Jurnal Biodjati
Not a member yet
    256 research outputs found

    Analisis Total Plate Count (TPC) Mikroba pada Ikan Asin Kakap di Kota Sorong Papua Barat

    Get PDF
    Ikan Asin kering merupakan salah satu produk perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya di kota Sorong, ditandai dengan tingginya permintaan konsumen. Tingginya permintaan konsumen tidak menjamin kualitas ikan tersebut aman dari cemaran, baik cemaran zat kimia, fisika, dan cemaran mikrobiologi. Produk ikan asin kering harus terjaga dari cemaran agar dapat dikonsumsi dengan aman.  Produk pangan yang aman ialah produk yang  bebas dari bahan pengawet atau bahan kimia yang tidak dianjurkan seperti formalin. Selain itu, jumlah mikroba pada produk tersebut tidak boleh melewati batas standar maksimum nasional Indonesia. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis total plate count mikroba pada ikan asin kakap batu di kota Sorong. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil analisis data total plate count mikroba pada ikan asin kakap batu (Lutjanus vivanus) secara berturut-turut sebagai berikut; pada faktor pengenceran 10-4- 10-5  mulai dari sampel LG memiliki jumlah koloni 2.36 x 107 – 5 x 107 cfu/g, sampel KB 1.84 x 107 – 5.9 x107, dan sampel KS memiliki jumlah koloni 2.06 x 107- 6.7 x 107. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan asin kakap batu tersebut tidak layak untuk dikonsumsi, sebab jumlah angka lempeng total (ALT) melewati batas maksimum standar nasional Indonesia

    Optimalisasi Penggunaan Pupuk Majemuk Sintesis NPK 15-15-15 dengan Pupuk Hayati Trichoderma sp. untuk Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum)

    Get PDF
    Pupuk NPK mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta hasil umbi bawang merah. Salah satu cara memperbaiki hasil dan kualitas umbi bawang merah, yaitu dengan aplikasi pupuk NPK 15-15-15 dan pupuk hayati Trichoderma. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi aplikasi pupuk NPK 15-15-15 dan pupuk hayati Trichoderma sp yang sesuai untuk meningkatkan hasil dan kualitas umbi bawang merah. Penelitian dilakukan di bawah naungan plastik Balai Penelitian Tanaman sayuran, Lembang (1.250 m dpl) dari Juli – Oktober 2012. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor I adalah dosis pupuk NPK 15-15-15 yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0 kg/ha, 250 kg/ha dan 500 kg/ha. Faktor II adalah pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf yaitu: Trichoderma, Trichoderma + Aspergillus dan Trichoderma+ Penicillum, masing-masing dengan dosis 1010. Parameter yang diamati meliputi; tinggi tanaman, luas daun, dan bobot kering tanaman 40 hst, analisis tanaman pada 40 hst (kandungan unsur hara N, P, dan K tanaman), hasil umbi benih saat panen (jumlah umbi anakan, bobot individu umbi, bobot umbi per tanaman dan bobot umbi total), kandungan bahan kering umbi saat dipanen, analisis bobot akar (segar) bobot akar kering setelah umbi dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk NPK 15-15-15 dosis 250 kg/ha yang dikombinasikan dengan pupuk hayati Trichoderma + Aspergillus meningkatkan persentase akar bawang merah dengan bobot kering akar bawang merah tertinggi  didapat pada perlakuan aplikasi NPK 15-15-15 dosis 250 kg/ha + pupuk hayati Trichoderma yakni 13,67. Hasil umbi bawang merah nyata meningkat dengan aplikasi pupuk hayati Trichoderma, yaitu bobot individu umbi (8,58 g), bobot umbi per rumpun tanaman (40,97 g/tanaman) dan bobot total umbi (10,24 t/ha).

    Eksplorasi Jenis dan Potensi DNA Barcode Anggrek Thrixspermum Secara In Silico

    Get PDF
    Thrixspermum merupakan anggrek yang memiliki ciri khas berbunga dalam waktu yang singkat. Akibatnya, dalam pengklasifikasian menggunakan morfologi cenderung sulit untuk dilakukan. Sehingga perlu adanya pengklasifikasian menggunakan cara alternatif misalnya dengan marka molekuler menggunakan DNA. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari barkode DNA dari beberapa spesies Thrixspermum yang ada pada GenBank NCBI. Berdasarkan data dari NCBI, hanya terdapat 19 spesies dari genus Thrixspermum yang telah diteliti sekuennya. Dari total 19 spesies tersebut, setelah dilakukan pensejajaran sekuen menunjukkan bahwa pada lokus matK dan rbcL memiliki tingkat homologi yang tinggi, sementara pada lokus ITS menunjukkan lebih banyak variasi genetik. Terdapat dua spesies yakni T. annamense dan T. marguense yang berpotensi memiliki barcode pada lokus ITS. Selain itu, didapatkan pohon filogenetik dari 19 spesies Thrixspermum yang telah diketahui senkuennya pada NCBI. Â

