Berkala Arkeologi Sangkhakala
Not a member yet
    328 research outputs found

    MODIFIKASI TANAH DAN VARIASI FONDASI BANGUNAN ISTANA MAIMUN, KOTA MEDAN, PROVINSI SUMATERA UTARA

    Full text link
    Maimun Palace is one of the iconic cultural heritage buildings in Medan City, North Sumatra Province. It has a unique blend of Malay and colonial styles. The subject in this article deals with the building foundations of the Maimun Palace. The foundation part has a crucial role in a building, but it is rarely used as a research topic. The issues raised in this paper relate to the structure, composition, and function of the foundation. The purpose of writing this article besides answering the problem is also expected to be able to increase architectural treasury, especially regarding the style of building foundations that have a blend of traditional Malay and Colonial styles. Through descriptive-analytical research, the conclusion obtained from this study is that there are three kinds of building foundations that adjust to the function of supporting the buildings above which consist of one, two and three levels of the building

    AKTIVITAS PEMANFAATAN GUA DAN CERUK DI NAGARI SITUMBUK, TANAH DATAR - SUMATERA BARAT

    Full text link
    Nagari Situmbuk, Salimpaung Subdistrict, Tanah Datar District, West Sumatra Province has naturally interesting caves and rock shelters, and their existence is also related to past and present human activities. The caves and rock shelters in the Situmbuk area are partly related to human activities that use them as temporary dwellings.Its existence is also related to human activities that utilize the surrounding environment as rice fields, plantations and tropical forests. The problem raised is how is the form of human activity related to the use of caves and rock shelters in Nagari Situmbuk in the past? Why is there a difference in the use of caves and rock shelters there? The method used in this research is qualitative using inductive reasoning flow by observing the unit and its context. The caves and rock shelters which have indications of being used by people with different cultures are Ngalau Guong, Ngalau Tompok Syohiah I, and Ngalau Muaro. The use of Ngalau Guong is related to hunting life and simple farming so that it still utilizes caves / rock shelters there as temporary dwellings. Ngalau Tompok Syohiah I is related to the development of Pre-Islamic culture (megalithic tradition which is marked by the presence of menhirs and pseudo graves), Islam, until now which is implied through symbols on the walls of the cave. The tradition that takes place in the cave is also related to agricultural activities that have been carried out intensely. Then Ngalau Muaro, this relates to plantation activities that took place around the 18th century to the 19th

    FIGUR HEWAN PADA BATU-BATU PIPIH DI KOMPLEKS PEMAKAMAN SUTAN NASINOK HARAHAP

    Full text link
    Makam-makam yang dapat dijumpai di Kompleks Pemakaman Sutan Nasinok Harahap berupa gundukan tanah yang dipagari oleh batu-batu pipih berdenah persegi. Beberapa di antara batu-batu tersebut tampaknya telah diolah manusia, ada yang bahkan memiliki inskripsi beraksara dan berbahasa Batak dan/atau dihiasi relief beragam bentuk, meski ada juga yang tidak mengalami proses pengerjaan sama sekali. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah mengenai relief yang menampilkan figur-figur binatang yang dipahatkan pada batu-batu pipih di Kompleks Pemakaman Sutan Nasinok Harahap. Mengapa penggambaran hewan dipilih? Makna apa yang terkandung di dalamnya? Dan apa tujuan dipahatkannya figur hewan tersebut? Penelitian ini akan melewati tahap observasi, deskripsi, dan eksplanasi. Kajian yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah etnoarkeologi  dengan melakukan perbandingan terhadap budaya yang dikenal masyarakat sekitar serta masyarakat Angkola-Mandailing dan sub etnik Batak lainnya

    Back Cover

    No full text

    BATU SINDU, SELAYANG PANDANG

    No full text
    Actually, Batu Sindu was an important site that was known throughfolktales and beautiful view. As the condition of the environment, BatuSindu was a dwelling site, and it also indicated as a neolitic site as thefinding of earthenware fragments, square adze and grindingstone

    PERALATAN TRADISIONAL PENGOLAHAN SAGU DI PULAU SIBERUT, RUPAT, DAN PULAU LINGGA

    No full text
    Sago was one of plants which had known by local people who live by hunting. Since the prehistory, this plant type grew well in a jungle so people could use it. The traditional tools that we know today, its technique in heritag

    KEBERADAAN PRASASTI DALAM KONTEKS KEPURBAKALAAN HINDU-BUDDHA DI PADANG LAWAS, SUMATERA UTARA

    Full text link
    Pada tahun 2018, Balai Arkeologi Sumatera Utara melakukan survei arkeologi dan menemukan 1 (satu) buah prasasti bernama Prasasti Bahagas. Adapun Permasalahannya adalah apakah makna keberadaan Prasasti Bahagas bagi kesejarahan di kawasan kepurbakalaan Hindu-Buddha Padang Lawas, Sumatera Utara? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna keberadaan Prasasti Bahagas bagi kesejarahan di kawasan kepurbakalaan Hindu-Buddha Padang Lawas, Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif. Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa Prasasti Bahagas dibuat dari batuan andesit, berbentuk lapik arca, menggunakan aksara pasca-palawa atau paleo-sumatera, dan berbahasa Batak yang diartikan sebagai bangunan yang kuat dan kokoh. Terkait dengan masyarakat pendukung budayanya, penyebutan kata bahagas ini dapat menambah asumsi bahwa masyarakat pendukung kepurbakalaan Hindu-Buddha di Padang Lawas adalah masyarakat ber-etnis Batak

    Cover

    Full text link

    ARKEOLOGI DAN PENGENALAN PRASEJARAH PERAHU NUSANTARA

    No full text
    The data which we found on maritime archaeology resulted several information The benefit of the result of maritime archaeology and the history sources would be done by identifying the prehistory of archipelago boat. It was regarding the benefit of: a. tied-up technique b. the combination of tied-up and peg technique, c. peg technique and other techniques which is used in boat production as a water transportation. In addition to the grouping of the technology of boat production, it could be known an chronological aspect

    CANDI SIMANGAMBAT: CANDI HINDU BERLANGGAM ARSITEKTUR JAWA, DI MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA

    Full text link
    Candi Simangambat yang merupakan candi hindu terdapat di Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan pada temuan artefaktual penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara selama tahun 2008 2012 mengindikasikan bahwa candi ini memiliki rentang waktu pemanfaatan sekitar abad 9-11 Masehi. Salah satunya berdasarkan pada komparasi botol kaca yang ditemukan pada penelitian candi Simangambat dan situs Lobu Tua. Adapun permasalahan pada artikel ini adalah seperti apa ujud bangunan Candi Simangambat di masa lalu ? Masih terkait dengan masalah fisik bangunan candi, pertanyaan berikut yang muncul adalahdarimana batu-batu alam sebagai material penyusun Candi Simangambat berasal ? Berdasarkan pada asumsi rentang waktu pemanfaatannya, maka artikel ini mencoba untuk mengkomparasikan data arsitektural yang dijumpai di Candi Simangambat dan candi-candi semasa yang terdapat di Jawa. Selain itu juga mencoba untuk menelusuri sumber bahan baku batu yang digunakan di Candi Simangambat. Hasil komparasi arsitektural menunjukkan bahwa candi ini memiliki gaya seni yang sama dengan candi-candi abad 9 11 Masehi di Jawa. Adapun berkaitan dengan lokasi bahan baku batu yang digunakan kemungkinan besar terletak di Situs Kebun Baturosak yang tidak jauh dari Candi Simangambat

    101

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berkala Arkeologi Sangkhakala
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