Buletin Psikologi
Not a member yet
352 research outputs found
Sort by
KAWRUH JIWA SURYOMENTARAM: KONSEP EMIK ATAU ETIK?
The concept of happiness or healthy personality was born through the enlightening personal experiences of Suryomentaram after his decision to leave Mataram royal family to become the common people. Written in Javanese the concept is often considered as an emic concept which is applied only for Javanense. In contrast, the author argues that Suryomentaram’s concept of “kawruh jiwa” is an etic and universal concept. The argument is based on the similarity when comparison is made between some Suryomentaram’s concepts and several Western psychological concepts. This article reviews the conceptual comparison and describes the contribution of Suryomentaram’s concepts to psychology and related sciences
Keseimbangan Kerja Keluarga pada Perempuan Bekerja: Tinjauan Teori Border
Nowadays, working women are common phenomena. However, the involvement of women in the working career has both positive and negative impacts for the individual women, their family andtheir organisation as well. To minimize those negative impacts, these working women are required to balance their roles both in working and family ranahs. Border theory was used for discussing thework family balance, with the assumption that the interaction between working environment and family environment is the central focus of the border theory. In this case, an individual womantries to appropriately manage the working and family environments in order to maintain the balance. Efforts that have been made include managing the involvement at work and in the family,and making proper communication between her husband and her employer about the problem at work and in the family
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Kebangkitan Kembali Studi Tentang Kepemimpinan
Studi tentang kepemimpinan menghangat kembali pada dekade terakhir ini berkat dirumuskannya teori tentang kepemimpinan transformasional (Den Hartog dkk, 1997), yangterutama dikemukakan oleh Bass (1985; 1990). Konsep kepemimpinan transformasional ini, menurut Bass, memiliki dimensi yang berbeda dari teori-teori kepemimpinan sebelumnya. Teori ini merupakan gabungan antara paradigma ‘trait’, gaya dan pendekatan contingensi (ketergantungan) (Den Hartog dkk, 1997), sehingga dapat dimasukkan dalam penganut aliran yang penulis istilahkan sebagai integrated psychology (Riyono, 1998). Salah satu ciri dari integrated psychology adalah konsepnya tentang manusia yang memandang manusia sebagai ‘integrated man’, ‘being’, and ‘becoming (Bennis dkk, 1994)
NEGOSIASI SAAT INI: SEMUA MENANG
Banyaknya buku, jurnal, artikel seminar dan workshop tentang negosiasi merupakan indikasi meningkatnya popularitas negosiasi. Faktor utama yang mempunyai peran meningkatnya pengakuan terhadap pentingnya negosiasi adalah: (1) “bintang-bintang”negosiasi, (2) pergeseran kekuatan, dan (3) negosiasi sebagai alternatif terhadap konflik. “Bintang-bintang” negosiasi. Besarnya pengaruh negosiator telah diakui dalam membuat kesepakatan atau perjanjian serta kemampuan melakukan proses dan memanfaatkanketrampilannya untuk menjadikan sesuatu sebagai pusat perhatian. Negosiator yang ulung dapat menciptakan “uang” dengan mengajar dan berbagi pengalaman dengan orang lain
MEMPERTANYAKAN KONSEP SUMBER DAYA MANUSIA DI INDONESIA
Jika kita membahas SDM, maka yang ada di benak kita (sejawat psikologi) pastilah konsep dalam cabang psikologi industri dan organisasi. Ketika penulis mencoba mencari konsep SDM dengan menggunakan engine searching melalui internet, yang diperoleh hampir selalu berkaitan dengan SDM kelas menengah pada umumnya atau psikologi industri dan organisasi pada khususnya atau bahkan hanyaorganisasi formal belaka
UNDERSTANDING PREMARITAL SEXUAL ATTITUDE AND BEHAVIOR: THEORITICAL AND EMPIRICAL CONTEXTS
Sexual activity among teenage populations has tended to increase as indicated by a decrease in the age at the first intercourse and the increasing proportion of sexually active teenagers (Forrest and Singh, 1990; Hofferth et al., 1987). Sexually active adolescents are faced by pregnancy and sexually transmitted disease problems because they are usually not protected. They do not know enough about the consequences of their sexual activities nor are they often aware of the range of contraceptive methods available as a means of protection. Alternatively, they may know that there are a lot of contraceptive methods but they do not have access because of societal control. Thelack of accessibility seems to influence the knowledge of the contraception use
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA: MASIHKAH MENCEMASKAN?
