Jurnal Warta Rimba
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP OBJEK WISATA WAY BELERANG DESA SUKAMANDI LAMPUNG SELATAN
Kegiatan ekowisata saat ini telah berkembang menjadi bentuk wisata yang tidak lagi mengeksploitasi alam tetapi mengkonservasi alam dan melakukan pemberdayaan masyarakat. Destinasi Way Belerang merupakan salah satu objek ekowisata berbasis masyarakat yang terletak di Desa Sukamandi Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Wisata ini sebagai salah satu objek yang banyak dikunjungi karena memiliki banyak manfaat, mulai dari pengobatan penyakit kulit hingga relaksasi tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kondisi destinasi dan menganalisis persepsi pengunjung objek wisata way belerang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 menggunakan metode observasi dan wawancara dengan 30 responden terkait lima komponen yaitu objek dan daya tarik, aksesibilitas, fasilitas dan pelayanan, infrastruktur, dan akomodasi. Hasil penelitian menujukkan Objek Wisata Way Belerang memiliki tiga kolam yang berundak-undak dengan kedalaman kolam 1,5 m dan sumber mata air mencapai 37-39˚C. Hasil wawancara dengan pengunjung terkait lima komponen didapatkan nilai rata-rata 4 yaitu memadai, hanya saja pada jaringan internet dan kondisi toilet memiliki nilai rendah. Kesimpulan pada penilitian ini perlunya ditingkatkan fasilitas dan pelayanan seperti toilet yang memadai, infrastruktur seperti fasilitas listrik serta aksesibilitas meningkatkan jaringan agar menarik minat pengunjung semakin bertambah
ANALISIS PENDAPATAN DENGAN POLA AGROFORESTRI DI DESA MEKAR SARI, KECAMATAN SUELA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Kemitraan Kehutanan merupakan kerjasama antara masyarakat setempat dengan pengelolaan hutan, pemegang izin usaha pemanfaatan hutan atau jasa hutan, izin pinjam pakai kawasan hutan, atau pemegang izin usaha industri primer hasil hutan. Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemanfaatan hutan dalam jangka panjang. Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu kabupaten yang menerapkan sistem kemitraan, tepatnya di Desa Mekar Sari, Kecamatan Suela. Meskipun masyarakat memiliki kewenangan untuk melakukan pengelolaan hutan, tetapi masyarkat masih belum mampu untuk mengembangkan serta belum mampu meningkatkan pendapatan yang ada Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis sistem pola agroforestri, (2) Menganalisis biaya dan pendapatan penggarap, dan (3) Mengetahui hubungan luas lahan dan jumlah jenis terhadap pendapatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Masyarakat menerapkan pola agrisilvikultur, (2) Pendapatan dari agroforestri sebesar Rp. 14.842.451/tahun yang masuk dalam kategori miskin menurut BPS, (3) Luas lahan dan jumlah jenis berpengaruh positif terhadap pendapatan
STUDI POPULASI DAN VEGETASI HABITAT LUTUNG (Trachypithecus auratus) DI ZONA PEMANFAATAN RESORT JOBEN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI
Lutung (trachypithecus auratus) merupakan salah satu kekayaan satwa primata di Indonesia yang tersebar di 3 pulau indonesia diantaranya jawa, bali, dan Lombok. Berdasarkan IUCN (2022) lutung Trachypithecus auratus) masuk dalam daftar merah dengan kategori status vulnerable yang artinya rentan terhadap kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui populasi lutung dan mengetahui vegetasi habitat lutung di zona pemanfaatan resort joben Taman Nasional Gunung Rinjani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode terkonsentrasi dalam penentuan populasi lutung dan plot ganda berpetak untuk penentuan vegetasi habitat lutung. Total kelompok populasi lutung keseluruhan berjumlah 9 kelompok berjumlah 117 individu, dengan kepadatan 1 individu/ha. Struktur umur menunjukkan pola piramida terbalik dengan ukuran anakan adalah 28 individu, remaja 36 individu dan dewasa 53 individu, dan perbandingan seks rasio global adalah ideal yaitu 1:5. Pada jalur ulem ulem vegetasi tingkat pohon, jenis are memiliki indek nilai penting (INP)= 127,18%, pada tingkat tiang, jenis iluh iluh merupakan yang tertinggi dengan total indek nilai nilai penting (INP)= 138,25%. Jalur joben vegetasi tingkat pohon, jenis sengon memiliki indek penting (INP)= 75,27%, pada tingkat tiang, jenis nangka merupakan yang tertinggi dengan total indek nilai penting (INP)= 115,57%, dan pada jalur perian vegetasi tingkat pohon, jenis bajur memiliki indek nilai penting (INP)= 184,88%, pada tingkat tiang, jenis sonokeling merupakan yang tertinggi dengan total indek nilai penting (INP)= 174,03%
KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN OBAT DI KAWASAN WISATA TAHURA NGATABARU KAPOPO SULAWESI TENGAH
