Jurnal Biodjati
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
Terapi Biopsikologi di Rumah untuk Meningkatkan Kekuatan Motorik Pasca Stroke Ulangan
Stroke merupakan merupakan penyakit penyebab kecacatan tertinggi di dunia. Jumlah penduduk penderita stroke di Indonesia sebagian besar berada pada usia produktif dan berisiko mengalami stroke ulangan dengan permasalahan yang lebih berat. Stroke berdampak kepada perubahan-perubahan baik biologis pada tubuh manusia maupun kepada psikis penderita. Permasalahan yang ditimbulkan oleh stroke tidak hanya dialami penderita tetapi juga oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan menguji metode terpadu biologi-psikologi untuk meningkatkan kekuatan motorik penderita pasca stroke ulangan yang dapat dilakukan di rumah penderita oleh keluarga penderita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan menggunakan Single Subject Randomized Time Series Design. Subjek adalah seorang perempuan berusia 64 tahun yang mengalami kelumpuhan akibat stroke ulangan. Keluarga yang tinggal dengan subjek hanyalah seorang anak perempuan yang bekerja pada perusahaan swasta. Perlakuan yang diberikan berupa metode terpadu Biopsikologi dengan memberikan masase pada jalur-jalur akupunktur dikombinasi dengan mendengarkan, membaca, dan memahami ayat-ayat Al Quran, serta pengaturuan diet. Penelitian dilakukan selama 2 bulan di rumah penderita di Bandung. Pelaksanaan dilakukan oleh keluarga yang telah dilatih oleh peneliti dengan pengamatan setiap 3 hari. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif berupa grafik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan motorik pada subjek. Penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan untuk penelitian terapi biopsikologi di rumah pada subjek yang lebih luas
Optimalisasi Kultur Daphnia yang Berperan sebagai Hewan Uji dalam Ekotoksikologi
Daphnia (udang-udangan) merupakan hewan standar Internasional yang layak dan sering digunakan dalam pengujian kualitas air. Salah satu persyaratan sebagai hewan uji diantaranya adalah, bahwa hewan tersebut dapat dikultur dalam kondisi laboratorium. Oleh sebab itu diperlukan studi awal tentang kultur Daphnia di Laboratorium Riset Lingkungan di FPMIPA, UPI. Studi ini bertujuan untuk (1) menentukan jumlah neonate (umur < 24 jam) yang dihasilkan oleh satu gravid female Daphnia dalam 250 ml medium dan (2) menentukan tingkat kesintasan 10 neonate selama 3 hari dalam 3 medium (10 mL) yang berbeda (air tawar buatan, air sumur dan air PDAM). Experimen ini dilakukan masing-masing dengan 5 kali ulangan. Hasil yang diperoleh bahwa rata-rata jumlah neonate yang dihasilkan dari satu induk Daphnia pada hari ke 2 dalam medium air buatan, air sumur dan air PDAM berturut-turut adalah 14; 13; dan 11. Sedangkan rata-rata jumlah neonate yang mampu bertahan dalam medium air buatan, air sumur dan air PDAM adalah 8.5-10 ekor. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Daphnia dapat dikultur di laboratorium dan neonate yang dihasilkan mengalami tingkat kesintasan lebih dari 80% hingga hari ke 3 dengan menggunakan ketiga medium yang berbeda. Sehingga neonate layak digunakan dalam uji hayati metode statis tanpa pakan dan oksigen
Kualitas Perairan pada Bulan Ramadan di Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten
Abstrak. Aktivitas dan perilaku sosial masyarakat dibulan Ramadan telah berubah seperti meningkatnya pola konsumsi makanan, aktivitas ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat sehingga diduga mempengaruhi kimia-fisika lingkungan, total Coliform dan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini mengetahui (i) perubahan kualitas perairan berdasarkan kimia-fisika perairan, total Coliform dan fekal Coliform dan (ii) mengetahui hubungan parameter kimia-fisika perairan terhadap fekal Coliform di periode sebelum, saat dan setelah Ramadan. Penelitian ini dilakukan di Situ Gintung pada periode sebelum, saat dan setelah Ramadan tahun 2016 (1437 Hijriah). Kimia-fisika perairan tidak berbeda nyata (ANOVA, p >0.05) kecuali total dissolved solid (TDS) dan electrical conductivity (EC) berbeda nyata (ANOVA, p < 0.05) di semua periode. Nilai total Coliform di semua periode Ramadan >1100 MPN/100 mL. Kualitas perairan Situ Gintung berada di luar baku mutu air kelas I berdasarkan total Coliform di semua periode Ramadan. Hasil CCA (Canonical Correspondence Analysis) menunjukkan bahwa keberadaan kelompok fekal Coliform yaitu Salmonella dipengaruhi EC dan TDS, Escherichia coli dipengaruhi kecerahan dan Proteus tidak dipengaruhi semua parameter. Proteus dan E. coli mengalami peningkatan jumlah selama periode Ramadan dimana jumlah Salmonella tertinggi pada saat Ramadan. Perbedaan kimia-fisika perairan (EC dan TDS), total Coliform dan kualitas perairan Situ Gintung mengindikasikan telah dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat pada semua periode
Struktur Komunitas Fitoplankton pada Berbagai Kedalaman di Pantai Timur Pananjung Pangandaran
Struktur komunitas fitoplankton pada suatu ekosistem perairan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Studi mengenai struktur komunitas fitoplankton di Pantai Timur Pananjung Pangandaran pada berbagai kedalaman yang dihubungan dengan faktor fisikokimia lingkungan telah dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Sampel fitoplankton dan air diambil selama tiga hari berturut-turut pada empat kedalaman yang berbeda dengan interval kedalaman masing-masing tiga meter. Faktor fisikokimia yang dianalisis ialah temperatur, pH, transparansi, salinitas, konduktivitas, DO, BOD, CO2 dan HCO3-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pantai Timur Pananjung Pangandaran ditemukan 15 jenis fitoplankton dari lima kelas yaitu Coleophyceae, Dinophyceae, Oligotrichea, Coscinodiscophyceae, dan Bacillariophyceae. Jenis fitoplankton yang mendominasi bagian permukaan ialah Navicula sp. dari kelas Dinophyceae sedangkan pada kedalaman 3, 6, dan 9 meter didominasi oleh jenis fitoplankton yang sama yaitu Coscinodiscus sp. dari kelas Coscinodiscophyceae. Secara umum, kelimpahan jenis fitoplankton tertinggi ialah pada kedalaman tiga meter yang didukung oleh kondisi lingkungan yang optimal disertai penetrasi cahaya matahari yang cukup. Berdasarkan analisis PCA, kedalaman tersebut dikarakterisasi terutama oleh Coscinodiscus sp. dan DO. Selanjutnya, berdasarkan indeks diversitas Shannon-Wiener Pantai Timur Pananjung Pangandaran termasuk ke dalam perairan tercemar ringan.     Â
Asosiasi Makroalga dengan Gastropoda pada Zona Intertidal Pantai Pananjung Pangandaran
Interaksi yang terjadi antar organisme dengan lingkungannya merupakan proses yang kompleks, karena setiap komponen lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berhubungan dan saling memengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Keberadaan maupun ketiadaan suatu populasi dalam komunitas tertentu dapat memberikan gambaran tentang kondisi komunitas tersebut. Untuk mengetahui pola interaksi pada komunitas padang lamun di zona intertidal Pantai Pananjung Pangandaran, dilakukan penelitian tentang asosiasi antara populasi makroalga dan gastropoda. Pengukuran indeks ekologis diperoleh melalui observasi kuantitatif populasi makroalga dan gastropoda pada transek garis sepanjang 200 m sejajar garis pantai dengan plot kuadrat, di dua lokasi studi yang memiliki karakteristik biofisik yang berbeda, yaitu Pantai Pasir Putih dan Pantai Batu Nunggul. Hasil menunjukan bahwa di lokasi studi Pantai Pasir Putih terdapat 12 spesies makroalga dan 7 spesies gastropoda. Di lokasi studi Pantai Batu Nunggul terdapat 11 spesies makroalga dan 8 spesies gastropoda. Tutupan Makroalga tertinggi terdapat di kawasan Pantai Batu Nunggul dengan jenis Gracilaria coronopifolia sebesar 57,5%. Kepadatan Gastropoda tertinggi terdapat di lokasi studi Pantai Batu Nunggul, yaitu Cypraea annulus. Asosiasi antara makroalga dengan gastropoda di kedua lokasi studi menunjukkan asosiasi positif namun tidak terjadi ketergantungan antara kedua populasi tersebut
Pengaruh Persentase Pemangkasan Daun dan Bunga Jantan Terhadap Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.)
Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas jagung adalah memangkas bagian-bagian tanaman yang sudah tidak aktif berfotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase pemangkasan daun dan bunga jantan yang tepat sehingga dapat meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2016 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pemangkasan tersebut meliputi: P0 (Tanpa Pemangkasan), P1 (25% Dafgun Atas), P2 (50% Daun Atas), P3 (50% Daun Bawah), P4 (100% Daun Bawah), P5 (25% Daun Atas + Bunga Jantan), P6 (50% Daun Atas + Bunga Jantan), P7 (50% Daun Bawah + Bunga Jantan), P8 (100% Daun Bawah + Bunga Jantan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun dan bunga jantan berpengaruh nyata pada bobot kering tongkol, bobot pipilan kering biji serta intersepsi cahaya. Perlakuan pemangkasan 50% daun bawah dan bunga jantan dapat meningkatkan bobot segar tongkol 19.77%; bobot kering tongkol 22.82%; bobot pipilan kering biji per tanaman 21.00% dan bobot pipilan kering biji per hektar 16.41% dibandingkan dengan tanpa pemangkasan
Potensi Ekstrak Buah Buni (Antidesma bunius L) Sebagai Antibakteri dengan Bakteri Uji Salmonella thypimurium dan Bacillus cereus
Terdapat senyawa bioaktif pada tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Tumbuhan genus Antidesma menunjukkan adanya aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas zat antibakteri yang terkandung di dalam buah buni (Antidesma bunius L) terhadap bakteri uji Salmonella thypimurium dan Bacillus cereus. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode difusi Kirby Bauer dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah diameter zona hambat yang dihasilkan dari uji antibakteri terhadap bakteri B. cereus terbesar yaitu 20 mm pada konsentrasi ekstrak 80%, dan terkecil sebesar 6 mm pada konsentrasi ekstrak 1,25%. Hasil uji antibakteri ekstrak buah buni terhadap bakteri S. thypimurium dengan zona hambat terbesar yaitu 28 mm pada konsentrasi 80% dan zona hambat terkecil yaitu 0 mm pada konsentrasi 1,25%. Simpulan yang diperoleh adalah terdapat aktivitas antibakteri dari ekstrak buah buni terhadap bakteri uji S. thypimurium dan B. cereus. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk pada ekstrak Buah Buni (Antidesma bunius) terhadap bakteri B. cereus pada konsentrasi 80; 40; 20; 10; 5; 2,5; dan 1,25% masing-masing adalah sebesar 18,4; 12; 9,4; 8,4; 7,4; 7; dan 6,4 mm. Sedangkan terhadap bakteri S. thypimurium pada konsentrasi 80; 40; 20; 10; 5; 2,5; dan 1,25% masing-masing adalah sebesar 26,7; 21; 11; 10; 8; 7; dan 4,3 mm.Â
Estimasi Pertumbuhan Larva Lalat Black Soldier (Hermetia illucens) dan Penggunaan Pakan Jerami Padi yang Difermentasi dengan Jamur P. chrysosporium
Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi pertumbuhan larva lalat Black Soldier (Hermetia illucens) dan penggunaan pakan jerami padi yang difermentasi dengan jamur P.chrysosporium, yang bertujuan untuk mengetahui komposisi jerami setelah fermentasi, mengetahui laju pertumbuhan larva, nilai ECD dan WRI. Metode penelitian yang dilakukan yaitu: jerami difermentasikan dengan menggunakan jamur P.chrysosporium 4% (b/v), jerami hasil fermentasi selanjutnya digunakan sebagai pakan larva BSF dengan perlakuan pemberian pakan 12,5; 25; 50; 100; dan 200 (mg/larva/hari). Larva yang digunakan berusia 6 hari, untuk semua perlakuan mengguanakan 200 ekor larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur P. chrysosporium dapat menurunkan kadungan hemiselulosa 3,89%, selulosa 4,65%, dan lignin sebesar 10,05% serta menaikan kandungan protein jerami sebesar 1,88%. Pemberian pakan 100 mg/larva/hari menghasilkan rata-rata berat akhir larva paling tinggi yaitu 13,68 mg, rata-rata mencapai prepupa selama 39 hari, rata-rata nilai ECD dan WRI sebesar 12,96% dan 0,42. Â
