JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
Not a member yet
    137 research outputs found

    Seagrass Cover On The Island Of Manado Tua, Bunaken Kepulauan District, Manado City

    Get PDF
    The lamun is a high level of vegetation that lives in the sub-tropical region. The lamun has a high chance of survival in southeast Asia. In Indonesia, details of the largest tidal wave in the east are so much for research about lamun, one of which is information about the current research project of the lamun ocean in old manado island. The study was intended to obtain information about the percentage of lamun caps in the coastal waters of old manando island. Research is based on the old island of manado, the bunaken islands district, the city of manado was completed in the second week of December. To find out which artic percentage patch on Manado Tua island, a type of seagrass Thalassia hemprichii and Enhalus acorides, 71% frame presentation. The total 33 square, the 23 squares is Enhalus acorides and 2 of them Thalassia hemprichii while the other 8 squares are occupied by 2 types seagrass. the other net value of the current was 3,4 cm/s, a precentage of current velocity 100%, and when the water rose 0,21 m, whereas a high rise of 2,17 m, the salinity rate of Manado island is 35 ‰, three times that of salinity measurement was achived in lowest scores 26â°C and the highest figure 29â°C, the caostal waters substrat Manado tua island to which is sand, rocky, coral reef mixes, sand blends with gravel.Key words : seagrass, percent of cover, Manado tua island ABSTRAKLamun adalah tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di wilayah sub-tropis. Lamun mempunyai peluang hidup yang tinggi di kawasan Asia Tenggara. Di indonesia rincian luasan lamun terbesar berada dibagian timur sehingga masih banyak kajian penelitian yang harus diungkapkan tentang Lamun, salah satunya informasi mengenai presentase tutupan Lamun. penelitian kali ini mengenai tutupan lamun di perairan pantai pulau Manado Tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang persentase tutupan lamun di perairan pantai pulau Manando tua. Penelitian berlokasi di Pulau Manado tua, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado  dilaksanakan pada minggu kedua bulan Desember. Untuk mengetahui persantese tutupan lamun di pulau Manado Tua menggunakan metode Line transeck . Hasil penelitian di Pulau Manado tua, jenis lamun yaitu: Thalassia hemprichii dan Enhalus acorides, presentase tutupan lamun 71,4%. Total 33 kuadrat, 23 diantarnya adalah Enhalus acorides dan 2 diantaranya Thalassia hemprichii sedangkan 8 kuadrat lainnya ditempati 2 jenis lamun. Parameter biofisik lainnya yang didapat, kecepatan arus rata-rata pengukuran 3 stasiun yaitu 3,4 cm/s, persentase kecepatan arus 100%, kedalam saat air surut 0,21 m sedangkan ketika pasang tertinggi 2,17 m, Pengukuran salinitas di peraiaran pantai pulau Manado Tua diperoleh angka kadar salinitas yaitu 35 ‰, pengukuran suhu dilakukan sebanyak tiga kali dan di peroleh angka terendah 26â°C dan angka paling tinggi 29â°C, Substrat perairan pantai pulau Manado yang di temui yaitu berpasir, berbatu,  bercampur terumbu karang, pasir bercampur dengan kerikil. merskipun tingkat keragaman jenis tidak tinggi namun penelitian di perairan pantai pulau Manado Tua menujukan bahwa persentase tutupan lamun berada dalam kategori Baik (≥ 60%). Kata kunci : Lamun, Persentase tutupan, Pulau Manado tu

    Length-Weight Relationship and Gonad Maturity of Marble sleeper Oxyeleotris marmorata (Bleeker, 1852) in Tondano Lake North Sulawesi

