Vegetalika
Not a member yet
487 research outputs found
Sort by
Pengaruh Campuran Kompos pada Media Tanam Pakis terhadap Pertumbuhan Seedling Anggrek Dendrobium Sp.
Pakis merupakan media tanam terbaik untuk anggrek, karena dilindungi maka diperlukan solusi untuk mengurangi atau mengganti media pakis dengan campuran kompos. Pada penelitian ini dipilih kompos kulit kacang tanah dan kompos jerami sebagai campuran media. Selain mengurangi media pokok, kompos juga dapat berfungsi sebagai pupuk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui; 1. pengaruh campuran kompos pada media tanam terhadap pertumbuhan seedling anggrek Dendrobium sp 2. jenis kompos dan komposisi campuran, pada media tanam untuk pertumbuhan seedling anggrek Dendrobium sp. Waktu penelitian 2,5 bulan, objek penelitian adalah Dendrobium sp. anggrek berumur 12 bulan, lokasi penelitian di Desa Gabahan, RT 05 RW 12, Jombor Sukoharjo. Rancangan penelitian acak kelompok dengan 5 perlakuan. Perlakuan Penanaman seedling anggrek dengan media pakis dicampur kompos kulit kacang tanah 1/2 bagian (A), media dicampur kompos kulit kacang tanah 1/3 bagian (B), media dicampur kompos jerami 1/2 bagian (C), media dicampur kompos jerami 1/3 bagian (D), dan perlakuan dengan media pakis sebagai kontrol (E). Variabel yang diamati adalah jumlah daun, panjang daun, luas daun, jumlah batang, serta tinggi tanaman yang diukur 12 minggu setelah penanaman. Analisis data menggunakan Uji Varian (Uji ANOVA/Kruskal Wallis) dilanjutkan dengan Uji DMRT atau Uji Median Mood. Pemberian campuran kompos pada media tanam baik kompos kulit kacang tanah maupun kompos jerami berpengaruh terhadap pertumbuhan seedling anggrek Dendrobium sp pada variabel panjang daun dan tinggi tanaman. Sedangkan pada variabel jumlah daun, luas daun dan jumlah batang tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Perlakuan campuran kompos B dengan campuran kompos kulit kacang tanah 1/3 bagian memberikan pengaruh paling baik pada variabel pertumbuhan panjang daun, jumlah daun, luas daun, serta jumlah batang. Pengaruh campuran kompos jerami 1/2 maupun 1/3 bagian media terhadap pertumbuhan seedling anggrek kalah bagus dibanding dengan kompos kulit kacang tanah
Peningkatan Viabilitas dan Vigor Benih Kakao (Theobroma cocoa L.) Menggunakan Campuran Rizobakteri dan Mikoriza
Penggunaan benih bermutu rendah akan berdampak terhadap penurunan produksi tanaman. Oleh karena itu, guna mendukung peningkatan mutu benih tanaman agar menghasilkan bibit yang bermutu tinggi. Penggunaan rizobakteri dan mikoriza secara tunggal telah mampu memberikan efek yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kakao menggunakan campuran rizobakteri dan mikoriza. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2022 yang bertempat di Laboratorium Agronomi Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 9 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Variabel pengamatan dari penelitian ini meliputi: daya berkecambah (%), keserempakan tumbuh (%), indeks vigor (%), kecepatan tumbuh relatif (% etmal-1) dan T50 (hari). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (Anova). Hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT)α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran rizobakteri dan mikoriza terbukti efektif meningkatkan perkecambahan bibit tanaman kakao. Perlakuan campuran rizobakteri isolat P01 dan dosis mikoriza 50 g memberikan hasil terbaik terhadap peningkatan daya berkecambah hingga mencapai 33.33%, indeks vigor sebesar 100.05%, keserempakan tumbuh sebesar 52,17%, kecepatan tumbuh relatif sebesar 46.21% dan T50 sebesar 25.03% bila dibandingkan dengan tanpa rizobakteri dan tanpa mikoriza (R0M0). Berdasarkan hal ini tentunya, campuran rizobakteri dan mikoriza dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman kakao
Analisis Keragaman 8 Varietas Cabai Berdasarkan Karakter Morfologi Kualitatif dan Kuantitatif
Informasi keragaman genetik varietas cabai dapat menentukan keberhasilan dalam program pemuliaan cabai. Tujuh karakter morfologi kualitatif dan 11 karakter morfologi kuantitatif digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis keragaman 8 varietas unggul cabai di Indonesia. Analisis keragaman dilakukan menggunakan metode analisis multivariat yaitu analisis korelasi pearson, analisis komponen utama dan analisis clustergram. Hasil penelitian mampu menunjukkan keragaman antar varietas cabai yang diuji berdasarkan karakter morfologinya. Berdasarkan analisis komponen utama, 18 karakter morfologi dapat tereduksi menjadi 7 komponen utama, namun hanya 5 komponen utama dengan eigenvalue >1, dengan nilai keragaman kumulatif 94,63%. Varietas cabai tersebar ke dalam empat kuadran berdasarkan komponen utama pertama dan kedua. Hasil analisis clustergram menunjukkan bahwa 8 varietas cabai dapat dibagi menjadi 2 kelompok utama yang memiliki kemiripan karakter morfologi. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa keragaman berdasarkan karakter morfologi dapat secara efektif dan efisien dalam identifikasi keragaman pada varietas yang berbeda dalam program pemuliaan
Tanggapan Kacang Hijau (Vigna Radiata (L.) R. Wilczek) terhadap Pemberian Mikoriza dan Kompos Lumpur Pengolahan Limbah Susu
