JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
Not a member yet
    137 research outputs found

    Inventory Of Seagrass Types In Talise Waters, Best Likupang District, North Minahasa, North Sulawesi

    Get PDF
    Seagrasses are the only group of flowering plants (Angiosperms) that live permanently in shallow coastal waters and play a key ecological role. Seagrasses are widely distributed in coastal waters around the world where the substrate and depth are suitable for growth. This research was conducted in the waters of Talise Island, Tambun Village, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. carried out using the cruising survey method. The data taken was carried out when the water conditions were in the dead moon phase, where the water experienced the lowest receding. Overall, 5 species of seagrass were found.Keywords: Seagrass; ecological role; Talise Island.AbstrakLamun (seagrass) adalah satu-satunya kelompok tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup secara tetap di lingkungan perairan pantai yang dangkal dan merupakan kunci dalam peranan ekologis. Lamun tersebar luas di perairan pantai di seluruh dunia yang substrat serta kedalaman cocok bagi pertumbuhannya. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Pulau Talise, Kampung Tambun, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. dilakukan dengan menggunakan metode survei jelajah. Data yang diambil, dilakukan pada saat kondisi perairan pada fase bulan mati, dimana air mengalami surut terendah. secara keseluruhan ditemukan jenis-jenis lamun sebanyak 5 spesies.Kata kunci: Lamun; Peranan ekologis; Pulau Talise

    GASTROPOD COMMUNITY STRUCTURE in the WATERS of GANGGA SATU VILLAGE, WEST LIKUPANG, NORTH MINAHASA

    No full text
    This study aims to determine the types and community structures of gastropods in the waters of Gangga Satu Village, West Likupang, North Minahasa. Data were collected using the line transect quadratic method, with a transect length of 100 m and a square measure of 1 m x 1 m. Gastropod species in the southern waters of Gangga Satu village, West Likupang, North Minahasa consist of 18 species (11 genera), 5 families, and 4 orders.  namely Thais tuberosa, Morula rumphius, Nassarius distorus, Nassarius albescens, Mitra litterata, Mitra paupercula, Conus parvulus, Conus striatus, Conus Chaldeaus, Engina mendicaria, Nerita undata, Nerita plicata, Nerita polita, Clypeomorus cerithium acina, Turbo bruneus. Density of all species K = 4.76, relative density of 13% in Morula rumphius species, diversity of H' = 1.18 and dominance of C = 0.07Keywords: Community structur; Gastropod AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan struktur komunitas gastropoda di Perairan Desa Gangga Satu Likupang Barat Minahasa Utara. Pengambilan data menggunakan metode line transek kuadrat , dengan panjang transek 100 m dan ukuran kuadrat 1m x 1m. Jenis Gastropoda  di perairan selatan desa Gangga Satu, Likupang Barat, Minahasa Utara terdiri dari 18 spesies (11 genus), 5 famili, dan 4 ordo  yakni Thais tuberosa, Morula rumphius, Nassarius distorus, Nassarius albescens, Mitra litterata, Mitra paupercula, Conus parvulus, Conus striatus, Conus Chaldeaus, Engina mendicaria, Nerita undata, Nerita plicata, Nerita polita, Clypeomorus bifasciata, Cerithium atratum, Lunela cineria, Turbo bruneus. Kepadatan seluru spesies K= 4,76, kepadatan relatif sebesar 13% pada spesies Morula rumphius, keanekaragaman H’= 1,18 dan dominasi C= 0,07Kata kunci:Strukturkomunitas; Gastropod

    Microbiological And Organoleptic Quality Of Yellow Fin tuna (Thunnus albacores) Fillet During Cold Storage

