Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan
Not a member yet
    194 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN AYAM KAMPUNG DI PASAR TRADISIONAL BLAURAN KOTA PALANGKA RAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam kampung di Pasar Tradisional Blauran, Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dan sampel data yang digunakan sebanyak 60 orang dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara kuesioner. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen ayam kampung di Pasar Blauran, Kota Palangka Raya adalah konsumen perantara dan konsumen akhir. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel harga ayam, pendapatan, jumlah anggota keluarga, umur dan tingkat pendidikan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah permintaan ayam kampung, sedangkan secara parsial permintaan ayam kampung dipengaruhi oleh pendapatan dan jumlah dari anggota keluarga

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KINERJA PENYULUH DENGAN KEPUASAN PETERNAK SAPI PERAH DALAM PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (Kasus Pada Peternak Sapi Perah di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi)

    Full text link
    Kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi perah di Kota Cimahi sebanyak 162 kasus perlu dilakukan tindakan pencegahan salah satunya oleh penyuluh. Penelitian telah dilaksanakan pada 23 Mei hingga 23 Juni 2023 di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh, tingkat kepuasan peternak sapi perah dan hubungan antara tingkat kinerja penyuluh dengan kepuasan peternak sapi perah. Metode penelitian dilakukan melalui survei terhadap 56 responden, menggunakan metode propotional random sampling. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan (67,86%) responden menilai tingkat kinerja penyuluh termasuk kategori sedang, dan (57,14%) responden menilai tingkat kepuasan peternak  dalam penanganan wabah PMK dalam kategori sedang, serta terdapat hubungan yang cukup erat dengan nilai korelasi Rank Spearman (  = 0,418) pada tingkat kepercayaan 95% ,antara tingkat kinerja penyuluh dengan kepuasan peternak sapi perah, dalam penanganan wabah PMK di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi

    PENGGUNAAN ISOTONIK ALAMI UNTUK BURUNG PUYUH (CORTUNIX CORTUNIX JAPONICA) PENGARUHNYA TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH DAN KADAR KOLESTEROL TELUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan isotonik alami (sari jeruk nipis, ekstrak seledri dan gula) untuk ternak unggas (Burung Puyuh) yang mampu mengatasi cekaman panas (Heat Stress) dengan dosis yang tepat serta melihat apakah pemberian isotonik alami ini mampu memperbaiki profil lemak darah puyuh yang meliputi kadar kolesterol darah, LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein), dan kadar trigliserida darah serta kadar kolesterol telur puyuh. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan antara lain T0 yaitu perlakuan air minum tanpa dosis isotonik, T1 menggunakan 10% infusa seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula, T2 menggunakan 20% ekstrak seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula, T3 30% ekstrak seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolesterol darah dan LDL secara signifikan berbeda (P<0,05) pada T2. Kadar HDL mengalami kenaikan dan Triliserida darah menunjukkan penurunan pada T2 namun tidak signifikan (P>0,05). Kadar kolesterol telur puyuh juga mengalami penurunan pada T2 namun tidak signifikan (P>0,05)

    PENAMBAHAN FERMENTASI DAUN KATUK (Sauropus androgynus L.) YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN AMPAS TAHU TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER

    No full text
    Daun katuk (Sauropus androgynus L.) merupakan tanaman yang mengandung berbagai macam nutrisi salah satunya protein. Bahan makanan yang mengandung protein nabati yang cukup tinggi yaitu kacang-kacangan seperti ampas tahu yang merupakan sisa atau limbah industri produksi tahu yang mengandung 21-29% protein yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran fermentasi daun katuk dan ampas tahu dalam pakan terhadap performa ayam broiler dan untuk mengetahui persentase terbaik pemberian campuran fermentasi daun katuk dan ampas tahu dalam pakan untuk meningkatkan performa ayam broiler. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (100% Pakan basal + 0% Fermentasi daun katuk dan ampas tahu), P1 (90% Pakan basal + 10%  Fermentasi daun katuk dan ampas tahu), P2 (85% Pakan basal + 15%  Fermentasi daun katuk dan ampas tahu), dan P3 (80% Pakan basal + 20%  Fermentasi daun katuk dan ampas tahu) dengan 5 ulangan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 ekor ayam broiler sehingga terdapat 60 ekor ayam broiler. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perlakuan campuran fermentasi daun katuk dan ampas tahu dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot potong, konsumsi pakan, dan konversi pakan (FCR)

