FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Not a member yet
97 research outputs found
Sort by
Upaya Mahasiswa dalam Membantu Kemandirian Anak Asuh dalam Aspek Kebersihan Lingkungan Diri Pada Praktik Penyuluhan Keluarga Di Panti Sosial Asuhan Anak
Anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) perlu ditanamkan kemandirian agar tidak selalu dilayani oleh pengasuh dalam melakukan tugasnya. Kemandirian yang perlu dibiasakan pada anak asuh salah satunya adalah kemandirian dalam menjaga kebersihan lingkungan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai upaya mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh dalam aspek kebersihan lingkungan diri pada praktik Penyuluhan Keluarga di PSAA. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PKK angkatan 2012 dan 2013 yang sudah menempuh praktik Penyuluhan Keluarga di PSAA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh bahwa, 1)Upaya yang banyak dilakukan mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh pada aspek kebersihan kamar tidur yakni dengan cara membimbing anak asuh untuk menjaga kebersihan lingkungan kamar tidur, 2)Upaya yang banyak dilakukan mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh pada aspek kebersihan pakaian yakni dengan cara membimbing anak asuh terkait kebersihan pakaian, 3)Upaya yang banyak dilakukan mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh pada aspek pembiasaan mencuci piring yakni dengan cara membimbing anak asuh untuk segera mencuci piring setelah digunakan. Mahasiswa Prodi PKK yang telah menempuh praktik Penyuluhan Keluarga diharapkan mampu menerapkan hasil penyuluhan kepada kehidupan sehari-hari
Transformasi Pendidikan Teknik dan Vokasional (PTV) : Kesediaan Guru Vokasional dalam Pelaksanaan Pengajaran Kursus Seni Kulinari Kolej Vokasional
Kajian ini merupakan kajian kuantitatif berbentuk kaedah tinjauan deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kesediaan guru dalam pelaksanaan pengajaran Kursus Seni Kulinari di kolej vokasional aliran Ekonomi Rumah Tangga (ERT). Kesediaan guru yang dikaji adalah dari segi tahap pengetahuan dan pemahaman guru terhadap sukatan pelajaran Kursus Seni Kulinari, tahap keyakinan guru dan permasalahan yang dihadapi dalam mengendalikan pengajaran Kursus Seni Kulinari. Kajian ini telah dijalankan kepada guru yang mengajar Kursus Seni Kulinari di tiga buah kolej vokasional (KV) iaitu KV Ekonomi Rumah Tangga (ERT) Setapak (Selangor), KV Sultan Abdul Samad (Selangor) dan KV Dato Undang Haji Muhammad Sharip, Rembau (Negeri Sembilan). Secara keseluruhannya, didapati tahap pengetahuan dan pemahaman guru terhadap sukatan pelajaran Kursus Seni Kulinari berada pada tahap tinggi. Namun tahap keyakinan guru dalam mengendalikan pengajaran Kursus Seni Kulinari berada pada tahap tinggi yang sederhana. Permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengendalikan pengajaran Kursus Seni Kulinari juga perlu diberi perhatian dengan aspek peralatan serta pengetahuan dan kemahiran guru dilihat sebagai masalah yang dikenalpasti berada pada tahap yang tinggi. Kajian ini juga telah memberikan beberapa cadangan kajian dan juga cadangan lanjutan bagi meningkatkan kesediaan guru dalam pelaksanaan pengajaran Kursus Seni Kulinari di kolej vokasional
Analisis Kemampuan Psikomotor Peserta Didik Pada Pelaksanaan Praktik Membersihkan Sanitary Equipment Di Edotel SMK Negeri Bandung
This research was conducted in order to solve problems in the subjects of public areas on the implementation process of sanitary equipment cleaning practice of students that which still needs to be improved because students are less in accordance with Standard Operating Procedures (SOP). The purpose of this study is to analyze the psychomotor abilities of students in the implementation process of sanitary equipment cleaning practice of students at Edotel vocational high school Bandung. The method used in this research is descriptive method. The sample used is purposive sampling, that have 33 students at least. The results of the research data showed the execution of sanitary equipment cleaning practices at Edotel 9 vocational high school Bandung wich the cleaning procedures for mirror wash basin and floor has ben found that most of the students is able to do a practice, while the toilet bowl cleaning procedure, wash basin and wall more than half students unable to doing a practice with conform to the SOP. Research Recommendations are given to teachers so should be in order to improve supervision while students doing the practice, makes the composition of SOP cleaning sanitary equipment which are then applied at Edotel 9 Vocational High School Bandung
PENANAMAN KEJUJURAN PADA ANAK DALAM KELUARGA
