Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan
Not a member yet
    194 research outputs found

    EVALUASI PEMBERIAN PROBIOTIK BIOMOL(+) TERHADAP ORGAN TUBUH NON KARKAS AYAM BROILER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik komersial (Biomol+) dalam pakan terhadap berat non-karkas ayam pedaging. Sebanyak 200 ekor anak ayam pedaging umur satu hari dibeli dari breeder lokal, ditempatkan secara acak ke dalam 20 unit kandang (1 x 1 m) yang masing-masing berisi 10 ekor anak ayam. Setiap kandang dilengkapi dengan sebuah tempat pakan, tempat minum, dan serbuk gergaji sebagai alas lantai. Percobaan dilakukan selama 35 hari berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan pakan dan lima kali ulangan. Semua kelompok ayam diberi pakan komersial sebagai pakan basal dan disuplementasi dengan atau tanpa Biomol(+) sesuai dengan perlakuan berikut: P0, kelompok kontrol, diberi pakan komersial sebagai pakan basal, sedangkan P1, P2, dan P3 adalah pakan basal yang disuplementasi Biomol(+) pada level masing-masing 0,15%, 0,30%, dan 0,45%. Pada akhir periode percobaan, satu ayam dipilih dari tiap kelompok dan disembelih untuk pengukuran berat non-karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar persentase non-karkas tidak dipengaruhi oleh level penambahan Biomol (+). Persentase usus halus, usus besar, paru-paru, hati, ampela, pankreas, dan lemak abdominal tidak berbeda di antara kelompok perlakuan. Hanya persentase berat jantung yang diamati meningkat secara signifikan pada level Biomol(+) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sebagai kesimpulan, penambahan Biomol(+) dalam pakan ayam pedaging, tidak menunjukkan efek negatif pada kondisi non-karkas selama periode percobaan. Dengan mempertimbangkan parameter kinerja lainnya, penelitian ini menunjukkan bahwa Biomol(+) sebagai produk probiotik memiliki potensi sebagai agen pemacu pertumbuhan dalam sistem pemeliharaan ayam pedaging

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata) PADA PEMOTONGAN PERTAMA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pemberian pupuk kandang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Setaria (Setaria sphacelata) pada pemotongan pertama. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga kelompok. Pelakuan jenis pupuk kandang yang diberikan masing-masing: P0: tanpa pupuk kandang (kontrol), P1: 300 g feses ayam, P2: 300 feses sapi, dan P3: 300 g feses kambing. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi segar dan produksi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk dari feses ayam, sapi dan kambing, nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi berat segar dan berta kering rumput jika dibandingkan dengan kontrol, akan tetapi ditemukan adanya perbedaan yang diamati diantara kelompok rumput yang mendapatkan jenis pupuk kandang berbeda

    EVALUASI KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN PROTEIN KASAR LIMBAH SERAI WANGI AMONIASI SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA

    Full text link
    Limbah padat sisa penyulingan minyak serai wangi cukup melimpah, dan berpotensi dijadikan sebagai pakan sumber hijauan ternak ruminansia, akan tetapi terkendala dengan tingginya kadar air dan tidak optimal disimpan dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis urea untuk meningkatkan kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar limbah serai wangi sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2×3 dengan 3 ulangan. Faktor A adalah lama inkubasi (14 dan 21 hari) dan faktor B adalah dosis urea(3, 5, dan 7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi diantara lama inkubasi dan dosis urea yang digunakan terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik amoniasi limbah serai. Kandungan bahan kering amoniasi limbah serai wangi dengan dosis hingga 7% adalah 74,31%, dan kandungan bahan organik rata-rata 87,69%. Terdapat interaksi antara lama inkubasi denan dosis urea terhadap kandungan protein kasar dengan nilai rata-rata 9,59%. Hasil terbaik pada penelitian ini terdapat di pada perlakuan lama inkubasi 21 hari pada dosis urea 7% dengan kandungan bahan kering 74,5%, kandungan bahan organik 87,37%, dan protein kasar 16,01%

    ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG AYAM BROILER DI PASAR KARYA NUGRAHA KOTA BAUBAU

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis 1) pendapatan pedagang ayam broiler di pasar Karya Nugraha Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara 2) kelayakan usaha pedagang ayam broiler di pasar Karya Nugraha berdasarkan nilai R/C dan B/C ratio. Penelitian ini dilakukan di pasar Karya Nugraha Kota Baubau. Responden dalam penelitian ini adalah semua pedagang ayam broiler di Pasar Karya Nugraha Kota Baubau sebanyak 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan meliputi sumber primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, dan analisis B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pedagang ayam broiler di Pasar Karya Nugraha Baubau adalah sebesar Rp18.429.949,- per bulan, dengan nilai R/C sebesar 1.28 (>1) dan nilai B/C sebesar 0,28 (>0), sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha pedagang ayam broiler di Pasar Karya Nugraha Baubau layak untuk dikembangkan

    PENERIMAAN PANELIS TERHADAP ES KRIM ALPUKAT

    Full text link
    Buah alpukat memiliki daging buah dengan warna yang menarik, tidak manis namun beraroma khas, serta memiliki kandungan lemak yang tinggi. Kandungan lemak tinggi ini menjadikan alpukat berpotensi sebagai krim nabati dalam basis pembuatan es krim sehingga berfungsi memberikan aroma dan kontribusi rasa, serta untuk memberi tekstur halus pada es krim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan buah alpukat (Persea americana Mill) sebagai krim nabati terhadap kualitas organoleptik es krim. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi penambahan buah alpukat yang terdiri 4 (empat) taraf perlakuan, yaitu A=20%, B=40%, C=60%, dan D=80%. Konsentrasi buah alpukat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai organoleptik warna dan rasa namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai organoleptik aroma dan tekstur. Es krim dengan kualitas organoleptik terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan alpukat pada konsentrasi 40% dengan karakteristik: warna 4,10 (suka); rasa 4,00 (suka); aroma 3,65 (suka); dan tekstur 3,46 (agak suka)

    ANALISIS USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DI TOMOSA FARM SELAMA SATU KALI MASA PRODUKSI

    Full text link
    Ayam broiler adalah salah satu komoditas utama dalam subsektor peternakan yang membuka peluang besar bagi masyarakat untuk membudidayakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis usaha ternak ayam broiler di Tomosa Farm selama satu kali masa produksi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan pengamatan (observasi), wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Variable yang diamati dari penelitian ini adalah biaya-biaya, penerimaan, dan keuntungan, serta efisiensi usaha. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara deksriptif untuk menggambarkan profil usaha, komposisi biaya produksi, penerimaan dan keuntungan, serta efisiensi usaha usaha peternakan ayam broiler di Tomosa Farm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan Tomosa Farm adalah usaha yang layak dikembangkan dan memberikan keuntungan sebesar Rp. 3.822.620 per periode produksi selama 1,5 bulan dengan populasi sebanyak 300 ekor. Efisiensi usaha dapat dilihat dari nilai R/C Ratio >1 sebesar 1,39 (1,39>1)

    PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN DOMBA DENGAN BERBAGAI LEVEL TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT KOLONJONO (BRACHIARIA MUTICA)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang domba yang bervariasi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun rumput Kolonjono (Brachiaria mutica). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Kadar pupuk kandang domba yang diberikan adalah P0 = tanpa pupuk, P1 = 77 g/lubang, P2 = 154 g/lubang, P3 = 231 g/lubang, dan P4 = 308 g/lubang. Percobaan berlangsung selama 60 hari dan beberapa parameter laju pertumbuhan rumput Kolonjono diukur selama percobaan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun rumput Kolonjono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi yang teramati pada setiap parameter pertumbuhan rumput Kolonjono, namun nilai tersebut tidak berbeda nyata antar kelompok perlakuan. Tanaman tertinggi terdapat pada kelompok P2 (118,05 ± 11,31 cm). Jumlah daun terbanyak terdapat pada kelompok P3 (230 ± 45,18 helai), sedangkan kelompok P3 menunjukkan nilai luas daun tertinggi (50,34 ± 1,5 cm2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang domba hingga dosis 308 g tidak memberikan pengaruh terhadap perbedaan laju pertumbuhan rumput Kolonjono