    EFEKTIFITAS PEMBERIAN ALBENDAZOL DAN IVERMECTIN TERHADAP CACING SALURAN PENCERNAAN SAPI BALI

    Full text link
    Salah satu permasalahan pada peternak sapi Bali di Pulau Lombok adalah tingginya prevalensi infeksi cacing saluran pencernaan yang dapat disebabkan oleh kurang efektifnya pemberian anthelmintik dan terdapatnya resistensi cacing terhadap anthelmintik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian Albendazole dan Ivermectin pada kasus kecacingan pada sapi Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 menggunakan 18 ekor sapi Bali yang dipilih secara acak dari 200 ekor sapi di Kelompok Tani Ternak Menemeng (KT2M) yang terletak Kabupaten Lombok Tengah dengan kriteria jantan, umur 2-3 tahun, memiliki nilai 500 EPG (Eggs Per Gram of Faeces) dan dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 tidak diberikan obat cacing, Kelompok 2 diberikan Albendazole dengan dosis 15 mg/kg BB, dan Kelompok 3 diberikan Ivermectin dengan dosis 0,2 mg/kg BB. Efektifitas obat cacing dinilai dengan Fecal Egg Count Reduction Test (FECRT) setelah 14 hari pemberian obat cacing melalui nilai EPG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata (p<0,05) pada setiap perlakuan terhadap nilai EPG. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa Ivermectin merupakan obat yang paling efektif menurunkan kecacingan berdasarkan EPG dengan nilai 33,3±40,8 yang sebelum pengobatan adalah 625,0±93,5. Nilai FECRT setelah 14 hari pemberian menunjukkan bahwa Ivermectin lebih efektif dalam mengobati kecacingan dan dapat menurunkan nilai EPG hingga 95,3% dibandingkan dengan Albendazole 75,2%

    Kadar Serat Kasar dan Protein Kasar Kulit Buah Kakao yang Difermentasi Secara Bertingkat Menggunakan Trichoderma viride dan Saccharomyces cerevisiae

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh fermentasi bertingkat pada kulit buah kakao menggunakan T. viride dan S. cerevisiae serta level terbaik dalam menurunkan kadar serat kasar dan meningkatkan kadar protein kasar kulit buah Kakao. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan ialah penggunaan isolat T. viride dan S. cerevisiae dengan level bertingkat pada proses fermentasi kulit buah kakao yaitu masing-masing R0 : kulit buah kakao tanpa fermentasi, R1 : kulit buah kakao yang difermentasi isolat 4%, R2 : kulit buah kakao yang difermentasi isolat 8%, R3 : kulit buah kakao yang difermentasi isolat 12%. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar serat kasar dan protein kasar kulit buah kakao secara nyata mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan level isolat yang digunakan. Pola peningkatan kadar serat kasar mengikuti persamaan Y=32,76+1,89X-0,28X2+0,015X3, koefisien korelasi (r) = 0,9988 dan koefisien determinasi (R²) = 99,75%, sementara kadar protein kasar mengikuti persamaan Y=8,17+0,66X-0,012X2-0,002X3, koefisien korelasi (r) = 0,9994 dan koefisien determinasi (R²) = 99,88%. Penggunaan T. viride dan S. cerevisiae yang optimal dalam fermentasi kulit buah kakao adalah pada level mikroba 8,4% menghasilkan kandungan serat kasar sebesar 38,09% dan protein kasar sebesar 11,6%

    PENAMBAHAN KOMBINASI AMPAS TEH HIJAU FERMENTASI DAN PROBIOTIK Lactobacillus sp DALAM RANSUM ITIK CIHATEUP TERHADAP KUALITAS KIMIA DAGING

    Full text link
    Green tea waste contains antioxidant compounds that have many pharmacological properties and contain tannins that can reduce digestibility, so further processing is needed by means of fermentation to increase digestibility. Fermented green tea waste combined with probiotic Lactobacillus sp is expected to have a more significant impact on the growth of livestock and their products. The aim of this study was to examine the effect of adding a combination of fermented green tea waste and probiotic Lactobacillus sp in the ration on the chemical quality of Cihateup duck meat. The study was conducted experimentally using 60 Cihateup ducks which were randomly grouped into 4 groups of feed treatment as follows: K1 (100% basal feed/0% fermented green tea waste), K2 (basal feed + 1% fermented green tea waste + 3% probiotics), K3 (basal feed + 2% fermented green tea waste + 2% Probiotic) and K4 (basal feed + 3% fermented green tea waste + 1% Probiotic). The parameters of this study were the chemical quality of Cihateup duck meat which consisted of water content, protein content, and fat content. The results showed that the addition of a combination of fermented green tea waste and probiotic Lactobacillus sp significantly affect (P<0.05) the protein content and fat content of meat, while the water content parameter was not affected. K2 (basal feed + 1% fermented green tea waste + 3% probiotics) treatment produced the highest meat protein content, while K1 (100% basal feed/0% fermented green tea waste + 0% probiotics) treatment resulted in lower meat fat content than other treatments

