Muslim Heritage
Not a member yet
    201 research outputs found

    Ajaran Kepemimpinan Jawa dalam Serat Nitisruti dan Relevansinya dengan Pendidikan

    No full text
    AbstractOne result of culture is literature. As a cultural heritage, old literature can also reveal information about past cultural outcomes through classical texts that can be read in relics in the form of writing or texts. In Java, manuscripts that are still in the form of handscript text or that have been in the form of copies are referred to as serat. The contents of the Javanese script (serat) mostly contain teachings (piwulang), so it is called a didactic literature. The teachings contained in the Javanese text range from Islamic mysticism esoterism (Sufism) to leadership ethics. One of the Javanese texts containing the teachings of leadership is Serat Nitisruti. This research’s goals are: (1) to identify the Serat Nitisruti, and (2) to analyze the Javanese leadership didactic in Serat Nitisruti and its relevance to Islamic education. Using the philological method consisting of: (1) manuscript inventory, (2) manuscript description, (3) text edits, (4) text translation, and (5) content analysis. AbstrakSalah satu hasil dari budaya adalah karya sastra. Sebagai warisan kebudayaan, sastra lama juga dapat mengungkapkan informasi tentang hasil budaya pada masa lampau melalui teks klasik yang dapat dibaca dalam peninggalan-peninggalan yang berupa tulisan atau naskah. Di Jawa, naskah yang masih berupa teks tulisan tangan atau yang sudah dalam bentuk salinan disebut sebagai serat. Isi dari naskah Jawa (serat) itu sebagian besar memuat ajaran (piwulang), sehingga disebut naskah didaktik (didactic literature). Ajaran-ajaran yang dimuat dalam naskah Jawa terentang mulai dari esoterisme mistik Islam (tasawuf) hingga etika-moralitas kepemimpinan. Salah satu naskah Jawa yang memuat ajaran kepemimpinan adalah Serat Nitisruti. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi naskah Serat Nitisruti, dan (2) menganalisis ajaran kepemimpinan Jawa dalam Serat Nitisruti dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Menggunakan metode filologi yang terdiri dari: (1) inventarisasi naskah, (2) deskripsi naskah, (3) suntingan teks, (4) terjemahan teks, dan (5) analisis isi

    Analisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Data Pendidikan Islam Berbasis Education Management Information System

    No full text
    Abstract This study aims to analyze the implementation of the policy of the Directorate General of Islamic Education No. 5974 Th. 2019 concerning the management of education data based on the Education Management Information System (EMIS). This study uses library research by investigating books, literature, notes, and reports about EMIS. The results show that three steps must be taken in the EMIS policy, namely organization, interpretation, and application. EMIS-based data management has facilitated decisions and policymaking for the advancement of Islamic educational institutions. However, EMIS as an Islamic education database for policymaking has not been able to be used optimally. because the level of validity and up-to-date (updating) of the data is still not perfect. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalis implementasi kebijakan Direktorat  Jenderal Pendidikan Islam No. 5974 Th. 2019 tentang pengelolaan data pendidikan berbasis Education Management Information System (EMIS). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan melakukan penyelidikan terhadap buku, literatur, catatan maupun laporan tentang EMIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga langkah yang harus dilakukan dalam kebijakan EMIS yaitu organization, interprestation, dan apllication. Pengelolaan data berbasis EMIS telah memudahkan dalam pengambilan keputusan maupun pengambilan kebijakan untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam. Namun EMIS sebagai basis pangkalan data pendidikan Islam untuk pengambilan  kebijakan  belum  mampu  digunakan secara maksimal, sebab  tingkat  validitas  dan  keterkinian  (updating)  data masih belum sempurna

    Perencanaan Pembelajaran Thinking Skills di Pesantren Kuliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI)

