PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan
Not a member yet
    72 research outputs found

    EFEKTIVITAS KEGIATAN DRAMA “STOP BULLYING” PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERSEPSI CIVIC DISPOSITION SISWA (STUDI DI SMA ISLAM 1 SURAKARTA)

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan efektifitas kegiatan drama yang dilaksanakan oleh pihak sekolah yang diteliti dalam P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan (2) Mendeskripsikan implikasi P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) terhadap civic disposition siswa pada SMA Islam 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif studi kasus (Case Studies). Sumber data penelitian melibatkan informan (Kepala Sekolah SMA Islam 1 Surakarta, Guru PPKn, Guru BK, siswa kelas X, dan Tim Koordinator Pelaksana kegiatan drama). Sampling menggunakan snowball sampling dan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi pustaka, dan studi dokumen. Teknik uji validitas menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kegiatan pelaksanaan drama “stop bullying” dinilai efektif dalam menguatkan dimensi profil pelajar Pancasila dan berdampak pada civic disposition siswa yakni siswa mampu menanamkan rasa toleransi dan menghargai perbedaan agar kejadian bullying dapat diminimalisir dengan adanya kesadaran diri dalam siswa di SMA Islam 1 Surakarta.Kata Kunci : Efektifitas Drama, implikasi civic disposition, profil pelajar Pancasila ABSTRACT This study aims to (1) describe the effectiveness of drama activities carried out by the school understudies of P5 (Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students) and (2) describe the implications of P5 (Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students) on the civic disposition of students SMA Islam 1 Surakarta. This research uses a qualitative case studies method approach (Case Studies). The source of the data involved informants (Principal of SMA Islam 1 Surakarta, PPKn Teacher, counseling guidance teacher, class X students, and the Coordinator Team for Drama Activities). Sampling using snowball sampling and purposive sampling. Data collection is carried out by interviews, observations, literature studies, and document studies. The validity test technique uses the technique of source triangulation and method of triangulation. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this studies are shows that the implementation of the drama "stop bullying" is considered to be effective in strengthening the dimension of global diversity and impact to the student civic disposition, namely, students can instill a sense of tolerance so that the incidence of bullying can be minimized by the self-awareness of students of SMA Islam 1 Surakarta.Keywords: Drama effectiveness, civic disposition implications, Pancasila student profi

    IMPLEMENTING GAMIFICATION WITH THE PEACEGEN APPLICATION TO ENHANCE STUDENT ENGAGEMENT AND MOTIVATION IN CLASS VII A AT SMPN 1 LABUAPI, WEST LOMBOK: AN ACTION RESEARCH STUDY

    Full text link
    Abstract "This classroom action research (CAR) aims to implement gamification strategy using PeaceGen application to enhance the students' learning activity and motivation in 7th grade class A at SMPN 1 Labuapi, West Lombok. The study was conducted for two cycles, involving 30 students as research subjects. The data on students' learning activity and motivation were collected through classroom observation, field notes, and interviews. The results indicate that the implementation of gamification strategy using PeaceGen application can improve the students' learning activity and motivation. In the second cycle, the students' learning activity and motivation significantly increased compared to the previous cycle. Therefore, gamification strategy with PeaceGen application can be an effective alternative method to enhance the students' learning activity and motivation in 7th grade class A at SMPN 1 Labuapi, West Lombok."Keywords: gamification, PeaceGen, student engagement, student motivation, action researchAbstrakPenelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk menerapkan strategi gamifikasi dengan menggunakan aplikasi PeaceGen untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa di kelas VII A SMPN 1 Labuapi, Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus dengan melibatkan 30 siswa sebagai subjek penelitian. Data keaktifan dan motivasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan observasi kelas, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi gamifikasi menggunakan aplikasi PeaceGen dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Pada siklus kedua, keaktifan dan motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Oleh karena itu, strategi gamifikasi dengan aplikasi PeaceGen dapat menjadi alternatif metode yang efektif untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa di kelas VII A SMPN 1 Labuapi, Lombok Barat.Kata Kunci gamification, PeaceGen, student engagement, student motivation, action researc

    IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR KEPADA ANGGOTA WANADRI

    Full text link
    AbstrakPenyebab penerapan nilai-nilai Pancasila yang tidak menyeluruh di Wanadri adalah perbedaan tingkat pendidikan, tingkat keaktifan anggota, dan berbagai kondisi yang dihadapi oleh anggota. Hal ini menghambat upaya untuk meningkatkan rasa cinta tanah air melalui kegiatan-kegiatan yang ada di organisasi Wanadari terkait implementasi nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana implementasi nilai-nilai Pancasila dapat meningkatkan rasa cinta tanah air pada anggota Wanadri dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap anggota Wanadri memiliki dampak positif pada peningkatan pemahaman mereka mengenai rasa cinta tanah air. Nilai-nilai Pancasila, yang menjadi landasan organisasi Wanadri melalui janji dan hakikat, diimplementasikan melalui Pendidikan Dasar Wanadri, Program Anggota Muda, dan Empat Pilar Wanadri. Keterlibatan aktif, komitmen pada nilai-nilai organisasi, dan kemampuan beradaptasi dengan tantangan adalah faktor penting dalam membentuk anggota Wanadri yang bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terdapat hambatan seperti perbedaan latar belakang pendidikan, keterbatasan waktu, dan tekanan dari lingkungan luar Wanadri, upaya organisasi dalam mengatasi hal ini melalui kurikulum inklusif, dukungan langsung, dan evaluasi berkelanjutan telah berhasil menciptakan lingkungan di mana anggota Wanadri dapat secara konsisten menerapkan nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan rasa cinta tanah air.Kata Kunci: Nilai-nilai Pancasila, Rasa Cinta Tanah Air, WAnadri

    PENGGUNAAN TEORI FUNGSIONAL STRUKTURALISME DALAM TRADISI TEDAK SITEN

    Full text link
    AbstractTedak Siten is a custom and tradition carried out by the Javanese people and even those outside Java. This tradition has a series of events that must be carried out. Therefore, we chose this tradition to be the object of research in structuralist functional theory. The method we use is a qualitative research method in the form of data collection by non-direct observation. The main objective of qualitative research in the tedak siten tradition is to understand phenomena in depth and detail, and to explore the meanings and values contained in this tradition. The results of the study show that each procession from the traditional Tedak Siten tradition has a function that structurally supports a complete cultural system.Keyword : Tedak Siten, Structuralist functional, tradition. AbstrakTedak Siten merupakan sebuah adat dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa bahkan hingga masyarakat luar Jawa. Tradisi ini mempunyai serangkaian acara yang harus dilakukan. Maka dari itu kami memilih tradisi ini untuk dijadikan objek penelitian dalam teori fungsional strukturalisme. Metode yang kami gunakan adalah metode penelitian kualitatif berupa pengumpulan data secara observasi non-langsung. Tujuan utama dari penelitian kualitatif dalam tradisi tedak siten adalah untuk memahami fenomena secara mendalam dan detail, serta mengeksplorasi makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing prosesi dari tradisi adat Tedak Siten memiliki fungsi yang secara struktural mendukung sistem budaya yang utuh.Kata kunci : Tedak Siten, fungsional strukturalisme, tradisi.

    PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PENCEGAHAN KEKERASAN ANTARPELAJAR DI INDONESIA.

    Full text link
    Abstrak Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan bentuk pendidikan yang mengembangkan sikap dan kemampuan warga negara baik dari aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan karakter. Menghadapi kondisi saat ini tentu membutuhkan persiapan secara maksimal untuk menyiapkan para generasi muda menjadi pemimpin masa depan yang profesional. Pemimpin di era global haruslah dapat malakukan perubahan secara terencana, memiliki suatu visi dan misi, memiliki pengaruh yang kuat guna mencapai tujuan bersama hingga mampu memotivasi rekan kerja di Organisasi. Untuk menjalankan roda kepemimpinan seorang pemimpin memerlukan suatu upaya yang strategis, sistematis dan efektif dalam melaksananan suatu aktifitas untuk mencapai perubahan yang berkemajuan. Melalui pengembangan nilai-nilai kepemimpinan yang terdapat dalam materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat digunakan sebagai acuan bagi generasi muda penerus estafet kepemimpinan untuk menyiapkan diri menjadi pemimpinan masa depan yang handal, berkualitas dan berjiwa nasionalisme.Kata Kunci: Peran, Pendidikan Karakter dan  Pendidikan Kewarganegaraa

