CALYPTRA
Not a member yet
2342 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF EFFICACY PADA REMAJA AWAL
Pola asuh penting peranannya untuk tumbuh kembang anak, khususnya bagi remaja awal yang baru terbentuk self efficacynya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan self efficacy remaja awal. Subjek penelitian ini adalah 107 subjek siswa SMP dengan rentang usia 12 hingga 15 tahun dan dilakukan secara incidental sampling. Skala self efficacy yang digunakan untuk mengukur performansi tipikal (typical performance) yang diadaptasi oleh Vereswati (2007) dan skala pola asuh diadaptasi dari alat ukur yang dibuat oleh Gafoor dan Kurukkan (2014). Data dianalisis dengan uji korelasi nonparametik Spearman. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan positif antara pola asuh dengan self efficacy (r = 0,363; 0,000 <0.05). Sebagian besar subjek memiliki pola asuh yaitu authoritative dan self efficacy yang tergolong sedang dan tinggi. Hasil dari uji korelasi, menunjukkan hubungan antara aspek pola asuh responsiveness dengan self efficacy (r = 0,273; sig= 0,004 < 0.05) dan demandingness dengan self efficacy memiliki hubungan (r = 0,368 dan sig = 0,000 < 0.05)
STUDI KONSERVASI ENERGI DENGAN BIPV (BUILDING INTEGRATED PHOTOVOLTAIC) PADA BANGUNAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi aplikasi building integrated photovoltaic pada atap perpustakaan Universitas Surabaya di Surabaya, Indonesia. Sebelum mewujudkan BIPV yang sebenarnya, dibutuhkan studi konservasi energi terlebih dahulu dengan cara melakukan simulasi menggunakan software. Studi konservasi energi dilakukan dengan cara mencari potensi energi matahari di lingkungan Universitas Surabaya, kebutuhan listrik di perpustakaan Universitas Surabaya dan energi yang dihasilkan pada sistem building integrated photovoltaic. Mencari potensi energi matahari dilakukan dengan cara pengukuran radiasi matahari secara langsung dan simulasi. Kebutuhan listrik di perpustakaan Universitas Surabaya akan dilakukan secara pendataan alat-alat listrik yang ada di perpustakaan. Software yang dipakai untuk membuat sistem building integrated photovoltaic adalah SketchUp dan skelion. Penelitian ini juga melakukan analisa ekonomi pada penggunaan building integrated photovoltaic pada atap perpustakaan Universitas Surabaya serta reduksi karbon (CO2). Simpulan pada pengerjaan penelitian ini bahwa penggunaan sistem BIPV pada atap perpustakaan Universitas Surabaya bisa memenuhi kebutuhan energi listrik tanpa air conditioner di perpustakaan Universitas Surabaya dan investasi awal yang diperlukan untuk melakukan sistem BIPV ini sebesar Rp 1.944.992.700,-
PERANCANGAN DAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 DI PT. SIANTAR TOP, SIDOARJO, JAWA TIMUR
Proses transisi melalui perancangan dan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 di PT. SIANTAR TOP merupakan suatu upaya perusahaan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produk dan layanannya agar dapat mempertahankan kepercayaan konsumen serta mampu bersaing dengan produsen makanan ringan lainnya. Tahap awal proses transisi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 dilakukan dengan identifikasi dan analisis gap. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan antara kondisi saat ini yang terjadi di PT. SIANTAR TOP dengan kondisi yang dikehendaki sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Berdasarkan hasil analisis gap maka diperoleh persentase sebesar 91% persyaratan terpenuhi, sebesar 2,7% persyaratan terpenuhi sebagian dan sebesar 5,40% persyaratan yang tidak terpenuhi. Hasil analisis gap menunjukkan beberapa perbaikan yang dirancang melalui perancangan informasi terdokumentasi perusahaan, terdiri dari revisi dan penambahan prosedur atau form baru. Hasil implementasi dan evaluasi pada salah satu prosedur dengan RPN tertinggi yaitu Prosedur Mutu FMEA yang diintegrasikan dengan Prosedur Mutu Tindakan Perbaikan dan Pencegahan serta Form Mutu FMEA, menunjukkan adanya kesadaran perusahaan dalam melakukan identifikasi risiko pada seluruh divisi guna mencegah terjadinya ketidaksesuaian atau kegagalan proses yang dapat mempengaruhi kesesuaian terhadap produk dan jasa
