Muslim Heritage
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
TUAN GURU ZAINUDIN ABDUL MAJID’S EPISTEMOLOGICAL VIEWS ON INTEGRATION OF ISLAMIC EDUCATION IN LOMBOK, WEST NUSA TENGGARA
AbstractCurrently, Muslims have a lack of understanding of epistemology, which results in the weak mastery of Muslim thought towards science and technology. In medieval times, Islamic thinkers with integrated thoughts were born from the mastery of epistemology sourced from the Qur'an and Sunnah.This study aims to explain Tuan Guru Kiai Zainuddin Abdul Majid's thinking in science development, making him a pioneer in Islamic education and a national hero in Lombok, West Nusa Tenggara. These paper methods are a historical approach and literature with content analysis. This study's results show that Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid integrated his thoughts. His ideas are written in Tuhfatul Anfenaniyah Syarah Nahdlatuzzainiyah and his verse ya man yarum. His paper that religion and science are like buildings standing firmly. If religion and science are kept separate, so Muslims will fall behind. So, Islam people must comprehend Shari'a, Nahu, Shoref (grammar), Fiqh (Islamic law), astronomy, language, math, geometry, algebra, chemistry, and geography integrated to advance in this time and the future. His ideas were based on the scientific and dialectical foundations of Bayani, Burhani, and Irfani's epistemology, which is the basis for developing Islamic education. His thought was successful in developing Islamic education institutions based on Islamic integration. AbstrakLemahnya penguasaan epistemology menyebabkan lemahnya pemikiran umat Islam dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Penguasaan epistemology yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah telah melahirkan pemikir Islam yang memiliki pemikiran integral pada abad pertengahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran Tuan Guru Kiai Zainuddin Abdul Majid dalam pengembangan ilmu pengetahuan, yang menjadikannya sebagai pelopor pendidikan Islam dan pahlawan nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis dan literatur dengan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid telah mengintegrasikan pemikirannya. Ide-idenya ditulis dalam Tuhfatul Anfenaniyah Syarah Nahdlatuzzainiyah dan syairnya ya man yarum. Dalam karya tulisnya diyatakan bahwa agama dan sains ibarat bangunan yang berdiri kokoh. Jika agama dan sains dipisahkan, maka umat Islam akan tertinggal. Baginya, umat Islam harus memahami Syariat, Nahu, Shoref (tata bahasa), Fiqh (hukum Islam), astronomi, bahasa, matematika, geometri, aljabar, kimia, dan geografi yang terintegrasi untuk mencapai kemajuan di masa ini dan masa depan. Ide-idenya didasarkan pada fondasi ilmiah dan dialektis epistemologi Bayani, Burhani, dan Irfani, yang dijadikan sebagai dasar dalam mengembangkan pendidikan Islam. Pemikirannya telah menghasilkan lembaga pendidikan Islam berbasis integrasi Isla
TELAAH KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 173HURUF A TERHADAP PELAKU EUTHANASIA PASIF PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH
AbstractPassive euthanasia is an attempt to hasten death by stopping a treatment or letting a patient die because of a doctor's diagnosis that the patient's disease can no longer be cured. In contrast, in the Compilation of Islamic Law, it is mentioned that determining the obstruction of inheritance with the cause of the disappearance of life must be guided by the judge's ruling that the heirs are blamed for killing or trying to kill or severely mistreat the heist. The purpose of this study is to review the Compilation of Islamic Law article 173 letter A about the obstruction of heirs from receiving inheritances due to the judge's ruling that the heirs are blamed for killing or attempting to kill or severely mistreat the testator,which in passive