A forest park is a nature conservation area for the purpose of collection of plants and / or non-originals, which are used for research, science, education supporting cultivation, culture, tourism and recreation. This research was conducted for 2 months, from July to August 2019 in the Tahura Tourism Area in Ngatabaru, Sigi Biromaru District, Sigi Regency, Central Sulawsi Province. The study was conducted using a survey method by making a path by intentional sampling of the starting point based on the type of medicinal plant found. The results showed 17 species of medicinal plants found from 12 families. %. Diversity of medicinal plants at tree growth rates of 0,79. The pole level is 0,21. The stake rate is 122. At the level of seedlings and undergrowth obtained at 0,25. So the diversity of medicinal plants according to growth rates are generally classified as low to moderate
SIFAT FISIS DAN MEKANIS KAYU URU (Magnolia tsiampacca (L.) Figlar & Noot) YANG BERASAL DARI DESA BENTENG ALLA KECAMATAN BAROKO KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN
Uru wood (Magnolia tsiampacca (L.) Figlar & Noot) is a local wood from South Sulawesi. Information regarding the physical and mechanical properties of uru wood based on the axial direction and radial direction has not been widely carried out, especially uru wood originating from Enrekang Regency, South Sulawesi. Therefore, the purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of uru wood in the axial and radial directions so that it can be utilized properly. The method used in this study was a factorial completely randomized design, with factor A variations in the axial direction and factor B variations in the radial direction. Each treatment was repeated 3 times. The physical properties studied included moisture content, density and shrinkage. Meanwhile, the mechanical properties studied included MOE, MOR, and Fiber Parallel Compression. The results showed that the moisture content of uru wood was 77.93%, the air dry moisture content of uru wood was 14.12%. The density value of uru wood ranged from 0.25 – 0.44 gr/cm3, radial shrinkage ranged from 2.19% - 6.82%, tangential 2.66 – 6.35%. Meanwhile, the MOE for uru wood ranged from 73,851,058 kg/cm2 - 109,462,653 kg/cm2, the MOR for uru wood ranged from 744,615 kg/cm2 – 1,0202,464 kg/cm2, and the compression parallel to the grain of the uru wood ranged from 216.42 kg/cm2. cm2 - 325.80 kg/cm2. Uru wood belongs to strong class III-IV.Keywords: axial direction,radial direction,physical properties,mechanical properties,uru woo
JENIS - JENIS JAMUR MAKROSKOPIS PADA ZONA PEMANFAATAN KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU DI DESA KAMARORA KEC. NOKILALAKI KAB. SIGI
Macrofungi (macroscopic mushrooms) are mushrooms that are relatively large (macroscopic), can be seen directly, can be held or picked by hand, and have a striking shape. The purpose of this study was to find out what types of macroscopic fungi are found in forest areas in the utilization zone of the TNLL area in Kamarora Village, Nokilalaki District, Sigi Regency and it was carried out in June 2022. Using a descriptive method. Plot placement in sampling using a purposive sampling method. Based on the research results, the types of macroscopic fungi found were Amanita phalloides (Vaill. ex Fr.) Link, Pholiota flammans, Schizophyllum commune Fr., Coprinellus disseminatus (Pers.) J.E.Lange, Parasola sp, Auricularia auricula-judae (Bull.) J. Schröt., Fomes fomentarius (L.) Fr., Ganoderma applanatum (Pers.) Pat., Panus neostrigosus, Phaeolus schweinitzii (Fr.) Pat., and Sarcoscypha coccinea (Gray) Boud
PENGGUNAAN CITRA SENTINEL 2A UNTUK ANALISIS TUTUPAN LAHAN DAN KERAPATAN VEGETASI DI SUB DAS SALUBI
Land cover and vegetation density are important information needed in watershed management activities (planning, utilization, supervision and control). Remote sensing technology has been widely used to produce information on land cover and vegetation density due to the availability of multitemporal, multispectral data with high spatial resolution. The purpose of this research is to determine land cover and vegetation density using sentinel 2A imagery in the Salubi sub-watershed. The research was conducted in the Salubi sub-watershed, Central Sulawesi Province. Research activities include digital image analysis using unsupervised classification techniques and NDVI (Normalized Vegetation Index), field measurements and accuracy tests (confussion matriks). The results show that the land cover consisted of 45.61% forest (643.09 Ha), 36.66% (516.81 Ha) mixed dryland agriculture, 10.72% paddy fields (151.11 Ha), shrubs 2.8 % (36.41 Ha), water bodies 1.62% (22.84 Ha), bare land 0.99 % (13.95 Ha), settlement 0.98 % (13.87 Ha), grassland 0.84 % (11.79 Ha), with an accuracy of 90 % (overall accuracy) and 89.54 % (kappa accuracy). Vegetation density consists of high 79.48% (1,120.61 Ha), medium 15.52% (218.86 Ha), low 4.15% (58.53 Ha), non-vegetation 0.84% (11.87 Ha