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the length-weight relationship and gonad maturity of Betutu fish (Oxyeleotris marmorata) in Lake Tondano. Fish samples were caught using gill nets and lift nets in Lake Tondano. Total catches of 240 individuals. The legth-weight relation of male fish is W = 0.0094 L3.14 positive allometric growth pattern. Female female fish obtained W = 0.0104 L3.11 positive allometric growth patterns. The condition factor for male fish is 1.46 male and 1.47 female respectively. All levels of gonad maturity (I, II, III, IV and V) were found in each sample both in August and September. The size of the first mature male male fish is 219 ± 3 mm (range in size 216-222 mm) and female fish 171 ± 3 (range in size 169-174 mm).Keywords: Length-Weight, gonad maturity, Tondano Lake ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan kematangan gonad ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) yang ada di danau Tondano. Sampel ikan  ditangkap menggunakan jaring insang dan jaring angkat di danau Tondano. Total hasil tangkapan  240 individu. Hubungan panjang-berat ikan betutu jantan yaitu W = 0,0094L3,1394 pola pertumbuhan allometrik positif. Ikan betutu betina didapatkan W = 0,0104L3,1137 pola pertumbuhan allometrik positif. Faktor kondisi ikan betutu jantan masing-masing sebesar  1,46 ikan jantan dan  1,47 ikan betina. Seluruh tingkat  kematangan gonad (I, II, III, IV dan V) ditemukan pada setiap sampel baik pada bulan agustus maupun bulan September.  Ukuran pertama kali matang ikan betutu jantan yaitu   219 ±3 mm (kisaran ukuran 216-222 mm) dan ikan betina  171±3  (kisaran ukuran 169-174 mm)Kata Kunci: Panjang-berat, kematangan gonad, Danau Tondan

    The rendement of boiled water extract of mature leaves of mangrove Sonneratia alba

    Get PDF
    Sonneratia alba is a mangrove that is found in North Sulawesi and has been known to contain bioactive substances through researches. Rendement is the ratio of the dry weight of the extract to the amount of the raw material. Rendement value is related to the amount of bioactive content contained. The higher the rendement, the higher the bioactive componds contain in sample. The purpose of this study was to obtain the rendement value of Sonneratia alba leaves extract taken from Wori Village, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province which was extracted using the infundation method with extraction time of 10 minutes, 20 minutes, 30 minutes, 40 minutes, 50 minutes at boiling water solvent. Sample comparison of 50 gr : 3000 mL solvent (1:60 w / v). The results showed the lowest rendement in the 10 minutes treatment was 18.34% and the highest was in the 50 minutes treatment 29.76%. The rendement of leaves extract of this study has the possibility of qualitatively containing bioactive compounds that can act as antibacterial and antioxidant. Overall, it can be concluded that the extraction time affects the rendement, where the longer the extraction time, the higher the rendement.Key words: Rendement, Sonneratia alba, old leaf, infundation AbstrakSonneratia alba merupakan salah satu jenis mangrove yang banyak di temukan di Sulawesi Utara dan sudah dikenal mengandung zat-zat bioaktif melalui hasil-hasil penelitian. Rendemen adalah perbandingan berat kering ekstrak dengan jumlah bahan baku. Nilai rendemen berkaitan dengan banyaknya kandungan bioaktif yang terkandung. Semakin tinggi rendemen maka semakin tinggi kandungan zat yang tertarik ada pada suatu bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rendemen ekstrak daun tua Sonneratia alba yang diambil dari Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara yang diesktrak menggunakan metode infundasi dengan waktu ekstraksi yaitu 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, 50 menit pada pelarut air mendidih. Perbandingan sampel 50 gr : 3000 mL pelarut (1:60 b/v). Hasil penelitian menunjukkan nilai rendemen terendah pada perlakuan 10 menit yakni 18,34% dan tertinggi pada perlakuan 50 menit 29,76%. Rendemen ekstrak daun tua penelitian ini memiliki kemungkinan secara kualitatif mengandung senyawa bioaktif yang dapat berperan sebagai antibakteri dan antioksidan. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa lama waktu ekstraksi berpengaruh terhadap rendemen, dimana semakin lama waktu ekstraksi maka semakin tinggi rendemen.Kata kunci : Rendemen, Sonneratia alba, daun tua, infundas

    Species And Abundance Of Fish In The Seagrass Beds Napomanuk Island, West Likupang, North Minahasa

