FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Not a member yet
97 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PELAKSANAAN PRAKTIK PENYULUHAN KELUARGA OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI PKK FPTK UPI
Penelitian ini didasari oleh kemampuan mahasiswa yang masih dapat ditingkatkan secara optimal dalam melakukan penyuluhan keluarga terfokus pada tahap mengamati, mengungkapkan, menganalisis dan mengatasi permasalahan yang terjadi dengan acuan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada saat praktik penyuluhan keluarga. Oleh karena itu peneliti menganggap penting untuk melakukan penelitian mengenai penerapan problem based learning pada pelaksanaan praktik penyuluhan keluarga sebagai salah satu kompetensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang penerapan problem based learning pada pelaksanaan praktik penyuluhan keluarga oleh mahasiswa Prodi PKK FPTK UPI, khususnya pada pelayanan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan penggunaan sampel total sebanyak 36 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam penerapan problem based learning pada pelaksanaan praktik penyuluhan keluarga yang berkaitan dengan tahap perencanaan lebih dari setengahnya sebanyak 66,1% termasuk dalam kategori cukup kompeten, untuk tahap pelaksanaan diperoleh lebih dari setengahnya sebanyak 58,3% termasuk dalam kategori cukup kompeten, dan untuk tahap evaluasi lebih dari setengahnya sebanyak 70,40% termasuk dalam kategori kompeten. Rekomendasi ditujukan kepada mahasiswa Prodi PKK yang sedang menempuh mata kuliah penyuluhan keluarga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pada pelaksanaan penyuluhan keluarga mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan tahap evaluasi khususnya pada aspek treatment dalam tahap pelaksanaan sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan secara maksimal.
Pengembangan Program Pelatihan Berbasis Green Family Education Bagi Remaja Di Panti Asuhan Kota Bandung
This research is motivated by the inexistence of training program which is based on green family education, as well as the amount of household waste in the orphanage’s environment that have not been put to good use. The purpose of this study is to analyze the needs of the training program, to design a training program of green family education-based, to conduct the academics and practitioners’ expert judgment about the green family education-based training program in generating crafts from household waste, and to implement training programs based on green family education to the teenagers in an orphanage. This research employs ADDIE approach which includes Analysis, Design, Development, and Evaluation. The samples in this study consisted of three orphanage’s managers, two training experts, one expert in handcraft, and 27 teenagers. The need analysis of the green family education-based training program for teenagers needs some training to increase knowledge, skills, and self-learning. The designed training program consists of the identity of the program, purpose, benefits, materials, methodologies, and scenario of training activities. In addition, training programs include training modules. The results of expert judgment regarding the green family education-based training program show that the handicrafts of household waste are at very decent criteria. The achievement of these criteria is validated by experts consisting of program's identity, purpose, benefits, materials, methodologies, and scenario training activities aspects. The product assessment conducted after the juvenile training activities at orphanage are at good criteria. Here are some recommendations. For managers, it is necessary to facilitate infrastructure for the implementation of the training program. For teenagers, it is beneficial to spend their leisure time. For further research, the tested training programs can be implemented in other orphanage by adjusting the characteristics of teenagers, facilities, infrastructures in orphanage so that green family education-based training program can be implemented in the community as the Environmental program
UPAYA IBU DALAM PEMBIASAAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PADA ANAK PRASEKOLAH DI KELURAHAN PAMOYANAN BANDUNG
ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini masih banyak ibu-ibu yang kurang memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan aktivitasnya secara mandiri, tidak sedikit orang tua yang tidak biasa membiarkan anak-anak mereka mengerjakan segala sesuatunya sendiri, bahkan banyak orang tua yang merasa tidak tega jika melihat anaknya sibuk menyiapkan keperluan pribadinya sendiri yang bekaitan dengan activity of daily living. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan pertimbangan tertentu yaitu ibu-ibu yang memiliki anak prasekolah awal usia 2-3 tahun masih dalam pengasuhan oleh ibu dan belum memasuki lembaga pendidikan usia dini. Instrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu angket tertutup dengan bentuk pertanyaan pilihan ganda. Temuan hasil penelitian terkait upaya ibu dalam pembiasaan activity of daily living pada anak prasekolah yaitu lebih dari setengahnya berada pada kriteria tertinggi membantu anak dalam melakukan aktivitas anak dan memberikan contoh pada anak dan membiarkan anak langsung mempraktekkannya sendiri.Kata Kunci : Upaya, Ibu, Pembiasaan, Activity of Daily Living, Anak Prasekolah.ABSTRACTThe issues in this research is many mothers are still unlikely to give children the opportunity to do their activities independently, not a few parents unusualy allow their children to do everything by themselves, even many parents couldn’t bear to see their children busy preparing their personal belongings that are related to activity of daily living. Sampling technique which being used is purposive sampling with a certain considerations that mothers who have preschool children early aged 2-3 years old and still in the upbringing by his mother and has not yet entered early childhood education institutions. The research instrument used in this study is a questionnaire enclosed with the form of multiple choice questions. The research findings that related to the efforts of mothers in conditioning the activity of daily living for preschool children more than half of the respondents are on the highest criteria to help their children in doing children's activities and give an example to children and let the children do the practice on their own. Keywords: Mother, Effort, Habituate, Activity of Daily Living, Preschooler
Peran Orang Tua Dalam Penanaman Disiplin Pada Anak Usia Prasekolah Melalui Pembiasaan Di Kelurahan Cihaurgeulis Bandung
Penelitian ini beranjak dari permasalahan bahwa dalam pembiasaan disiplin pada anak usia prasekolah masih mengalami kesulitan khususnya pada pembiasaan disiplin waktu dan disiplin kepribadian pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh data mengenai bagaimana peran orang tua dalam penanaman disiplin pada anak usia prasekolah melalui pembiasaan yaitu disiplin waktu dan kepribadian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, alat pengumpul data berupa angket yang disebar kepada responden sebanyak 36 orang tua yaitu orang tua yang memiliki anak usia prasekolah di Kelurahan Cihaurgeulis Bandung. Temuan hasil penelitian mengenai peran orang tua dalam penanaman disiplin pada anak usia prasekolah melalui pembiasaan disiplin waktu dan kepriadian, yaitu sebagian besar orang tua membiasakan anak dengan cara memberi contoh, mendampingi anak, mengajak, melatih, membimbing, menasihati, mengingatkan, menegur, dan melibatkan anak. Rekomendasi yang dapat disampaikan pada peneltian ini, yaitu hendaknya orang tua dalam penanaman disiplin waktu dan kepribadian kepada anak usia prasekolah dengan cara memberitahu anak dengan bahasa yang lembut sehingga dimengerti anak dan dengan sentuhan kasih sayang selain itu melalui jadwal kegiatan sehari-hari, papan reward, dan persuasif
Kemampuan Praktik Peserta Didik Sebagai Public Area Attendant Di Laboratorium SMK Negeri 15
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya praktik public area di sekolah yang sangat berpengaruh pada kesiapan peserta didik ketika melaksanakan praktik industri di lapangan yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan hasil praktik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kemampuan praktik peserta didik sebagai public area attendant di laboratorium SMK Negeri 15 Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sampel total sebanyak 30 peserta didik kelas X SMK Negeri 15 Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kinerja dan observasi untuk menggambarkan kemampuan peserta didik pada saat melaksanakan praktik public area. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan praktik public area seluruh peserta didik kelas X AP 6 sudah berada di atas nilai KKM. Pada aspek persiapan kurang dari setengahnya peserta didik berada pada kategori tinggi, aspek pelaksanaan setengahnya peserta didik pada kategori tinggi, dan aspek hasil praktik lebih dari setengahnya berada pada kategori tinggi. Rekomendasi diajukan pada peserta didik kelas X AP 6 di SMK Negeri 15 Bandung diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan praktik sebagai public area attendant yang dimulai dari aspek persiapan, pelaksanaan, dan hasil praktik
