487 research outputs found

    Back Matter

    No full text

    Front Matter

    No full text

    Evaluasi Galur Harapan Padi Hitam (Oryza sativa L.) Berdaya Hasil Tinggi dan Berumur Genjah

    Get PDF
    Padi merupakan komoditas pangan penting dunia. Salah satu jenis padi adalah padi hitam yang saat ini belum banyak direkayasa, sehingga daya hasilnya rendah dengan umur yang panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter agronomi galur harapan padi hitam berdaya hasil tinggi dan berumur genjah. Percobaan dilaksanakan di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada di Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret-Agustus 2018. Bahan penelitian yang digunakan adalah 17 galur harapan padi dan 1 kultivar unggul lokal. Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah Kisi Sederhana (Simple Lattice Design) dengan 3 ulangan. Setiap galur harapan ditanam pada plot berukuran 5x1,2 m dengan jarak tanam 20×30 cm, secara inling (1 bibit perlubang tanam) dengan umur pindah tanam 21 hari. Variabel pengamatan berupa komponen agronomi, komponen hasil dan karakter fisik gabah dan beras. Analisis varians dilakukan untuk variabel kuantitatif dengan taraf nyata α = 5%. dilanjutkan dengan uji Scott Knott. Hasil penelitian menunjukan karakter agronomi galur harapan padi hitam secara umum serupa dengan karakter agronomi galur harapan padi putih dan padi merah terkait dengan variabel tinggi tanaman sedang (lebih dari 110 cm), anakan produktif sedang (10-20 buah), umur panen sedang (125-150 HSS), panjang malai (20-30 cm), jumlah gabah per malai kurang dari 250 biji. Daya hasil galur harapan padi hitam P2 (4,10±0.27 ton/hektare) dan XI (3,95±0.45 ton/hektare) lebih tinggi dari varietas unggul lokal Sleman Merah (3,84±0.50 ton/hektare. Galur harapan padi hitam W (116±0.33 HSS) memiliki kategori umur panen genjah.

    Pengaruh Konsentrasi Kitosan Udang dan Kepiting sebagai Edible Coating terhadap Mutu dan Daya Simpan Tomat Ceri (Solanum lycopersicum var. Cerasiforme)

    Get PDF
    Tomat ceri merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual yang tinggi. Kehilangan hasil akibat kerusakan pascapanen tomat ceri perlu dicegah dengan penanganan pascapanen yang tepat. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah pelapisan edible coating menggunakan kitosan. Penelitian bertujuan untuk menentukan sumber dan konsentrasi kitosan yang optimal untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang masa simpan buah tomat ceri. Penelitian dilaksanakan di Sub-Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UGM pada bulan Juli-Agustus 2019. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu sumber dan konsentrasi kitosan. Sumber kitosan berasal dari kepiting dan udang, masing-masing dengan konsentrasi yaitu 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3%. Pengamatan dilakukan pada beberapa variabel iklim mikro di ruang penelitian, beberapa indikator kualitas buah, dan masa simpan buah tomat ceri. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Honestly Significance Difference (HSD) Tukey pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa Aplikasi kitosan yang bersumber dari udang maupun kepiting sampai dengan konsentrasi 3% belum memberikan kontribusi yang positif terhadap mutu dan daya simpan buah tomat ceri. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut menggunakan pelapisan kitosan yang bersumber dari udang maupun kepiting dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari 3%

    Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Asam Jawa dan Asam Manis (Tamarindus indica L.)