    Get PDF
     Fish fillet is a piece of fish meat obtained by slicing whole fish, along the spine starting from the head to near the tail. Generally, fish fillet processors store fish fillet products in cold storage to extend shelf life. Vacuum packaging of the product will prevent contamination and increase the shelf life of the product. This study aims to analyze the quality of yellowfin tuna fillets and changes during cold storage. And with the given treatment, the fish fillet products were packaged in vacuum and without vacuum with a storage period of 0 days, 3 days 6 days and 9 days. The parameters tested in this study were the organoleptic test, pH test, and Total Plate Number (ALT). The results showed that vacuum-packed tuna fillets were of better quality than those packaged without vacuum. With organoleptic results, the appearance value was 8, the smell was 7.8, and the texture was 8.2 and the ALT value was 2.9 x 104 cfu/gram.Keywords: fish fillet, organoleptic, ph , ALT. ABSTRAKFillet ikan adalah bagian daging ikan yang diperoleh dengan penyayatan ikan utuh, sepanjang tulang belakang dimulai dari kepala hingga mendekati ekor. Umumnya pengolah fillet ikan meyimpan produk fillet ikan pada penyimpanan suhu dingin untuk memperpanjang masa simpan. Pengemasan vakum pada produk akan mencegah kontaminasi dan menambah lama masa simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mutu fillet ikan tuna sirip kuning dan perubahan selama penyimpanan suhu dingin. Dan dengan perlakuan yang diberikan yaitu, produk fillet ikan dikemas vakum dan tanpa vakum dengan lama penyimpanan 0 hari, 3 hari  6 hari dan 9hari. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah uji organoleptic uji ph,  dan Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fillet ikan tuna yang dikemas vakum mendapatkan mutu lebih baik dari pada yang dikemas tanpa vakum. Dengan hasil organoleptic nilai kenampakan 8, bau 7,8, dan tekstur 8.2 dan nilai ALT 2.9 x 104 cfu/gram. Kata Kunci : fillet ikan, organoleptik, ph , ALT. Â

    Benzopyrene And moisture content In Wood Fish (Katsuobushi) Processed Using Conventional Smoking And Oven

    Get PDF
    Wooden fish is one type of processed fish product that has undergone a series of processes such as boiling and multilevel smoking until the texture becomes as hard as wood and dark brown-black in color. Usually, wooden fish uses skipjack tuna, but wood fish which is treated with smoke causes high levels of benzoic acid. a) pyrene in wood fish meat is high. The sample selection was taken as many as 2 pieces of wooden fish products, the samples taken would be shaved and then blended and the prepared samples would be tested including analysis of benzo(a)pyrene content and water content. The test method for benzo(a)pyrene uses HPLC and water content testing, using the Moisture Determination Balance FD-660, Analysis of benzo(a)pyrene levels and water content taken from the data of the last 4 years, trend data in research that has been carried out on levels of benzo(a) pyrene and water content, in the electric oven the highest content of benzo(a)pyrene in 2022 is 4.52 ppb and the highest water content in 2021 is 23.50% while conventional smoking has the highest benzo(a)pyrene content in 2019 of 56.6 ppb and the highest water content in 2020 by 19.40%. Testing the water content analysis of the moisture content in the oven is 22.50% and conventional smoking.is 19.40% Keywords: Wood Fish, Benzo(a)pyrene, Moisture Content, Smoking, Oven Abstrak Ikan kayu adalah salah satu jenis produk olahan ikan yang telah mengalami rangkaian proses seperti perebusan dan pengasapan bertingkat, hingga teksturnya menjadi sekeras kayu dan berwarna cokelat tua kehitaman. Biasanya olahan ikan kayu menggunakan ikan cakalang, akan tetapi ikan kayu yang diolah dengan asap menyebabkan kadar benzo(a)piren pada daging ikan kayu tinggi. Pemilihan sampel diambil sebanyak 2 potong produk ikan kayu sampel yang diambil akan diserut kemudian akan diblender dan sampel yang sudah disiapkan akan dilakukan pengujian diantaranya anilisa kadar benzo(a)piren dan kadar air. Metode pengujian benzo(a)piren menggunakan HPLC dan pengujian kadar air menggunakan alat Moisture Determination Balance FD-660, Analisa kadar benzo(a)piren dan kadar air diambil dari data 4 tahun terakhir. data trend pada penelitian yang telah dilakukan kadar benzo(a)piren dan kadar air, pada oven listrik paling tinggi kadar benzo(a)piren ditahun 2022 sebesar 4.52 ppb dan kadar air tertinggi ditahun 2021 sebesar 23.50% sedangkan pengasapan konvensional kadar benzo(a)piren paling tinggi ditahun 2019 sebesar 56.6 ppb dan kadar air tertinggi ditahun 2020 sebesar 19.40%. Pengujian analisa kadar air kadar air pada oven sebesar 22.50% dan pengasapan konvensional sebesar 19.40% Kata Kunci: Ikan Kayu, Benzo(a)piren, Kadar Air, Pengasapan, Oven