    Get PDF
    This study aims to know fish genera, species abundance, and biomass in the seagrass bed of Napomanuk island. It applied swept area method using a beach seine 60 m long 3 m depth with 0.5 cm mesh at the purse and 1 cm at the wings. The study was conducted at full moon and new moon period at both high tide and low tide. There were 55 fish species of 31 families recorded. In full moon period, 37 species occurred at high tide. The species abundance (Ki) ranged from 0.0004/m2 to 0.0126/m2 with the highest in Diodon liturosus, 0.0126/m2. The biomass abundance (Kb) ranged from 0.0019 g/m2 to 1.133 g/m2, with the highest in Diodon liturosus,1.133 g/m2. At low tide, there were 16 species recorded with the species abundance (Ki) of 0.0006/m2 to 0.0037/m2 and the highest in Diodon liturosus 0.0037/m2 and the biomass abundance (Kb) of 0.0002 g/m2 to 0.2949 g/m2 and the highest in  Diodon liturosus 0.2949 g/m2. In new moon period, there were 29 species recorded at high tide. The species abundance (Ki) ranged from 0.0004/m2 to 0.0041/m2 with the highest in Diodon liturosus with the highest in Diodon liturosus, 0.0041/m2. The biomass abundance (Kb) ranged from 0.0007 g/m2 to 0.4015 g/m2, with the highest in Diodon liturosus 0.4015 g/m2. At low tide, there  were 22 species recorded. The species abundance (Ki) ranged from 0.0004/m2 to 0.0096/m2 with the highest in Diodon liturosus, 0.0096/m2. The biomass abundance (Kb) ranged from 0.0011 g/m2 to 1.1119 g/m2, with the highest in Diodon liturosus, 1.1119 g/m2.Keyword: Seagrass Ecosystem, Abundance, Species, Biomass, Napomanuk Island ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan dan kelimpahan individu dan biomassa ikan di Padang Lamun Pulau Napomanuk. Metode penelitian menggunakan metode daerah sapuan (sweept area) dengan menggunakan pukat pantai dengan panjang 60 m, tinggi bagian kantong 3 m, mata jaring kantong 0,5 cm, dan mata jaring sayap 1 cm. Penelitian dilaksanakan pada fase bulan purnama dan bulan baru baik waktu air pasang maupun air surut. Selama penelitian ini ditemukan 31 famili dan 55 spesies ikan. Pada periode air pasang bulan purnama terdapat 37 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0004/m2 sampai 0,0126/m2, dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0126/m2. Kelimpahan biomassa (Kb)  berkisarantara 0,0019 g/m2 sampai 1,133 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 1,133 g/m2. Pada periode air surut bulan purnama terdapat 16 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0006/m2 sampai 0,0037/m2, dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0037/m2. Kelimpahan biomassa (Kb) berkisar antara 0,0002 g/m2 sampai 0,2949 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,2949 g/m2. Pada periode air pasang bulan baru terdapat 29 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0004/m2 sampai 0,0041/m2 dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0041/m2. Kelimpahan biomassa (Kb) berkisar antara 0,0007 g/m2 sampai 0,4015 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,4015 g/m2. Pada periode air surut bulan baru terdapat 22 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0004/m2 sampai 0,0096/m2 dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0096/m2. Kelimpahan biomassa (Kb) berkisar antara 0,0011 g/m2 sampai 1,1119 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 1,1119 g/m2.Kata kunci : Ekosistem Lamun, Kelimpahan, Spesies, Biomassa, Pulau Napomanu