    No full text
    AbstractCurrent learning tends to be focused a lot on developing memory for the content of information, not yet on efforts to train students' thinking skills to find solutions in solving a problem or making a decision. A learning process like this requires planning which is a form of teacher preparation before teaching. This study aims to identify learning planning at the Darussalam Kunir Subang Islamic Boarding School which combines the education system and teaching of the pesantrenan (salaf / traditional) with modern education. The qualitative approach with descriptive method was used to identify, describe, and analyze information needs regarding learning planning in the pesantren under study. Data collection was carried out by interview, observation, and documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results revealed that the lesson planning at the Pondok Pesantren Darussalam Kunir Subang was in the form of i'dad tadris which is a teaching preparation prepared by Asatidz. The implementation of this educational institution is based on the Ministry of Religion for the administration of Madrasah Tsanawiyah (MTs) and Madrasah Aliyah (MA) education units. In addition, this pesantren also has a distinctive curriculum that adopts the Kuliyyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) system from the Gontor Modern Islamic Boarding School.AbstrakPembelajaran saat ini cenderung masih banyak difokuskan pada pengembangan daya ingat terhadap isi informasi, belum sampai pada upaya melatih keterampilan berpikir peserta didik untuk mencari solusi dalam memecahkan suatu masalah atau mengambil suatu keputusan. Proses pembelajaran seperti ini memerlukan perencanaan yang merupakan bentuk persiapan pendidik sebelum mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perencanaan pembelajaran di Pondok Pesantren Darussalam Kunir Subang yang memadukan sistem metodologi pendidikan dan pengajaran kepesantrenan (salaf/tradisional) dengan pendidikan modern. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis kebutuhan informasi mengenai perencanaan pembelajaran di pesantren yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di Pondok Pesantren Darussalam Kunir Subang berupa i’dad tadris yang merupakan persiapan mengajar yang disiapkan oleh asatidz. Penyelenggaraan lembaga pendidikan ini menginduk ke Kementerian Agama untuk penyelenggaran unit pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Selain menginduk kepada institusi tersebut, pesantren ini juga memiliki kurikulum khas yang mengadopsi sistem Kuliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dari Pondok Pesantren Modern Gontor.

    Tradisi Hukum Adat Pati Nyawa Lintas Etnis Melayu Islam dan Dayak Kabupaten Kapuas Hulu

    No full text
    AbstractThis Malay customary law contains a set of rules or behavioral norms that have consequences if violated. This illustrates that customary law has big consequences if it is violated and opposed by the community. The implementation of the law is generally reflected in the dispute over the disputed land which ends with a fine, as happened in the customary law of Pati Nyawa Cross Ethnic Malay Islam and Dayak. This paper discusses the customary law tradition of Pati Nyawa Cross Ethnic Kapuas Hulu Regency. This paper aims to determine the purpose of the establishment of the Pati Nyawa customary law across ethnic Malay Islam and Dayak Kapuas Hulu Regency. This research uses descriptive-analytical method. The results of the analysis show that in customary law this symbolizes the symbol of maintaining village peace and community comfort as well as the laws described in various villages through customary law documents. The customary law covering the sub-district is about the customary law of politeness that must be obeyed by local people and immigrants who want to visit the place as well as a chapter on marriage which explains how the marriage process is, the conditions specified in marriage to be able to comply with village customs and regulations local.  AbstrakHukum adat Melayu ini memuat seperangkat aturan atau norma berprilaku yang punya konsekuensi apabila dilanggar. Hal ini menggambarkan bahwasanya hukum adat mempunyai konsekuensi yang besar jika dilanggar dan ditentang oleh masyarakat. Pelaksanaan hukum tersebut secara umum tercermin dalam perebutan tanah sengketa yang diakhiri dengan denda sebagaimana yang terjadi pada hukum adat Pati Nyawa Lintas Etnis Melayu Islam dan Dayak. Makalah ini membahas tradisi hukum adat Pati Nyawa Lintas Etnis Kabupaten Kapuas Hulu. Tulisan ini bertujuan mengetahui maksud dibentuknya hukum adat Pati Nyawa Lintas Etnis Melayu Islam dan Dayak Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil analisis menunjukkan dalam hukum adat ini melambangkan simbol menjaga ketentraman desa dan kenyamanan bermasyarakat dan juga hukum-hukum yang dijelaskan dalam berbagai desa melalui dokumen-dokumen hukum adat. Hukum adat yang meliputi Kecamatan tersebut tentang hukum adat kesopanan yang harus dipatuhi oleh orang setempat dan orang pendatang yang ingin berkunjung ke tempat tersebut serta bab tentang perkawinan yang menjelaskan tentang bagaimana proses perkawinan, syarat-syarat yang ditentukan dalam perkawinan untuk dapat mematuhi adat dan peraturan desa setempat