    PERAN GURU PPKN DALAM PENINGKATAN DISIPLIN PESERTA DIDIK PASCA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

    Full text link
    AbstrakTujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan peran guru PPKn dalam penguatan disiplin peserta didik pasca pembelajaran jarak jauh; (2) Menemukan faktor penghambat guru PPKn dalam penguatan disiplin peserta didik pasca pembelajaran jarak jauh; dan (3) Mengetahui faktor pendukung guru PPKn dalam penguatan disiplin peserta didik pasca pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Penelitian ini dilakukan di SMA N 3 Klaten. Subjek penelitian yakni (1) Waka Kesiswaan; (2) Guru PPKn di SMA N 3 Klaten; dan (3) tiga Peserta didik kelas XI MIPA 1. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, dan dokumentasi dengan pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik induktif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam menguatkan disiplin peserta didik di SMA N 3 Klaten termasuk menggunakan pola asuh Demokratis. Faktor penghambat dalam penguatan disiplin peserta didik yaitu keluarga yang kurang harmonis, beberapa guru masih memberikan toleransi terhadap peserta didik yang melanggar tata tertib, dan kesadaran peserta didik yang masih kurang. Faktor pendukung dalam penguatan disiplin peserta didik yaitu kemajuan teknologi, program kegiatan yang mendukung, dan komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua peserta didik.Kata kunci: Disiplin, Guru PPKn, Pembelajaran Jarak Jauh AbstractThis study aims to: (1) describe The role of PPKn teachers in strengthening the discipline of students after distance learning; (2) found Inhibiting factors of PPKn teachers in strengthening the discipline of students after distance learning; and (3) found supporting factors of PPKn teachers in strengthening the discipline of students after distance learning. This research is qualitative research. This research was conducted at SMA N 3. The subjects of the study were (1) Waka Kesiswaan, (2) PPKn teachers at SMA N 3 Klaten, and (3) Class XI MIPA 1 students. Data collection is carried out through interview, and documentation techniques with data validity checks using data triangulation. Data analysis in this study uses induktif techniques with steps data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results of this study show that PPKn teachers in strengthening student discipline at SMA N 3 Klaten is democratic parenting Inhibiting factors in strengthening student discipline are families that are less harmonious, some teachers still provide tolerance for students who violate discipline, and student awareness is still lacking. Supporting factors in strengthening student discipline are technological advances, supportive activity programs, and communication between the school and parents.Keywords: Discipline, Distance Learning, PPKn Teache

    ANALISIS G-MEET DALAM PEMBELAJARAN PPKn MASA PANDEMI COVID-19 DI SMPN 8 MALANG

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini brtujuan untuk menganalisis (1) penerapan g-meet dalam pembelajaran PPKn masa pandemi covid-19 di SMP N 8 Malang, (2) kendala g-meet dalam pembelejaran PPKn masa pandemi covid-19 di SMP N 8 Malang, (3) solusi penerapan g-meet dalam pembeleajaran PPKn masa pandemi covid-19 di SMP N 8 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini berlokasi di SMP N 8 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analasis data menggunakan Teknik Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan verification. Sedangkan uji keabsahan data yang digunakan yaitu (1) kredibilitas, (2) transferabilitas, (3)dependabilitas, (4)konfirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) penerapan g-meet dalam pembelajaran PPKn masa pandemic covid-19 di SMP N 8 Malang, (2) Kendala dalam penerapan g-meet dalam pembelajaran PPKn masa pandemic covid-19 di SMP N 8 Malang, (3) solusi mengatasi kendala penerapan g-meet dalam pembelajaran PPKn masa pandemi covid-19 di SMP N 8 MalangKata Kunci: G-meet, Pembelajaran PPKn, Masa Pandemi Covid-19 ABSTRACTThis study aims to analyze (1) the application of g-meet in Civics learning during the covid-19 pandemic at SMP N 8 Malang, (2) the obstacles of g-meet in learning Civics during the covid-19 pandemic at SMP N 8 Malang, (3) solution for implementing g-meet in Civics learning during the covid-19 pandemic at SMP N 8 Malang.  This study uses a descriptive qualitative approach.  This research is located in SMP N 8 Malang.  Data collection techniques used are interviews, documentation and observation.  The data analysis technique uses the Miles and Huberman technique, namely data reduction, data presentation and verification.  While the validity of the data used are (1) credibility, (2) transferability, (3) dependability, (4) confirmability.  The results of this study indicate: (1) the application of g-meet in Civics learning during the COVID-19 pandemic at SMP N 8 Malang, (2) Obstacles in the application of g-meet in Civics learning during the COVID-19 pandemic at SMP N 8 Malang, (  3) solutions to overcome the problems of implementing g-meet in Civics learning during the covid-19 pandemic at SMP N 8 MalangKeywords: G-meet, PPKn Learning, Covid-19 Pandemic Perio