Inventarisasi Suku Euphorbiaceae, Phyllanthaceae dan Putranjivaceae di Kebun Raya Eka Karya Bali : Upaya Melengkapi Pembuatan Buku Flora of Bali
Abstrak. Inventarisasi flora merupakan salah satu kegiatan utama Puslit Biologi-LIPI (khususnya bidang Botani) yang dilakukan guna mengungkap keanekaragaman biota yang berada di suatu area. Puslit Biologi sejak tahun 2000, menitik beratkan kegiatan tersebut guna mengungkap kekayaan flora pulau-pulau kecil di sekitar pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Papua dan Kepulauan Sunda Kecil (LSI). Pulau Bali mendapatkan prioritas pertama (2013-2017), karena data dasar telah tersedia berupa buku checklist. Guna melengkapi pembuatan Flora of Bali dilakukan inventarisasi suku Euphorbiaceae, Phyllanthaceae dan Putranjivaceae, yang pada awalnya berasal dari suku Euphorbiaceae di Kebun Raya Eka Karya Bali (KREKBali) yang terletak di Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Selain inventarisasi, bahan yang digunakan adalah spesimen herbarium koleksi KREKBali. Metode yang dilakukan adalah memilah dan mendata semua koleksi herbarium KREKBali, kemudian dilakukan pendokumentasian. Khusus untuk koleksi hidup selain didokumentasi juga dikoleksi untuk dibuat spesimen herbariumnya. Tujuan dari inventarisasi ini adalah salah satu upaya untuk menyusun Flora of Bali dengan menggabungkan marga dan jenis yang telah terdaftar dalam checklist Flora of Bali dan selanjutnya akan dibuat pertelaan, kunci identifikasi, manfaat dan persebarannya. Hasil dari kegiatan ini telah terdata: Euphorbiceae 14 jenis, Phyllanthaceae 11 jenis dan Putranjivaceae 1 jenis. Kata kunci: Euphorbiaceae, Phyllanthaceae, Putranjivaceae, inventarisasi, Kebun Raya Eka Karya Bali (KREKBali). Abstract. Inventory of flora is one of the main activities of the Research Center for Biology-LIPI (especially in the Botany Division), which conducted to reveal the diversity of biota in an area. Since 2000, Research Center for Biology, focuses on these activities in order to reveal the rich flora of the small islands around the island of Java, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Papua and the Lesser Sunda Islands (LSI). The island of Bali had first priority (2013-2017), since the basic data have been available in checklist. In order, to complete of the Flora of Bali is conducted an inventory of Euphorbiaceae, Phyllanthaceae and Putranjivaceae, which was originally derived from Euphorbiaceae in Eka Karya Botanical Garden (KREKBali) located in Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. In addition to the inventory, also used material of herbarium specimens KREKBali. The method to do was selected and recorded all KREKBali herbarium collections, then do documentation. Special for fresh collections, than is documented and also made for herbarium. The purpose of this inventory is one of the efforts for the preparation of Flora of Bali by combining genera and species that have been listed in the checklist Flora of Bali and will be made descriptions, identification keys, benefits and distribution. The results of this activity has been recorded: Euphorbiaceae 14 species, Phyllanthaceae 11 species and Putranjivaceae 1 species. Keywords: Eka Karya Botanical Garden (KREK Bali), Euphorbiaceae, Phyllanthaceae,, Putranjivaceae , inventor
