487 research outputs found

    Metode Standardisasi Warna Krisan (Chrysanthemum)

    Get PDF
    Warna merupakan salah satu indikator penting terhadap karakteristik bunga pada tanaman hias. Awal mulanya, pengukuran warna bunga menggunakan Royal Horticulture Society Color Chart (RHS Color Chart). Adanya perkembangan teknologi munculah alat Chromameter namun cukup mahal dan kurang adaptif penggunaannya, seperti halnya di Indonesia. Adanya keterbatasan dua alat penera warna tersebut, diperlukan adanya alat lebih mudah, dan cepat dalam penggunaan, salah satunya dengan pemanfaatan aplikasi color analyzer berbasis telepon genggam. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan metode pengukuran warna bunga secara otomatis yang akurat, mudah, dan cepat dengan menggunakan aplikasi color analyzer berbasis telepon genggam. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dengan menggunakan krisan merah. Alat yang digunakan yaitu chromameter, telepon genggam tipe iPhone (iPhone 11 Pro Max dengan kamera 12 MP, f/1,8), dan telepon genggam tipe android (Realme XT dengan kamera 64 MP, f/1,8). Telepon genggam dilengkapi dengan aplikasi Color Analyzer – Iro Shirabe. Peneraan warna bunga dilakukan dengan chromameter, telepon genggam tipe iPhone dan tipe android untuk mengukur nilai L, a dan b. Ketiga macam alat ukur warna tersebut merupakan perlakuan dan disusun dalam rancangan acak lengkap. Hasil pengukuran nilai L, a, dan b dari kedua alat telepon genggam dibuat regresi terhadap chromameter dengan menggunakan software SAS. Aplikasi color analyzer berbasis telepon genggam mempunyai hubungan nilai L, a dan b dengan chromameter yang sangat erat (nilai R2 > 0.85) sehingga dapat dijadikan metode pengamatan warna bunga yang akurat, mudah dan cepat

    Pendugaan Daya Gabung Umum dan Daya Gabung Khusus Jagung Manis dengan Persilangan Dialel Metode Griffing-1

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai daya gabung umum, nilai daya gabung khusus, dan kombinasi persilangan antar genotipe jagung manis (Zea mays saccharate) terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari satu faktor dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 10 genotipe, yaitu SB 1-3, KD 1-1, dan 7/5 1-B sebagai tetua, SB 1-3 x KD 1-1, SB 1-3 x 7/5 1-B, KD 1-1 x 7/5 1-B sebagai F1, KD 1-1 x SB 1-3, 7/5 1-B x SB 1-3, 7/5 1-B x KD 1-1 sebagai F1 resiproknya, dan varietas Talenta sebagai pembanding. Data dianalisis keragamannya menggunakan analisis varians (ANOVA). Apabila ada perbedaan signifikan, dilanjutkan dengan analisis dialel metode Griffing-1. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan anthesis silking interval lebih dominan dipengaruhi oleh varian dominan. Sedangkan pada karakter panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah biji per baris, kadar kemanisan, dan umur panen lebih banyak dipengaruhi oleh varian aditif. Nilai Daya Gabung Umum terbaik dihasilkan dari tetua SB 1-3 dan 7/5 1-B pada lima karakter yang dievaluasi. Nilai Daya Gabung Khusus terbaik dihasilkan dari persilangan SB 1-3 x KD 1-1 dan SB 1-3 x 7/5 1-B pada enam karakter yang dievaluasi. Kombinasi persilangan SB 1-3 x 7/5 1-B merupakan persilangan terbaik yang mempunyai potensial hasil tinggi seperti varietas pembanding

    Karakterisasi Fungsi dan Peran Domain Enzim Sucrose Phosphate Synthase Tebu Melalui Studi Delesi Mutagenesis