Penguasaan Pengetahuan Laundry Pada Peserta Didik Akomodasi Perhotelan di SMKN 9 Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai sejauh mana peserta didik menguasai pengetahuan laundry. Tujuan umum penelitian untuk memperoleh datapenguasaan pengetahuan laundry pada peserta akomodasi perhotelan di SMKN 9Bandung. Lokasi dalam penelitian ini adalah SMKN 9 Bandung. Tujuan khusus penelitianuntuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan peserta didik mengenaipengertian dan bagian-bagian laundry, pemahaman peserta didik dalam membedakan jenispenggunaan dan perawatan laundry machine, penerapan peserta didik mengenai sop dalammelaksanakan laundry dan analisis peserta didik mengenai jenis pengkotor dan kegunaanlaundry chemical. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu deskriptif kuantitatif.Sampel yang digunakan sebanyak 25 orang peserta didik pada kelas XII AP 1 denganmenggunakan sampel purposive. Temuan penelitian yaitu penguasaan pengetahuan beradapada kategori sangat tinggi, penguasaan pemahaman berada pada kategori tinggi,penguasaan penerapan berada pada kategori tinggi dan penguasaan analisis berada padakategori cukup. Hasil capaian peserta didik akomodasi perhotelan di SMKN 9 Bandunglebih dari setengahnya termasuk dalam kategori tinggi, kurang dari setengahnya termasukdalam kategori sangat tinggi dan sebagian kecil termasuk dalam kategori cukup padapenguasaan pengetahuan laundry. Rekomendasi hasil penelitian guru mata pelajaran lebihmeningkatkan proses pembelajaran pada peserta didik dalam penguasaan pengetahuanlaundry khususnya pada tahap analisis yang berada pada kategori cukup, peserta didiklebih meningkatkan penguasaan pengetahuan laundry khususnya pada tahap analisis yangberada pada kategori cukup, dan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitianselanjutnya untuk memperdalam pembahasann mengenai peningkatan penguasaan laundrypada peserta didik akomodasi perhotelan
Pendapat Peserta Didik Tentang Pelaksanaan Praktek Room Section dengan Pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi di SMK
Penelitian dilatarbelakangi oleh tuntutan terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang memiliki peran untuk menyiapkan peserta didik yang mampu memasuki dunia kerja dan mengembangkan sikap professional di bidang kejuruan. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh data tentang pendapat peserta didik berdasarkan pengalaman belajar dalam pelaksanaan praktek room section dengan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi yang berkaitan dengan : (a) Kompetensi kerja room section, (b) Durasi waktu praktek room section berdasar standar dunia kerja, (c) Optimalisasi pemanfaatan fasilitas praktikum room section. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi sebanyak 8 kelas yang berjumlah 240 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel purposive. Sampel yang memiliki karakteristik kelas uji coba sebanyak tiga kelas berjumlah 83 orang. Penelitian mengenai pendapat peserta didik tentang pelaksanaan praktek room section dengan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi yang berkaitan dengan kompetensi kerja room section berada pada kriteria sangat tinggi yaitu melakukan persiapan diri (personal grooming) dan memasuki kamar dengan sopan, yang berkaitan dengan durasi waktu praktek, yang berada pada kriteria tinggi yaitu membersihkan bath room dalam waktu 10 menit, berkaitan dengan optimalisasi pemanfaatan fasilitas praktikum, yang berada pada kriteria tinggi yaitu praktek dilakukan secara bersamaan. Rekomendasi ditujukan kepada ketua program dan guru kompetensi keahlian akomodasi perhotelan adalah untuk terus mengoptimalkan penerapan pelatihan berbasis kompetensi dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pengembangan program pembelajaran yang menyerupai reflika di industr
Persepsi Kader PKK Tentang Daur Ulang Limbah Plastik Berbasis Home Industry di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat
Penelitian ini beranjak dari permasalahan kegiatan daur ulang limbah plastik yang ada di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat yang memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan menjadi home industry. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi Kader PKK tentang upaya pengembangan kegiatan daur ulang limbah plastik menjadi home industry di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Obyek pada penelitian ini yaitu seluruh Kader PKK Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (88%) dari pengalaman yang diperoleh Kader PKK selama mengelola kegiatan daur ulang limbah plastik mereka menyatakan memungkinkan untuk dikembangkan menjadi home industry. Rekomendasi ditujukan kepada Kader PKK Desa Cilame diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kegiatan daur ulang limbah plastik menjadi home industry yaitu manajemen waktu aktivitas usaha yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan sebaiknya dilakukan 4 kali dalam 1 bulan, tempat produksi memanfaatkan lahan kosong yang berada di belakang ruang Kantor PKK Desa Cilame dan PAUD, SDM yang dilibatkan yaitu Kelompok Dasawisma, keluarga prasejahtera dan Kelompok Karang Taruna, membuat bank sampah di setiap rumah, kualitas produk kerajinan baik dari segi bahan dan jenis produk harus lebih bervariasi serta pemasaran produk sebaiknya dilakukan dengan cara membuka show room produk kerajinan di Kantor PKK Desa Cilame dan penjualan dilakukan pada saat ada perkumpulan posyandu, arisan dan koperasi serta melalui media sosial. Rekomendasi untuk Kepala Desa Cilame diharapkan dapat menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan home industry daur ulang limbah plastik. Rekomendasi untuk Tim Penggerak PKK diharapkan dapat menggerakan warga untuk membuat bank sampah di setiap RW dan mengajak Kader PKK setiap RW untuk melakukan kegiatan daur ulang limbah plastik
Kemampuan Kolaboratif Mahasiswa Pada Perkuliahan Bimbingan Perawatan Anak Melalui Kegiatan Lesson Study
Permasalahan dalam penelitian ini memaparkan tentang kemampuan kolaboratif mahasiswa pada perkuliahan Bimbingan Perawatan Anak melalui kegiatan Lesson Study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kemampuan kolaboratif mahasiswa PKK angkatan 2011 pada perkuliahan Bimbingan Perawatan Anak melalui kegiatan Lesson Study, khususnya pada pokok bahasan pemanfaatan benda di lingkungan rumah yang difungsikan sebagai sarana Alat Permainan Edukatif (APE). Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus dengan sampel sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pembelajaran melalui kegiatan Lesson Study dapat meningkatkan kemampuan kolaboratif mahasiswa. Pada siklus 1, sebagian besar mahasiswa mampu mengelola kelompok dengan kategori tinggi, kurang dari setengah mahasiswa mampu bekerja dan belajar secara kolaboratif dalam kelompok dengan kategori cukup, lebih dari setengah mahasiswa mampu memecahkan masalah dalam kelompok dengan kategori cukup, dan kurang dari setengah mahasiswa mampu mengatasi perbedaan dalam kelompok dengan kategori cukup. Pada siklus 2, sebagian besar mahasiswa mampu mengelola kelompok dengan kategori sangat tinggi, lebih dari setengah mahasiswa mampu bekerja dan belajar secara kolaboratif dalam kelompok dengan kategori cukup, lebih dari setengah mahasiswa mampu memecahkan masalah dalam kelompok dengan kategori tinggi, dan lebih dari setengah mahasiswa mampu mengatasi perbedaan dalam kelompok dengan kategori cukup. Rekomendasi ditujukan pada mahasiswa Prodi PKK, hendaknya dapat dijadikan motivasi bagi mahasiswa agar mampu membiasakan diri untuk berkolaborasi baik dalam menyelesaikan tugas-tugas pada proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari
Pengalaman Belajar Anak Usia 5-6 Tahun dalam Aspek Kecerdasan Spiritual di TK Salman Al-Farisi Bandung
AbstrakAnak usia 5-6 tahun masih dikatakan masa-masa golden ages, dimana segala hal yang diterimanya dapat berpengaruh pada perkembangannya di masa yang akan datang. Segala yang diterimanya tersebut bisa didapatnya melalui penglihatan, pendengaran, perasaan, bahkan pengalaman hidupnya. Di antara pengalaman belajar yang harus diperoleh oleh anak sejak dini adalah terkait dengan pengembangan kecerdasan spiritualnya. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang sangat urgen dan mutlak dimiliki oleh setiap orang dan diperolehnya sejak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan tipe studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah dokumen terkait pengalaman belajar dalam aspek kecerdasan spiritual di TK Salman Al-Farisi Bandung. Sedangkan sumber data sekunder adalah guru-guru, orang tua dan pengambil kebijakan di TK Salman Al-Farisi Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, interview, dokumentasi, dan kepustakaan. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik.Hasil pengalaman belajar dalam aspek kecerdasan spiritual anak usia 5-6 tahun di TK Salman Al-Farisi Bandung rata-rata Berkembang Sesuai Harapan, dengan fakta tidak semua anak yang lama bersekolah lebih baik dibandingkan yang baru masuk di TK B. Kata kunci : Belajar, Pengalaman Belajar, Kecerdasan, Spiritual, Anak Usia 5-6 Tahun