    Structure Of Mangrove Community On Kumo Island Tobelo Subdistrict, North Halmahera Regency

    Get PDF
    Mangroves are unique plants because they are able to survive in extreme areas with high salinity levels. Mangroves are also often referred to as tidal plants because their growth is influenced by tides. This study uses the quadrant transect line method by determining 3 observation points (stations) taking samples, and determining the condition of mangroves, the calculation of species density, species frequency, species closure, importance value index, and diversity. For environmental variables, several measurements were made, namely temperature, salinity, and type of substrate on Kumo Island. From the results of the study, it is known that mangrove species that have a high density are R.apiculata species and the highest frequency value is in the same species S.alba, while the value of diversity shows a moderate value. The temperature range on Kumo Island is around 29-30 C, as well as the salinity range of 29-30 ppt, and the dominating substrate which is muddy, causes the S.alba species to be found more than other species. Keywords: Kumo Island, Community Structure, Mangrove Abstrak Mangrove merupakan tumbuhan yang unik dan khas karena mampu bertahan hidup pada daerah yang ekstrim dengan kadar salinitas yang tinggi. Mangrove juga sering disebut dengan tumbuhan pasang surut karena pertumbuhanya dipengaruhi oleh pasang surut .Penelitian ini mengunakan metode line transek kuadran dengan menentukan 3 titik pengamatan (stasiun) pengambilan sempel,dan untuk mengetahui kondisi mangrove maka dilakukan perhitungan kerapatan jenis, frekuensi jenis, penutupan jenis, indeks nilai penting dan keanekaragam. Untuk variabel lingkungan dilakukan beberapa pengukuran yaitu suhu, salinitas dan tipe substrat yang ada di Pulau Kumo. Dari hasil penelitian diketahui jenis mangrove yang memiliki kerapatan tinggi yaitu jenis R.apiculata  dan untuk nilai frekuensi tertingi ada pada jenis S.alba, sedangkan untuk nilai  tutupan ada pada jenis S.alba, untuk keanekaragam menunjukan nilai yang sedang. Kisaran suhu di Pulau Kumo  yaitu sekitar 29-30 C, sama halnya dengan kisaran salinitas yaitu 29-30 ppt dan untuk substrat yang mendominasi yaitu berlumpur,hal ini menyebabpkan jenis S.alba banyak ditemukan dari pada jenis yang lain. Kata kunci: Pulau Kumo, Struktur Komonitas, Mangrov

    Ecological Study Of Lokan Mussels (Geloina spp) In Mangrove Likupang Village, Ambong Village, North Minahasa