    STRATEGI BADAN PENGAWAS PEMILU (BAWASLU) DALAM MENINGKATKAN PENGAWASAN PEMILU PARTISIPATIF DI KABUPATEN BOYOLALI

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengindetifikasi strategi Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif (3) mengidentifikasi kendala dalam meningkatkan masyarakat yang dihadapi oleh Bawaslu Kabupaten Boyolali untuk melaksanakan pengawasan partisipatif (3) mendeskripsikan capaian Bawaslu Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melaksanakan pengawasan partisipatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini antara lain: (1) strategi Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif yaitu a) Sosialisasi pengawasan partisipatif, b) Pembentukan Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang, c) Gelar budaya, d) Forum warga pengawasan partisipatif, e) Bawaslu goes to school, f) kerjasama dan MoU, g) Pojok pengawasan, h) Pengawasan pemilu bersama kelompok disabilitas, i) Pengelolaan media sosial dan pembuatan film pendek, j) Talkshow dan Podcast, k) Saka Adhyasta Pemilu, l) Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). (2) kendala dalam meningkatkan partisipasi masyarakat yang dihadapi oleh Bawaslu Kabupaten Boyolali untuk melaksanakan pengawasan partisipatif yaitu diantaranya : a) Pendidikan politik masyarakat yang masih rendah, b) Kelompok masyarakat yang majemuk, c) Kondisi Demografi Kabupaten Boyolali, d) SDM pengawas pemilu yang terbatas, e) Keterbatasan sarana dan prasarana Bawaslu Kabupaten Boyolali, f) Keterbatasan Anggaran, (3) capaian Bawaslu Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melaksanakan pengawasan partisipatif yaitu Bawaslu Kabupaten Boyolali dalam melaksanakan kegiatan program kerja didasarkan pada rencana program kerja tahunan yang dirancang pada setiap awal tahun. Sejak tahun 2019 hingga pertengahan tahun 2023 Bawaslu Kabupaten Boyolali telah mengembangkan berbagai macam strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu, hal ini terlihat dari capaian Bawaslu pada setiap laporan akhir tahun tentang program-program kerja Bawaslu Kabupaten Boyolali.Kata Kunci : Bawaslu, Strategi, Pemilu, Pengawasan partisipatif  ABSTRACTThis study aims to (1) identify Bawaslu strategies in increasing community participation in participatory election supervision (3) identify obstacles in improving the community faced by the Boyolali Regency Bawaslu in carrying out participatory supervision (3) describe the achievements of Boyolali Regency Bawaslu in increasing participation community to carry out participatory supervision. This research is a qualitative descriptive study. The results of this study include: (1) Bawaslu's strategy in increasing community participation in participatory election supervision, namely a) Socialization of participatory supervision, b) Formation of Monitoring Villages and Anti-Money Politics Villages, c) Cultural holdings, d) Community forums of participatory supervision, e ) Bawaslu goes to school, f) collaboration and MoU, g) Monitoring corner, h) Election monitoring with disability groups, i) Management of social media and making short films, j) Talk shows and Podcasts, k) Election Saka Adhyasta, l) School Participatory Supervision Cadres (SKPP). (2) the obstacles in increasing community participation faced by the Boyolali Regency Bawaslu in carrying out participatory supervision include: a) The political education of the people is still low, b) The plurality of community groups, c) Demographic Conditions of Boyolali Regency, d) The human resources of election supervisors who are limited, e) Limited facilities and infrastructure of Boyolali Regency Bawaslu, f) Budget Limitations, (3) Boyolali Regency Bawaslu achievements in increasing community participation to carry out participatory supervision namely Boyolali Regency Bawaslu in carrying out work program activities based on an annual work program plan designed on every beginning of year. From 2019 to mid-2023, the Boyolali Regency Bawaslu has developed various strategies to increase public participation in election supervision. This can be seen from Bawaslu's achievements in each year-end report on Boyolali Regency Bawaslu work programs.Keywords: Bawaslu, Strategy, Election, participatory supervisio