    Fish Abundance In South Poigar Rivermouth South Minahasa

    Get PDF
    The objective of the study is to know the fish individual abundance and biomass in the mouth of Poigar River. The study employed swept area method, sampling was done at high tide and low tide of a new moon and full moon phase using a beach seine. The seine covered 2700 m2 at low tide and 900 m2 at high tide. The fish catches in both moon phases and tidal conditions consisted of 40 species of 25 families and 481 individuals. Total fish weight was 3,804 g. The individual abundance in the new moon was 0.0004/m2 – 0.1200/m2, and the biomass in the new moon was 0.0002 g/m2 – 0.5044 g/m2. The individual abundance in full moon was 0.0004/m2 – 0.0622/m2, and the biomass in full moon was 0.0002 g/m2-0.4017 g/m2. As a whole, both individual abundance and biomass in new moon and full moon at were 0.3922g/m2  and 2.7778 g/m2, respectively.Keywords: abundance, biomass, river poigar.AbstrakTujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kelimpahan individu dan biomassa penelitian ini menggunakan metode (swept area), pengambilan sampel dilakukan saat air surut dan air pasang pada fase bulan baru dan bulan purnama dengan menggunakan pukat pantai. Luas daerah sapuan pukat pada periode surut 2700 m2 dan periode pasang 900 m2. Hasil tangkapan selama dua periode bulan saat air pasang maupun air surut sebanyak 40 spesies ikan dari 25 famili, 481 individu dan berat 3804. Ki bulan baru 0,0004/m2-0,1200/m2, Kb bulan baru 0,0002g/m2-0,5044g/m2. Ki bulan purnama 0,0004/m2-0,0622/m2, Kb bulan purnama 0,0002g/m2-0,4017. Secara keseluruhan kelimpahan individu dan biomassa pada fase bulan baru dan bulan purnama saat air surut dan pasang adalah Ki sebesar 0,3922/m2 sedangkan Kb sebesar 2,7778 g/m2.kata kunci: Kelimpahan, biomassa, sungai poiga

    Protection of Tondano Watershed and Plastic Waste Hazard to the Environment

    Get PDF
    The Tondano watershed is a very important natural resource and has a strategic function for the surrounding area up to the city of Manado. However, lately there are many problems that occur in the Tondano watershed. The activity of community partnership program for the PKK group of women in the Pinaesaan Kelurahan is carried out, to refresh the knowledge of the existence and sustainability of the Tondano watershed and to recycle the 2 L plastic bottle waste for simple aquaponic activities.Keyword: Tondano Watershed, plastic waste, sustainability, PKK groupABSTRAKDaerah aliran sungai (DAS) Tondano merupakan sumberdaya alam yang sangat penting dan memiliki fungsi strategis bagi daerah sekitarnya sampai ke kota Manado.  Namun demikian, akhir-akhir ini terdapat banyak permasalahan yang terjadi di DAS Tondano. Kegiatan program kemitraan masyarakat bagi kelompok ibu PKK di Kelurahan Pinaesaan dilakukan untuk penyegaran kembali tentang eksistensi dan keberlanjutan DAS Tondano serta mendaur ulang limbah botol plastik kemasan 2 L untuk kegiatan akuaponi

    Tondano watershed and Plastic Waste Elimination Activities

    Get PDF
    The role of Tondano watershed is very important for the people of North Sulawesi. It can be said as the heart of the economy for the people who live suround it. One of them is the existence of aquaculture business activities in the form of fixed cage. It was found that Tondano watershed has shown an alarming decline in function. There are several causes, one of which is the increasing volume of plastic waste. The house wife group is important in its role in maintaining the sustainability of Tondano watershed. This group is believed to be one of the leaders for removing plastic waste in Tondano watershed.Keyword: Tondano watershed, plastic waste, housewife group, sustainability ABSTRAKWilayah DAS Tondano sangat penting peranannya bagi masyarakat Sulawesi Utara.  Dapat dikatakan sebagai jantungnya perekonomian bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.  Salah satu di antaranya adalah adanya kegiatan usaha akuakultur dalam bentuk karamba jaring tancap. Ditemukan fungsi DAS Tondano telah menunjukkan adanya penurunan yang mengkuatirkan. Ada beberapa penyebab, salah satunya adalah meningkatnya volume limbah plastik. Kelompok ibu RT penting dalam perannya menjaga keberlanjutan DAS Tondano.  Kelompok ini dipercaya dapat menjadi salah satu ujung tombak untuk mengentas limbah plastik di DAS Tondano.Keyword: DAS Tondano, limbah plastik, kelompok ibu RT, keberlanjuta