Isolasi dan Identifikasi Jamur Patogen pada Air Sumur dan Air Sungai di Pemukiman Warga Desa Karangwangi, Cianjur, Jawa Barat
Abstrak. Penelitian Isolasi dan Identifikasi Jamur Patogen pada Air Sumur di Wilayah Pemukiman Warga RW 05-08 dan Air Sungai Cilaki, Desa Karangwangi, Cianjur, Jawa Barat, bertujuan untuk melihat keanekaragaman jamur patogen yang terdapat pada air sumur RW 05-08 dan air sungai Cilaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif untuk menentukan lokasi pengambilan sampel. Dilakukan pengenceran dari sampel air kemudian dilakukan metode pour plate dengan medium Agar Sabouraud lalu diinkubasi selama 72-96 jam. Koloni jamur dihitung dengan metode Total Plate Count (TPC). Identifikasi dilakukan secara makroskopis dengan melihat bentuk dan warna koloni jamur, serta secara mikroskopis dengan cara moist chamber. Hasil jumlah koloni jamur patogen terbanyak ditemukan pada sumur RW 06. Hasil penanaman seluruh sampel air sumur dan sungai, ditemukan 9 spesies jamur patogen, genus Penicillium sebanyak 2 spesies, Trichophyton sebanyak 3 spesies, Geotrichum sebanyak 2 spesies, Microsporum dan Lichtheimia masing-masing sebanyak 1 spesies. Dari hasil yang didapat, disimpulkan bahwa air sumur di wilayah RW 05-08 dan air sungai Cilaki di Desa Karangwangi kurang baik jika digunakan secara langsung karena banyaknya jamur patogen yang terkandung di dalamnya. Kata Kunci: Jamur, Sumur, Sungai, Total Plate Count. Abstract. Isolation and Identification of Pathogenic Fungi on Well Water Territory Residential Residents RW 05-08 and Cilaki River Water, Karangwangi village, Cianjur, West Java research, aiming to see the diversity of fungal pathogens found in well water RW 05-08 and Cilaki river water. The method used in this study is descriptive exploratory method for determining the location of sampling of water in wells in RW 05 to RW 08 and Cilaki river. Do dilution of water samples and then performed pour plate method with Sabouraud agar medium and incubated for 72-96 hours. Fungal colonies which have grown calculated by the method Total Plate Count (TPC). Identification is done macroscopically by looking at the shape and color of fungal colonies and microscopically by creating a wet media room (moist chamber). The result is the highest number of colonies of pathogenic fungi found in well water samples RW 06. From the planting around the wells and river water samples, found as many as nine species of fungal pathogens, with as many as two species of the genus Penicillium, Trichophyton many as three species, Geotrichum much as 2 species , Microsporum and Lichtheimia each as much as one species. From the results obtained, it can be concluded that water wells in the area RW 05-08 and Cilaki river water in Karangwangi village less well if used directly because of the large number of pathogenic fungi colonies contained there in.Keywords : Pathogenic Fungi, Water, Well, River, Pour Plate, Total Plate Count, Moist Chambe