    Get PDF
    Tanaman asam merupakan tanaman penting yang mempunyai potensi, tetapi kurang diperhatikan. Tanaman asam mempunyai manfaat sebagai rempah dan jamu tradisional. Tidak ada penelitian mengenai bagaimana komposisi media tanam yang baik untuk asam jawa dan asam manis. Atas dasar tersebut dilakukan penelitian “Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Asam Jawa dan Asam Manis (Tamarindus indica L.)”. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit asam jawa dan asam manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai Desember 2017 di Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada, Berbah, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) faktorial 4 x 2 dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama komposisi media  tanam  antara  tanah : pupuk kandang : arang sekam 4 : 0 : 0, tanah : pupuk kandang : arang sekam 2 : 1 : 1, tanah : pupuk kandang : arang sekam 1 : 2 : 1, tanah : pupuk kandang : arang sekam 1 : 1 : 2. Faktor kedua jenis asam antara: asam jawa dan asam manis. Data hasil pengamatan dianalisis varians pada tingkat keprcayaan 95%. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan, diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil yang diperoleh tidak terdapat pengaruh kombinasi perlakuan media  tanam terhadap pertumbuhan bibit asam jawa dan asam manis

    Pengaruh Umur Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa ssp. chinensis) pada Hidroponik NFT

    Get PDF
    Pakcoy (Brassica rapa ssp. chinensis) merupakan jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Dalam budidaya pakcoy secara hidroponik NFT umur bibit adalah salah satu aspek penentu dalam peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur bibit terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy dan menentukan umur bibit yang memberikan hasil tertinggi sawi pakcoy dengan budidaya hidroponik NFT. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal terdiri atas lima variasi umur bibit dengan ulangan sebanyak lima kali. Umur bibit yang diuji adalah 0 HSS, 5 HSS, 10 HSS, 15 HSS dan 20 HSS. Pengamatan pertumbuhan tanaman sawi meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan klorofil. Komponen hasil yang diamati yaitu bobot segar tajuk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) taraf 5%, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur bibit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy. Pada budidaya sawi pakcoy secara hidroponik sistem NFT hasil tertinggi diperoleh jika ditanam langsung dari bibit 0 HSS atau menggunakan bibit berumur 5 HSS. Penggunaan umur bibit yang tepat dalam budidaya pakcoy secara hidroponik NFT dapat mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal pada akhir masa panennya

    Pengaruh Kombinasi Pupuk Anorganik dan Vinase Diperkaya Mikrobia terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.)

    Get PDF
    Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang akan berdampak buruk bagi lahan pertanian, oleh karena itu diperlukan eksplorasi pupuk alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi pupuk NPK dan vinase diperkaya mikrobia yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal serta mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Juni 2020. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor yang diuji berupa kombinasi pupuk NPK standar (NPK majemuk + urea) dan vinase diperkaya mikrobia yang terdiri atas enam aras yaitu tanpa pupuk (P0), NPK standar yang terdiri dari 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea (P1), vinase diperkaya mikrobia sesuai dosis anjuran 15000 L.ha-1 (P2), ¾ NPK standar + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P3), ½ NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P4) dan ¼ NPK standar  + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P5). Data pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf  α = 5%  apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf  α = 5%. Kombinasi  3/4 NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P3) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal yang sama baiknya dengan NPK standar (P1). Vinase diperkaya mikrobia sebanyak 15000 L.ha-1 yang dikombinasikan dengan ¾ NPK standar (P3) efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung dengan nilai RAE >100%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa vinase diperkaya mikrobia mampu mensubstitusi penggunaan pupuk kimia sebesar 25 % pada pertanaman jagung

    Keragaan Pertumbuhan Bibit Tiga Klon Teh (Camellia sinensis L.) pada Dua Media Pembibitan