    STUDI ANALISIS KONSISTENSI DAN KECUKUPAN MATERI DALAM BAHAN AJAR BHINNEKA TUNGGAL IKA KELAS X TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) ketepatan prinsip konsistensi pada materi Bhinneka Tunggal Ika dalam bahan ajar Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka Kelas X SMA, 2) presisi prinsip kecukupan materi Bhinneka Tunggal Ika dalam bahan ajar Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka Kelas X SMA. Metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini, dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data berasal dari informan, lokasi, peristiwa, dan dokumen; pengambilan sampel secara sengaja; Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan peninjauan dokumen; dan validitas data dengan trianggulasi data dan teknik. Analisis data menggunakan teori elaborasi. Simpulan dari penelitian ini 1) materi Bhinneka Tunggal Ika pada buku paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya sesuai dengan konsep dasar keteguhan/kepatuhan yang menyatakan bahwa isi yang disampaikan kepada siswa harus sesuai dengan kemampuan dasar yang teridentifikasi dalam Hasil Belajar. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa informasi yang diberikan dalam buku ini tidak sesuai dengan referensi ilmiah terkini dan mengandung sejumlah kekurangan prosedural pengetahuan, misalnya: belum adanya proses menginisiasi kegiatan bersama dan gotong royong. Materi pembelajaran yang ada pada bahan ajar ini menunjukkan bahwa buku tersebut belum sepenuhnya memenuhi konsistensi prinsip. 2) materi Bhinneka Tunggal Ika pada buku paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya memenuhi prinsip kecukupan, yang menyatakan bahwa muatan materi yang dibutuhkan harus mampu bagi siswa untuk memahami keterampilan dasar yang diajarkan. Indikator dalam modul terbuka dan buku yang tidak seluruhnya terdapat dalam buku Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 menjadi buktinya maka perlu adanya penambahan materi pada buku tersebut. Kata kunci : Bahan Ajar, Materi, Bhinneka Tunggal Ika, Capaian Pembelajaran AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) ketepatan asas konsistensi materi Bhinneka Tunggal Ika pada bahan ajar Kurikulum Mandiri Pendidikan Pancasila Kelas X SMA dan 2) ketepatan asas kecukupan materi Bhinneka Tunggal Ika pada materi ajar Mandiri Pendidikan Pancasila Kurikulum Bahan Ajar SMA Kelas X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan jenis penelitian deskriptif kualitatif Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Keabsahan data dengan triangulasi data dan metode Analisis data menggunakan teori elaborasi. Kesimpulan dari penelitian ini 1) Materi Bhinneka Tunggal Ika dalam buku Paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya memenuhi prinsip konsistensi yaitu keteguhan atau ketaatan pada prinsip, dimana materi yang diajarkan siswa harus sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditentukan dalam Hasil Belajar. Hal ini dibuktikan dengan materi yang disajikan dalam buku tersebut tidak sesuai dengan referensi ilmiah yang ada, serta terdapat beberapa kesalahan dalam pengetahuan prosedural; misalnya tidak adanya proses untuk memulai kegiatan bersama dan gotong royong. Materi pembelajaran dalam bahan ajar ini menunjukkan bahwa buku ini belum sepenuhnya mencakup prinsip konsistensi. 2) Materi Bhinneka Tunggal Ika dalam paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya memenuhi prinsip kecukupan, yaitu prinsip bahwa materi yang harus diajarkan harus cukup untuk membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator yang terdapat dalam silabus belum sepenuhnya tertuang dalam buku Kurikulum Pancasila Merdeka 2022; perlu menambahkan materi ke dalam buku. Kata Kunci : Bahan Ajar, Materi Pelajaran, Bhinneka Tunggal Ika, Hasil Belaja

    PERAN AGAMA DALAM PEMBERDAYAAN INTEGRASI NASIONAL

    Full text link
    ABSTRACTThis study aims to determine the extent to which religion plays a role in maintaining the integrity of the nation and as a solution to various structural and horizontal conflicts in various regions of Indonesia which are caused, among other things, by the application of religious emotional content. transgressed, as did the glorification of tribes and ethnicities that grew. The challenge that we must face together is to consciously and honestly shape the role of religious, moral and ethnic values to promote harmony, unity, social cohesion, national integration and national resilience in the era of globalization. Partnerships between nations and countries must be encouraged in order to promote regional sustainability, because realizing national and regional sustainability seeks to realize the ideals of the nation as contained in the preamble of the 1945 Constitution.Keywords: Indonesia, Moral, Nation, National, Tribe, Ethnicity  ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana agama berperan dalam menjaga keutuhan bangsa dan sebagai solusi atas berbagai konflik struktural dan horizontal di berbagai wilaya h Indonesia yang antara lain disebabkan oleh penerapan muatan emosional keagamaan. melampaui batas, seperti halnya pemuliaan suku dan etnis yang tumbuh. Tantangan yang harus kita hadapi bersama adalah secara sadar dan jujur membentuk peran nilai-nilai agama, moral, dan etnis untuk mendorong kerukunan, persatuan, kohesi sosial, integrasi bangsa, dan ketahanan nasional di era globalisasi. Kemitraan antar bangsa dan negara harus digalakka n dalam rangka memajukan kesinambungan daerah, karena mewujudkan kesinambunga n nasional dan daerah berupaya mewujudkan cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.Kata kunci : Indonesia, Moral, Bangsa, Nasional, Suku, Etni

    69

    full texts

    72

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