2342 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA QUALITY OF WORK LIFE DENGAN TURNOVER INTENTION

    Get PDF
    Abstract — Turnover intention is the employees’s intention to leave a company at this time. Turnover intention becomes one of the predictor that causing turnover. A high rate of the turnover will impact the company’s expenses for the recruitment and selection of the new employees, also will impact the social instability of a company. This research used quantitative correlational study with survey or questionnaire approached. The samples are calculated using the raosoft application. The data were collected from 194 employees at PT. X in Pasuruan, East Java. The sampling technique using accidental sampling that adjusted to the criteria of this research, such as employees aged around 20 – 60 years and have worked for at least 1 year. Turnover intention measured by turnover intention scale by Mobley et al (1979), while quality of work life measured by EWON Scale (2002) and open questions. Data analysis in this study is using the SPSS 22.0 application. The results of the analysis show that there is a relationship between quality of work life and turnover intention (r = -0.279, p <0.05). The correlation shows that the quality of work life can improve employee performance and higher productivity so it will reduce the intention to leave from the company. Job security became the aspect that had the highest correlation value with turnover intention (r = -0.313, p <0.05). Based on the results, implications for the company are increase or maintain the level of quality of work life . For further research, it is expected to increase the variation of open questionnaires to get other factors that affect the quality of work life. Keywords: quality of work life, turnover intention   Abstrak— Turnover intention adalah niat karyawan untuk keluar dari suatu perusahaan saat ini. Turnover intention menjadi salah satu prediktor terjadinya turnover. Tingkat turnover yang tinggi akan berdampak pada pengeluaran biaya perusahaan yang semakin besar guna perekrutan dan seleksi karyawan baru serta akan berdampak pada ketidak stabilan kondisi sosial suatu perusahaan. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional kuantitatif dengan pendekatan survei atau kuesioner. Perhitungan sampel menggunakan aplikasi raosoft. Data dikumpulkan dari 194 karyawan di PT. X di Pasuruan, Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yang disesuaikan dengan kriteria penelitian ini, yaitu karyawan berusia sekitar 20 - 60 tahun dan telah bekerja minimal selama 1 tahun. Intensi keluar dari perusahaan diukur dengan skala dari Mobley et al (1979) sedangkan kualitas kehidupan kerja diukur dengan Skala EWON (2002), dan pertanyaan terbuka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 22.0. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada hubungan antara quality of work life dengan turnover intention (r = -0,279, p< 0.05). Job security menjadi aspek yang memiliki nilai korelasi tertinggi dengan turnover intention (r = - 0,313, p< 0.05). Korelasi tersebut menunjukkan bahwa subjek menganggap bahwa kualitas kehidupan pekerjaan menjadi salah satu hal yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan yang lebih tinggi sehingga hal itu akan mengurangi adanya intensi keluar yang dimiliki oleh karyawan. Implikasi bagi perusahaan adalah perusahaan dapat meningkatkan atau mempertahankan tingkatan quality of work life. Bagi penelitian selanjutnya dapat menambah variasi angket terbuka untuk mendapatkan faktor lain yang memengaruhi kualitas kehidupan pekerja. Kata kunci: kualitas kehidupan kerja, intensi kelua

    FAKTOR‐FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MAHASISWA MENGGUNAKAN DIGILIB UBAYA DENGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