    Perubahan Kurikulum di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lembaga Pendidikan Islam

    No full text
    AbstractQuality education today is an essential necessity in human life. The purposes of this research are to describe how the dynamics of curriculum goes on. It used a qualitative descriptive approach. The instruments of collecting data are observation, interview, and  document. The data must be analyzed by the following cycles: reduction, display and verification. It showed that; curriculum religious teacher training is different with the curriculum of Islamic High School. The implementation of the curriculum has to improve some knowledge and policy continuously, especially, to master the curriculum component system supported to the vision. Those are; setting up teachers and education staffs with the standards of educational, structuring teachers to teach according to their field of study, and involving them in any kinds of training and curriculum development policy. It faces several obstacles lacking of curriculum development experiences and theories, educational personnel should contribute more than before in curriculum development.Key words; Curriculum, education system, Islamic education, madrasah. AbstrakPendidikan yang berkualitas merupakan keperluan esensi yang amat penting dalam kehidupan manusia masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruk bagaimana dinamika kurikulum berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Gambaran fakta data diperoleh melalui teknik pengamatan, wawancara, dan dokumen. Data dianalisa dengan siklus; reduksi, pemaparan dan simpulan. Hasil riset menunjukan; kurikulum Pendidikan Guru Agama  berbeda dengan Madrasah Aliyah, implementasi kurikulum madrasah meningkatkan pengetahuan dan komponen kurikulum yang mendukung terhadap visi. Proses tahapan tersebut; menyiapkan guru dan staff perkantoran yang  sesuai dengan kualifikasi pendidikan, guru mengajar sesuai dengan bidangnya, mengikutsertakan mereka dalam kebijakan program pelatihan dan pengembangan kurikulum. Implementasi menghadapi beberapa kendala; kurang pengalaman dalam pengembangan dan pengasaan teori, pelaksana kurikulum seharusnya dapat berkonstribusi lebih dalam pengembangannya

    Nilai-Nilai Prososial dalam Film Jembatan Pensil dan Relevansinya dalam Meningkatkan Perilaku Penerapan Asmaul Husna Ar-Rahman pada Anak Usia Sekolah Dasar

    No full text
    AbstractThis study aims to determine the prosocial values contained in the Pencil Bridge Film directed by Hasto Broto, and determine the relevance of the prosocial values in the Pencil Bridge Film to improve the behavior of the application of Asmaul Husna Ar-Rahman in elementary school age children. This type of research is library research, using data collection techniques in the form of documentation and interviews. Documentation data was obtained from the Pencil Bridge Film scene, while some secondary data was obtained from interviews with the screenwriter and director of the Pencil Bridge Film. The data analysis technique used is content analysis technique. The results of this study are that there are prosocial values contained in the Pencil Bridge Film, including the attitude of helping, sharing, cooperation, honesty, giving, friendship, saving, and sacrifice. In addition, prosocial values have relevance to Asmaul Husna Ar-Rahman. Both are relevant because they have an element of empathy. The author tries to improve prosocial behavior and Asmaul Husna Ar-Rahman in elementary school age children through the Pencil Bridge Film. Because the two are related, it is hoped that when prosocial values can be increased, it can indirectly increase the behavior of applying Asmaul Husna Ar-Rahman. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai prososial yang terdapat dalam Film Jembatan Pensil yang disutradarai oleh Hasto Broto, dan   mengetahui relevansi dari nilai-nilai prososial dalam Film Jembatan Pensil untuk meningkatkan perilaku penerapan Asmaul Husna Ar-Rahman pada anak usia Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara. Data dokumentasi diperoleh dari adegan Film Jembatan Pensil, sedangkan beberapa data sekunder diperoleh dari wawancara penulis skenario dan sutradara Film Jembatan Pensil. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat nilai-nilai prososial yang terdapat dalam Film Jembatan Pensil diantaranya yaitu sikap tolong menolong, berbagi, kerjasama, jujur, berderma, persahabatan, menyelamatkan, dan pengorbanan. Selain itu nilai-nilai prososial memiliki relevansi dengan Asmaul Husna Ar-Rahman. Keduanya relevan karena memiliki unsur empati. Penulis mencoba meningkatkan perilaku prososial dan Asmaul Husna Ar-Rahman pada anak usia sekolah dasar melalui Film Jembatan Pensil. Dikarenakan keduanya memiliki keterkaitan, diharapkan ketika nilai-nilai prososial dapat ditingkatka

