487 research outputs found

    Aplikasi Pupuk NPK Pada Tanaman Bawang Merah di Kabupaten Cirebon

    Full text link
    Pemupukan merupakan pemberian hara diantaranya ke dalam tanah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah. Saat diaplikasikan, penggunaan pupuk NPK majemuk lebih praktis dibandingkan pupuk tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pupuk NPK majemuk terhadap hasil tanaman bawang merah di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah irigasi, Desa Pabuaran Lor, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon pada bulan Juni sampai September 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari dosis pupuk NPK (NPK 16-16-16 dan NPK 15-9-20) dan waktu aplikasinya. Data dianalisis dengan sidik ragam dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil bawang merah per hektar paling tinggi diperoleh pada perlakuan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 650 kg ha-1 (350 kg ha-1 umur 0 HST dan 300 kg ha-1 umur 15 HST) dan NPK 15-9-20 dengan dosis 300 kg ha-1 (150 kg ha-1 umur 15 HST dan 150 kg ha-1 umur 35 HST) yaitu 22,60 ton ha-1 sedangkan bobot umbi per tanaman paling tinggi dihasilkan oleh perlakuan pupuk NPK 16-16-16 pada dosis 650 kg ha-1 (250 kg ha-1 umur 10 HST, 200 kg ha-1 umur 15 HST, dan 200 kg ha-1 umur 35 HST) dan NPK 15-9-20 pada dosis 200 kg ha-1 (100 kg ha-1  umur 25 HST dan 100 kg ha-1 umur 35 HST). terbaik diperoleh pada perlakuan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 650 kg ha-1 (250 kg ha-1 umur 10 HST, 200 kg ha-1 umur 15 HST, dan 200 kg ha-1 umur 35 HST) dan NPK 15-9-20 pada dosis 200 kg ha-1 (100 kg ha-1 umur 25 HST dan 100 kg ha-1 umur 35 HST) dengan hasil yaitu bobot umbi per tanaman sebesar 68,67 g

    Respons Pertumbuhan dan Hasil Produksi Pegagan pada Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kandang Sapi

    Full text link
    Tanaman pegagan merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan sebagai tanaman obat, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan antara lain perbaikan teknik budidaya melalui penambahan pupuk organik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tunggal dan interaksi pemberian konsentrasi pupuk organik cair bonggol pisang dan dosis pupuk kandang sapi. Penelitian dilakukan di Screen house Laboratorium Tanaman, Politeknik Negeri Jember (89 mdpl).  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair 0, 50, dan 100 ml/l dan faktor kedua yaitu dosis pupuk kandang 0, 200, dan 400 g/polybag. Variabel pengamatan pada penelitian ini antara lain jumlah daun, jumlah stolon, jumlah anakan, panjang stolon terpanjang, panjang tangkai terpanjang, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat akar tanaman, kandungan klorofil tanaman, dan kandungan flavonoid tanaman pegagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal pemberian POC belum berpengaruh secara nyata pada seluruh variabel pengamatan sedangkan pemberian pupuk kandang sapi mampu meningkatkan secara nyata panjang tangkai tanaman pegagan dengan dosis terbaik pada perlakuan 200 dan 400 g/polybag. Interaksi pemberian konsentrasi POC dan pupuk kandang berpengaruh nyata pada variabel jumlah daun 2 dan 4 MST, panjang stolon, dan berat akar tanaman. Pemberian terbaik didapatkan pada perlakuan pemberian POC 100 ml/l dan dosis pupuk kandang sapi 200 g/polybag

    Pengaruh Jenis Biochar dan Pemupukan Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada Sistem Agroforestri Kayu Putih

    Full text link
    Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kedelai adalah alih fungsi lahan. Salah satu alternatif pemecahannya adalah pemanfaatan lahan di bawah tegakan kayu putih untuk budidaya kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh serta interaksi jenis biochar dan pemupukan urea terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada sistem agroforestri kayu putih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021 di Resort Hutan Menggoran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terbagi. Petak utama jenis biochar terdiri dari tanpa biochar, biochar sekam padi, dan biochar kayu putih. Anak petak adalah takaran pemupukan urea yang terdiri dari 0 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, dan 150 kg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi jenis biochar sekam padi dan dosis Urea 100 kg.ha-1 secara nyata mampu meningkatkan bobot 100 biji kedelai (36,41%) dibandingkan tanaman kontrol (tanpa perlakuan biochar dan pupuk Urea); Pemberian Jenis biochar kayu putih menunjukkan serapan N per hektar yang tertinggi (253,22 kg.ha-1) dan berbeda nyata dengan tanpa biochar (188,52 kg.ha-1); Pemberian jenis biochar dan takaran urea tidak memberikan pengaruh yang nyata dan interaksi antara jenis biochar dengan takaran urea pada jumlah daun, bobot daun khas, panjang akar, bobot biji per hektar tanaman kedelai umur 12 mst