    Diversity of Echinoderms in Paranti Beach, Tabang Village, Rainis District, Talaud Islands Regency, North Sulawesi Province

    Get PDF
    This study aims to analyze the diversity of Echinoderms in Paranti Beach, Rainis District, Talaud Islands Regency, North Sulawesi Province. The method used was purposive random sampling and quadrat plot of 20 plots measuring 1m x 1m. Data analysis used diversity index Shannon and Wienner, value index, density, frequency and dominance index. The results of the study were found on the coast of Parantin Beach, namely; 27 species from 4 classes of Echinodermata which include the class Asteroidea (starfish), Echinodea (sea urchins), the class Holothuroidea (Teripang) and the class Ophioroidea (Star snake). Diversity index value on the coast of Paranti, namely at Station I (0.40); Station II (1.56) and at Station III (1.50). This number shows that the diversity of Echinoderms in Paranti Beach at Station I is relatively low and that for Station II and III are abundant.Keywords: Diversity, Echinodermata, Talaud Islands Regency ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman Echinodermata di Pantai Paranti, Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling dan petak kuadrat sebanyak 20 petakyang berukuran 1m x 1m. Analisi data yang digunakan indeks diversitas Shanon dan Wienner, indeks nilai pentinh, Kepadatan, frekuensi dan indeks dominansi. Hasil penelitian ditemukan dipesisir Pantai Parantin yaitu; 27 spesies dari 4 kelas Echinodermata yang termasuk yaitu kelas Asteroidea (bintang laut), Echinodea (Bulu babi), kelas Holothuroidea (Teripang) dan kelas Ophioroidea (Bintang ular). Nilai indeks Keanekaragaman di pantai Paranti yaitu pada Stasiun I (0,40); Stasiun II (1,56) dan pada Stasiun III (1,50). Jumlah ini menunjukan bahwa Keanekaragaman Echinodermata di Pantai Paranti pada Stasiun I tergolong rendah dan untuk Stasiun II dan III sedang melimpah.Kata kunci: Keanekaragaman, Echinodermata, Kabupaten Kepulauan TalaudÂ

    Gastropods In Mangrove Forest Of Tongkeina Village, Bunaken Sub-District, City Of Manado

    Get PDF
    This research aims to determine the types or species of gastropod and its distribution in mangrove forests in Tongkeina village and to know the species of mangrove in Tongkeina village. The Research was conducted on one sampling point with one 100 meters long line transect which was is laid perpendicular to the outer direction of the mangrove.  To collect gastropod samples, three quadrates with a size of 10x10meters with a distance between the quadrate 5 meters were made. In the quadrate, 15 subquadrates sized 1x1meters were also made. Based on the results, there were 6 species of gastropods and two distribution patterns of i.e., Cluster the species of the Littoraria scabra, Angustassiminea castanea, Terebralia sulcate. The uniform distribution pattern is Ischinocerithium rostratum, Caliostoma jujubinum, and Nerita senegalensis. There are ten mangrove species found and  the most common species is Soneratia alba with a total of 27 individuals.Keywords: Gastropods, forest, Mangrove, Tongkeina village ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis-jenis gastropoda serta persebaran pada hutan mangrove di Kelurahan Tongkeina dan untuk mengetahui Jenis-jenis mangrove di Kelurahan Tongkeina. Penelitian hanya di lakukan satu titik pengambilan sampel dimana dibuat 1 line transek dengan Panjang 100meter yang di tarik tegak lurus dari arah terluar mangrove kemudian dibuat 3 kuadrat dengan ukuran 10x10meter dengan jarak antara kuadrat 5 meter, dan di dalam kuadrat dibuat 15 subkuadrat berukuran 1x1 meter. Berdasarkan penelitian hasil ditemukan ada 6 spesies gastopoda dan dua pola persebaran Gastropoda yaitu mengelompok dan seragam, spesies mengelompok yaitu Littoraria scabra, Angustassiminea castanea, Terebralia sulcate. Pola persebaran seragam yaitu Ischinocerithium rostratum, Caliostoma jujubinum, Nerita senegalensis. Mangrove ditemukan 10 Spesies yang terbanyak adalah Soneratia alba dengan jumlah 27 individu.Kata kunci: Gastropoda, Hutan, Mangrove, Kelurahan Tongkeina