APLIKASI TEORI PERILAKU TERENCANA: NIAT BEROLAHRAGA FUTSAL PADA PEREMPUAN
Banyak perempuan yang menghabiskan waktu luangnya dengan melakukan olahraga futsal. Fenomena ini juga dapat dilihat melalui pertumbuhan bangunan-bangunan lapangan futsal yang semakin tersebar pada beberapa kota besar di Indonesia, khususnya di Surabaya. Berdasarkan fenomena diatas, penulis bermaksud untuk meneliti variabel-variabel yang melatarbelakangi perilaku berolahraga futsal yang dilakukan perempuan. Tujuannya, peneliti ingin menguji apakah ada hubungan antara attitude towards behavior (ATB), subjective norm (SN), dan perceived behavioral control (PBC), baik secara bersama-sama maupun secara parsial, dengan niat berolahraga futsal pada perempuan. Subjek penelitian ini (N = 98) adalah perempuan yang pernah berolahraga futsal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik incidental sampling (mayor hipotesis penelitian dianalisis dengan korelasi ganda, dan hipotesis penelitian dengan korelasi parsial). Hasil uji hipotesis menujukkan bahwa : (a). terdapat hubungan yang signifikan antara ATB, SN, dan PBC, secara bersama-sama terhadap niat berolahraga futsal pada perempuan (F = 7.158; p = 0,000 di mana p < 0,05). (b). terdapat hubungan yang signfikan antara ATB dengan niat berolahraga futsal pada perempuan (t = -2.789; p = 0.006 di mana p < 0,05). (c). terdapat hubungan yang tidak signfikan antara SN terhadap niat berolahraga futsal pada perempuan (t = -0.948; p = 0.345 di mana p > 0,05). (d). Terdapat hubungan yang signfikan antara PBC terhadap niat berolahraga futsal pada perempuan (t = -2.876; p = 0.005 di mana p < 0,05). Kesimpulan secara umum, niat untuk berolahraga futsal tidak dipengaruhi oleh faktor sosial, lingkungan di sekitarnya (subjective norm), lebih pada faktor sulit atau mudahnya (perceived behavioral control) seseorang dan faktor personal individual, bagaimana seseorang tersebut memandang, meyakini dan menyikapi perilaku tersebut (attitude toward behavior)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENYALURAN KREDIT DI BANK UMUM PERIODE 2010-2014
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.. Pemberian kredit merupakan aktivitas bank yang paling utama dalam menghasilkan keuntungan, tetapi risiko yang terbesar dalam bank juga bersumber dari pemberian kredit. Oleh karena itu dilakukan pengujian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit perbankan, antara lain Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), dan BI Rate apakah ada pengaruh secara parsial maupun simultan terhadap Penyaluran Kredit Perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode data panel. Dalam penelitian ini menggunakan empat variabel independen dan satu variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah DPK, CAR, NPL, dan BI Rate. Variabel dependen adalah besarnya penyaluran kredit pada bank yang diukur dengan total pinjaman yang diberikan bank kepada masyarakat Penelitian menggunakan sampel dari Lima bank dengan laba tertinggi di Indonesia 2014 yaitu, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank CIMB Niaga Periode 2010-2014 dengan data tahunan. Hasil Estimasi regresi panel data menunjukkan nilai DPK, dan CAR berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit perbankan, sedangkan nilai NPL dan BI Rate tidak berpengaruh secara signifikan. 
