487 research outputs found

    Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Pemberian Mulsa dan Umur Pangkas Batang Utama di Lahan Pasir Pantai

    Get PDF
    Penelitian tanggapan pertumbuhan dan hasil mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap umur pangkas dan pemberian mulsa di lahan pasir pantai ini dilaksanakan di lahan pasir pantai Samas, tepatnya di Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak pada ketinggian 2 hingga 10 m di atas permukaan laut, sebagian wilayahnya sendiri berbatasan langsung dengan pesisir selama bulan Mei hingga Juli 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pangkas dan pemberian mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi faktorial 2x4 dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor utama adalah pemulsaan, yaitu dimulsa dan tidak dimulsa, dengan anak faktor berupa umur pangkas pucuk yaitu tanpa dipangkas, dipangkas 14 hst, dipangkas 21 hst, dan dipangkas 28 hst. Data yang didapat kemudian diolah dengan anova, kemudian perbedaannya diuji lanjut dengan Tukey pada signfikansi 5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada interaksi antara pengaruh pemulsaan dan umur pangkas pucuk. Perlakuan pemulsaan memberikan nilai yang lebih tinggi pada parameter volume akar dan jumlah daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi perlakuan pemulsaan. Perlakuan umur pangkas hanya memberikan pengaruh terhadap panjang tanaman yang lebih pendek pada perlakuan umur pangkas 21 dan 28 hst. Dengan demikian, petani dapat melakukan pemangkasan pada umur 28 hst untuk mendapatkan tanaman mentimun yang lebih pendek

    Seleksi Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata) Hibrida Berdasarkan Umur, Komponen Hasil, dan Kadar Gula Pasca Panen

    Get PDF
    Pengembangan kultivar hibrida jagung manis masih dibutuhkan karena permintaan masih tetap tinggi. Kultivar superior mempunyai umur panen yang cepat, hasil tinggi dan kandungan gula tinggi. Program pemuliaan pada jagung manis masih terus dikembangkan. Salah satu caranya yaitu menciptakan varietas unggul. Varietas unggul merupakan varietas yang memiliki potensi daya hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh genotipe F1 yang memiliki sifat unggul, yaitu berumur genjah, berproduksi tinggi, dan memiliki tingkat kemanisan tinggi. Penelitian ini dilakukan di lahan persawahan di Desa Bopongan jalan Imogiri Barat KM 5, Bantul, Yogyakarta. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah FSB × 24-8, 38 × 40, 24-8 × FMB, FM × 15-1, FM × 24-8, 24-8 × 24-4, FM × 22-3, 1 × 31, 75 × 13, 42-4 × 24-8, A × C, A × H, B × A, B × R, C × B, C × S,  R × C, R × T, T × H, dan T × K sebagai hasil persilangan, sedangkan Talenta sebagai kultivar pembanding. Hasil penelitian ini didapatkan jagung manis hibrida yang berumur genjah adalah hibrida FM × 15-1, FM × 22-3, 1 × 31, A × C, A × H, B × A, B × R, R × C, dan T × H. Jagung manis hibrida yang memiliki sifat unggul lainnya adalah hibrida T × K (karakter bobot tongkol per tanaman, bobot tongkol, dan diameter tongkol kulit tengah), B × R (karakter jumlah tongkol), 24-8 × FMB (karakter panjang tongkol kulit), FM × 24-8 (karakter jumlah baris per tongkol), dan FM × 22-3 (karakter kadar gula pasca panen digital)