Penanaman kejujuran pada anak dalam keluarga sangatlah penting. Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak tumbuh, berkembang dan membangun kepribadian yang akan menjadi jati dirinya kelak. Sifat anak usia dini mengamati, memperhatikan dan mencontoh berbagai perilaku yang terjadi disekitarnya. Keteladan dan contoh langsung kejujuran yang dilakukan orang tua akan melekat dalam ingatan anak. Membiasakan anak untuk bersikap jujur pada dirinya merupakan awal dari penanaman kejujuran untuk modal hidupnya. Intensitas kehadiran, belaian kasih sayang, kehangatan dan perhatian yang diberikan orang tua pada anak usia dini berperan penting dalam penanaman kejujuran
Perancangan Program Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home Care Di Posbindu Kelurahan Geger Kalong
This research is motivated that existing programs in Posbindu Miana VIII village Geger Kalong limited medical examination and gymnastics, while for assisting the elderly based Home Care program there has been no structured and systematic, where as the elderly who are outside the home still need assistance, especially from the family and community environment. The purpose of this study to generate elderly assistance program based Home Care in Posbindu the village Geger Kalong. This study uses a method of Research and Development with Model Addie which include Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Participants in this study using purposive sampling, where selected families who provide active assistance to the elderly. Identification of needs through open interviews to the 12 families of elderly and four cadres Posbindu. The program is designed consists of program components: objectives, goals, forms of assistance, organizing institutions and implementing the program, besides, program modules include assisting the elderly. Form of assistance the elderly cover physical, social, mental and spiritual. Expert judgment program conducted by academics and practitioners elderly service agencies. Repairs done by the revised program and developed according to feedback from the validator. Trials program that has been revised and expanded to do a non potential grandmother was 80 years old. These trials were conducted by the companion of the family environment and the companion Posbindu Miana VIII RW. 08 village Geger Kalong. Recommended for families and the elderly Posbindu, the program can be implemented to meet the various needs of the elderly. For the elderly should introspect, especially in the health and follow the advice recommended by related parties. For further research the elderly assistance program based Home Care can be developed or modified according to the needs of research
Comparison of Adolescent Self-Concept Who Have Single Parents Men and Women in SMA 76 Jakarta
This study aims to determine and analyze the comparative of adolescent self-concept who have a single parent men and women. The study was conducted at SMAN 76 Jakarta, during May 2014 to October 201 Research method using a descriptive survey method with a comparative approach. The study population was the students of class X and XI SMA Negeri 76 students who have a single parent men and women, the research sample was taken by using saturated sampling method, where the population were sampled in the study, with a total of 46 students. The result of normality test is normal. The results of homogeneity test sample is homogeneous. Hypothesis test results with the t-test there was no comparison between adolescent self-concept that has a single parent and adolescent males who have the single parent women
Pengaruh Pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi Terhadap Kemampuan Praktek Making Bed dalam Pembelajaran Room Section di SMK Akomodasi Perhotelan
Masalah penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kesenjangan antara kompetensi SMK dengan kompetensi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), sementara SKKNI sudah menegaskan bahwa SMK untuk menyesuaikan dengan standar kompetensi dunia kerja. Program CBT (Competency Based Training) adalah salah satu pendekatan agar peserta didik lebih mudah menguasai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pendekatan pelatihan berbasis kompetensi terhadap kemampuan praktek making bed dalam pembelajaran room section di SMK akomodasi perhotelan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel yang digunakan sampel purvosive sebanyak 35 peserta didik. Hasil penelitian tentang gambaran pengaruh pendekatan pelatihan berbasis kompetensi terhadap kemampuan praktek making bed berada pada kategori tinggi. Hasil pendekatan pelatihan berbasis kompetensi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan praktek making bed dalam pembelajaran room section di SMK akomodasi perhotelan. Rekomendasi ditujukan pada guru mata pelajaran room section untuk mencoba menerapkan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi pada pembelajaran room section untuk penguasaan kompetensi dasar lainya