PENGARUH AUTHENTICITY DAN EMOTIONAL ATTACHMENT CHELSEA OLIVIA DI INSTAGRAM TERHADAP WORD OF MOUTH (WOM) DAN PURCHASE INTENTION KONSUMEN DI SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh authenticity dan emotional attachment Chelsea Olivia di Instagram terhadap Word of Mouth (WOM) dan purchase intention konsumen di Surabaya. Penelitian in menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian kasual. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah authenticity, emotional attachment, Word of Mouth (WOM) dan purchase intention. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan program SPSS versi 18 dan AMOS versi 21. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa authencity berpengaruh positif terhadap word of mouth (WOM) dan purchase intention. Authenticity berpengaruh positif terhadap emotional attachment. Emotional attachment berpengaruh positif terhadap word of mouth (WOM) dan purchase intention. Emotional attachment secara tidak langsung mempengaruhi hubungan antara authenticity Chelsea Olivia di Instagram dan word of mouth (WOM) konsumen di Surabaya. Emotional attachment secara tidak langsung mempengaruhi hubungan antara authenticity Chelsea Olivia di Instagram dan purchase intention konsumen di Surabaya
PENERAPAN NON FINANCIAL PERFORMACE MEASURES DALAM MENGUKUR KINERJA BAGIAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN CUSTOMER
This study aims to help companies measure performance related to production sector through nonfinancial performance measures from various aspects of production by making corrective action to problems. Financial performance measurement is more commonly used but cann’t represent overall performance of company as it only measures figures in financial statements without considering nonfinancial factors of company. Non-financial measurements are oriented towards continuous improvement to improve efficiency,productivity and overcome competition obstacles. This research uses qualitative approach which is exploratory research because this study is expected to assist management in terms of performance measurement by applying Non Financial Performance Measures which will help company to achieve performance improvement. This research is done in production section to help improve product to increase customer satisfaction. Measurements made are supplier performance, defect rate, productivity and rate of return and warranty. Data collection is done by interviews, observation and document analysis.This study find that companies still need to make better performance measurements on tproduction. Companies need to record and use measurements so improvements can be achieved. There are various weaknesses in the application, so this study only provides recommendations for improvement of problem by providing other performance measures to improve performance and decision making
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PENYIMPANAN BAHAN BAKAR MINYAK NON SUBSIDI TANPA IZIN OLEH HP BERDASARKAN AJARAN KONKURSUS DITINJAU DARI KUHP DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI
Tujuan Penulisan jurnal ilmiah ini adalah sebagai suatu syarat untuk kelulusan dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Tujuan Praktis dari penulisan skripsi ini untuk dapat mengetahui apakah HP dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana berdasarkan ajaran konkursus atas tindakan penyimpanan Bahan Bakar Minyak non subsidi tanpa izin ditinjau dari KUHP dan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. perbuatan yang dilakukan oleh HP perihal penyimpanan bahan bakar minyak jenis pertamax, dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana berdasarkan Pasal 53 huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Perbuatan yang dilakukan oleh HP telah memenuhi keseluruhan unsur pertanggungjawaban pidana. Perbuatan HP telah memenuhi keseluruhan unsur sebagaimana Pasal 53 huruf c UU No. 22 Tahun 2001, yaitu melakukan penyimpanan bahan bakar minyak jenis pertamax tanpa memiliki izin usaha penyimpanan dari pihak yang berwenang. Perbuatan yang dilakukan oleh HP memenuhi kedua unsur Pasal 480 KUHP dan Pasal 53 huruf c UU No. 22 Tahun 2001, berdasarkan konkursus idealis sebagaimana Pasal 63 ayat (1) KUHP, maka perbuatan yang dilakukan HP dapat dijatuhkan hanya satu pidana pokok terberat. Sehingga HP dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana Pasal 53 huruf c UU No. 22 Tahun 2001 dan dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah)
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP STOCK RETURN SYNCHRONI CITY PERUSAHAAN SEBAGAI BENTUK TRANSPARANSI DI MASA YANG AKAN DATANG PADA SEKTOR CONSUMER GOODS DI BURSA EFEK ASEAN PERIODE 2011-2015
The objective of this research is to examine the effect of board size, board independence, audit quality, institutional ownership, market to book ratio, standard deviation of stock return and standar deviation of return on asset as the independent variable to stock return synchroniciry as a measure of corporate transparency as the dependent variable on the consumer goods sector that listed on the ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand and Singapore) Stock Exchange 2011-2015 period.
This research uses quantitative perspective with linier regression and Partial Adjustment Model in a panel data for all of the research’s observation that used in this research. The number of observation in this research are 385 observations, consist of 77 firms (25 firms from Indonesia, 17 firms from Malaysia,21 firms from Thailand, 14 firms from Singapore) that enlisted for 2011-2015 period.
The result shows that board size and board independences have negative significant effect to stock return synchronicity. Then, institutional ownership, market to book ratio and standard deviation of stock return have positive significant effect to stock return synchronicity. Meanwhile, audit quality and standard deviation of return on asset have no effect to stock return synchronicity
PERANCANGAN DAN PENGUKURAN KINERJA GUDANG BAHAN BAKU DI PT.XYZ , SIDOARJO
This paper is discussing about PT. XYZ shoes warehouse performance improvement. Performance improvement start from measuring company performance using “scorecard”. Scorecard design is used for performance improvement using 3 perspectives including: receiving, storage, and order picking. Performance criteria for all perspectives (WKPI) are designed with measuring the productivity aspect, time, utility and quality. Improvement is done using the scale of priority that measured using importance performance analysis. The Improvements that suggested are including giving sign for items on each blocks, raw material warehouse layout improvement, create raw material checking form, material handling operator certification and raw material warehouse operator evaluation