    Pengaruh Metode Pengendalian Gulma terhadap Dominansi Gulma serta Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode pengendalian gulma yang efektif dan efisien untuk menekan kompetisi yang diakibatkan oleh keberadaan gulma pada pertanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tri Dharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, dan Laboratorium Manajemen dan Produksi Tanaman Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan April hingga Juli 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan satu faktor dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor yang digunakan adalah metode pengendalian gulma yakni: W0 (tanpa pengendalian gulma) sebagai kontrol negatif, W1 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1 MST), W2 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1 dan 2 MST), W3 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1, 2, dan 3 MST), W4 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1, 2, 3 dan 4 MST), W5 (pengendalian gulma menggunakan bioherbisida kenikir konsentrasi 400 g.L-1 pada umur kedelai 1 MST), W6 (pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis dosis 200 mL.m-2 pada umur kedelai 1 MST), W7 (pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis dosis 300 mL.m-2 pada umur kedelai 1 MST), W8 (pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis dosis 400 mL.m-2 pada umur kedelai 1 MST), dan W9 (perlakuan bebas gulma) sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara perlakuan pengendalian gulma terhadap bobot kering gulma, bobot kering tanaman, laju pertumbuhan tanaman, produktivitas, dan kehilangan hasil tanaman kedelai. Perla kuan pengendalian gulma secara mekanis hingga umur 3 MST (W3) paling efektif dan efisien menekan pertumbuhan gulma dan menghasilkan produktivitas tanaman kedelai setara dengan perlakuan bebas gulma

    Pengaruh Induksi Benih dengan Natrium Klorida terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai (Glycine max L.) pada Cekaman Salinitas

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh induksi benih dengan larutan NaCl terhadap pertumbuhan dan hasil tiga kultivar kedelai dalam kondisi tercekam salin.  Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kawat, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Maret-Agustus 2018. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor + 1 non-salin. Faktor pertama yaitu induksi benih dengan NaCl (mM) yang terdiri atas tiga konsentrasi yaitu 0 mM, 40 mM dan 80 mM. Faktor kedua adalah kultivar kedelai yang terdiri dari kultivar Anjasmoro, Dering dan Grobogan. Salinitas tidak mempengaruhi pertumbuhan pada ketiga kultivar, namun hanya pada kultivar Dering yang mengalami penurunan hasil. Dibandingkan tanpa induksi benih, induksi benih pada konsentrasi 80 mM NaCl secara signifikan meningkatkan bobot segar tajuk. Namun demikian, semua konsentrasi induksi benih tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil kedelai yang tercekam salinitas

    Pengujian Keunggulan Empat Galur Harapan Tomat (Solanum lycopersicum L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui keunggulan masing-masing galur. Percobaan dilaksanakan di Balai Pengembangan dan Promosi Agribisnis Perbenihan Hortikultura (BPPAPH) Ngipiksari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juni hingga November 2018. Bahan penelitian yang digunakan adalah empat galur harapan tomat (G6, G9, Gamato 1 dan Gamato 5) dan empat varietas pembanding (Intan, Ratna, Gondol Putih dan Gondol Hijau). Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat ulangan sebagai blok dan terdiri atas dua set percobaan (determinate dan indeterminate). Variabel pengamatan berupa karakter kuantitatif (tinggi tanaman, diameter batang, ukuran daun, umur berbunga, umur panen optimal, ukuran buah, rongga buah, tebal daging buah, padatan terlarut total, kekerasan buah, berat per buah, dan berat buah per tanaman). Data yang didapat dianalisis dengan Uji Kontras Ortogonal pada taraf nyata α%. Hasil penelitian menunjukkan galur G6 dan G9 memiliki umur panen (78,58 hst dan 82,67 hst) lebih cepat dibandingkan Intan (87,5 hst) dan Ratna (81,3 hst). Galur Gamato 1 dan Gamato 5 memiliki rerata bobot buah per butir (103,03 gram dan 111,4 gram) lebih berat dibandingkan Gondol Putih (58 gram) dan Gondol Hijau (72,10 gram). Rerata bobot buah per pohon galur Gamato 1 (1533,55 gram) dan Gamato 5 (1715,36 gram) lebih tinggi dari pembandingnya Gondol Putih (994,62 gram) dan Gondol Hijau (1380,24 gram). Kata kunci: keunggulan; tomat; galur harapan; dataran tingg