    PENGARUH METODE SKARIFIKASI SECARA MEKANIK TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI LAMTORO TARRAMBA (Leucaena leucocephala cv. Tarramba)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengkaji metode skarifikasi mekanik terbaik dalam memacu perkecambahan biji lamtoro tarramba (Leucaena leucocephala cv.. tarramba) yang diperoleh dari kecamatan Amarasi Barat, Nusa Tenggara Timur. Dilaksanakan di UPT-Kewirausahaan Oesao, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, penelitian ini berlangsung dari September – Oktober 2021 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan perlakuan yang dilakukan yaitu: Tanpa Skarifikasi (P0), skarifikasi menggunakan gunting kuku di bagian ujung atas biji lamtoro (P1), skarifikasi di bagian ujung atas dan ujung bawah biji lamtoro (P2), di bagian ujung bawah bijil lamtoro (P3), dan skarifikasi di bagian samping kiri dan kanan biji lamtoro (P4). Parameter yang diukur adalah persentase perkecambahan, rerataan laju perkecambahan dan rerataan waktu awal perkecambahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa skarifikasi biji lamtoro tarramba secara mekanik menggunakan gunting kuku berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase perkecambahan dengan rata-rata P0 (0.14%), P1 (0,64%), P2 (0,42%), P3 (0,30%), P4 (0,66%). Rerataan laju perkecambahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata P0 (0,11 biji/hari), P1 (0,32 biji/hari), P2 (0,49 biji/hari), P3 (0,12 biji/hari), P4 (0,73 biji/hari). Rerataan waktu awal Perkecambahan juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata P0 (9,50 hari), P1 (5,68 hari), P2 (4,07 hari), P3 (9,65 hari), P4 (3,70 hari). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa skarifikasi secara mekanik menggunakan gunting kuku berpengaruh sangat nyata terhadap perkecambahan biji lamtoro tarramba dengan perlakuan P3 menghasilkan perkecambahan biji lamtoro tarramba terbaik.

    The ANALISIS USAHA PETERNAKAN KELINCI DI RABBIT FARM, KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

    No full text
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis usaha peternakan kelinci di Rabbit Farm Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif serta kuantitatif dengan melakukan observasi (pengamatan), wawancara dan kuesioner, studi pustaka dan dokumentasi. Variabel yang diamati dari penelitian ini adalah penerimaan, biaya- biaya, keuntungan, skala usaha dan efisiensi usaha. Menggunakan analisis data deskriptif dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan kelinci Rabbit Farm merupakan usaha yang layak dikembangkan, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penerimaan usaha > biaya produksi (Rp 19.045.000,00/bulan > Rp 10.551.602,00/bulan). Total pendapatan usaha peternakan kelinci di Rabbit Farm sebesar Rp 8.493.398,00/bulan, dengan popuasi 400 ekor kelinci dan hasil analisis R/C >1 (1,80 > 1)

    KARAKTERISTIK PETERNAK DOMBA DALAM PENERAPAN GOOD FARMING PRACTICE DI DESA CINANJUNG KECAMATAN TANJUNGSARI

    Full text link
    Pedoman yang baik dan benar bagi peternak dalam usaha budidaya peternakannya dapatmenggunakan Good Farming Practice (GFP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik peternak dalam penerapan GFP. Penelitian ini dilakukan di Desa Cinanjung,Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pada bulan Mei 2023 dengan melibatkan 20 peternak domba penerima bantuan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak domba penerima bantuan di Desa Cinanjung mayoritas berada pada umur produktif antara 15-64 tahun, didominasi dengan jenis kelamin laki-laki, status perkawinan sebagian besar sudah kawin, tingkat pendidikan terakhir paling banyak SMA, pendidikan non-formal masih belum merata, pengalaman beternak di bawah 5 tahun dengan jumlah kepemilikan domba rata-rata 1-7 ekor dan jumlah tanggungan keluarga paling banyak 1-3 orang. Penerapan GFP pada aspek sarana diterapkan dengan baik, aspek proses produksi dan pelestarian lingkungan diterapkan dengan cukup baik dan untuk aspek pengawasan masih kurang baik. Pencapaian tujuan penerapan GFP sudah berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan

    178

    full texts

    194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