Berkala Arkeologi Sangkhakala
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
Transformasi Makna Religi Borotan Dalam Upacara Kurban Bius Pada Masyarakat Batak
Abstract‘Borotan’ is a Batak Tobanese vocabulary meaning “stake”, to which an animal is tied before being sacrificed in a traditional Bataknese ceremony. ‘Borotan’ physically looks like a simple piece of wood but it bears a profound interpretation and has become an important part of reconstructing the religious aspects of the ancient Bataknese. Thus, this writing aims at explaining the religious importance of ‘Borotan’. The religiousness being discussed here is its interpretation of form and function in the religious activity in the past and present. Inductive reasoning is expected to produce an answer to the problem question through the analysis of the observed variables. The observation results show that the Bataknese try to communicate with the divine power in the ceremony to create two-way communication, vertically and horizontally.AbstrakBorotan merupakan istilah kosa kata Batak Toba yang berarti kayu pancang, tempat hewan diikat sebelum dikurbankan dalam sebuah tradisi upacara adat Batak Toba. Secara fisik borotan terlihat sebagai kayu biasa saja, namun secara pemaknaan sangat dalam dan menjadi bagian penting dalam usaha merekonstruksi aspek religi masyarakat Batak masa lampau. Maka tujuan dari tulisan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana borotan dilihat dari aspek religiusitasnya. Religiusitas dalam hal ini adalah pemaknaan borotan terkait bentuk dan fungsinya dalam aktivitas religi masyarakat Batak masa lampau dan hingga terkini. Melalui kerangka pikir induktif diungkapkan jawaban atas permasalahan tersebut dengan menganalisisnya berdasarkan variabel pengamatan yang dibuat. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Batak berusaha mengadakan komunikasi dengan kekuatan adi kodrati sehingga dalam kegiatan upacara terjadi hubungan dua arah yaitu secara vertikal dan horizontal
The Functions and Roles of Śrīwijaya’s Mandalas In The Northern Sumatra Island
AbstrakŚrīwijaya adalah suatu kerajaan maritim yang pengaruhnya meliputi kawasan yang luas di sekitar Selat Malaka. Kepentingan utama dari kerajaan ini adalah penguasaan jalur pelayaran dan perdagangan yang melalui Selat Malaka. Bagaimanapun, baik sumber sejarah maupun arkeologis mengindikasikan bahwa pengaruh niaga dan politik Śrīwijaya juga meliputi kawasan pedalaman dan pantai barat Sumatera. Hal ini mungkin berkaitan dengan kepentingan Śrīwijaya untuk mengamankan aliran mata dagangan terutama kamper dan kemenyan yang hanya dihasilkan oleh kawasan di baratlaut Danau Toba dan sekitarnya
Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi Situs Kotacina
AbstractCultural Resources Management in Kotacina site must be build to recovery and defend it from lost. Three stakeholders were found in their management of site. They must cooporate their works and duties for built fine Cultural Resources Management
Gajah, Fauna Sumatera dalam Kisah Sejarah dan Arkeologi
AbstractElephants recently have suffered from an extreme population decrease due to palm plantation expansion that claimed elephants travel route. Economic interests seem to cause ecosystem destructions. Some historical and archaeological data have also suggested the presence of elephants, especially in Sumatra. This research is aimed at exposing facts of the great and long-lasting interests on elephants at historical and archaeological perspectives. Thus, the inductive reasoning in a descriptive-comparative review-type is used to investigate how elephants were seen and treated to prevent from a complete destruction of the elephant ecosystem in the future.AbstrakPopulasi gajah belakangan ini semakin berkurang dan salah satu alasannya berkenaan dengan pembukaan lahan - yang sebelumnya merupakan ruang jelajah gajah – untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Kepentingan ekonomi terlihat akan merusak tatanan lingkungan hidup. Adapun data arkeologis dan historis juga banyak berkenaan dengan keberadaan gajah, di Sumatera khususnya. Tujuannya adalah membahas tentang gajah melalui sudut pandang arkeologis dan historis untuk menunjukkan gajah sebagai makhluk hidup juga telah mendapat perhatian yang besar sejak dahulu. Untuk itu digunakan alur penalaran induktif dalam tipe kajian deskriptif komparatif. Hasilnya adalah pengenalan tentang bagaimana gajah dipandang dan diperlakukan sejak dahulu, sehingga diharapkan dapat membantu upaya penanggulangan ancaman kemusnahannya kelak
Rentang Budaya Prasejarah Nias: Dating dan Wilayah Budaya
AbstractPrehistoric culture in Nias Island are consist of palaeolithic, mesolitic, to megalithic.Till now, it’s culture dominated by megalithic traditions. Based on the carbon dating to some mesolithic and megalithic sites, found that time period of mesolithic culture to the middle Ages in North Nias cultural area. Time period of megalithic culture in South Nias cultural area around 600—350 years ago and 260 years ago in North Nias cultural area
Kota Cina dan Pulau Kompei: Perbandingan Temuan Arkeologis Aktivitas Perdagangan di Bandar- Bandar Pesisir Timur Sumatera
AbstractTrade activities in Kota Cina and Pulau Kompei in east coast Sumatera, have a growth approximately 13 th -- 16 th Centuries. The comparison of archaeological records between Kota Cina and Pulau Kompei may gave a few conclution about growth and disappeared an anchorages
Mejan Tanpa Kepala di Kabupaten Pakpak Bharat (Pendekatan Motivasi Religi terhadap Fenomena Pencurian Artefak Megalitik)
AbstractThis article studies the problems about phenomenon to the number of mejans (megalitik statue) that founded without head in Regency of Pakpak Bharat, North Sumatera. Through by approach the religion motivation theory, this article try to study those problems pursuant to any kind motivation of existing in the thieves’ mind, which made them dare to steal mystique mejan. The motivations indicated have a link with religion motivation. There are some interesting things found that some of theft case lead mejan. At the end of this article, author want to open anopinion discourse, how to save that mejans so that more taken care and can reduced the risk of stealing mejans