    Get PDF
    Teh (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai peran besar dalam peningkatan devisa negara. Pembibitan teh merupakan hal yang penting diperhatikan karena akan menentukan pertumbuhan dan kualitasnya. Media pembibitan menjadi satu hal yang menjadi perhatian karena darisanalah bibit mendapat suplai unsur hara yang diperlukan yang akan mempengaruhi pertumbuhan. Arang sekam dan limbah baglog merupakan limbah yang sangat potensial untuk digunakan sebagai media pembibitan teh karena kandungan unsur haranya yang tinggi, ringan dan masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keragaan pertumbuhan bibit teh pada media yang ditambahkan dengan arang sekam dan limbah media jamur (baglog) dan dibandingkan dengan media kontrol yang selama ini digunakan. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap dua faktor (klon x media pembibitan) dengan empat ulangan. Faktor pertama berupa macam klon yaitu: TRI 2025, PS 1 dan TPS 93 dan faktor kedua berupa macam media tanam yaitu: tanah + arang sekam (1:2), tanah + limbah baglog (1:2) dan kontrol. Kontrol terdiri dari top soil dan sub soil dengan perbandingan 1:3. Data yang diperoleh diuji beda nyata perlakuannya dengan menggunakan sidik ragam (anova). Apabila pada sidik ragam perlakuan menunjukkan pengaruh nyata pada taraf 5%, maka untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan perlu dianalisis lagi dengan uji beda nyata jujur Tukey dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bibit pada tanah + arang sekam lebih baik dibandingkan pada media tanah + limbah baglog. Media tanah + arang sekam dapat dijadikan media pembibitan alternatif, adapun media tanah + limbah baglog cenderung menurunkan kualitas bibit teh

    Stomata dan Trikoma Kultivar Kedelai Anjasmoro selama pemupukan Nanosilika dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria

    No full text
    Soybean is a very important crop commodity in Indonesia. Increasing soybean production on dryland as cultivation land need to be carried out. Dryland have issues with either of nutrient and water availability which is not supportable for plant growth. Therefore, the application of nano-silica and plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) are expected to increase nutrient absorption, synthesis of plant growth hormone and increase in plant resistance to drought stress. The growth of drought-resistant plants is able to be showed through the status of stomata and trichomes on leaves. So that, this study aimed to determine the stomata and trichome performance of soybean plants of Anjasmoro cultivar using nano-silica and PGPR as fertilizers. The study design used a completely randomized design with 2 factors with three replication. The first factor was nano silica concentration i.e. 0, 100 and 200 ppm. The second factor was PGPR concentration i.e. 0, 5, 10, and 15%. Results showed that the nanosilica and PGPR applications had no significant effect on stomata and trichome status of Anjasmoro cultivar except for stomatal aperture and the ratio of the size of the stomata openings. A positive correlation has been found in the study between stomata openings and soybean yields

    Pengaruh Pemangkasan Batang Utama dan Cabang Primer terhadap Hasil dan Kualitas Pare (Momordica charantia L.)

    Get PDF
    Pare merupakan jenis tanaman sayur yang banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia di bidang kuliner, kosmetik, hingga obat herbal. Banyaknya kebutuhan masyarakat tersebut harus seimbang dengan produktivitas pare. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi dapat dilakukan dengan teknik pemangkasan yang tidak banyak dilakukan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara perlakuan pemangkasan batang utama dengan cabang primer untuk meningkatkan hasil dan kualitas pare. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2019 di dusun Kuden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Rancangan penelitian disusun dengan rancangan petak terbagi faktorial 2 x 5, tiga blok sebagai ulangan. Petak utama terdiri dari dua taraf yaitu pemangkasan dan tanpa pemangkasan cabang primer. Anak petak terdiri dari lima taraf yaitu tanpa pemangkasan batang utama, pemangkasan menyisakan 13, 16, 19, dan 21 ruas. Data diuji menggunakan analisis varians, jika terdapat signifikansi diantara perlakuan kemudian dilanjutkan dengan uji Honestly Significant Difference dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan batang utama dan cabang primer memberikan pengaruh nyata pada jumlah cabang primer dengan interaksi antar faktor, namun tidak berbeda nyata terhadap jumlah bunga betina dan bunga jantan per tanaman, rasio bunga betina: jantan, fruit set, jumlah buah per tanaman, bobot segar buah, panjang dan diameter buah. Hal tersebut mengindikasi perlakuan pemangkasan batang utama dan cabang primer yang dilakukan nyatanya malah menurunkan jumlah buah per tanaman, bobot segar buah per buah, sehingga bobot buah per tanaman juga menurun. Meski begitu, hasil uji korelasi antar ketiga variabel tersebut dengan produktivitas tanaman menunjukkan hubungan signifikan korelasi positif yang cukup-sangat kuat

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