    Get PDF
    Sucrose phosphate synthase (SPS) berperan penting untuk biosintesis sukrosa pada tanaman. SPS tanaman dibagi menjadi beberapa domain diantaranya bagian domian N-terminal, domain C-terminal, dan domain glycosyltransferase (GT). Namun, fungsi domain N-terminal dan C-terminal masih belum jelas. Oleh karenanya, dilakukan studi karakterisasi fungsi masing-masing domain SPS melalui penghilangan domain N-terminal (∆N), C-terminal (∆C), dan kedua domain tersebut (∆NC). Mutan ∆N, ∆C, dan ∆NC diekspresikan melalui sistem rekombinan E. coli dan dilakukan purifikasi protein secara parsial untuk menghilangkan sebagian protein kontaminan. Protein rekombinan mutan dikonfirmasi ekspresinya melalui teknik western blot dan dilakukan uji aktivitas enzim. Hasil studi menunjukkan bahwa ekspresi dan aktivitas enzim mutan ∆N meningkat. Sebaliknya, pada mutan ∆C dan ∆NC terjadi penurunan aktivitas enzim, bahkan mendekati kondisi tidak aktif. Hal ini mengindikasikan bahwa bagian domain C-terminal SPS tanaman memiliki peran yang sangat krusial untuk sintesis sukrosa. Melalui studi ini dapat diketahui bahwa domain N-terminal diindikasikan berperan dalam regulasi alosterik enzim, sedangkan domain C-terminal diasumsikan berkaitan dengan reaksi katalitik enzim

    Kandungan Klorofil, Pertumbuhan dan Hasil Vertikultur Padi (Oryza sativa L.) Varietas Situ Bagendit

    Get PDF
    Salah satu cara menyiasati produksi padi efisien lahan adalah menerapkan vertikultur menggunakan rak bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan posisi tanaman pada rak vertikal terhadap kandungan klorofil dan beberapa komponen pertumbuhan maupun hasil tanaman padi varietas Situ Bagendit dan menentukan posisi tanaman pada rak vertikal yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW di kota Salatiga, terletak pada ketinggian 455 meter dpl. Perlakuan posisi tanaman pada rak vertikal terdiri atas 3 posisi yaitu posisi dasar (lantai 1), tengah (lantai 2) dan teratas (lantai 3) diletakkan di ruang terbuka (open field), masing-masing diulang sembilan kali. Tanaman padi dibudidayakan dalam ember plastik menggunakan media dari tanah sawah. Parameter pengamatan meliputi intensitas radiasi matahari, kandungan klorofil daun, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, jumlah biji, berat biji per malai dan berat gabah bernas.  Data hasil percobaan dianalisis menggunakan ANOVA, standar deviasi, korelasi dan BNT 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam penerimaan intensitas radiasi matahari, kandungan klorofil, karakter pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada vertikultur, kecuali parameter panjang malai. Hasil tanaman padi terbaik terdapat pada tanaman di posisi teratas yaitu lantai 3 dari rak vertikal

    Pemupukan Silikon dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum

    Get PDF
    Penggunaan Silikon (Si) secara terus-menerus tanpa adanya input pemupukan dapat menyebabkan Si tersedia di dalam tanah semakin menurun. Kandungan Si yang rendah dapat menjadi faktor pembatas suatu tanaman terhadap penurunan hasil. Silikon merupakan beneficial element yang sangat dibutuhkan oleh sorgum terhadap pertumbuhannya. Sorgum merupakan tanaman alternatif yang baik terutama di daerah kering, sehingga sorgum sering mengalami cekaman defisit air. Penggunaan Si dapat menurunkan efek bahaya dari cekaman biotik seperti hama dan penyakit, dan cekaman abiotik seperti salinitas, kekeringan, defisiensi hara, dan logam berat. Pentingnya Si pada tanaman menjadi perhatian bagi para peneliti untuk menghasilkan penelitian tentang pemupukan Si pada tanaman. Nanoteknologi merupakan teknik pemupukan ramah lingkungan yang saat ini dikembangkan karena sifatnya yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Akan tetapi, masih banyak yang belum mengetahui tentang peran Si pada tanaman, sumber Si, dan pemupukan Si pada sorgum. Sehingga diperlukan informasi secara menyeluruh terkait peran Si hingga pemupukan pada sorgum

    Front Matter

    No full text

    Keragaman Genetik Genotipe Mutan Cabai (Capsicum annuum L.) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Berdasarkan Penanda Mikrosatelit