PRODUKTIVITAS GETAH PINUS (Pinus merkusii) PADA VARIASI DIAMETER DAN JUMLAH KOAKAN DI KAMPUS PSDKU USK GAYO LUES
Pohon Pinus merkusii Jungh. et de Vriese merupakan jenis pinus yang tumbuh asli di wilayah Indonesia. Pinus merkusii termasuk dalam kategori pohon fast growing species yang secara alami tersebar di Pulau Sumatera (Aceh, Tapanuli dan Kerinci). Pohon ini memiliki beragam manfaat seperti getah yang dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Produksi getah pinus memiliki tingkatan dan metode penyadapan yang berbeda yang berpengaruh terhadap kuantitas getah pinus yang dihasilkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui produksi getah pinus dan pengaruh dari diameter pohon dengan menggunakan metode koakan. Penelitian telah dilakukan pada bulan Mei-Juli 2022 di sekitar kampus PSDKU Gayo Lues. Sampel diambil pada tiga kelas diameter pinus yaitu kelas diameter 1 (26-30 cm) sebanyak 3 koakan, kelas diameter 2 (31-35 cm) sebanyak 4 koakan, dan kelas diameter 3 (36-40 cm) sebanyak 5 koakan. Setiap kelas diulang 3 kali sehingga jumlah sampel perlakuan didapatkan 18 sampel secara acak lengkap (RAL). Data penelitian dianalisis menggunakan aplikasi software SPSS 16.0 dan untuk mengetahui perbedaan produksi getah pinus pada masing-masing kelas diameter akan dianalisis menggunakan uji one-way (ANOVA). Apabila hasil pengujian signifikansi < 0,05 maka dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter pohon pinus sangat berpengaruh nyata terhadap produksi getah pinus, produksi getah pinus yang dihasilkan paling besar ada pada kelas diameter 3 dengan diameter batang 36-40 cm dengan ratarata produksi getah pinus 853.67 gr/kelas. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar diameter batang pinus maka produksi getah yang dihasilkan akan semakin banyak. Kata kunci: Diameter, Getah, Koakan, Pinus merkusii, RA
IDENTIFIKASI DAYA TARIK OBJEK WISATA AGROPARK LAMPUNG DI DESA SABAH BALAU, LAMPUNG SELATAN
Agropark Lampung adalah salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan. Kehadiran Ruang Terbuka Hijau Agropark Lampung di Desa Sabah Balau menjadi wadah pemenuhan kebutuhan RTH publik untuk wilayah Lampung Selatan yang saat ini masih belum memenuhi luas minimal kebutuhan RTH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi objek dan daya tarik wisata sebagai tahap awal dalam pengembangan wisata. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agropark Lampung memiliki daya tarik objek wisata yaitu taman bunga dengan berbagai jenis tanaman yang ada dan taman buah yang bisa langsung dipetik. Kegiatan berwisata yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Agropark Lampung yaitu rekreasi, menanam dan memetik sayuran, memberi makan ikan, berfoto, bermain bersama kelinci dan juga kegiatan seperti konferensi/seminar/ pertemuan lainnya. Fasilitas pendukung yang dapat digunakan di Agropark Lampung terdiri dari spot foto, pendopo, mushola, toilet, kursi taman, gedung laboratorium kultur jaringan, green house, gudang, CCTV dan lahan parkir. Luas lahan yang terbatas menyebabkan perlunya penataan yang lebih baik agar dapat menarik minat pengunjung. Pengelola perlu memperbaiki fasilitas yang sudah tersedia sehingga memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung.
SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAS MEKO KECAMATAN PAMONA BARAT KABUPATEN POSO
Soil physical properties are environmental factors that greatly affect the availability of water, air and soil. The chemical properties of the soil, which play a role in the nature, characteristics of the soil and soil fertility, the chemical properties of the soil, namely soil pH, NPK, cation exchange capacity (CEC), and C-organic. This study used a survey method. Soil sampling was then analyzed in the soil science laboratory. The physical properties of the soil in paddy fields and shrubs have dusty clay properties, dry land agriculture has loamy clay properties and large shrubs have clay properties. . As for the chemical properties of the soil, namely pH in some land uses, the criteria are slightly acidic with a value of 6.38, shrubs 6.22, rice fields 5.50 and dry land agriculture 4.84. For c-Organic, the lowest was 2.28% and the highest was 3.78%. N-total ranges from 0.16% the lowest and the highest with a value of 0.30. For phosphorus (p) ranged between 52.92 the lowest value and the highest value 54.51. For Potassium (K) the highest value is 38.54 and the lowest is 10.82. The CEC value ranges from 38.54 for the highest value and the lowest value is 29.51