    Identifikasi Karakter Morfologi dan Agronomi Penentu Kehampaan Malai Padi (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Karakter morfologi dan agronomi seperti jumlah gabah per malai banyak, daun lebar, daun tipis, daun mendatar, daun cepat luruh, serta berumur genjah merupakan karakter penentu kehampaan gabah pada malai Padi Tipe Baru (PTB). Kehampaan gabah pada malai disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter morfologi padi penyebab kehampaan malai. Dua puluh satu padi nomor aksesi padi ditanam di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret hingga Agustus 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Data pengamatan dianalisis dengan analysis of covariance (Ancova) dilanjutkan analisis korelasi dan analisis lintas (path analysis). Hasil penelitian mengatakan, kehampaan mampu mengurangi gabah isi sebesar 29.33%. Berdasarkan analisis korelasi karakter morfologi dan agronomi penyebab kehampaan malai antara lain panjang daun bendera, anakan produktif, kepadatan  malai dan gabah isi. Karakter tersebut beragam secara genetik sehingga dapat digunakan sebagai kriteria seleksi menurunkan kehampaan. Aksesi nomor 91 atau Q hitam dan 23 atau UGM*2 memiliki kehampaan rendah masing-masing sebesar 9.68% dan 9.92%, sehingga dapat digunakan sebagai tetua persilangan untuk menurunkan kehampaan

    Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Pengaruhnya Pada Angsana (Pterocarpus indicus), Tanjung (Mimusops elengi), dan Asam Jawa (Tamarindus indica) di Jalan Lingkar Alun–Alun Yogyakarta

    Get PDF
    Timbal (Pb) merupakan salah satu logam berat yang digunakan dalam bahan bakar kendaraan bermotor dan menjadi polutan. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) pada daun tanaman Angsana (Pterocarpus indicus), Tanjung (Mimusops elengi), dan Asam Jawa (Tamarindus indica) serta mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan klorofil, kerapatan dan lebar bukaan stomata. Penelitian dilakukan dengan metode observasi, dimana daun tanaman sampel dipilih berdasarkan diameter batang batang tanaman. Data di uji ANOVA (analysis of varians) dan korelasi menggunakan R studio dan Microsoft excel. Kandungan timbal (Pb) pada tanaman tanjung (Mimusops elengi) 4,39 mg/kg, tanaman asam jawa (Tamarindus indica) 3,08 mg/kg), dan tanaman angsana (Pterocarpus indicus) 2,5 mg/kg. Kandungan timbal  (Pb) pada tanaman asam jawa tidak berbedanya tanaman tanjung dan angsana, namun kandungan timbal (Pb) pada tanaman angsana berbeda nyata dengan tanaman tanjung. Kandungan timbal (Pb) tidak berbeda nyata antar diameter batang tanaman. Pengaruh kandungan timbal (Pb) pada klorofil, lebar bukaan stomata, kerapatan stomata, dan biomassa pada tiga jenis tanaman menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Pengaruh kandungan yang signifikan yaitu terhadap lebar bukaan stomata tanaman asam jawa.

    Keragaman Morfologi dan Analisis Kekerabatan Anggrek Phaleonopsis Spesies dan Hybrid

    Get PDF
    Perakitan varietas baru anggrek dari Phaleonopsis memerlukan tetua dengan sifat tertentu yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Keberhasilan perakitan varietas baru ditentukan oleh hubungan kekerabatan antar anggrek yang digunakan sebagai tetua sehingga diperlukan karakterisasi. Karakterisasi morfologi anggrek hybrid juga diperlukan untuk menentukan dan membedakan penampakan morfologi antar anggrek. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan keragaman morfologi anggrek Phaleonopsis spesies dan hybrid berdasarkan nilai Indeks Shanon dan menentukan hubungan kekerabatan berdasarkan nilai similaritasnya. Penelitian dilakukan di tiga kebun anggrek yang ada di Yogyakarta yaitu Kebun Anggrek Balelawang, Titi Orchids, dan Kebun Anggrek Mas Jogja. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif yaitu pengamatan langsung di lapangan terhadap lima belas anggrek Phaleonopsis berdasarkan Panduan Karakterisasi Anggrek dari Balai Tanaman Hias. Hasil pengamatan morfologi tanaman dan bentuk bunga anggrek diubah menjadi data biner. Penentuan keragaman diketahui melalui perhitungan Indeks Shanon dan hubungan kekerabatanya diketahui menggunakan software Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTYSYS) Spc 21. Berdasarkan karakter morfologinya menunjukkan nilai Indeks Shanon sebesar 2,70 yang diklasifikasikan dalam keragaman sedang. Hubungan kekerabatan Phaleonopsis spesies dan hybrid membentuk dua kelompok dengan nilai similiaritasnya 0,48

