Berkala Arkeologi Sangkhakala
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
BENTENG PORTUGIS UJUNG WATU, JEPARA: HUBUNGAN KEKUATAN MARITIM NUSANTARA
Paper ini mengetengahkan keberadaan bangunan yang disebut Benteng Portugis di Ujung Watu Jepara dalam hubungannya dengan lansekap kultural di wilayah Pesisir Utara Jawa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ke-lisanan yang berkembang didaerah tersebut terhadap persitiwa terkait keberadaan bangunan benteng. Metode yang dipergunakan adalah observasi langsung di lapangan, live in dan studi kepustakaan. Hasil penelitian memberikan gambaran berdasar rekonstruksi sumber-sumber tertulis bahwa bangunan yang diyakini dibangun oleh Portugis antara tahun 1632-1635 mengacu perjanjian Kesultanan Mataran dengan Portugis dalam menghalau penetrasi VOC. Pada akhirnya aliansi Mataram-Portugis juga dapat dikalahkan oleh VOC. Portugis terusir dari wilayah Barat Nusantara dan Kesultanan Mataram kehilangan kendali atas Laut Jawa dan Pesisir Utara Jawa. Hal ini membuat Kesultanan Mataram kemudian cenderung beralih pada ideologi agraris konservatif, sedangkan Portugis mengalihkan perhatiannya di daerah Timor dan, VOC menjadi pihak yang menghegemoni atas Pesisir Utara Jawa dan Laut Jawa sebagai penghubung yang strategis. Hal ini kemudian melahirkan narasi lisan terkait dengan peristiwa yang terjadi seputar bangunan banteng tersebut, baik narasi yang dilahirkan oleh pihak yang resisten maupun narasi yang dilahirkan oleh pihak yang dominan, yang telah membentuk sejarah Nusantara
ARCA PERUNGGU GARUDA DAN BODDHISATVA PADMAPANI DARI PADANGLAWAS
Padang Lawas is one of some sites from Hindoo-Buddhist period inNorth Sumatra. Based on artefactual data, many archaeologists agreedthat religion background of Padang Lawas antiquities is Vajrayana orTantrayana Buddhism. It‟s supported by the new discoveries of twobronze sculptures from Candi/Biara Tandihat site, i.e. Garuda andBoddhisatva Padmapani. Now these sculptures are collected inMuseum Negeri Sumatera Utara, Meda
IDENTIFIKASI DAN PEMAKNAAN SIMBOL-SIMBOL PADA GAMBAR CADAS DI NGALAU TOMPOK SYOHIAH I, NAGARI SITUMBUK, SUMATERA BARAT
Ngalau Tompok Syohiah I memiliki indikasi sebagai hunian sementara berkaitan dengan kegiatan ziarah khusus seperti meditasi berkaitan dengan kepercayaan lama (Pra Islam), mencari ilmu kebatinan, serta menyepi guna memperdalam ajaran Islam di masa lalu, dan membayar kaul. Hingga kini gua ini dikeramatkan dan masih menjadi tempat ziarah khusus. Budaya materi yang menjadi kekhasan Ngalau Tompok Syohiah I adalah gambar-gambar maupun pertulisan yang dituangkan dengan media berwarna putih (jenis kapur). Metode penelitian kualitatif menggunakan penalaran induktif dengan melakukan pengamatan terhadap satuan maupun konteksnya. Salah satu teknik yang digunakan untuk menyalin bentuk gambar atau membaca aksara yang terdapat pada dinding Ngalau Tompok Syohiah I menggunakan program Inkscape, kemudian mendeskripsikan dan menganalisa bentuk tersebut. Artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui makna simbol-simbol pada gambar cadas di dinding Ngalau Tompok Syohiah I. Kemudian mengetahui latar belakang budaya manusia yang memanfaatkan gua tersebut di masa lalu. Sebagian simbol diidentifikasi sebagai gambar-gambar yang mirip dengan gambar cadas pada situs Prasejarah di Nusantara, indikasi aksara Pasca Palawa, dan aksara Arab dan Arab-Melayu. Gambar-gambar dan pertulisan tersebut bertumpang tindih dan banyak yang aus sehingga sebagian belum dikenali lebih lanjut. Simbol-simbol gambar cadas dikaitkan dengan konteks keruangan gua, serta tinggalan arkeologis lain seperti menhir dan kubur semunya, menggambarkan religi yang dianut oleh orang-orang yang pernah datang ke gua tersebut, dan berkaitan dengan matapencaharian pertanian
GUA TOGI BOGI, HUNIAN BERCIRI MESOLITIK DI NIAS (PERBANDINGAN DENGAN SITUS GUA TOGI NDRAWA)
Togi Bogi's one of the caves which located up to the hill around 75 metres from the surface of the sea. There was also an archaeological remains such as artefact and ecofact inside it, that had the same characteristics which was found in Togi Ndrawa’s cave. From the excavation, it’s found mollusk and other lithics that described the culture of the megalithic’s area. The result of the dating analysis using radiocarbon method on the mollusk and cinder indicated the activities at Togi bogi's cave, Nias was about on 4960 ± 130 BP untill 950 ±110 B
ANALISIS STAKEHOLDERS PADA CERUK-CERUK HUNIAN PRASEJARAH DI TAKENGON, KABUPATEN ACEH TENGAH
Kajian ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan bagaimana potensi konflik pada stakeholders ceruk-ceruk hunian prasejarah di Takengon. Tujuannya untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan posisi, kepentingan, dan kebutuhan stakeholders. Diketahuinya nilai penting dan potensi konflik sejak awal akan mempermudah pengelolaannya terkait pelestarian dan pemanfaatan cerukceruk hunian prasejarah di Takengon. Permasalahan diselesaikan dengan cara mengidentifikasi persepsi berupa pendapat dan harapan dari kelima stakeholders yang ada berdasarkan data hasil penelitian, dua kegiatan dalam Rumah Peradaban Gayo 2017, serta diskusi terfokus pada penelitian tahun 2018. Data tersebut kemudian klasifikasikan berdasarkan posisi, kepentingan, dan kebutuhannya. Potensi konflik yang muncul secara umum adalah aspek pemanfaatan yang berorientasi pada pelestarian dan berorientasi pada pendapatan daerah. Muncul juga potensi konflik lain ketika peneliti arkeologi diwajibkan menjadi fasilitator antara hasil penelitiannya dengan dunia pendidikan dalam kerangka penguatan pendidikan karakter anak didik