euthanasia perpetrator, the three-element is not contained in it, but has the same result that accelerates the death of the heist. In this research, the researcher used maqashid sharia. This research is normative juridical and empirical juridical research with qualitative descriptive analysis and using the maqashid sharia approach. In this research, it was obtained that: 1) Passive euthanasia if viewed from the perspective of the principle of maqashid sharia then there will be two conflicting indicators, namely hifz al-nafs (guarding the soul) and hifz al-má¾±l (guarding property), of these two indicators that are more favored is hifz al-nafs. The passive euthanasia perpetrator cannot own the assets of the heist, or in other words, his inheritance rights are hindered following what is instructed in Article 173 letter A. 2) because there are no clear rules regarding passive euthanasia in KHI or other laws, the judge can make legal findings to decide the case to achieve legal certainty.AbstrakEuthanasia pasif merupakan sebuah usaha untuk mempercepat kematian dengan cara menghentikan pengobatan atau melakukan pembiaran terhadap pasien dikarenakan adanya diagnosa dokter bahwa pasien tersebut penyakitnya tidak lagi dapat disembuhkan. Sebaliknya di Kompilasi Hukum Islam disebutkan bahwa dalam menentukan terhalangnya kewarisan dengan sebab adanya penghilangan nyawa harus berpedoman pada putusan hakim bahwa ahli waris tersebut dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat pada pewaris. Tujuan dari penelitian ini adalah menelaah kembali Kompilasi Hukum Islam pasal 173 huruf A tentang terhalangnya ahli waris untuk menerima warisan dengan sebab putusan hakim bahwa ahli waris dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat pada pewaris, yang mana pada pelaku euthanasia pasif unsur tersebut tidaklah terdapat di dalamnya,namun memiliki akibat yang sama yaitu mempercepatnya kematian pewaris. dalam penganalisahan tersebutpeneliti menggunakan maqashid syari’ah.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris dengan analisisa deskriptif kualitatif serta menggunakan pendekatan maqashid syariah. Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa: Euthanasi pasif jika ditinjau dari perspektif prinsip maqashid syariah maka akan terdapat dua indikator yang saling bertentangan yaitu hifz al-nafs(menjaga jiwa) dan hifz al-má¾±l(menjaga harta), dari dua indikator ini yang lebih diunggulkan adalah hifz al-nafs. Maka pelaku euthanasia pasif tidak dapat mewarisi harta dari pewaris atau dengan kata lain terhalang hak kewarisannya sesuai dengan yang diintruksikan pada pasal 173 huruf A. 2) dikarenakan belum adanya aturan yang jelas terkait euthanasia pasif dan dalam KHI maupun perundang-undangan yang lain, maka hakim dapat melakukan penemuan hukum
KONTRIBUSI PEMIKIRAN ABU NASR MANSUR IBN ”˜ALI IBN ”˜IRAQ AL-JA’DI(960 M ”“ 1036 M) PADA MATERI TRIGONOMETRI
AbstractThis study aims to determine the contribution of the thoughts of Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di (960 AD - 1036 AD) on trigonometric material. This research is a library research using library research data collection techniques or document review regarding Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di. Abu Nasr Mansur is a Muslim scientist who has produced many monumental works in the fields of mathematics and astronomy. Abu Nasr Mansur is the founder of the law of sine on a plane and the law of sine of the sphere. The use of the law of sine on a flat plane in daily life based on the field is divided into two, namely in the field of civil engineering it is used to calculate building heights, calculate distances between two places and calculate aircraft heights; Meteorology is used to model cyclical trends, such as weather patterns and seasonal variations. The usefulness of the law of sine on a flat plane is used in the field of astronomy to determine the direction of prayer Qibla and prayer times. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemikiran Abu Nasr Mansur ibn ”˜Ali ibn ”˜Iraq Al-Ja’di (960 M ”“ 1036 M) pada materi trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau Library Research dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah kepustakaan atau telaah dokumen mengenai Abu Nasr Mansur ibn ”˜Ali ibn ”˜Iraq Al-Ja’di. Abu Nasr Mansur merupakan seorang ilmuan muslim yang telah menghasilkan banyak karya yang monumental dalam bidang matematika dan astronomi. Abu Nasr mansur merupakan penemu hukum sinus pada bidang datar dan hukum sinus bola. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan bidangnya dibagi menjadi dua, yaitu pada bidang ilmu teknik sipil digunakan untuk menghitung tinggi gedung, menghitung jarak antar dua tempat dan menghitung ketinggian pesawat; pada bidang ilmu meteorologi digunakan untuk memodelkan tren siklus, seperti pola cuaca dan variasi musiman. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar digunakan pada bidang astronomi untuk menentukan arah kiblat sholat dan waktu shol
THE ROLE OF LINGUISTICS AND LOCAL WISDOM ON KNOWING HARMONY BETWEEN RELIGIONS AT TANA TORAJA
AbstractHarmony between religious communities is everyone's dream, but living in a plural society is very difficult to avoid conflict. Therefore, this research is presented in order to provide views related to the concept of knitting harmony between religious communities through linguistics and local wisdom. This study aims to identify and describe the role of linguistic concepts and local wisdom in knitting inter-religious harmony at Tana Toraja land with a phenomenological approach. This research is a qualitative research with observation and interview methods. Data obtained from interviews with Tana Toraja speakers by voice recording and field note-taking. In addition, the researcher was assisted by the experience of the informants by using the reflective-introspective method. The results of the study show that (1) the linguistic concept can prevent misunderstandings, violence, fanaticism, be sensitive and be able to make inter-religious people aware of the grace of diversity at Tana Toraja land so as to create humanist communication. (2) the role of local wisdom can build solidarity, togetherness, harmonious relations, and religious awareness in a plural society so as to create peaceful social relations. The role of linguisitics and local wisdom can make Tana Toraja societies have harmony relation with others without see the status (race, ethnic, religion, and so on). AbstrakKerukunan antar umat beragama merupakan dambaan setiap orang, namun hidup dalam masyarakat majemuk sangat sulit untuk menghindari konflik. Oleh karena itu, penelitian ini dihadirkan untuk memberikan pandangan terkait konsep merajut kerukunan antar umat beragama melalui linguistik dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran konsep linguistik dan kearifan lokal dalam merajut kerukunan antar umat beragama di tanah Tana Toraja dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Data diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat Tana Toraja dilengkapai dengan teknik rekam dan catat. Selain itu, peneliti dibantu oleh pengalaman informan dengan menggunakan metode reflektif-introspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsep kebahasaan dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman, kekerasan, fanatisme, peka dan mampu menyadarkan umat antar umat beragama akan anugerah keberagaman di tanah Tana Toraja sehingga tercipta komunikasi yang humanis. (2) peran kearifan lokal dapat membangun solidaritas, kebersamaan, hubungan yang harmonis, dan kesadaran beragama dalam masyarakat majemuk sehingga tercipta hubungan sosial yang damai. Peran linguistik dan kearifan lokal dapat membuat masyarakat Tana Toraja memiliki hubungan yang harmonis dengan orang lain tanpa melihat status (ras, suku, agama, dan sebagainya)