    Get PDF
    Abstract — This research aims to find out the influence factors use of the digital library Digilib UBAYA by Technology Acceptance Model (TAM) method to University of Surabaya (UBAYA) students. TAM is a model for examining acceptance of a particular technological system. This study uses a sample of the target population namely undergraduate students at all faculties of the University of Surabaya (UBAYA). The number of samples use are 300 respondents. This study uses 11 construct variables consisting of 8 independent variables namely system quality (SQ), library assistance (LA), relevance (RE), navigation (NA), terminology (TE), computer self‐efficacy (SE), knowledge of domain (KD), and English literacy (EL), then consists of 2 intermediary variables, namely perceived use fulness (PU) and ease of use (PEOU), and consists of 1 dependent variable, namely behavioral intention to use (BI). The data in this study are processed using SPSS version 25 to test the validity and reliability of the questionnaire and AMOS 24 for processing the measurement model test, structural model test, and hypothesis testing. The results of this study are LA and PEOU have a positive influence on PU. Whereas SQ, RE, NA, and TE do not have a significant positive effect on PU. Then, SQ, NA, TE, and KD have a significant positive effect on PEOU. Whereas LA, RE, SE, EL did not have a significant positive effect on PEOU. Finally, PU and PEOU have a significant positive effect on BI. These results reflect the use of UBAYA Digilib by users from UBAYA students Although there are several independent variables that do not have a positive influence on PU and PEOU, students still have a strong intention to use the UBAYA Digilib in the future. Keywords:Technology Acceptance Model (TAM), digital library, Digilib of UBAYA, University of Surabaya.   Abstrak — Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor‐faktor yang mempengaruhi penggunaan perpustakaan digital Digilib UBAYA dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM) pada mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA). TAM merupakan model untuk meneliti penerimaan terhadap suatu sistem teknologi tertentu. Penelitian ini menggunakan sampel dari target populasi yakni mahasiswa program sarjana pada semua fakultas Universitas Surabaya (UBAYA). Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 300 responden. Penelitian ini menggunakan 11 variabel kontruk yang terdiri dari 8 variabel independent yaitu system quality (SQ), library assistance (LA), relevance (RE), navigation (NA), terminology (TE), computer self‐efficacy (SE), knowledge of domain (KD), dan English literacy (EL), kemudian terdiri dari 2 variabel antara/mediator yaitu perceived use fulness (PU) dan ease of use (PEOU), serta terdiri dari 1 variabel dependen yaitu behavioral intention to use (BI). Data dalam penelitian diolah dengan menggunakan SPSS versi 25 untuk menguji validitas dan reabilitas kuesioner dan AMOS 24 untuk pengolahan uji model pengukuran, uji model struktural, dan pengujian hipotesis. Hasil dari penelitian ini adalah LA dan PEOU memiliki pengaruh positif terhadap PU. Sedangkan SQ, RE, NA, dan TE tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap PU. Kemudian, SQ, NA, TE, dan KD memiliki pengaruh positif signifikan terhadap PEOU. Sedangkan LA, RE, SE, EL tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap PEOU. Terakhir, PU dan PEOU memiliki pengaruh positif signifikan terhadap BI. Hasil tersebut mencerminkan penggunaan Digilib UBAYA oleh pengguna yang berasal dari mahasiswa UBAYA. Meskipun terdapat beberapa variabel independen yang tidak memiliki pengaruh positif terhadap PU dan PEOU, mahasiswa tetap memiliki niat yang kuat untuk menggunakan Digilib UBAYA dimasa depan. Kata kunci Technology Acceptance Model (TAM), perpustakaan digital, Digilib UBAYA, Universitas Surabaya

    PERKEMBANGAN DAN DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF E‐COMMERCE BAGI UMKM SEKTOR FURNITUR DAN KONSUMEN

    Get PDF
    Abstract ‐ This thesis discusses the the development and impact positive of negative of e‐commerce for SMEs furniture sector and consumers. Their e‐commerce can be utilized SMEs furniture sector to expand its market and save on the cost of marketing. The use of e‐commerce can also be used by consumers to obtain the necessary information about a product. This is a qualitative study using triangulation analysis. The results of this study explain how their e‐commerce as a means of buying and selling whether positive or negative impact for the SMEs furniture sector and consumers. Keywords: Consumers, E‐commerce, SMEs Furniture sector Abstrak - Skripsi ini membahas mengenai perkembangan dan dampak positif dan negatif e‐commerce bagi UMKM sektor furnitur dan konsumen. Munculnya e‐commerce dapat dimanfaatkan pelaku UMKM sektor furnitur untuk memperluas pasarnya dan menghemat biaya pemasarannya. Penggunaan e‐commerce juga dapat dimanfaatkan oleh para konsumen untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai suatu produk. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan analisis trianggulasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bagaimana adanya e‐commerce sebagai alat jual‐beli apakah berdampak positif atau negatif bagi pelaku UMKM sektor furnitur dan konsumen. Kata Kunci: E‐commerce, Konsumen, UMKM sekotor Furnitur