    Get PDF
    Based on the observations of 48 individuals and 2 species, the results of analysis of the Density of Lokan Mussels (Geloina spp) at the 3 stations showed that the highest density was at station II of 6.8 Ind/m2 and followed by station III of 6.4 Ind/m2 and the lowest was at station I of 6 Ind/m2, with a total density of 19.2 ind/m2.Equation The long-weight relationship at station I of the Geloina erosa species is W = -2.0299 + 2.3331L with a value of b <3 meaning (negative allometric), the species of Geloina expansa is W = -4.5186 + 3.6111L with a value of b> 3 means (positive allometric). The long-weight relationship at station II of the Geloina erosa species is W = -7.9857 + 5.4459L with a value of b > 3 meaning (positive allometric), the species of Geloina expansa is W = -5.6998 + 4.2558L with a value of b > 3 means (positive allometric ). The long-weight relationship at station III of the Geloina erosa species was W = -4.8901 + 3.832L with a value of b > 3 meaning (positive allometric), Geloina expansa species was W = -4.4782 + 3.5928L with a value of b > 3 meaning (positive allometric). Keywords: ecological studies; Density, weight length relationships, dispersal patterns Abstrak Berdasarkan hasil pengamatan jumlah individu 48 dan terdapat 2 spesies, hasil analisisKepadatan Kerang Lokan (Geloina spp) pada ke 3 stasiun  menunjukan kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun II sebesar 6,8 Ind/m2 dan di ikuti stasiun III sebesar 6,4 Ind/m2 dan terendah pada stasiun I sebesar 6 Ind/m2 ,  dengan kepadatan total 19,2 ind/m2. Persamaan Hubungan panjang berat pada stasiun I spesies Geloina erosa adalah W =  - 2,0299+2,3331L dengan nilai b < 3 artinya (allometrik negatif ), spesies Geloina expansa adalah W =  - 4,5186 + 3,6111L  dengan nilai b > 3 artinya (allometrik positif). Hubungan panjang berat pada stasiun II spesies Geloina erosa adalah W = - 7,9857 + 5,4459L dengan nilai b > 3 artinya (allometrik positif), spesies Geloina expansa adalah W =  - 5,6998 + 4,2558L  dengan nilai b > 3 artinya (allometrik positif ). Hubungan panjang berat pada stasiun III spesies Geloina erosa adalah W = - 4,8901 + 3,832L dengan nilai b > 3 artinya (allometrik positif), spesies Geloina expansa adalah W = - 4,4782 + 3,5928L dengan nilai b > 3 artinya ( allometrik positif). Kata kunci : studi ekologi ; Kepadatan, hubungan panjang berat, pola penyebara

    Salt Reduction In Salted Fish By Boiling And Soaking In Hot Water

    Get PDF
    Salted fish is one of the fishery products that have the potential to be developed because many fishery products are preserved by salting. The unique characteristics of this salted fish mainly lie in its distinctive taste, aroma, and texture. Consumption of food products with high salt content can trigger the emergence of degenerative diseases such as hypertension, cardiovascular and stroke. This study aims to find an alternative to reducing salt content in salted fish and to determine the salt content, water content, and total fungi in salted fish after boiling and soaking in hot water at different times (10 and 20 minutes). The results showed that the maximum reduction in salt content occurred in the boiling treatment for 10 minutes, which was about 43.5% of the initial salt content. Furthermore, the water content of salted fish after undergoing treatment of boiling and soaking time does not meet the standard of SNI 8273:2016 which is in the range of 50.3 – 58.8%. The total fungi test results showed that the boiling and soaking treatment with hot water could reduce the number of molds in salted fish. Keywords: Keywords: Salted Fish, Boiling, Soaking, Salt reduction.   Abstrak Ikan asin merupakan salah satu produk perikanan yang potensial dikembangkan dikarenakan sekitar banyak produk perikanan mengalami pengawetan dengan cara digarami. Daya tarik ikan asin ini terutama terletak pada citarasa, aroma dan tekstur yang khas. Konsumsi produk pangan dengan kadar garam yang tinggi dapat menjadi pemicu munculnya penyakit degeneratif seperti hipertensi, kardiovaskuler dan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alternatif pengurangan kadar garam pada ikan asin dan untuk mengetahui kadar garam, kadar air, dan total kapang pada ikan asin setelah perlakuan perebusan dan perendaman dengan air panas dengan waktu yang berbeda (10 dan 20 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan kadar garam maksimal terjadi pada perlakuan perebusan selama 10 menit yaitu sekitar 43.5% dari kadar garam awal. Selanjutnya, kadar air ikan asin setelah mengalami perlakuan waktu perebusan dan perendaman sudah tidak memenuhi standar SNI 8273:2016 yaitu berada pada kisaran 50,3 – 58.8 %. Hasil uji total kapang memperlihatkan bahwa perlakuan perebusan dan perendaman dengan air panas dapat mereduksi jumlah kapang pada ikan asin. Kata Kunci : Ikan Asin, Perebusan, Perendaman, Reduksi Gara