    PERAN USAHA TERNAK DOMBA TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETERNAK (KASUS DI KECAMATAN KERTAJATI, KABUPATEN MAJALENGKA)

    Full text link
    Domba merupakan komoditas usaha ternak yang sering menjadi andalan ekonomi rumah tangga bagi peternak di Jawa Barat.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babakan dan Desa Pasiripis, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat ketahanan pangan rumah tangga peternak dan bagaimana peran dari usaha ternak domba terhadap ketahanan pangan rumah tangga peternak.  Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 46 orang dan data pengeluaran rumah tangga didapat melalui proses wawancara dengan reponden dan data konsumsi gizi didapat dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pangsa pengeluaran rumah tangga peternak adalah sebesar 55,71% dan konsumsi energi sebesar 102,92% yang mengindikasikan ketahanan pangan rumah tangga peternak berada pada kategori tahan pangan.   Besarnya kontribusi usaha ternak domba terhadap pemenuhan kebutuhan pangan adalah sebesar 67,79%, artinya usaha ternak domba memiliki peran yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga ketahanan pangan rumah tangga. Kata Kunci: Analisis pendapatan usaha ternak, ketahanan pangan, peternak domba

    ESTIMASI ENERGI DAN PRODUK SAMPING FERMENTASI RANSUM BERBASIS INDEKS SINKRONISASI PROTEIN-ENERGI BERDASARKAN STOIKIOMETRI VOLATILE FATTY ACIDs: KAJIAN IN VITRO

    Full text link
    Ransum berbasis indeks sinkronisasi protein-energi (SPE) merupakan pengembangan nutrisi ruminansia yang ditujukan pada optimalisasi sintesis protein mikroba (SPM). Optimalisasi SPM diupayakan dengan sinkronisasi ketersediaan ammonia dan energi melalui indeks antara 0-1. Semakin simultanya kedua senyawa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecernaan, produksi volatile fatty acid (VFA), dan estimasi energi yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung estimasi produksi energi dan produk samping pada ransum berbasis indeks SPE melalui stoikiometri pembentukan VFA. Materi penelitian adalah cairan rumen kambing jawa randu yang di ambil sesaat setelah ternak dipotong. Penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (Indeks ransum 0,55; 0,6; 0,65; dan 0,7) dan 4 ulangan. Estimasi energi dan produk hasil samping fermentasi dihitung berdasarkan stoikiometri pembentukan VFA. Data dianalisis dengan analisis variansi. Hasil menunjukkan bahwa ransum berbasis indeks SPE tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua variablel (estimasi energi reaktan, total produksi energi, efisiensi produksi energi, methane, energi terbuang, hidrogen, karbon dioksida, dan air). Disisi lain, penelitian menunjukkan bahwa ransum berbasis indeks SPE menghasilkan estimasi efisiensi produksi energi yang rendah, karena estimasi produksi methane yang tinggi. Hal ini disebabkan karena tingginya proporsi serat ransum, pembentukan asetat, serta H2 dan CO2

    PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP MINAT MASYARAKAT BETERNAK SAPI BALI DI KECAMATAN NAPABALANO KABUPATEN MUNA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap minat masyarakat beternak sapi Bali di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara sengaja (purposive sampling), dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna merupakan daerah dengan populasi sapi Bali terbanyak. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan variabel yang diamati adalah aspek sosial (faktor masyarakat, status sosial) dan aspek ekonomi (pendapatan peternak, sumber pendapatan, dan pemasaran). Nilai F hitung sebesar 5,863 lebih besar dari nilai F tabel (2,262). Nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0,3999 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dalam beternak sapi Bali

    178

    full texts

    194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