    STUDI LITERATUR: KONTRIBUSI ACCOUNTING MATTERS DALAM SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS

    Get PDF
    Abstract — This research will answer the following question: how do accounting support sustainable development goals (SDGs). In the process, this research used the method of literature study using sources from journals, reports and books. The results of this study indicate that accounting has considerable capacity in achieving SDGs, even accounting itself can contribute to each of the 5P dimensions (people, planet, prosperity, peace, and partnerships). The main dimensions of spirituality also play a large role in achieving sustainability balance. Keywords: accounting contributions, sustainable development goals (SDGs), sustainable development, spirituality   Abstrak— Skripsi ini akan menjawab pertanyaan berikut: bagaimana kontribusi akuntansi dan pelaku akuntansi dalam mendukung sustainable development goals (SDGs). Dalam prosesnya, penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau studi pustaka menggunakan sumber-sumber yang berasal dari jurnal-jurnal, laporan, dan buku. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa akuntansi memiliki kemampuan yang cukup besar dalam pencapaian SDGs, bahkan akuntansi dan pelakunya dapat berkontribusi dalam setiap dimensi 5P (people, planet, prosperity, peace, dan partnerships). Dimensi- dimensi utama dalam spiritualitas juga berperan besar dalam pencapaian keseimbangan sustainability. Kata kunci: kontribusi akuntansi dan pelakunya, sustainable development goals (SDGs), sustainable development, spiritualita

    KONSTRUKSI KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PENDIDIK BERBASIS NILAI-NILAI SEMAR

    Get PDF
    Abstract — Until recently, accounting education only focuses on hard skills without prioritizing moral and ethical aspects. As a result, many accountants are money-oriented, and they do things that violate the code of ethics. To solve these problems, changes must be initiated from the educator accountants who have a crucial role in instilling ethical values and becoming role models. Educator accountants need a holistic code of ethics as a guideline so that they can perform their responsibilities better, uphold moral values, and comply with the professional code of ethics. The purpose of this research is to construct the code of ethics for educator accountants based on the values of Semar puppet character. This research utilises qualitative interpretive approaches. The data were collected from various literatures, interviews, observations, and document analyses. Based on the result of this research, there are 5 principal values of Semar which are supported by 16 other values: 1) Manunggaling budhi, lathi lan pakarti sustained by honesty, fairness, openness, responsibility, and competence; 2) Dedication sustained by narima ing pandum, sincerity, temen, tawakal, patience, humility, unselfishness, and love; 3) Role model sustained by wisdom, showing and living the way of truth, and correcting wrong actions; 4) Sense of mindfulness; 5) Manunggaling kawula Gusti. This research is expected to be useful as a guideline for educator accountants in their profession. Keywords: the code of ethics, educator accountants, semar values   Abstrak — Selama ini, pendidikan akuntansi berfokus pada hard skill tanpa memprioritaskan aspek moral dan etika. Akibatnya, banyak akuntan yang berorientasi pada materi dan melakukan hal-hal yang melanggar kode etik. Untuk menyelesaikan masalah- masalah ini, perubahan harus dimulai dari akuntan pendidik yang memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai etika dan menjadi figur panutan. Akuntan pendidik memerlukan kode etik yang holistik sebagai pedoman agar dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan lebih baik, menjunjung tinggi nilai moral, dan patuh terhadap kode etik profesi. Tujuan penelitian ini untuk mengkonstruksi kode etik profesi akuntan pendidik berbasis nilai-nilai tokoh wayang Semar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretif. Data dikumpulkan dari berbagai literatur, wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian ini menghasilkan konsep kode etik profesi akuntan pendidik berbasis nilai Semar. Terdapat 5 nilai utama Semar yang ditopang oleh 16 nilai lainnya: 1) Manunggaling budhi, lathi lan pakarti ditopang oleh kejujuran, keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, dan kompetensi. 2) Pengabdian ditopang oleh narima ing pandum, keikhlasan, temen, tawakal, kesabaran, kerendahan hati, tidak egois, dan cinta kasih. 3) Suri teladan ditopang oleh kebijaksanaan, menunjukkan dan menghidupi jalan kebenaran, dan meluruskan tindakan yang salah. 4) Rasa eling 5) Manunggaling kawula Gusti. Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pedoman bagi akuntan pendidik dalam menjalankan profesinya. Kata kunci: kode etik, akuntan pendidik, nilai-nilai sema