Produksi kacang hijau nasional mengalami ketidakstabilan pada kurun waktu 2014-2018. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang hijau dengan menambahkan agen hayati seperti Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA) dan kompos lumpur pengolahan limbah dari beberapa jenis limbah, salah satunya limbah susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan kacang hijau terhadap pemberian mikoriza dan kompos lumpur pengolahan limbah susu, mengetahui pola hubungan antara dosis kompos lumpur dengan komponen hasil dan hasil kacang hijau yang dikombinasikan dengan pemberian JMA, dan mengetahui peran mikoriza dalam mendukung pembentukan bintil akar kacang hijau. Penanaman dilaksanakan pada bulan November 2021 hingga Januari 2022 ditata menurut Rancangan Acak Lengkap dengan empat ulangan dan dua faktor perlakuan, yaitu pemberian mikoriza yang meliputi tanpa mikoriza (M0) dan dengan mikoriza (M1), faktor kedua adalah dosis kompos lumpur pengolahan limbah susu yang terdiri dari 0 g/polibag (S0), 25 g/polibag (S1), 50 g/polibag (S2), dan 75 g/polibag (S3). Pengamatan dilakukan terhadap Pengamatan meliputi infeksi akar, panjang akar, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, jumlah polong, bobot biji, bobot 100 biji, jumlah bintil, dan jumlah bintil efektif. Kombinasi mikoriza dan kompos lumpur pengolahan limbah susu menunjukkan pengaruh nyata terhadap bobot biji tanaman dengan dosis optimum tanpa mikoriza 74,86 g/polibag dan 62,03 g/polibag dengan mikoriza
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk KCl Terhadap Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)
Pemberian pupuk anorganik secara terus-menerus pada budidaya mentimun dapat menurunkan kualitas tanah dan hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk kandang sapi dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk kandang sapi (0, 0,75, 1,5, 2,25 kg/petak) dan pupuk KCl (0, 1,9, 3,75, dan 5,6 g/tanaman). Penelitian ini dilakukan dengan 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Beberapa parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain umur berbunga, umur berbuah, umur panen, jumlah buah per petak, bobot buah per petak, panjang buah terpanjang, bobot buah per petak, dan jumlah sisa buah. Data dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang sapi dan KCl berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Praktik terbaik adalah pemberian pupuk kandang sapi 2,25 kg/petak dan KCl 5,6 g/tanaman. Kotoran sapi berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Berdasarkan penelitian kami, menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah 2,25 kg/petak. Pengaruh utama KCl berpengaruh pada semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik 5,6 g/tanaman. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi kepada masyarakat, terkait pemanfaatan kotoran sapi dan dosis pupuk kcl terbaik untuk digunakan pada tanaman semusim
Pengaruh Kombinasi Pemupukan Organik dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Flavonoid Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) varietas Bangkok dan varietas Serimpi
Penurunan kesuburan tanah dapat terjadi karena penggunaan pupuk anorganik secara masif yang tidak diimbangi dengan pupuk organik. Pemupukan berfungsi dalam mengganti unsur hara yang hilang dan menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi penggunaan pupuk kandang sapi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan kandungan flavonoid kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Penanaman dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang beralamat di Jalan Flora, Bulaksumur, Depok, Sleman, Yogyakarta pada bulan Maret sampai April 2022. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor, faktor pertama adalah varietas kangkung darat yang terdiri dari varietas Bangkok dan varietas Serimpi dan faktor kedua adalah pemberian kombinasi pupuk kandang sapi dan urea yang terdiri dari pupuk kandang sapi 0 ton.ha-1 + pupuk urea 0 kg.ha-1, pupuk kandang sapi 5 ton.ha-1 + pupuk urea 50 kg.ha-1, pupuk kandang sapi 10 ton.ha-1 + pupuk urea 25 kg.ha-1, dan pupuk kandang sapi 20 ton.ha-1 + pupuk urea 12,5 kg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang memberikan pertumbuhan terbaik adalah dengan pemberian kombinasi dosis pupuk kandang sapi 5 ton.ha-1 + pupuk urea 50 kg.ha-1. Penggunaan jenis varietas serta pemberian kombinasi pupuk kandang sapi dan urea tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan flavonoid simplisia kangkung darat
Dampak Interferensi Gulma terhadap Kualitas dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum Group)
Produktivitas bawang merah nasional masih di bawah potensi hasil yang diharapkan. Tidak optimalnya produktivitas bawang merah disebabkan interferensi gulma. Interferensi gulma dapat menjadi penyebab kehilangan hasil pada proses budidaya karena adanya kompetisi dan dampak dari alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak interferensi gulma terhadap kualitas dan hasil bawang bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah pengendalian gulma dan tanpa pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan pengendalian gulma pada lahan pertanian menyebabkan perubahan kelimpahan dan keragaman komunitas gulma. Pengendalian gulma pada saat 3 dan 6 minggu setelah tanam (mst) menyebabkan perbedaan kelimpahan gulma dan perubahan dominasi gulma yaitu dari rumputan menjadi daun lebar yang terjadi pada pengamatan 6 mst dan 9 mst. Kelimpahan dan dominansi gulma berdampak pada penurunan diameter umbi, bobot segar umbi dan bobot umbi bawang merah kering jemur (susut bobot). Pengendalian gulma pada lahan pertanian dapat mencegah kehilangan hasil bawang merah dengan rerata 3 ton/ha dibandingkan lahan tanpa pengendalian