    Antibakteri dari Bulu Babi (Diadema setosum) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Bulu babi (Diadema setosum) merupakan biota perairan yang memiliki nilai gizi tinggi. Senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh bulu babi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai senyawa antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aktivitas antibakteri dari ekstrak duri, badan dan gonad Bulu Babi. Metode penelitian yaitu metode eksploratif dan dianalisis secara deskriptif, melalui tahapan ekstraksi dengan pelarut etanol dan uji sensitivitas dengan metode difusi Kirby-bauer. Bulu babi diperoleh dari Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia. Dari ketiga ekstrak bulu babi, ekstrak gonad memiliki aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 80% dengan zona hambat 8,5 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan konsentrasi 80% dengan zona hambat 14 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus, dan didapatkan 3 isolat  bakteri dari duri bulu babi dan isolat  yang didapatkan adalah koloni putih kekuningan termasuk basil gram positif, koloni putih termasuk basil gram positif dan basil gram negatif serta koloni kekuningan yang termasuk basil pendek gram positif. Isolat 1 lebih efektif  terhadap S. aureus dengan zona hambat 11 mm. Isolat 2 lebih efektif terhadap E. coli dengan zona hambat 11 mm. Isolat 3 memiliki zona hambat yang hampir sama antara kedua bakteri uji

    Uji Hayati Lima Jenis Minuman Kemasan Gelas dengan Hewan Uji Daphnia Magna dan Mencit Jantan (Mus musculus)

    Get PDF
    Lima jenis minuman yang terpilih yaitu panther, meico, teh zeggar, degan, dan teh bukit sudah dilakukan uji hayati. Salah satu untuk pengujian kualitas minuman tersebut, yaitu uji hayati dengan menggunakan neonate Daphnia magna  (berumur <24 jam) dan mencit jantan (Mus musculus). Pengujian menggunakan D. magna, dilakukan dalam dua tahap yaitu Range Finding test (RFT) dan Range Definitive Test (RDT), sementara uji hayati mencit jantan galur Deutschland Denken Yoken (DDY) dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap, dua faktorial dengan 18 kelompok perlakuan. Pengambilan sampel darah mencit jantan diambil pada bagian ekor hewan dan diperiksa dengan menggunakan metode strip dan glucometer autocheck. Hasil RFT menunjukan 50% kematian neonate D. magna terdapat pada pengenceran 10-100%. Hasil analisis menunjukkan nilai LC50-24h untuk minuman Panther (P), Meico (M), Teh Bukit (B), Teh Zegar (Z) dan Degan (D). berturut-turut adalah 39,99; 51,5; 40,9; 40,93; dan 49,74%. Hasil uji hayati menggunakan mencit jantan, terjadi kenaikan berat badan yang signifikan pada saat diberi Z, D dan B. Kenaikan kadar gula darah mencit jantan signifikan pada waktu perlakuan selama dua dan tiga minggu dengan P, M, B, Z dan D. Hal ini disebabkan kadar gula minuman dapat meningkatkan kadar gula darah. Dapat disimpulkan bahwa kelima sampel minuman tersebut bersifat toksik, karena nilai LC50 kurang dari 50% (hasil uji D. magna) dan dapat meningkatkan kadar gula darah pada mencit jantan

    Condition of Food Sanitation and Hygiene in East Bandung, West Java

    Get PDF
    Food security is one of the health problems in Indonesia which is related to the lack of knowledge of how the production process, the hygiene and health of the food. This study aims to describe the sanitary and hygienic conditions of food sold by merchant in Cibiru, Bandung City, West Java. The study was conducted in May-June 2017 by determining five sampling location based on the number of merchant in Cibiru. Data was obtained through questionnaire filling of 40 respondents at each sampling point which was then analyzed to find out the characteristics of social-demographic of the respondents, personal hygiene, and support of environmental sanitation. The results shows that the sanitation and hygiene of food in the aspect of knowledge of personal hygiene showed that the food handler was experienced food processors (88%) and 12% had no experience even though their last education was not linear with their trading profession. In addition, respondents\u27 knowledge of individual hygiene shows that out of the nine aspects observed, 33% are in the high category, 11% are moderate and 56% are in the low category. Aspects of environmental sanitation and other support of food sanitation show that the conditions are in the clean and adequate category. All of these aspects can be used as a basic consideration in further counseling about food hygiene and food processing so that it can avoid unpredictable outbreaks

    Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sambiloto Terhadap Jumlah dan Motilitas Spermatozoa Mencit Jantan

    Get PDF
    Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness.) di Indonesia dikenal sebagai salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sambiloto terhadap jumlah dan motilitas spermaozoa mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY. Sebanyak 24 ekor mencit jantan dengan berat antara 100-125 g yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, diberikan ekstrak etanol secara oral selama 15 hari. Kelompok mencit pada perlakuan satu (P1) diberikan ekstrak etanol daun sambiloto 84 mg/kg bb. Kelompok mencit pada perlakuan dua (P2) dan tiga (P3) masing-masing diberikan ekstrak etanol daun sambiloto 140 mg/kg bb dan 196 mg/kg bb. Sedangkan kelompok kontrol (P0) tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan P3 (196 mg/kg bb) menunjukkan jumlah spermatozoa terbanyak yaitu 7,33 juta/ml, mengalami penurunan sebesar 78,86% terhadap kontrol.  Kandungan senyawa andrografolid dan flavonoid pada ekstrak sambiloto diduga kuat menjadi penyebab penurunan jumlah dan motilitas spermatozoa mencit. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pemberian ekstrak etanol daun sambiloto berpengaruh terhadap jumlah dan motilitas spermatozoa mencit jantan