    PENERAPAN LEAN PRICING TERHADAP PENETAPAN HARGA DI STARTUP JELASIN.COM

    Get PDF
    Abstract — With the development of technology, the world of Indonesia's digital industry has also developed, one of which is marked by the emergence of a digital startup company. For startup businesses the pricing is crucial and important but it is not an easy thing because the products of startup are difficult to judge. Startup Jelasin.com is an animation studio that specializes in producing Explainer Animation, which is an animation that serves to explain everything. This study uses a qualitative approach with data collection methods, namely: interviews, observations, and document analysis of pricing at Jelasin.com. The results of this study are applied research in which the authors provide recommendations based on the lean pricing book by Omar Mohout. Keywords: pricing, lean pricing, startup   Abstrak — Dengan berkembangnya teknologi, dunia industri digital Indonesia juga ikut berkembang salah satunya ditandai dengan munculnya perusahaan digital startup. Bagi bisnis startup penetapan harga merupakan hal yang krusial dan penting tetapi bukanlah suatu hal yang mudah dikarenakan produk dari startup sulit untuk dinilai. Startup Jelasin.com merupakan studio animasi yang khusus memproduksi Explainer Animation, yaitu animasi yang berfungsi untuk menjelaskan apapun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengupulan data, yaitu: wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap penetapan harga di Jelasin.com. Hasil dari penelitian ini merupakan applied research dimana penulis memberikan rekomendasi berdasarkan buku lean pricing oleh Omar Mohout. Kata Kunci: penetapan harga, lean pricing, startu

    PENJATUHAN SANKSI PIDANA DI BAWAH KETENTUAN MINIMUM KHUSUS TERHADAP JUSTICE COLLABORATOR DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI

    Get PDF
    Abstrak ‐ Skripsi ini membahas konsep dan ketentuan tentang justice collaborator dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah dalam skripsi ini adalah penelitian yuridis normatif. Kedudukan Tripeni Irianto Putro sebagai justice collaborator dalam kasus korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan penyertaan modal pada sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dibahas sebagai bahan analisis dalam skripsi ini. Pengaturan mengenai justice collaborator dapat di temukan dalam SEMA No. 04 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistleblower) dan Saksi Pelaku yang Bekerja Sama (Justice collaborator) di dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu, Peraturan Bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, dan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia Nomor M.HH‐11.HM.03.02.th.2011, Nomor PER‐ 045/A/JA/12/2011, Nomor 1 Tahun 2011, Nomor KEPB‐02/01‐55/12/2011, Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlindungan bagi Pelapor, Saksi Pelapor, dan Saksi Pelaku dan Undang‐Undang Nomor 13 Tahun 2006 yang kemudian mengalami perubahan menjadi Undang‐Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang‐Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa Tripeni memiliki peran dalam mengungkap kasus tersebut. Pada dasarnya Tripeni akan mendapatkan perlindungan dan penghargaan, seperti keringanan hukuman. Namun, pada saat dijatuhi hukuman, hakim tidak boleh menjatuhkan pidana di bawah ketentuan undang‐undang khusus yang mengatur yaitu Undang‐Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kata Kunci: Penjatuhan pidana, Justice collaborator, Saksi Pelaku yang Bekerjasama, Keringanan Hukuman, Pasal 12 huruf (c) Undang‐Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Abstract– This study focuses on concept and regulations of justice collaborator in Indonesian criminal justice system. Normative juridical method is used to analyze the data. The position of Tripeni Irianto Putro as Justice collaborator in the case of corruption of Social Assistance Fund (BANSOS), District Assistance (BDB), School Operational Assistance (BOS), arrears of Revenue Sharing (DBH) and equity participation in a number of Regionally Owned Enterprises (BUMD) in the provincial government of North Sumatera is discussed as analysis material in this case. Arrangements regarding justice collaborator can be found in SEMA Number 04 of 2011 concerning the Treatment of Whistleblower Reporters and Justice collaborator Witnesses in Certain Criminal Acts, Joint Regulations of the Minister of Law and Human Rights ofthe Republic of Indonesia, Attorney General of the Republic of Indonesia, Head of the Indonesian National Police , The Corruption Eradication Commission of the Republic of Indonesia, and the Chairperson of the Indonesian Witness and Victim Protection Agency Number M.HH‐11.HM.03.02.th.2011, Number PER‐045/A/ JA /12/2011, Number 1 of 2011, Number KEPB‐02/01‐55/12/2011, Number 4 of 2011 concerning Protection for Reporting Parties, Reporting Witnesses, and Acting Witnesses and Act Number 13 of 2006 which subsequently was changed to Act Number 31 of 2014 concerning Amendments to Law Number 13 of 2006 concerning Protection of Witnesses and Victims. From the results of the analysis came the conclusion that Tripeni has a role in exposing the case. In essence, the Tripeni will get protection and rewards, such as penalty waivers. However, at the time of punishment, the judge must not impose a criminal under the provisions of specific legislation governing the corruption Eradication Act. Keywords: Criminal Imprisonment, Justice collaborator, Collaborating Witnesses, Penalty Waivers, Article 12 letter (c) of the Corruption Eradication Act