    Morphometric study of seagrass Thalassia hemprichii in the coastal area of the Bahoi Village, West Likupang Sub-distritct, North Minahasa District

    Get PDF
    The purposes of the morphometrics of seagrass Thalassia hemprichii study (based on samples taken from the coast of Bahoi Village, Likupang Barat Sub-district, North MInahasa District) were as follow: (1) to know the environmental conditions (temperature, salinity, pH, substrate) on the coastal area of Bahoi Village, (2) to describe the morphometrics of seagrass T. hemprichii,  and (3) to compare the morphometric of seagrass Thalassia hemprichii based on sampling stations. Data were collected using a survey method, to sample the seagrass T. hemprichii in three locations. As many as 30 individuals at each study location, were then measured using a digital caliper. The results of the measurement analyzed statistically show that the value was not significantly different. There is no significant difference in the size of the seagrass growth due to environmental conditions or environmental parameters that exist at these 3 stations and supposedly are still within the safe limits for seagrass growth. This evidence was gained based on the results of the ANOVA test (one way ANOVA) which was not significantly different.Keyword : Morphometrics; Thalassia hemprichii; Seagrass; Bahoi Village; Coast ABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah mengetahui morfometrik Lamun Thalassia hemprichii berdasarkan sampel yang diambil di Pesisir Pantai Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat. yaitu : (1) Mengetahui kondisi lingkungan perairan lamun (suhu, salinitas, pH, substrat) di Pesisir Pantai Desa Bahoi, (2) Mendeskripsikan morfometrik dari lamun Thalassia hemprichii, (3) Membandingkan morfometrik lamun Thalassia hemprichii berdasarkan stasiun pengambilan sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakaan metode survei jelajah, dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel Lamun Thalassia hemprichii sebanyak 30 individu pada setiap lokasi penelitian,   kemudian  diukur dengan menggunakan caliper digital. Hasil yang analisis diperoleh berdasarkan nilai statistik Thalassia hemprichii di Pesisr Pantai Desa Bahoi adalah tidak berbeda nyata. Tidak adanya perbedaan yang nyata dari ukuran pertumbuhan  lamun tersebut  disebabkan oleh kondisi lingkungan atau parameter lingkungan yang ada  pada ke 3 stasiun ini masih dalam batas yang aman bagi pertumbuhan Lamun. Dibuktikan dengan Hasil uji ANOVA satu jalur (one way ANOVA) diperoleh tidak berbeda nyata.Kata kunci : Morfometrik; Thalassia hemprichii; Lamun; Desa Bahoi; Pesisi

    Gastropod Density and Diversity in the Intertidal Zone of Malalayang Beach, Manado

    Get PDF
    This study held in Malalayang Beach Manado, aims to determine  the density and diversity of Gastropods on the Malalayang coast of Manado. So the research objective is to find out the density and diversity of  Gastropods in Malalayang Beach, Manado. The study using the line transect technique with 50 cm x 50 cm sized. The transect line is placed perpendicular to the coastline. The distance between the line transects is 20 meters. On each transect line 5 squares are placed. The distance between squares is determined using random numbers. Gastropod species found in Malalayang Beach Manado consist of  31 species and 17 genus, each consisting of the Archaeogastropoda that consists of 3 species, Mesogastropoda consists of  9 species, and the Order of the Neogastropoda of 19 species. The total density of Gastropods in Malalayang Beach in Manado is 6.27 individuals / m2 with diversity of 3.07, according to the criteria for diversity index of Malalayang coast having high diversity. Based on this, it is suggested that Manado Malalayang Beach can be maintained and carried out management that considers the feasibility of the environment as one of the requirements for sustainable development.Keywords: Gastropods, Density, Species DiversityABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Pantai Malalayang Manado,berkaitan dengan permasalahan yang dikemukakan bagaimanakah kepadatan dan keanekaragaman Gastropoda di pantai Malalayang Manado. Maka tujuan penelitian adalah Mengetahui kepadatan dan keanekaragaman Gastropoda di Pantai Malalayang Manado. Pengumpulan data dengan pendekatan Teknik line transect menggunakan kuadrat berukuran 50cm x 50cm. Line transect diletakkan tegak lurus dengan garis pantai. Jarak antara line transect sebesar 20 meter. Pada masing- masing line transect diletakkan 5 kuadrat. Jarak antar kuadrat ditentukan dengan menggunakan angka acak. Spesies Gastropoda yang ditemukan di Pantai Malalayang Manado terdiri dari 31 spesies dan 17 genera yang masing-masing terdiri dari Ordo Archaeogastropoda 3 spesies, Ordo Mesogastropoda 9 spesies, dan Ordo Neogastropoda 19 spesies. Kepadatan total Gastropoda di Pantai Malalayang Manado 6.27 individu/m2 dengan keanekaragaman 3,07, Menurut kriteria indeks keanekaragaman pantai Malalayang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, maka disarankan agar Pantai Malalayang Manado dapat dijaga dan dilakukan pengelolaan yang mempertimbangkan sskelayakan lingkungan sebagai salah satu syarat pembangunan berkelanjutan.Kata kunci: Gastropoda, Kepadatan, Keanekaragaman Jeni