Pemutusan Hubungan Kerja merupakan suatu hal yang pada beberapa tahun yang lalu merupakan suatu kegiatan yang sangat ditakuti oleh karyawan yang masih aktif bekerja. Hal ini dikarenakan kondisi kehidupan politik yang goyah, kemudian disusuldengan carut marutnya kondisi perekonomian yang berdampak pada banyak industri yang harus gulung tikar, dan tentu saja berdampak pada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan sangat tidak terencana. Kondisi inilah yang menyebabkan orang yang bekerja pada waktu itu selalu dibayangi kekhawatiran dan kecemasan,kapan giliran dirinya diberhentikan dari pekerjaan yang menjadi penopang hidup keluarganya
TEORI BELAJAR OBSERVASI MENUJU BELAJAR MEMPERTAJAM RASA
Berbicara tentang SDM dan persaingan global, mahasiswa adalah subjek yang sangat menentukan dalam keberhasilan negara menghadapi persaingan tersebut. Mahasiswa yang sekarang ini masih dalam proses pendidikan pada masa puncakpersaingan global (yang menurut kesepakatan WTO adalah tahun 2020) akan berusia kurang lebih 40 an tahun, usia yang diprediksi sebagai usia paling produktif dari kehidupan manusia. Oleh karena itu mahasiswa mau tidak mau akan menjadi penentu,selain menjadi calon-calon pemimpin bangsa, mereka sekaligus harus mampu sebagai “panglima perang global”, yang oleh Soedarmadi (2002) disebut sebagai perang dunia III
Somatisasi Dalam Budaya Kolektivis Ditinjau dari Teori Pemaknaan Nelson: Kritik terhadap Psikoanalisa Klasik
Somatisasi adalah gangguan somatoform yang ditandai oleh gejala yang berulang tanpa somatik diketemukan dasar organik yang jelas, yang menyebabkan seseorang sering berkonsultasi ke dokter (American Psychiatric Association, 2000). Menurut teori Psikoanalisa klasik 1 (van der Kolk dkk., 1996) gangguan somatisasi ini merupakan manifestasi dari kecemasan yang bersifat neurotik. Kecemasan ini bersumber dari konflik internal di dalam diri seseorang, yaitu antara id dan superego (norma masyarakat yang sudah diinternalisasikan). Ketika ego seseorang tidak mampu mengatasi konflik tersebut, maka dorongan‐dorongan tersebut akan ditekan ke dalam ketidaksadaran. Kecemasan akan ditransformasikan (dikonversikan) dalam bentuk gejala somatik supaya tidak muncul ke kesadaran. Oleh karena itu gangguan ini disebut juga konversi
Ritual Penyembuhan dalam Shamanic Psychotherapy (Telaah Terapi Budaya di Nusantara)
Berbicara 1 masalah pengobatan, baik itu pengobatan fisik maupun psikis, seringkali dibedakan antara pengobatan tradisional dan pengobatan modern. Modern dalam konteks ini berarti biomedis, sedangkan kata tradisional mengesan-kan bahwa pengobatan yang dipraktikkan sejak zaman dahulu (sebelum pengobatanbiomedis di nusantara) yang dipertahan kan sampai saat ini dalam bentuk yangrelatif utuh. Maka, tidak mengherankan kalau pengobatan tradisional sering diaso-siasikan dengan tempat dan manusia yang masih dianggap tradisional, yaitu identikdengan kampung, dengan budaya lokal etnis tertentu dan orang-orang sederhanayang kurang berpendidikan