    Keanekaragaman Mikroalga Divisi Cyanobacteria di Danau Aur Kabupaten Musi Rawas

    Get PDF
    Danau Aur memiliki biodiversitas yang kompleks baik jenis maupun manfaatnya. Salah satu yang menarik yaitu mikroalga, khususnya dari divisi Cyanobacteria. Tujuan penelitian ini untuk melihat keanekaragaman mikroalga divisi cyanobacteria di Danau Aur. Penelitian yang dilakukan dengan metode survei. Sampel diambil dari 5 stasiun dengan 3 ulangan. Mikroalga yang diperoleh diamati, diidentifikasi dan dianalisis dengan keragaman. Berdasarkan hasil penelitian, divisi Cyanobacteria di Danau Aur terdiri dari 2 kelas, 3 ordo, 3 famili, 5 genera dan 6 spesies. Mikroalga divisi Cyanobacteria yang ditemukan: Anabaena sp., Anacystis sp., Gelocapsa sp., Lyngbya sp., Oscillatoria sp. dan Oscillatoria limosa. Keanekaragaman tertinggi ditemukan di stasiun 1 (0,11) sedangkan keragaman terendah ditemukan di stasiun 2 (0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa keanekaragaman mikroalgadivisi Cyanobacteria di Danau Aur rendah

    Etnoekologi, Biodiversitas Padi dan Modernisasi Budidaya Padi: Studi Kasus Pada Masyarakat Baduy dan Kampung Naga

    Get PDF
    Program Revolusi Hijau di Indonesia mulai digulirkan di akhir 1960-an. Program ini telah memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif di antaranya dapat meningkatkan poduktivitas padi sawah secara makro. Sementara itu, dampak ngatifnya diantara telah menyebabkan kepunahan anekaram varietas padi lokal secara masif. Oleh karena itu, kajian tentang kepunahan anekaragam padi lokal di berbagai kawasan perdesaan di Jawa Barat dan Banten sangat penting untuk diteliti. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji  pengetahuan masyarakat perdesaan tentang ekologi, terutama  kaitannya dengan pengeloaan keanekaragaman varietas padi lokal dan perubahannya dampak Revolusi Hijau, berlandaskan   dari studi kasus pada masyarakat Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten Selatan dan masyarakat Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnoekologi, yaitu peneliti mempelajari pengetahuan penduduk perdesaan tentang berbagai aspek ekologi dalam kaitannya dengan pengeloaan padi lokal. Teknik pengumpulan data lapangan dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang kompeten yang dipilih secara’ purposive’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejatinya para petani ‘huma’ Baduy dan petani sawah Kampung Naga memiliki peran penting dalam mengkonservasi anekaragam varietas padi lokal secara in-situ. Namun, akibat program Revolusi Hijau, beberapa varietas padi lokal sawah penduduk Kampung Naga mengalami kepunahan. Sementara itu, kepunahan anekaragam varietas padi lokal di ‘huma’ Baduy tidak terdokumentasikan. Mengingat penduduk Baduy tidak menerima program Revolusi Hijau. Kepunahan keanekaragam varietas padi lokal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kebijakan pemerintah, perubahan ekosistem, dan akibat perubahan sistem sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Penelitian ini dapat memiliki kontribusi penting untuk ilmu pengetahuan dan kepentingan praktis. Berdasarkan kepentingan ilmu pengetahuan yaitu dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang etnoekologi dan etnobotani. Sementara itu, untuk kepentingan praktis, diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk dijadikan masukan  bagi berbagai pihak terkait, guna upaya konservasi anekaragam padi di Indonesia.  Â

    The Effect of Seed Coating with Trichoderma sp. and Application of Bokashi Fertilizer to the Quality of Soybean (Glycine max. L) Seed

    Get PDF
    The decrease of soybean productivity was caused by low quality of seed. To improve the quality of seed, soybean seed were coated  with Trichoderma sp. and adding bokashi organic fertilizer. This research aimed at finding the best dose combination of Trichoderma sp.  and bokashi fertilizer to improve the quality of soybeans. The research was conducted in the experiment field and Laboratory of Seed Technology at Padjadjaran University in April - August 2017. The experimental design in this research was Randomized Block Design (RBD). The treatments were the combination  of four dose values of coating the seed by Trichoderma sp. (0g/100 seeds, 1g/100 seeds, 2g/100 seeds, and 3g/100 seeds) and three dose  of bokashi (0g/polybag, 300g/polybag, and 600g/polybag) and each treatment was replicated three times. The experiment result showed that all treatments on soybean seeds did not affect the germination percentange, vigor index, and conductivity value, but affected the seed quantityof 600g/polybag of bokashi and without seed coating with Trichoderma sp.  on 100 seed mass and seed weight per plant

    234

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Biodjati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