    Biology Reproduction Of Banggai Cardinal Fish Pterapogon kauderni Koumans, 1933 In Lembeh Strait

    Get PDF
    This research was conducted to determine the reproductive aspects of Banggai Cardinal Fish (Pterapogon kauderni) in the Lembeh Strait. Fish samples were obtained by “Small Chang Net†in the Lembeh Strait. The total sample was 150 individuals. Sex Ratio of Pterapogon kauderni in Serena Besar Island 1: 1, in LIPI 1: 1 water, and in Papusungan waters 1: 1. IKG Pterapogon kauderni  in Serena besar location in females obtained 0.26 ± 0.21 and in males 0, 26 ± 0.13. Location of Papusungan, females obtained 1.25 ± 1.00 and in males 0.37 ± 0.16. Then finally, at the LIPI location, females obtained 0.64 ± 1.12 and in males 0.50 ±,69. Gonad Maturity Levels are classified into three categories, young gonads, mature and salty gonads, with a percentage of 25% of individual young gonads, 20% of mature gonads, and 55% of saline gonads, respectively. Gonadal maturity index in each category of gonad maturity is young gonad 0.23, mature 2.16 and salin 0.27. The "Ovarian Fecundity"  is 30 ± 11 eggs, and the "Fecundity Brooding" fecundity is 48 ± 16 eggs.Keywords: Pterapogon kauderni, Sex Ratio, Gonad Maturity, FecundityABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek reproduksi ikan Capungan banggai (Pterapogon kauderni) yang ada di Selat Lembeh. Sampel ikan diperoleh dengan cara ditangkap menggunakan “Small Chang Net†Di Selat Lembeh. Total hasil tangkapan Berjumlah 150 individu. Nisbah kelamin Pterapogon kauderni di Pulau Serena Besar 1 : 1. Di perairan LIPI 1 : 1, dan di Perairan Papusungan 1 : 1. IKG Ikan Pterapogon kauderni di lokasi P. Serena Besar betina diperoleh 0,26 ± 0,21 dan pada jantan 0,26 ± 0,13. Di lokasi Papusungan, betina diperoleh 1,25 ± 1,00 dan pada jantan 0,37 ± 0,16. Kemudian terakhir di lokasi LIPI, pada betina diperoleh 0,64 ± 1,12 dan pada jantan 0,50 ± ,69. Tingkat Kematangan Gonad  dikelompookan dalam tiga kategori yakni gonad muda, matang dan salin, dengan prosentasi masing-masing 25 % idividu gonad muda, 20% gonad matang, dan 55% gonad salin. Indeks kematangan gonad pada setiap kategori kematangan gonad  adalah gonad muda 0,23, matang 2,16 dan salin 0,27.  Fekunditas “Ovarian fecundity“ adalah sebanya 30±11 butir telur, dan fekunditas “Brooding fecundity“ adalah 48±16 butir telur.Kata kunci: Pterapogon kauderni, Nisbah Kelamin, Kematangan Gonad, Fekundita

    111

    full texts

    137

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