    Get PDF
    Analisis keragaman genetik mutan perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana perubahan genetik yang terjadi dibanding varietas asalnya. Mikrosatelit merupakan penanda molekuler yang dapat dimanfaatkan dalam analisis keragaman genetik mutan karena keberadaannya yang melimpah dalam genom tanaman, reproduksibilitas tinggi polimorfisme tinggi, dan bersifat kodominan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis keragaman genetik genotipe mutan cabai hasil iradiasi sinar gamma menggunakan penanda mikrosatelit serta memperoleh informasi tingkat polimorfisme dari penanda mikrosatelit yang digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 di Laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen Bogor. Sebanyak sepuluh genotipe mutan cabai hasil iradiasi varietas Lingga generasi M2 yang menunjukkan perubahan pada ukuran buah dianalisis keragaman genetiknya menggunakan 27 penanda mikrosatelit. Kontruksi pohon filogenetik dan matriks kesamaan genetik dibuat menggunakan perangkat lunak NTSYS versi 2.1 sedangkan analisis polimorfisme marka dilakukan mengggunakan PowerMarker 3.25. Analisis filogenetik menunjukkan adanya pemisahan antara varietas Lingga dan genotipe mutan menjadi dua klaster pada koefisien kemiripan genetik 0,57. Dari kesepuluh genotipe mutan yang dianalisis terdapat tiga genotipe mutan dengan kemiripan genetik terendah dari varietas Lingga yaitu L275, L312, dan L352 dan satu genotipe dengan kemiripan genetik paling tinggi dengan varietas Lingga yaitu L106. Analisis tingkat polimorfisme menunjukkan bahwa terdapat enam penanda mikrosatelit dengan tingkat informativitas tinggi (PIC >0,7) yang dapat digunakan untuk menganalisis keragaman genetik mutan maupun sebagai alat bantu seleksi pada generasi selanjutnya

    Back Matter

    No full text

    Eksplorasi dan Identifikasi Tanaman Kopi Liberika di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal

    No full text
    Kopi liberika (Coffea liberica) adalah jenis kopi yang memiliki keunikan pada rasa maupun morfologi tanamannya. Jenis kopi liberika yang terdapat di kebun masyarakat Desa Kalibagor memiliki karakter yang beragam. Hal tersebut menyebabkan produksi yang kurang optimal. Eksplorasi dan identifikasi tanaman perlu dilakukan. Sehingga dapat dipetakan sebaran populasi berdasarkan karakter morfologinya. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengamatan dilakukan pada 40 aksesi tanaman kopi liberika dan 5 aksesi kopi robusta sebagai kontrol yang tersebar pada kebun milik petani. Kopi liberika dapat dikelompokkan berdasarkan karakter morfologi panjang daun, lebar daun, luas daun, bentuk daun, bentuk apex, panjang buah, lebar buah, bentuk buah, bentuk diskus, panjang biji, dan lebar biji.  Berdasarkan karakter morfologi 40 aksesi tanaman kopi yang diduga kopi jenis liberika benar berbeda dengan kopi jenis robusta sebagai kontrol. Analisis gerombol (cluster) membagi 45 aksesi tanaman kopi yang diamati menjadi 5 kelompok dengan tingkat kemiripan diatas 65%. Kelima kelompok aksesi kopi yang diamati tersebar secara acak dengan variasi kelompok tertinggi pada kebun milik Bapak Rosyid dan Bapak Mudrik

    Laju Respirasi Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) yang Dilapisi dengan Kitosan Selama Penyimpanan

    Get PDF
    Kebutuhan buah tomat semakin tinggi setiap tahunnya, sehingga diperlukan teknologi tepat guna edible coating untuk mengurangi masalah penurunan kualitas dan daya simpan buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menekan laju respirasi buah tomat yang diberi perlakuan pelapisan kitosan udang dan kepiting dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Hortikultura, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok lengkap dengan 4 blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari kitosan kepiting dan kitosan udang masing-masing dengan konsentrasi, 2%, 4%, dan 6%, serta kontrol (tidak diberikan pelapisan kitosan). Variabel yang diamati berupa laju respirasi, visual quality rating, daya simpan, kekerasan buah, padatan terlarut, gula tereduksi, total asam tertitrasi, vitamin C, dan likopen. Data dianalisis varians (ANOVA) dengan α=5%, dilanjutkan dengan uji HSD-Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan edible coating kitosan udang dan kepiting hingga konsentrasi 6% dapat memperlambat laju respirasi serta masih dapat mempertahankan kualitas tomat sama seperti kontrol (buah tomat tanpa diberi pelapis). Daya simpan buah tomat yang dilapisi kitosan kepiting dan udang sampai dengan konsentrasi 6% dapat diperpanjang 16 hari

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