487 research outputs found

    Hubungan Nisbah Perakaran Dalam dengan Ketahanan Kekeringan dan Hasil Enam Kultivar Padi (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Padi merupakan komoditas penting yang mengalami peningkatan kebutuhan tiap tahun. Perluasan areal penanaman ke lahan kering adalah salah satu cara meningkatkan produksi padi. Perlu penelitian terhadap ketahanan kekeringan pada padi agar kebutuhan dapat terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nisbah jumlah, bobot segar, bobot kering, panjang, luas permukaan, dan volume perakaran dalam yang mempunyai hubungan dengan ketahanan kekeringan pada tanaman padi gogo secara dini. Penelitian ini dilakukan di Kebun Tridharma Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada bulan Maret sampai Agustus 2019. Rancangan lingkungan yang dipakai split plot dengan dua faktor yaitu perlakuan kekeringan sebagai faktor pertama dan kultivar sebagai faktor kedua. Perlakuan kekeringan terdiri dari 2 aras yaitu cukup air dengan disiram 2 hari sekali dan kekeringan dengan disiram 10 hari sekali. Kultivar padi yang digunakan terdiri dari 6 macam yaitu Unsoed Parimas, Rindang 2, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 dan IR 64. Variabel pengamatan berupa nisbah perakaran dalam (jumlah akar, bobot segar akar, bobot kering akar, panjang akar, luas permukaan akar, volume akar) dan indeks toleransi cekaman. Terdapat hubungan nyata nisbah bobot kering perakaran dalam, nisbah panjang perakaran dalam, dan nisbah luas permukaan perakaran dalam dengan indeks toleransi cekaman hasil saat panen. Nisbah perakaran dalam tidak dapat digunakan untuk pendugaan ketahanan kekeringan tanaman padi secara dini, yaitu pada 6 mst dan 9 mst

    Back Matter

    No full text

    Front Matter

    No full text

    Keragaman Genetik 27 Aksesi Kedelai (Glycine max L. Merr.) Introduksi Subtropis berdasarkan Marka SSR

    Get PDF
    Karakterisasi aksesi kedelai (Glycine max L. Merr.) dalam koleksi perlu dilakukan berdasarkan marka molekuler untuk mendukung karakter morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik aksesi kedelai yang diintroduksi dari daerah subtropis menggunakan marka simple sequence repeats (SSR) yang didukung melalui informasi karakter morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 SSR berhasil dideteksi polimorfismenya pada 27 aksesi kedelai dari daerah subtropis dengan total 158 alel berukuran antara 100-368 bp dengan kisaran jumlah 4-18 alel per lokus. Rata-rata polymorphism information content (PIC) ditemukan sebesar 0,92 dengan nilai tertinggi 0,96 (SATT463, SATT249, SATT063) dan nilai terendah 0,87 (SATT038). Semua marka SSR memiliki nilai PIC >0,8 yang mengindikasikan sebagai marka sangat informatif, artinya mampu mendiferensiasi antar aksesi dan dapat diaplikasikan dalam mendeteksi keragaman genetik plasma nutfah kedelai lainnya. Keragaman genetik aksesi kedelai terebut sangat tinggi seperti yang direfleksikan oleh rata-rata indeks diversitas gen sebesar 0,93. Analisis klaster dengan marka SSR berhasil membagi 27 aksesi kedelai menjadi dua kelompok utama yang sebagian besar dalam kelompok I (26 aksesi) dan kelompok II khusus aksesi D76-8070. Karakterisasi molekuler dengan SSR tersebut mendukung keragaman yang tinggi karakter morfologi yang memisahkan total aksesi menjadi empat kuadran. Informasi keragaman genetik berdasarkan marka S yang didukung karakter morfologi tersebut dapat menjadi dasar awal seleksi tetua persilangan aksesi dari daerah subtropis untuk pengembangan varietas baru melalui pemuliaan kedelai di iklim tropis Indonesia

    Identifikasi Karakter Penciri Agronomi untuk Analisis Keragaman Genetik Plasma Nutfah Padi (Oryza sativa L.)

    No full text
    Karakterisasi morfologi untuk evaluasi keragaman genetik merupakan landasan penting dalam pemanfaatan plasma nutfah untuk suatu program pemuliaan tanaman. Pelaksanaan karakterisasi morfologi seringkali melibatkan banyak karakter untuk diamati. Oleh sebab itu, diperlukan kajian untuk menentukan karakter morfologi untuk keperluan evaluasi keragaman genetik secara efektif dan efisien, Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola keragaman plasma nutfah padi koleksi Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) berdasarkan karakter morfologi, dan menentukan karakter penciri padi yang berkontribusi pada keragaman genetik untuk dimanfaatkan dalam karakterisasi plasma nutfah secara efektif dan efisien. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 ulangan dan 17 aksesi padi yang terdiri dari 12 plasma nutfah dan 5 kultivar sebagai perlakuan. Terdapat 12 karakter kuantitatif dan 6 karakter kualitatif yang diamati. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, uji Scott-Knott, analisis lintas, analisis komponen utama, dan analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman pada semua karakter kuantitatif. Plasma nutfah padi dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan karakter kualitatif dan kuantitatif. Sementara karakter kualitatif sebagian besar aksesi padi menunjukkan sudut daun bendera tegak, sudut daun sedang, cabang malai sekunder berkelompok, tipe malai antara kompak dan sedang, malai hanya muncul sebatas leher malai, dan tidak ada bulu ujung gabah. Tinggi tanaman, panjang dan lebar daun bendera, panjang daun, diameter ruas batang bawah, panjang malai, jumlah malai (anakan produktif), bobot 10 butir gabah, umur berbunga dan panen berkontribusi terhadap keragaman. Karater-karakter tersebut berpotensi sebagai karakter penciri padi yang dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi karakterisasi plasma nutfah, terutama dalam penggunaan tenaga, waktu, dan biaya