    Analisis Pengaruh Spin-Off Bagi Unit Usaha Syariah di Indonesia

    No full text
    Abstract Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah mandates that every Sharia Business Unit (UUS) which becomes a sharia unit in a Conventional Commercial Bank (BUK) separates itself (spin-off). The spin-off time is no later than 15 (fifteen) years since the law is enacted, namely in 2023. If the spin-off order is not carried out by each UUS, then Bank Indonesia as the central bank will impose sanctions in the form of revocation of operating licenses. However, the problem that arises is that in facing the spin-off period, many UUS are overwhelmed in preparing capital so that they have not been able to stand on their own after separating. The purpose of this paper is to find out the impact of the spin-off on UUS by analyzing the solutions that can be offered. The results of the study indicate that it is necessary to review Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah by considering the financial condition of UUS. In addition, UUS that has carried out a spin-off by becoming a new BUS can optimize the utilization of Third Party Funds in the form of financing and other services. In order to encourage the growth of BUS, support from the government is needed, such as the provision of tax incentives and simplification of regulations on equity participation. In addition, the new BUS needs to carry out various innovations by adding financing products and developing existing products.  Abstrak Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah mengamanahkan bahwa setiap Unit Usaha Syariah (UUS) yang menjadi unit syariah pada Bank Umum Konvensional (BUK) memisahkan diri (spin-off). Waktu spin-off paling lambat 15 (lima belas) tahun sejak undang-undang tersebut diberlakukan yakni pada tahun 2023. Apabila perintah spin-off tidak dilaksanakan oleh setiap UUS maka Bank Indonesia sebagai bank sentral akan memberikan sanksi berupa pencabutan izin operasional.  Namun permasalahan yang muncul adalah dalam menghadapi masa spin-off tidak sedikit UUS kewalahan dalam mempersiapkan modal sehingga belum mampu untuk berdiri sendiri setelah memisahkan diri. Tujuan dari penulisan untuk mengetahui dampak spin-off bagi UUS dengan menganalisis solusi yang dapat ditawarkan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukannya peninjauan kembali terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah dengan mempertimbangkan kondisi finansial UUS. Selain itu UUS yang telah melaksanakan spin-off dengan menjadi BUS baru dapat mengoptimalkan pemanfaatan Dana Pihak Ketiga dalam bentuk pembiayaan dan layanan lainnya. Dalam rangka mendorong pertumbuhan BUS maka dibutuhkan dukungan dari pemerintah seperti pemberian insentif pajak dan penyederhanaan regulasi pada penyertaan modal. Selain itu, BUS baru perlu melakukan berbagai inovasi dengan penambahan produk pembiayaan maupun pengembangan produk yang telah dijalankan