    Sustainable Potential of Tuna Fishery Around the Waters of North Sulawesi Province Based on Data from the Bitung Ocean Fisheries Port (PPS)

    Get PDF
    This research was conducted in the city of Bitung, North Sulawesi Province with activities centered on the Bitung Ocean Fisheries Port (PPS), which began from mid March to April 2019. The fishing activities studied are using the fishing areas around the waters of  North Sulawesi Province namely the Sulawesi Sea and The Maluku Sea which are included in WPP 715 and 716 based on tuna catch landed data on PPS Bitung. The purpose of this study was to analyze the value of sustainable potential by looking at the level of utilization and Maximum Sustainable Yield (MSY) of tuna in the waters around North Sulawesi Province based on a surplus production model approach (Schaefer Model). This research is expected to be used as a consideration in the management of tuna stocks around the waters of North Sulawesi Province, and can be used as a basis for further research. This study uses a secondary data collection method in the form of fishery statistics documents. The data used are data from tuna fishing and fishing (effort), from 2014 to 2018 (5 years). The results showed that the sustainable potential of tuna fisheries around the waters of North Sulawesi Province based on North Sulawesi PPS data indicated that, the sustainable potential value of tuna that could be caught was 14,173.51 tons / year which is counted as 80% of the value of tuna resources around the waters of North Sulawesi Province. PPS Bitung data which amounted to 17,716.15 tons / year for Hmsy, 1,200.15 trips / year for Emsy, with an average CPUE value of 2014-2018 of 19 tons / trip. The level of tuna utilization around the waters of North Sulawesi Province is based on data from PPS Bitung in 2014, 2017 and 2018 which indicate that there were indications of overfishing with the largest utilization rate in 2014 which reached a value of 155.09%.Keywords: tuna, Bitung, Bitung PPS, sustainable potential, MSY. ABSTRAKKegiatan penelitian ini berlangsung di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara dengan kegiatan berpusat di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, yang dimulai  dari pertengahan bulan Maret hingga bulan April 2019. Aktivitas perikanan tangkap yang ditelaah berlangsung di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara yaitu Laut Sulawesi dan Laut Maluku yang masuk ke dalam WPP 715 dan 716 berdasarkan data tangkapan tuna yang didaratkan di PPS Bitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai potensi lestari dengan melihat tingkat pemanfaatan dan maximum sustainable yield (MSY) ikan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan pendekatan model produksi surplus (Model Schaefer). Penelitan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan stok ikan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara, serta dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.  Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder berbentuk dokumen. Data yang diambil adalah data tangkapan ikan tuna dan upaya penangkapan ikan atau effort (trip), dari tahun 2014 sampai dengan 2018 (5 Tahun). Hasil penelitian menunjukkan potensi lestari perikanan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan data PPS Bitung Sulawesi Utara nilai potensi lestari tuna yang bisa ditangkap adalah 14.173,51 ton/tahun 80% dari nilai pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan data PPS Bitung yang sebesar 17.716,15 ton/tahun untuk Hmsy, 1.200,15 trip/tahun untuk Emsy, dengan nilai CPUE rata-rata tahun 2014-2018 sebesar 19 ton/trip. Tingkat pemanfaatan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan data PPS Bitung Sulawesi Utara di tahun 2014,2017 dan 2018 sudah yang menandakan adanya indikasi overfishing dengan tingkat pemanfaatan terbesar di tahun 2014 yang mencapai nilai 155,09%.Kata Kunci: ikan tuna, Bitung, PPS Bitung, potensi lestari, MSY

    111

    full texts

    137

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