MOTIVASI
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
Studi Fenomenologi Keseimbangan Kerja Keluarga Pada Wanita Dewasa Awal Yang Bekerja Sebagai Guru.
Penelitian ini meneliti tentang keseimbangan kerja keluarga (work life-balance) pada wanita dewasa awal yang bekerja sebagai guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis IPA (interpretative phenomenology analysis), bertujuan untuk meneliti aspek keseimbangan kerja keluarga. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan purvosive sampling, subjek dipilih berdasarkan karakteristik penelitian dengan jumlah dua orang subjek. Hasil Analisis yang dilakukan terhadap aspek dari keseimbangan kerja keluarga, keseimbangan waktu, keseimbangan peran, dan keseimbangan kepuasan. Penelitian ini menemukan bahwa keseimbangan kerja keluarga dapat terwujud karena waktu ditempat kerja yang fleksibel, bantuan keluarga, makna kerja, makna keluarga, pandangaan tentang kehidupan, Kondisi anak dan usia anak. Bagi subjek kesulitan untuk bisa mencapai keseimbangan kerja keluarga adalah; tugas tambahan, kondisi anak, usia anak, dan waktu untuk melakukan kegiatan lain
Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Terhadap Perilaku Menolong Korban Bullying Di SMK Negari 1 Tenggarong.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku menolong korban bullying. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Negeri 1 Tenggarong yang berjumlah 300 orang.Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala konformitas teman sebaya dengan koefisien validitas yang bergerak dari 0,117 - 0,563 sedangkan uji reliabilitas menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,797. Selanjutnya skala perilaku menolong korban bullying dengan koefisien validitas yang bergerak dari 0,131 - 0,617 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,889.Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil R2 = 0,041 dan P = 0,000 atau P,05 yang artinya ada pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku menolong korban bullying. Konformitas teman sebaya menyumbangkan peran sebesar 4,1% terhadap perilaku menolong korban dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain
PENGARUH EMPAT KUADRAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF PADA KARYAWAN LEMBAGA PENYIARAN TV SWASTA DI KALTIM
Penelitian ini meneliti tentang pengaruh empat kuadran yang membentuk iklim organisasi terhadap perilaku kerja inovatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 102 karyawan yang berasal dari 10 lembaga penyiaran televisi swasta di Kalimantan Timur dengan teknik pengambilan sampel probability sampling yaitu cluster sampling. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kuadran iklim organisasi yang berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif, yaitu human relation model (HRM), internal process model (IPM) dan rational goal model (RGM). Satu kuadran lainnya, yaitu open system model (OSM) tidak berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif
PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE DAN SELF EFFICACY KARYAWAN TERHADAP EMPLOYEE VOICE BEHAVIOR DI PT. INTERNASIONAL PRIMA COAL SAMARINDA
This study aims to find out whether there is an influence of Leader Member Exchang and Employee Self Efficacy on Employee Voice Behavior. so there are 3 influences that will be investigated in this study, namely: 1) Leader Member Exchang; 2) Self Efficacy of employees; 3) Employee Voice Behavior. This research was conducted on employees of PT. Internasional Prima Coal Samarinda where the company is engaged in coal mining. The subjects in this study were 51 employees. sampling in this study using saturated sampling technique where all populations are used as samples because of the relatively small population. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the regression analysis of this study are R = 0.156, R2 = -0.16, F regression = 0.598, it shows that there is no positive and significant influence from Leader Member Exchang and employee Self Efficacy on Employee Voice Behavior
GAMBARAN KOMITMEN PERKAWINAN PADA WANITA PASCA PERSELINGKUHAN
INTISARIPenyebab terbesar dari perceraian adalah pertengkaran yang berkepanjangan, masalah ekonomi dan perselingkuhan. Perselingkuhan adalah pengkhianatan yang dilakukan oleh pasangan menikah yang sangat berdampak fatal dalam sebuah perkawinan dan tidak jarang perkawinan berakhir dengan perceraian karena perselingkuhan.Dalam penelitian ini, menggunakan 2 orang wanita yang mengalami pengkhianatan kepercayaan oleh suaminya. Subyek 1 yang ditinggal suami selama 3 bulan, dan subyek 2 ditinggal suami selama 13 tahun.Fokus dan rumusan masalah penelitian ini adalah gambaran komitmen perkawinan wanita pasca perselingkuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan fenomenologi serta teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan observasi. Teknik analisa data menggunakan guide wawancara, dibuat verbatim lalu dianalisa. Hasil penelitian ini didapati bahwa kedua subyek memiliki komitmen struktural dalam mempertahankan perkawinannya. Dimana subyek 1 memikirkan dampak perceraian terhadap anak-anaknya, dan subyek 2 sangat berpegang pada ajaran agama yang tidak memperbolehkan perceraian terjadi dalam perkawinan yang sah. Oleh karena itu mereka tetap mempertahankan perkawinannya.Penelitian ini sangat jauh dari sempurna. untuk itu sangat disarankan bagi peneliti selanjutnya agar memiliki guide wawancara yang jelas, observasi yang intens dan menggali jauh kedalam setiap permasalahan subyek agar didapati lebih detail bagaimana komitmen perkawinan yang dimiliki wanita pasca perselingkukan. ABSTRACT Overview Commitment to Women Post-Marital Infidelity.The biggest cause of divorce is prolonged bickering, economic problems and infidelity. Infidelity is a betrayal committed by a married couple who are very fatal in a marriage and not infrequently the marriage ended in divorce due to infidelity.In this study, using the 2 women who experienced betrayal of trust by her husband. 