    Kemampuan Manusia (Qudratul Insan) dalam Pendidikan Islam

    No full text
    AbstractThe current pandemic phenomenon demands further education to be able to develop and innovate one of them with educational technology, but there are still many education users, namely teachers who have not responded to educational technology, especially Islamic Education teachers, therefore researchers intend to reveal and describe Teacher Skills. PAI in Optimizing Educational Technology-Based Learning. Researchers used descriptive qualitative methods with data collection techniques interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that Islamic Education teachers at SMA Darul Falah Cihampelas can use and even optimize educational technology properly, seen from the learning process that can be integrated with various other technologies either with hardware such as computers/laptops or smartphones, both with software such as self-made applications. or open source applications. Optimization is also carried out among the ways, namely Understanding Learning Material Content, Adjusting the Scope of Learning Strategies, and Developing Knowledge Insights.  AbstrakPerkembangan dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam dewasa ini terlihat stagnan dan lambat berkembang terutama di masa pandemi covid-19, padahal seharusnya sebagai objek dan subjek pendidikan manusia berusaha untuk berkembang maju dalam berbagai situasi kondisi apapun, karena sejatinya manusia telah dianugerahi oleh Allah kemampuan (Qudratul) tersebut dengan berbagai potensi yang dimiliki. Tujuan dari penelitian dan pengkajian ini untuk mengungkap kemampuan manusia (Qudratul insan) dan potensi yang dimilikinya berkenaan dengan pendidikan Islam, dengan menggunakan metode metode  Library Research, selanjutnya dilakukan analisis bacaan dengan menggunakan metode Contect Analyisis. Hasil dari pengkajian menunjukkan bahwa manusia diberikan kemampuan (Qudratul) oleh Allah SWT dengan berbagai potensi, yakni potensi akan untuk berpikir dengan benar, jasmani  meliputi seluruh indra yang dimiliki untuk menangkap berbagai fenomena, dan potensi hati yakni intuisi yang mengarahkan mana positif dan negatif, dengan adanya potensi tersebut manusia mampu untuk berkembang dan mengembangkan pendidikan Islam agar berkembang maju yang merupakan salah satu fungsinya sebagai khalifah di muka bumi untuk memelihara, mengembangkan dan memakmurkannya. Begitu juga sebaliknya manusia perlu dikembangkan berdasarkan potensinya agar dapat menjalannya peranannya sebagai khalifah di muka bumi

    Integrasi Perbankan dan Fintech Syariah Guna Mendukung Merger Bank Bumn Syariah dan Kesejahteraan Sektor Pertanian Indonesia Era Covid-19

    No full text
    AbstractThe level of literacy and inclusion, especially Indonesian Islamic finance, is still low, evidenced by the financing of the Islamic financial industry, especially Islamic banking, which is only focused on the business and household sectors, while for other sectors it is still minimal, the agricultural sector for example, May 2020, only about 3.66% of total disbursed financing, even though this sector has a role for national development, namely the second largest contributor to GDP, as well as being resistant to the covid-19 pandemic, so the potential of this sector must be optimized. Acceleration, literacy and inclusion of Islamic finance in the agricultural sector must continue to be encouraged so that the stretching of Islamic financial growth is more comprehensive, considering the contracts in Islamic finance are very suitable when implemented in the agricultural sector. The emergence of fintech is not a threat, but is as an alternative to the limitations of bank capital problems in terms of channeling funds. The Collaboration Model is an effective concept for grounding Islamic finance and the welfare of Indonesia's agricultural sector. The purpose of this paper is to formulate a model of collaboration or integration between Islamic banking and Islamic fintech. The method used in this writing is qualitative with a descriptive approach. The data used are secondary data obtained from relevant literature. The results of the research formulate a collaboration model as an alternative financing according to the characteristics of agriculture based on the Islamic perspective. These results also have implications as a solution for acceleration, literacy and inclusion of Islamic finance in Indonesia, so that Indonesia can become a center for the development and implementation of world Islamic finance through its agricultural sector. AbstrakTingkat literasi dan inklusi khususnya keuangan syariah Indonesia masih tergolong rendah, terbukti dengan pembiayaan industri keuangan syariah khususnya perbankan syariah yang hanya tertuju pada sektor bisnis dan rumah tangga, sementara untuk sektor lain masih minim, sektor pertanian misalnya hingga Mei 2020 hanya sekitar 3,66 % dari total pembiayaan yang disalurkan, padahal sektor ini memiliki peranan bagi pembangunan nasional yakni penyumbang PDB terbesar kedua, sekaligus tahan terhadap pandemi covid-19, sehingga potensi sektor ini harus dioptimalkan. Akselerasi, literasi dan inklusi keuangan syariah pada sektor pertanian harus terus digalakkan agar geliat pertumbuhan keuangan syariah semakin komprehensif, mengingat akad-akad pada keuangan syariah sangatlah cocok diimplementasikan pada sektor pertanian. Kemunculan fintech bukanlah ancaman, melainkan sebagai alternatif keterbatasan permasalahan permodalan perbankan dalam hal penyaluran dana. Model Kolaborasi merupakan konsep efektif untuk membumikan keuangan syariah dan menyejahterakan sektor pertanian Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah merumuskan model kolaborasi atau integrasi antara perbankan syariah dan fintech syariah. Metode dalam penulisan ini kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari literatur relevan. Hasil penelitian merumuskan model kolaborasi sebagai pembiayaan alternatif sesuai dengan karakteristik pertanian berdasarkan perspektif syariah. Hasil ini juga berimplikasi sebagai salah satu solusi akselerasi, literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, dengan demikian Indonesia dapat menjadi kiblat perkembangan dan implementasi keuangan syariah dunia melalui sektor pertanianny