    Fungsi Ekologis Tanaman di Taman Kearifan (Wisdom Park) UGM

    Full text link
    Taman Kearifan lokal UGM memiliki fungsi ekologis sebagai pengendali iklim mikro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi ekologis tanaman yaitu penurun suhu, kontrol kelembaban, kontrol kecepatan angin, dan peredam kebisingan di Taman Kearifan UGM.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan sampel kuadran. Data dianalisis menggunakan Key Performance Index (KPI) dan Uji T-Test. Tanaman di dalam taman menurunkan suhu udara dan meningkatkan kelembaban sebesar 2-3oC dan 6-10% dibandingkan di luar taman. Kecepatan angin, dan tingkat kebisingan di dalam taman lebih rendah dibandingkan di luar, sebesar 0,84-1,21 m/s, dan 14,5-16 dB. Terdapat empat kategori tanaman yang dinilai, yaitu sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Kategori dinilai berdasarkan tanaman yang diamati dibandingkan dengan parameter.Tanaman yang tergolong sangat sesuai dalam menurunkan suhu, kontrol kelembaban, dan mengurangi kebisingan adalah loa (Ficus racemosa) dan trembesi (Samanea saman); buah nona (Annona squamosa) dan trembesi (Samanea saman); serta beringin (Ficus benjamina) dan kapuk randu (Ceiba pentandra). Tanaman kategori sangat sesuai dan sesuai pada fungsi ekologis kontrol kelembaban, peredam kebisingan, kontrol kecepatan angin, dan penurun suhu sejumlah 2 dan 20 tanaman, 2 dan 19 tanaman, 0 dan 16 tanaman, serta 2 dan 11 tanaman. Walaupun tanaman kategori sangat sesuai dan sesuai dalam fungsi ekologis penurun suhu dan kontrol kecepatan angin jumlahnya sedikit, tanaman tersebut tetap berpengaruh pada iklim mikro di dalam Taman Kearifan UGM, karena satu tanaman dengan kategori sangat sesuai dan sesuai lebih dapat menaungi lingkungan sekitarnya dibanding beberapa tanaman dengan kategori kurang sesuai

    Pengaruh Konsentrasi 2,4-D dan Kinetin Pada Induksi dan Regenerasi Tebu Melalui Metode Thin Cell Layer

    Full text link
    Penyediaan bibit tebu dianggap masih mengalami kendala yang disebabkan karena bibit yang dihasilkan membutuhkan waktu yang lama dan jumlah ketersediaan bibitnya terbatas. Alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah memproduksi bibit tebu melalui kultur jaringan dengan metode thin cell layer. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) 2,4-D dan kinetin pada media tanam melalui metode thin cell layer terhadap pembentukan kalus dan planlet tebu. Eksplan yang digunakan adalah basal tebu in vitro yang ditanam ke media induksi menggunakan media dasar MS (Murashige & Skoog) dengan penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin dan ditanam dengan menggunakan metode thin cell layer. Konsentrasi 2,4-D yang digunakan adalah 1 mg/L, 2 mg/L, 3 mg/L, dan 4 mg/L; konsentrasi kinetin yang digunakan adalah 0 mg/L, 1 mg/L, dan 2 mg/L. Hasil kalus induksi kemudian dipindah ke media proliferasi untuk pertumbuhan kalus yang melalui 4 fase, yaitu fase globular, fase skutelar, fase koleoptil dan fase kotiledon. Kalus yang sudah masuk fase kotiledon kemudian dipindahkan ke media regenerasi untuk membentuk planlet baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ZPT dengan kombinasi 2,4-D 3 mg/L + kinetin 0 mg/L (D3K0) pada media kultur memberikan respon terbaik dalam pembentukkan induksi kalus tebu dengan rata-rata persentase tumbuh kalus mencapai 60,00%, sedangkan konsentrasi 2,4-D 3 mg/L + kinetin 1 mg/L (D3K1) adalah konsentrasi yang paling efektif untuk pembentukan planlet tebu dengan rata-rata tumbuh planletnya mencapai sebanyak 14,00 planlet

    Back Matter

    No full text

    Efek Metaxenia terhadap Karakter Buah pada Hasil Persilangan Beberapa Genotipe Cabai Hias (Capsicum annuum L.) IPB

    Full text link
    Peningkatan kualitas buah cabai hias dapat dilakukan dengan hibridisasi. Namun teknik hibridisasi memerlukan waktu yang cukup lama untuk melihat individu baru unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan efek metaxenia terhadap karakter buah pada hasil hibridisasi beberapa genotipe cabai hias IPB. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli 2022 hingga November 2022 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh. Persilangan dilakukan secara resiprokal (full dialel) dengan 4 genotipe cabai hias yaitu Ayesha, Nazla, Violetta dan Syakira. Parameter yang diamati adalah jumlah Bunga persilangan, keberhasilan persilangan, keberhasilan pembentukan buah, umur panen, jumlah biji, bentuk buah dan bentuk buah yang berubah. Hasil penelitian menunjukan, persentase keberhasilan hasil hibridisasi paling tinggi didapatkan pada persilangan tangkar dalam Syakira dan persentase keberhasilan pembentukan buah paling tinggi didapatkan pada persilangan tangkar dalam Ayesha. Efek metaxenia muncul pada karakter umur panen, bentuk buah dan jumlah biji. Kombinasi persilangan Ayesha x Syakira menghasilkan variasi baru dalam bentuk buah yaitu almost round. Kombinasi persilangan Ayesha x Nazla menghasilkan jumlah biji paling tinggi yaitu sebesar 38,50 biji

