyim Asy’ari menilai tidak bersebrangan dengan nilai-nilai keislaman atau kontradiksi dengan Islam, Pancasila sebagai alat mempersatukan dalam perbedaan agama di Indonesia, KH. M. Hasyim Asy’ari memaknai Pancasila sebagai modal dasar dalam hidup berbangsa dan bernegara, berperan aktif dalam urusan keagamaan atau berdakwah tentunya ini menjadi hal utama bahwa menurutnya nilai Pancasila tidaklah harus suatau pertentangan dengan agama, pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari dibawa oleh anaknya sendiri yaitu KH. Wahid Hasyim yang sebagai perwakilan organisasi Nahdlatul Ulama dalam sidang BPUPKI dengan memberikan pandangan islam sebagai pelengkap dasar negara Indonesia. Rekomendasi penelitian ini bagi universitas buana perjuangan karawang selaku penyelenggara pendidikan perguruan tinggi guna menjadi kepustakaan terutama dalam bidang wawasan kebangsaan, bagi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan untuk dimasukkan dalam kajian-kajian kebangsaan sebagai wawasan pengetahuan sejarah Pancasila dan tokoh islam yang berpengaruh di dalam proses kemerdekaan Indonesia.Kata Kunci : Pancasila, Dasar Negara dan KH. M. Hasyim Asy’ar
Dinamika Aktualisasi Nilai-Nilai Oleh Mahasiswa Sebagai Modal Sosial pada Masa Kenormalan Baru
Pengembangan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia khususnya generasi muda dalam hal ini mahasiswa ditengah masa pandemi covid-19 saat ini baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap warga masyarakat khususnya mahasiswa ditengah masa pandemi ini bukan hanya menhadapi tantangan dan ujian untuk melawan virus covid-19, tetap bertahan untuk stabilitas perekonomian pribadi dan keluarga, tetapi juga ujian dalam konsistensi implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai modal sosial pada masa pandemi dan kenormalan baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika dan tantangan aktualisasi nilai-nilai Pancasila oleh para generasi muda sebagai salah satu modal sosial pada masa pandemi dan kenormalan baru ini. Sehingga metode penelitian yang digunakan yakni dengan pendekatan kualitatif. teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan kajian pustaka berasal dari buku dan jurnal terkait dengan aktualisasi Pancasila. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para generasi muda dalam hal ini adalah mahasiswa sudah mampu mengimplementasikkan nilai-nilai Pancasila ditengah masa pandemi mulai dari lingkung terkecil yakni dari keluarga maupun masyarakat disekitarnya, dengan membantu orang tua, gotong royong melawan covid-19 dengan saling berbagi kepada sesama, memaksimalkan prose pembelajaran daring meskipun ini semua bukanlah hal yang mudah. Harapan yang diinginkan yakni agara para mahasiswa ini dapat mempertahankan sikap dan kebiasaan yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila sebagai salah satu modal sosial mereka di masa kenormalanKata kunci: Aktualisasi, Nilai Pancasila, Mahasiswa, Kenormalan Baru
Reduksi Informasi Hoax di Era Digital Melalui Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila
Informasi sudah menjadi suatu kebutuhan utama bagi warga negara, namun fenomenanya ialah tidak semua informasi yang beredar di masyarakat ialah fakta, bisa jadi baru opini, atau bahkan suatu informasi yang tidak benar. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif dan negatif di masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dan termasuk jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital di HMP Demokratia PPKn FKIP UNS, Surakarta dilakukan dengan kegiatan peningkatan literasi mahasiswa melalui berbagai kegiatan seperti seminar, FGD, dan kelas kebangsaan. Adapun proses mereduksi informasi hoax dilakukan dengan cara cross check information, dan pendidikan karakter yang dilakukan melalui diskusi publik dengan dewan dosen. Literasi warga negara dalam hal berkewarganegaraan umumnya di dunia nyata, khususnya di dunia maya, sangat perlu diperhatikan. Salah satu cara membangun literasi kewarganegaraan tersebut melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila baik dalam kehidupan nyata maupun kehidupan maya yang pada saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan warganegara. Kemampuan literasi teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan masyarakat dalam rangka menghadapi kemajuan era digital saat ini. Dengan literasi saja tidak cukup, untuk itu negara perlu memperkuat dengan nilai-nilai yang sudah dibangun sejak lama yaitu nilai-nilai Pancasila. Negara perlu memastikan bahwa nilai-nilai tersebut dipraktikkan untuk mencegah hal-hal yang dapat merugikan masyarakat pada umumnya.Kata kunci: Reduksi, Informasi Hoax, Pendidikan Karakter Pancasila
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN PARTISIPASI MAHASISWA DALAM MATA KULIAH EKOLOGI KEWARGANEGARAAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah Ekologi Kewarganegaraan, dan melihat bagaimana peningkatan hasil belajar Ekologi Kewarganegaraan mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran aktif, serta peningkatan aktivitas dan partisipasi mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran aktif. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus yang diberlakukan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, dengan tahapan perencananan dan tahapan tindakan, subjek penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa serta model pembelajaran aktif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, angket, wawancara, dokumentasi. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan rata-rata pada siklus pertama dan kedua menunjukkan peningkatan hasil belajar Ekologi Kewarganegaraan mahasiswa yang dignifikan dengan skor sebesar 21,45%. Melalui strategi pembelajaran aktif yang dikembangkan dalam tahapan pendahuluan, inti dan penutup dapat meningkatkan daya aktivitas dan partisipasi mahasiswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajarnya. Karena proses tahapan demi tahapan dilakukan secara detail untuk melihat motiv-motiv belajar mahasiswa sampai kepada gairah belajar yang terbangun hingga dapat menenentukan pilihan belajaranya sehingga hasil yang didapat bisa diraih secara optimal. Kata Kunci: Ekologi Kewarganegaraan, Model Pembelajaran, Hasil Belajar dan Partisipasi
Pendampingan dan Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada Materi Hukum
The learning process and learning in education units are expected to always have relevant and adequate learning materials and resources. Relevant and adequate learning resources are a companion tool to achieve learning objectives and graduate competencies that are in accordance with the expected basic competencies. However, the fundamental problem in developing teaching materials experienced by teachers in learning Pancasila and Citizenship Education (PPKn) especially in legal material lies in the limited understanding of knowledge in creating and developing creative and innovative teaching materials by exploring legal materials. For this reason, an effort to increase knowledge and skills in developing teaching materials in learning PPKn is especially needed in legal material. This activity aims to improve the professional competence of teachers in developing PPKn teaching materials on legal material. The results achieved in this mentoring and training improve teacher's knowledge and skills in developing teaching materials which can be seen from the results of the evaluation of activities in the form of tests of material understanding and practice of developing teaching materials on legal material. Keyword: assistance and training, development of teaching materials, legal materials