    PERDAGANGAN INTERNASIONAL EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA 2015‐2019

    Get PDF
    Abstract — In a country, economic growth is a top priority. In realizing Indonesia's economic growth there is a very influential factor namely International Trade. In international trade, the country will benefit directly through an increase in national income and ultimately increase the rate of output and economic growth. The main development component in international trade is exports, exports play a major and significant role in the development process of a nation. This study uses quantitative methods using statistical tests processed through SPSS, aiming to obtain more valid data to be able to analyze the impact of international trade (exports) on economic growth in Indonesia in 2015‐ 2019. The analysis shows that international trade (exports) has no direct effect on economic growth in Indonesia, this is evidenced by the results of analysis of studies that show that even though exports fell, the trade balance experienced a surplus and the known r value for the relationship of economic growth and exports was 0.393 <r table 0.878. This shows that economic growth does not correlate with exports (invalid). Keywords: economic growth, exports, international trade Abstrak — Dalam sebuah Negara, pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah capaian yang menjadi prioritas utama. Dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terdapat faktor yang sangat berpengaruh yaitu Perdagangan Internasional. Didalam perdagangan internasional, negara akan memperoleh keuntungan secara langsung melalui kenaikan pendapatan nasional dan pada akhirnya akan menaikkan laju output dan pertumbuhan ekonomi. Komponen pembangunan utama dalam perdagangan internasional adalah ekspor, artinya ekspor memegang peranan utama dan signifikan terhadap proses pembangunan suatu bangsa. Studi ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan uji statistik yang diolah melalui SPSS, bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih valid untuk dapat melakukan analisa dampak perdagangan internasional (ekspor) terhadap pertumbuhan ekonomi di indonesia 2015‐2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa perdagangan internasional (ekspor) tidak berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis studi yang menunjukkan bahwa walaupun ekspor turun akan tetapi neraca perdagangan mengalami surplus dan diketahui nilai r hitung untuk hubungan pertumbuhan ekonomi dan ekspor adalah 0,393 < r tabel 0,878 . Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berkolerasi dengan ekspor (dinyatakan tidak valid). Kata kunci: pertumbuhan ekonomi, ekspor, perdagangan internasiona

    HUBUNGAN ANTARA MONEY ATTITUDE DENGAN IMPULSIVE BUYING TENDENCY MELALUI MATERIALISM SEBAGAI MEDIATOR

    Get PDF
    Abstract — Impulsive buying tendency is tendency to make unplanned buying activities. This activity is driven by cognitive aspects as indicated by the lack of planning in making purchases and affective aspects that emphasize emotional responses. The way individuals interpret money can cause impulsive buying tendency, especially if money interpreted by ownership of worldly things. This study aims to look the role of materialism as mediator between money attitude and impulsive buying tendency. This research used quantitative method. Respondents were 393 people. The sampling technique used purposive sampling with criteria; active bachelor student of Surabaya University, class of 2016-2019, aged 17-23 years. The scale used Money Attitude Scale from Yamauchi and Templer (1982), Impulsive Buying Tendency Scale from Verplanken and Herabadi (2001), and Materialism Value Scale from Richins and Dawson (1992). The results show there is a role for materialism as mediator between the two variables (B = 0.0787; SE = 0.0239; CI = 0.0373, 0.1299). It is known that individuals interpret money focused on spending without any purpose to impress others. This particularly apparent in purchase of accessories, clothing, food and drinks. Because consumers already know materialism can trigger impulsive buying tendency, consumers should be able to use their money wisely. Keywords: money attitude, impulsive buying tendency   Abstrak— Impulsive buying tendency merupakan kecenderungan untuk melakukan aktivitas pembelian yang tidak terencana. Aktivitas ini didorong oleh aspek kognitif yang ditunjukkan dengan kurangnya perencanaan dalam melakukan pembelian serta aspek afektif yang menekankan pada respon emosional. Cara individu memaknai uang dapat menyebabkan kecenderungan impulsive buying, apalagi uang tersebut dimaknai dengan kepemilikan akan hal-hal duniawi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan materialisme dalam memediasi antara money attitude dengan impulsive buying tendency. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah responden yang didapatkan adalah 393 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria; mahasiswa aktif S1 Universitas Surabaya, angkatan 2016-2019, berusia 17-23 tahun. Skala yang digunakan adalah Money Attitude Scale diadaptasi dari Yamauchi dan Templer (1982), Impulsive Buying Tendency Scale diadaptasi dari Verplanken dan Herabadi (2001), dan Materialism Value Scale diadaptasi dari Richins dan Dawson (1992). Hasil menunjukkan bahwa terdapat peranan materialism sebagai mediator dalam memediasi kedua variabel tersebut (B= 0.0787; SE= 0.0239; CI= 0.0373, 0.1299). Diketahui bahwa individu memaknai uang yang difokuskan pada pembelanjaan semata tanpa ada tujuan untuk memberikan kesan pada orang lain. Hal tersebut khususnya nampak pada pembelanjaan aksesoris, pakaian, makanan serta minuman. Dikarenakan konsumen sudah mengetahui materialisme dapat memicu terjadinya impulsive buying tendency maka seharusnya konsumen dapat menggunakan uangnya dengan bijak. Kata kunci: money attitude, impulsive buying tendenc

    HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERNIKAHAN DENGAN KASIH SAYANG ORANGTUA PADA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER

    Get PDF
    Abstract – Understanding the awareness of the Indonesian public regarding children who have autism spectrum disorder (ASD) can be said that very minimal. The lack of understanding and awareness can influence a person's behavior, especially parents in their children who have ASD. Children who have ASD will find it difficult to do social activities in their environment. Couples who are often involved in debates in their married life are likely to influence satisfaction in their marriages. In this study, researchers wanted to see the relationship between marital satisfaction with parental affection for their ASD child. Subjects were taken as many as 202 parents (104 women, 90 men, 8 others) by accidental sampling who had ASD children and still had "married" marital status (not divorced / spouse died). The measuring instrument used is ENRICH marital satisfaction (EMS) to measure parental marriage satisfaction and parent-child relationship questionnaire (PCRQ) to measure parental affection for ASD children. The results of this study indicate that there is a relationship between marital satisfaction with parental affection for ASD children with p. 0,000 (<0.05). The conclusion of this study shows that there is a relationship between marital satisfaction with parental affection for ASD children. In this study, researchers only focus on ASD disorders, so they cannot describe other disorders. Keywords: autism spectrum disorder, marital, parental affection, parents   Abstrak – Pemahaman hingga kesadaran masyarakat Indonesia terkait anak yang memiliki autism spectrum disorder (ASD) dapat dikatakan masih sangat minim. Pemahaman dan kesadaran yang masih kurang tersebut-lah yang dapat memengaruhi perilaku seseorang khususnya orangtua pada anak mereka yang memiliki ASD. Anak yang memiliki ASD akan sulit untuk melakukan aktivitas sosial di lingkungan mereka. Pasangan yang sering terlibat perdebatan dalam kehidupan pernikahan mereka dimungkinkan akan memengaruhi kepuasan dalam pernikahan mereka. Pada penelitian ini, peneliti ingin melihat hubungan antara kepuasan pernikahan dengan kasih sayang orangtua pada anak ASD mereka. Pengambilan subjek dilakukan sebanyak 202 orangtua (104 perempuan, 90 laki-laki, 8 lainnya) secara accidental sampling yang memiliki anak ASD dan masih memiliki status pernikahan “menikah” (tidak bercerai/pasangan meninggal). Alat ukur yang digunakan yakni ENRICH marital satisfaction (EMS) untuk mengukur kepuasan pernikahan orangtua dan parent-child relationship questionnaire (PCRQ) untuk mengukur kasih sayang orangtua pada anak ASD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepuasan pernikahan dengan kasih sayang orangtua pada anak ASD dengan p. 0,000 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubugan antara kepuasan pernikahan dengan kasih sayang orangtua pada anak ASD. Pada penelitian ini, peneliti hanya berfokus pada gangguan ASD saja, sehingga tidak dapat menggambarkan gangguan lain. Kata kunci: autism spectrum disorder, kasih sayang, orangtua, pernikaha

    2,250

    full texts

    2,342

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CALYPTRA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