University Students’ Effortin Helping The Promotion Oforphans Personal Hygiene In A Family Counseling Practice at an Orphanage
The background of this research is the efforts undertaken by students of PKK Education Program, in implementing their knowledge, attitudes and skills that are expected to provide social services, particularly for children inthe orphanage. These children does not know how to take care of their personal hygiene, such as dental, nails, skin and hair care. Ideally, every child should get a special attention to carry out their development tasks. The purpose of this study is to determine the efforts made by the university students in promoting the habituation of personal hygiene for children in the orphanage, after giving a counseling. The subjects of this research were the students of PKK Education Program who have takenFamily Counseling course in 2014, with 36 people as samples, including students from batch 2012 and 2013. This study used a descriptive method, and the data were collected through questionnaires.The resultof this research indicates that the efforts made by the university students in order to accustom the orphans to take care of their personal hygiene arereminding, advising, givingexamples of how to take care of personal hygiene, showing equipments and materials used to take care of personal hygiene in the form of real equipment and materials and in the form of pictures, providing simulations, demonstrations, and discussionon how to care for themselves properly, providing elaborations, informing kinds of food and beverages that can maintain and damage personal hygiene, as well as giving rewards that can motivate children to perform personal hygiene
Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 149 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan korelasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 149 Jakarta pada siswa IX tahun ajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 103 siswa, sampel yang diambil sebesar 103 siswa dengan teknik sampling incidental. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pada siswa kelas IX di SMP Negeri 149 Jakarta menyebutkan tingkat pengetahuan tentang mimpi basah tertinggi yaitu diperoleh pria 93% dan perempuan 74% sedangkan terendah adalah pengetahuan tentang masa subur dengan presentase pria 41% dan pengetahuan tentang masa subur dengan presentase perempuan sebesar 59%. Responden dengan tingkat pengetahuan baik diperoleh pada jenis kelamin perempuan (74%), dan pria terendah tingkat pengetahuannya sebesar (69%). Hasil kesimpulan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMP Negeri 149 Jakarta tingkat pengetahuannya masih belum baik (kategori cukup)
Penerapan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan (K3) Kerja Pada Pelaksanaan Praktik Membatik Di SMK Negeri 3 Tasikmalaya
Permasalahan dalam penelitian ini berawal dari pentingnya penerapan K3 kerja praktik membatik di SMK. Tujuan penelitian ini guna memperoleh data mengenai penerapan K3 kerja oleh peserta didik pada pelaksanaan praktik membatik di SMK Negeri 3 Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar dan observasi. Sampel yang digunakan adalah sampel total dengan jumlah responden sebanyak 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penguasaan pemahaman peserta didik tentang pengetahuan K3 kerja praktik membatik meliputi konsep K3 kerja, dimensi ruang kerja dan APD, menunjukan lebih dari setengahnya peserta didik berada pada kategori memahami, 2) Penerapan K3 kerja praktik membatik meliputi dimensi ruang kerja dan penggunaan APD, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga penyelesaian akhir, menunjukan sebagian besar peserta didik memiliki efisien gerakan saat kerja berada pada kategori sangat tinggi, lebih dari setengahnya peserta didik menunjukan sikap dan posisi kerja serta penggunaan APD utama berada pada kategori tinggi, dan sebagian kecil peserta didik menggunakan APD pendukung berada pada kategori sangat rendah. 3) Penerapan K3 kerja pada pelaksanaan praktik membatik di SMK Negeri 3 Tasikmalaya menunjukan bahwa sebagian besar peserta didik dalam efisiensi gerakan saat kerja berada pada kategori sangat tinggi, lebih dari setengahnya peserta didik memahami K3 kerja praktik membatik, menunjukan sikap dan posisi kerja serta penggunaan APD utama berada pada kategoritinggi, dan sebagian kecil peserta didik dalam penggunaan APD pendukung berada pada kategori sangat rendah. Rekomendasi berdasarkan temuan penelitian ini yaitu lebih meningkatkan penerapan K3 kerja pada saat praktik membatik meliputi kondisi ruang kerja dan ergonomi praktik membatik serta kelengkapanpenggunaan APD, sehingga memudahkan peserta didik saat pelaksanaan praktik membatik