    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Sapi dan Kambing terhadap Pertumbuhan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc var. rubrum) pada Fase Vegetatif

    Full text link
    Pada tahun 2015, jumlah produksi jahe Indonesia mencapai 313 ribu ton, namun tahun 2017-2020 mengalami penurunan dengan hasil rerata produksi 195 ribu ton/tahun. Menurunnya jumlah produksi jahe merah disebabkan karena penggunaan pupuk kimia yang berkelanjutan, sehingga lahan menjadi kurang subur. Solusi alternatif yang dilakukan untuk membantu memenuhi unsur hara pertumbuhan jahe merah, yaitu melalui pengaplikasian pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dan pengaruh konsentrasi POC urine sapi dan kambing terhadap pertumbuhan fase vegetatif jahe merah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilaksanakan di lahan petani Dusun Gunung Rego, Hargorejo, Kokap, Kulonprogo mulai Bulan September 2021- Maret 2022. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Penelitian ini terdiri dari dua faktor perlakuan, faktor pertama adalah konsentrasi POC urine sapi yang terdiri atas 0 % dari rekomendasi atau kontrol; 75 % dari rekomendasi, atau setara dengan 150 ml/l; dan 150 % dari rekomendasi atau setara dengan 300 ml/l. Faktor kedua adalah konsentrasi POC urine kambing yang terdiri atas 0 % dari rekomendasi atau kontrol; 75 % dari rekomendasi atau setara dengan 150 ml/l; 150 % dari rekomendasi atau setara dengan 300 ml/l. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan dan perlakuan POC urine sapi dan kambing dengan konsentrasi 0, 150, dan 300 ml/l secara mandiri belum mampu meningkatkan pertumbuhan jahe merah pada fase vegetatif

    Tanggap Tanaman Kacang Renek (Vigna unguiculata var. Sesquapedalis) terhadap Pemberian Bokashi Limbah Sayur Pasar dan Pupuk Daun

    Full text link
    Kacang panjang renek adalah kacang Panjang tipe tegak yang berasal dari Filipina.  Tujuan penelitian untuk mengetahui respons tanaman kacang renek terhadap pemberian bokashi limbah sayur pasar serta pupuk daun. Penelitian telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau pada Februari-Mei 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah empat  dosis bokashi limbah sayur pasar yaitu: 0, 0,5, 1, 1,5 kg/tanaman. Sebagai faktor kedua  empat  dosis pupuk  daun (Gandasil B) yaitu: 0, 3,5, 7, 10,5 g/L air. Peubah pertumbuhan dan hasil yang diamati yaitu :  tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif, umur panen, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, panjang polong, dan indeks panen.. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi pupuk bokashi limbah sayur pasar dan pupuk daun  terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif, umur panen, dan berat polong per tanaman. Perlakuan terbaik bokashi limbah pasar 1,5 kg/plot dan dosis pupuk daun 10,5 g/L air (L3B3). Bokashi limbah pasar berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik pada dosis bokashi limbah pasar 1,5 kg/plot (L3). Pupuk daun berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik pada dosis pupuk daun 10,5 g/L air (B3)

    Pengaruh Kombinasi Pupuk N-P-K dan Vinasse Diperkaya Mikroba terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill)

    Full text link
    Konsumsi kedelai Indonesia meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk tetapi produksi di dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kedelai nasional. Salah satu faktor penyebab produksi kedelai di Indonesia rendah adalah pemupukan yang tidak berimbang. Solusi yang dapat diberikan dari permasalahan tersebut yaitu pemanfaatan vinasse sebagai pembenah tanah dan pengurangan dosis pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi pupuk N-P-K dan vinasse diperkaya mikroba terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 – Januari 2022 di Kebun Tri Dharma, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri atas tanpa pupuk atau kontrol, vinasse diperkaya mikroba, N-P-K standar, 25% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba, 50% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba, dan 75% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran kombinasi vinasse diperkaya mikroba yang dikombinasikan dengan pengurangan dosis pupuk N-P-K standar maupun pemberian vinasse diperkaya mikroba belum mencapai kriteria kelulusan uji efektivitas pupuk pada tanaman kedelai. Aplikasi vinasse diperkaya mikroba dapat mengurangi penggunaan pupuk N-P-K sebesar 25% pada tanaman kedelai

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