    Pengaruh Berbagai Konsentrasi Giberelin (GA3) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium L.) di Dataran Medium

    No full text
    Tanaman krisan merupakan tanaman sub tropis yang apabila dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia membutuhkan lingkungan tumbuh yang tepat. Intensitas yang tinggi, suhu udara yang tinggi serta kelembaban yang rendah tentu dapat menurunkan kualitas hasil bunga krisan. Oleh karena itu pemberian giberelin diharapkan mampu memperbaiki kualias hasil bunga krisan potong seperti diameter bunga. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi Giberelin (GA3) yang lebih efisien untuk pertumbuhan dan kualitas hasil bunga krisan. Penelitian ini dilakukan di desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY tepatnya 485 m dpl (dataran medium) pada bulan September 2018-Januari 2019. Bahan utama yang digunakan yaitu bunga krisan tipe spray varietas Yastayuki yang ditanam pada rumah plastik dan giberelin. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan konsentrasi giberelin yang terdiri dari 200 ppm, 400 ppm dan 600 ppm serta aquades sebagai kontrol. Perlakuan giberelin diaplikasikan dengan penyemprotan selama tiga kali berturut- turut, pada umur 8, 9 dan 10 minggu setelah tanam. Pemberian giberelin dengan konsentrasi 400 ppm sudah mampu meningkatkan panjang tangkai bunga dan lama kesegaran bunga (vase life), namun tinggi tanaman dan kelas mutu bunga grade AA terlihat signifikan ketika pemberian giberelin konsentrasi 600 ppm. Pada umur panen bunga, perbedaan yang signifikan telah terlihat pada pemberian konsentrasi terendah yaitu 200 ppm, semakin tinggi konsentrasi giberelin yang diberikan maka semakin cepat umur panen bunga yang dihasilkan

    Front Matter

    No full text

    Back Matter

    No full text

    Fungsi Vegetasi sebagai Pengendali Iklim Mikro dan Pereduksi Suara di Tiga Taman Kota DKI Jakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tutupan kanopi tanaman di taman kota serta pengaruhnya terhadap pengendalian iklim mikro dan pereduksi suara, dan mempelajari komposisi vegetasi yang terdapat di taman kota. Lokasi penelitian terletak di tiga taman kota, yaitu Taman Ayodya, Taman Menteng dan Taman Cattleya. Ketiga taman dipilih secara purposive sebagai sampel untuk mewakili ruang terbuka hijau (khususnya taman) yang ada di DKI Jakarta. Metode penelitian ini adalah metode survei, data yang diperoleh dianalisis menggunakan T-test student dengan signifikasi 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dan studi literatur, pada bulan November 2017 - Januari 2018. Variabel yang diamati di lapangan meliputi rasio penutupan kanopi, bentuk vegetasi, iklim mikro ,tingkat kebisingan, dan pendapat masyarakat tentang kondisi iklim mikro dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukan mayoritas tanaman yang terdapat di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya adalah pohon, baik yang bersifat  pengarah, peneduh, pembatas ataupun estetis. Persentase penutupuan kanopi yang terdapat di Taman Ayodya, Taman Menteng dan Taman Cattleya termasuk kategori penuh, rata-rata persentase penutupan kanopi pada masing-masing taman yaitu 85,06%, 87,21% dan 81,97%. Komposisi dan sruktur vegetasi serta kondisi penutupan kanopi di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya,  dapat menurunkan suhu sebesar 4°C dan mereduksi kebisingan sebesar 14 dB. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai komposisi vegetasi di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya dan sebagai salah satu rekomendasi kepada pemerintah daerah dan pihak terkait mengenai penerapan tata hijau taman di Jakarta khususnya fungsi ekologi

    Pengaruh Lama Simpan dan Macam Wadah Penyimpanan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Muda Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum. Rosc.)

    Get PDF
    Tanaman jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum. Rosc.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun baik di dalam maupun di luar negeri. Jahe merah dikembangkan karena memiliki khasiat sebagai bahan obat tradisional, bumbu masak, dan penghasil senyawa aromatik. Meskipun tanaman jahe merah telah lama dibudidayakan, namun peningkatan produksi jahe merah belum maksimal. Oleh karena itu, selain perluasan area tanam, penggunaan benih bermutu menjadi salah satu upaya dalam menunjang keberhasilan peningkatan produksi jahe merah di Indonesia, Mutu benih sebelum ditanam harus terjaga agar tanaman jahe merah dapat tumbuh dan menghasilkan dengan baik. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian untuk mendapatkan lama simpan dan macam wadah penyimpanan yang berpengaruh paling baik terhadap mutu benih, pertumbuhan dan hasil jahe merah. Lama penyimpanan yang diterapkan yaitu 0 bulan, 1 bulan, dan 2 bulan, dan macam wadah yang digunakan adalah kotak anyaman bambu (besek), karung beras, dan plastik hermetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyimpanan sampai dengan 2 bulan menggunakan ketiga macam wadah penyimpanan berupa keranjang anyaman bambu (besek), karung beras, dan plastik hermetik menghasilkan pertumbuhan dan bobot segar rimpang jahe merah yang sama baiknya

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