    Analisis Literasi Keuangan Syariah pada Pemberdayaan Ekonomi UMKM Binaan Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur

    No full text
    AbstractThe lack of understanding of SMEs on financial management led to a lack of clear and unstructured financial statements and impacted the stalled expansion of SMEs. This needs to be done in a particular study related to financial literacy. This study aims to analyze the level of Islamic financial literacy by understanding financial knowledge, financial attitude and financial behavior in SMEs assisted by Bank Indonesia Regional Representative Office of East Java. The data is qualitatively descriptively studied with a naturalistic approach. Data collection is conducted by interviewing informants and Bank Indonesia East Java Representative Office in charge of the empowerment function of SMEs. The research results obtained are an understanding of the factors that influence MSMEs to know and practice the science of Sharia financial literacy which is also part of Bank Indonesia's mission in the Sharia Economic and Financial Blueprint. To improve sharia financial literacy and make it easier for SMEs to increase their business to achieve an empowered economy. In addition, the application of Sharia financial literacy is not only in terms of knowledge about Islamic financial institutions but also in business beliefs and behaviors, especially financial management based on Shariah. So that the thing that needs to be focused on in the empowerment of sharia financial literacy of SMEs is the habituation factor and the improvement of mindset. Because economic empowerment is not only about product improvement and marketing but also in terms of financial literacy, especially Sharia financial literacy.  Abstrak Minimnya uraian UMKM terhadap pengelolaan keuangan menimbulkan kurang jelas serta tidak terstrukturnya laporan keuangan dan berakibat pada terhambatnya perluasan UMKM. Perihal ini butuh dicoba kajian eksklusif berkaitan dengan literasi keuangan. Kajian ini memiliki tujuan guna melaksanakan analisis tingkatan literasi keuangan syariah lewat uraian financial knowledge, financial attitude serta financial behavior kepada UMKM yang dibina oleh Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur. Informasi dikaji secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik. Pengumpulan informasi dicoba dengan mewawancarai informan dan dari pihak Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur yang bertugas pada tugas pemberdayaan UMKM. Hasil riset yang diharapkan yakni menciptakan jawaban menimpa aspek yang pengaruhi UMKM guna lebih paham terhadap literasi keuangan syariah, perihal ini sesuai misi Bank Indonesia yang tertulis di Cetak Biru Ekonomi serta Keuangan Syariah sehingga UMKM mampu memperkuat daya saing. Dalam menerapan literasi keuangan syariah tidak hanya perihal pengetahuan lembaga keuangan syariah melainkan juga mengenai rasa percaya serta perilaku utamanya dalam hal pengelolaan keuangan berdasarkan ketentuan syariah. Oleh karena itu dalam pemberdayaan literasi keuangan syariah ini UMKM perlu fokus pada faktor pembiasaan perilaku dan perbaikan mindset mengenai literasi keuangan khususnya literasi keuangan syari

    0

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Muslim Heritage
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