    Response of Nezara viridula (Hemiptera: Pentatomidae) terhadap Beberapa Ekstrak Kasar Tanaman

    Get PDF
    Nezara viridula (Hemiptera: Pentatomidae) is an important pest of soybean crop in Indonesia mainly soy bean. The insect cause seed damaged and decreasing of seed quality and quantity. The research was conducted to evaluate the insecticidal potential plant crude extract on the mortality of Green Stink Bug, N. viridula. Plant crude extracts were used in this study extracted by Soxhlet extractor. The experiment was done as oral toxicity (stomach poison) by dipping the bean pod in the crude extract solution and fed to N. viridula adult. The concentrations were 0.5 and 0.25% (volume of extract/volume of solution, v/v). The crude extracts which caused mortality effect up to 90-100% were continued to find the LC50 value.  The results revealed that N. viridula mortality was affected by crude extracts. Crude extract of Annona muricata seed, Alpinia galanga rhizome and Jatropha curcas seed, at 0.5  and 0.25% concentration showed insects mortality up to  97.5-100%. Whilst, crude extracts of Lamtana camara,  Cymbopogon nardus leaf and clumb, and P. betle leaf caused insect mortality 47.50 to 55%. Probit analysis showed that J. curcas seed crude extract was highly toxic (LC50=0.005%) to N. viridula adult followed by A. galanga rhizome crude extract (LC50=0.022%) and A. muricata seed crude extract (LC50=0.031%). These crude extracts proved to be highly potent to control N. viridula. More studies are essential to test these crude extracts and it is potential application as botanical insecticides at screen house and field

    Seleksi Produksi Tahap Pertama Klon-Klon Ubijalar Berkadar Gula Tinggi

    Get PDF
    Ubijalar merupakan komoditas yang memiliki nilai gizi dan komersial yang tinggi, contohnya ubi Cilembu yang dikenal juga dengan ubi madu yang harga jualnya tinggi. Ubi ini disukai konsumen karena rasanya yang manis (memiliki kadar gula tinggi). Permintaan ubi Cilembu semakin meningkat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga sudah diekspor ke mancanegara. Daya adaptasi ubi Cilembu yang sempit (umumnya tumbuh baik bila ditanam di daerah Cilembu, Jawa Barat) menjadi kendala dalam pengembangannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merakit varietas unggul baru yang memiliki produktivitas tinggi, kadar gula tinggi serta mampu beradaptasi luas. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil dan kadar gula klon-klon harapan ubi jalar.  Penelitian dilaksanakan di kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang. Materi genetik menggunakan 40 klon ubi jalar termasukpembanding Sari dan Cilembu sebagai varietas cek. Rancangan perlakuan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga ulangan. Variabel yang diamati : hasil panen, indeks panen, bahan kering umbi, kadar air dan kadar gula reduksi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 31 klon memiiliki kadar bahankering lebih tinggi dibandingkan dengan kedua varietas cek. Rata-rata produktivitas umbi segar tertinggi dipeoleh pada klon MSU 15018-53 (38,23 t/ha), diikuti MSU 15008-36 (36,37 t/ha) dan MSU 15018-55 (35,20 t/ha). Terdapat lima klon yang memiliki kadar gula reduksi lebih tinggi dari varietas pembanding Cilembu (13,30 Brix), yaitu klon MSU 15008-22, MSU 15013-35, MSU 15013-01, MSU 15016-69, dan MSU 15007-28. Klon-klon ini berpeluang untuk dirilis sebagai varietas unggul baru dengan kadar gula tinggi

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