1st Subjects who left her husband for 3 months, and 2nd subjects left her husband for 13 years.The focus of this research and the formulation of the problem is the image of women after infidelity marital commitment. This study used qualitative methods, through a phenomenological approach and data collection techniques performed with semi-structured interviews and observation. Data analysis technique using an interview guide, made verbatim and analyzed. The results of this study found that two subjects had a structural commitment to his marriage. Where the subject of one thinking about the impact of divorce on children, and the subject of two strongly held religious teachings do not allow divorce occurs in a valid marriage. Therefore, they maintain marriage.This research is very far from perfect. for it is highly recommended for further research in order to have a clear guide interviews, observation intense and dig deep into any subject matter that is found in more detail how the commitment of marriage women-owned post-marital infidelity
PENGARUH BULLYING TERHAHADAP KECEDASAN EMOSI PADA SISWA DI SMP INEGERI 2 SAMARINDA
INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara bullying dengan kecerdasan emosi di SMPN 2 Samarinda.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 70 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah bullying dan kecerdasan emosi yang diadopsi dan disusun peneliti sendiri.Tehnik analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan bantuan programSPSS 13 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pada umumnya siswa memiliki bullying cendrung tinggi. 2) Pada umumnya siswa kecerdasan emosinya cendrung rendah. 3) Ada pengaruh negative bullying terhadapa kecerdasan emosi (p=0.00, p<0.05), dengan koefisien korelasi sebesar 56.7 %, p = 0.000, R² = 0.321. Hal ini menunjukan bahwa semangkin tinggi tingkat bullying maka kecerdasan emosi semangkin rendah. ABSTRAK This research goal is to acknowledge if there is any significant result between The methoduse in this research is quantitative with the in junior highschool 2 samarinda. So there are two variable that will be investigated, namely : 1) intelegence emotional ; 2) bullying. The method use in this research is quantitative with the The sample were 70 person of grade 7 student, this sample is taken with sampling technique. Instrument in this research is bullying and emotional intelegence then adopted and compiled by authorThe method use in this research is quantitative with the Simple regression analysis and spps 13 program for windows are used in this research. The results is 1) theres high level of bullying 2)generally the intelegence emotion of student is low 3) theres a negative impact of bullying to emotional intelegence (p=0,00, p<0,05), with 56,7% of realation coefficient, p = 0.000, R² = 0.32
PENGARUH MODAL PSIKOLOGIS TERHADAP KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN DI PT. GRAND MANDIRI UTAMA
AbstractThis study aims to determine the effect of psychological capital on work engagement. The subject of this research is employees of PT. Grand Mandiri Utama. The sample of research is 212 people with sampling technique used is purposive sampling. The data obtained based on the result of simple regression analysis showed the correlation coefficient value of psychological capital to the work engagement of 0,555 with p = 0,000 (p <0,05). These results indicate that the hypothesis proposed by researchers, namely there is a positive influence between psychological capital with work engagement PT. Grand Mandiri Utama is acceptable. The value of positive correlation coefficient indicates that the direction of relationship between the two variables is positive, meaning the higher the psychological capital the higher the work attachment. Psychological capital gave effective contribution of 30.8% on work engagement and 69.2% was influenced by other factors not examined in this study. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal psikologis terhadap keterikatan kerja pada karyawan. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT. Grand Mandiri Utama. Sampel penelitian berjumlah 212 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang diperoleh berdasarkan hasil Analisis Regresi Sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi modal psikologis terhadap keterikatan kerja sebesar 0,555 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat pengaruh positif antara modal psikologis dengan keterikatan kerja karyawan PT. Grand Mandiri Utama dapat diterima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa searah, artinya semakin tinggi modal psikologis maka semakin tinggi keterikatan kerja. Modal psikologis memberikan sumbangan efektif sebesar 30,8% pada keterikatan kerja dan sebesar 69,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMP PGRI 7 SAMARINDA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan kenakalan remaja di SMP PGRI 7 Samarinda. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 dan 2 SMP PGRI 7 Samarinda. Sampel penelitian berjumlah 67 siswa dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis korelasi product moment menunjukkan nilai koefisien korelasi kecerdasan emosi dengan kenakalan remaja sebesar -0,604 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi dengan kenakalan remaja di SMP PGRI 7 Samarinda dapat diterima. Nilai koefisien korelasi negatif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah tidak searah, artinya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin tinggi kenakalan remaja. Kecerdasan emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 36% dengan kenakalan remaja dan sebesar 64% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. ABSTRACTThis study aims to determine the relationship of emotional intelligence with juvenile delinquency in SMP PGRI 7 Samarinda. The subjects of this study are students of grade 1 and 2 SMP PGRI 7 Samarinda. The sample of this research is 67 students with the sampling technique used is incidental sampling. The data obtained based on product moment correlation analysis results show the value of correlation coefficient of emotional intelligence with juvenile delinquency equal to -0.604 with p = 0.000 (p <0,05). These results indicate that the hypothesis proposed by the researcher, ie there is a negative relationship between emotional intelligence with juvenile delinquency in SMP PGRI 7 Samarinda acceptable. Negative correlation coefficient value indicates that the direction of relationship between the two variables is not unidirectional, meaning the lower the emotional intelligence the higher the juvenile delinquency. Emotional intelligence contributes 36% effectively to juvenile delinquency and 64% is influenced by other factors not examined in this study
DEPRESI PADA LANSIA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan problem depresi pada lansia dan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi depresi pada lansiaPenelitian dikenakan kepada lansia yang tinggal di Panti Wredha Nirwana Puri Samarinda. Subyek dalam penelitian ini adalah 2 orang lansia yang tinggal di Panti Wredha Nirwana Puri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dimana subyek dipilih berdasarkan kriteria – kriteria tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya.Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lansia mengalami depresi disebabkan oleh 2 faktor utama yaitu faktor fisik dan faktor psikologis ABSTRACT This study aimed to describe the problem of depression in the elderly and identify factors that influence depression in elderly Research subject to the elderly who live in the nursing home Nirwana Puri Samarinda. Subjects in this study were two elderly people who live at the nursing home Nirwana Puri. This study used qualitative research methods. Sampling in this study using purposive sampling technique. In which subjects are selected based on criteria - certain criteria predetermined. Data analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion. The results showed that the elderly suffering from depression caused by two main factors, namely physical factors and psychological factors
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING DENGAN KONFLIK PERAN GANDA PADA KARYAWATI YANG BEKERJA DI BANK KALTIM KOTA SAMARINDA
INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada terdapat hubungan antara psychological well being dengan konflik peran ganda. Sehingga terdapat dua hubungan yang akan diselidiki dalam penelitian ini, yaitu: 1) psychological well being; 2) konflik peran ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawati yang bekerja di Bank Kaltim Kota Samarinda yang berjumlah sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan sapling jenuh.Teknik analisa data yang digunaka adalah korelasi product moment. Dari hasil uji korelasi product moment didapat nila r = -843 dan nilai p = 0,000 < 0,01 maka dari hasil penelitian menujukan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara psychological well being dengan konflik peran ganda. ABSTRACT This study aims to determine whether there is an association between psychological well being wit a dual role conflict. So there are two relationship that will be investigated in this study, namely: 1) psychological well being, 2) dual role conflict. The population in this study were employees who worked in a bank kaltim samarinda city numbering as many as 50 people. The samples in this study using purposive sampling and sampling jenuh. Data analysis technique used is the product moment correlation. From the test result obtained value of the psoduct moment correlation r = -843 and grades p = 0,000 < 0,01 so from the results of research show that there is a significant negative relationship between psychological well being with a dual role conflict