تØÙ„يل Ø¥ØØªÙŠØ§Ø¬Ø§Øª المواد التعليمية Ø§Ù„Ø¥ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠØ© لمهارة القراءة
AAbstractReading is one of the activities to improve human knowledge. And it is one of the four Arabic language skills wich must be learned by the students. Today, reading materials represent a wide range of knowledge. Before preparing the materials of reading skill, its important to appropriate it with the required teaching objectives and students need in the teaching process. This study aims to describe the reality of online reading learning at the university level and analyzing student needs for online teaching materials in online reading learning. This research was conducted at the Department of Arabic Language Education IAIN Ponorogo. Research data obtained through observation, interviews, and questionnaires. Data analysis was carried out using a quantitative descriptive approach. The results of the study show that online learning of reading skill at the Department of Arabic Language Education IAIN Ponorogo is currently carried out by using zoom media, google classroom, and google meet. However, the fact is that learning has not been able to meet the learning objectives that have been set. The students really need online teaching materials for learning reading skills. There are six things that must be considered by the compiler as needed by students, there are instructions for use, learning objectives, supporting pictures, vocabularies, various kinds of exercises, and easy access to teaching materials. الملخصالقراءة هي Ø§ØØ¯Ù‰ الأنشطة لترقية Ø§Ù„Ù…Ø¹Ø±ÙØ© والعلوم عند الناس وهي من المهارة اللغوية العربية الأربعة. تمثل المواد المقروءة بابا واسعا من أبواب Ø§Ù„Ù…Ø¹Ø±ÙØ© اليوم. ÙØ¥Ø¹Ø¯Ø§Ø¯ المواد التعليمية لمهارة القراءة المناسبة بأهدا٠التعليم المطلوبة أمر مهم عند المؤسسة التعليمية. والتعري٠على الأمور التي ÙŠØØªØ§Ø¬Ù‡Ø§ الطلبة ÙÙŠ عملية التعليم يكون شيئا ضروريا قبل إعداد المواد التعليمية. تهد٠هذه الدراسة إلى كش٠أمرين هامين. أولا، وص٠واقع تعليم القراءة Ø§Ù„Ø¥ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠ Ø¨Ù‚Ø³Ù… تعليم اللغة العربية بجامعة Ùونوروجو الاسلامية الØÙƒÙˆÙ…ية. Ùˆ ثانيا، المواد التعليمية Ø§Ù„Ø¥ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠØ© لمادة القراءة التي ÙŠØØªØ§Ø¬Ù‡Ø§ طلبة قسم تعليم اللغة العربية بجامعة Ùونوروجو الاسلامية الØÙƒÙˆÙ…ية. Ùˆ الطريقة التي يستعملها Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« Ù„Ù„ØØµÙˆÙ„ على البيانات المطلوبة هي طريقة Ø§Ù„Ù…Ù„Ø§ØØ¸Ø© والمقابلة Ùˆ الاستبانة. ويتم تØÙ„يل البيانات بالتØÙ„يل الوصÙÙŠ الكمي. Ùˆ من نتيجة هذه الدراسة هي أن تعليم القراءة بقسم تعليم اللغة العربية ÙÙŠ عصر Ø¬Ø§Ø¦ØØ© كوÙيد-19 يكون Ø¥ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠØ§ باستخدام الوسائل التعليمية Ø§Ù„Ø¥ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠØ© كجوجل كلاسروم Ùˆ الزوم. ولكن الواقع يكون التعليم قليل المواÙقة بأهدا٠التعليم المطلوبة يواجه المدرس والطلبة بعض المشكلات، منها المشكلة المتعلقة بالمواد التعليمية. ثانيا، تكون المواد التعليمية Ø§Ù„Ø¥ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠØ© شيئا Ù…ØØªØ§Ø¬Ø§ ضروريا عند الطلبة Ùˆ كذلك المدرس أثناء تعليم القراءة Ø§Ù„Ø¥ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠ ÙÙŠ عصر Ø¬Ø§Ø¦ØØ© كوÙيد-19 اليوم. وهناك ستة أمور لابد أن تكون بهذه المواد التعليمية Ø§Ù„Ø§ÙØªØ±Ø§Ø¶ÙŠØ© كما ÙŠØØªØ§Ø¬Ù‡Ø§ الطلبة، وهي دليل الاستخدام وأهدا٠التعليم ÙˆØ§Ù„Ù…ÙØ±Ø¯Ø§Øª والصورة والتدريبات وسهولة الوصول Ù†ØÙˆ المادØ
PERAN AL-QURAN DAN AS-SUNNAH DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH:KAJIAN, PELUANG DAN TANTANGAN FINTECH SYARIAH
AbstractAl-Qur'an and Sunnah are one of the sources of law that exist in Islam and regulate all human actions. The role of the Qur'an and Sunnah extends to regulating the field of Islamic economics in great detail. This study aims to understand the role of the Qur'an and Sunnah in the development of sharia economics, especially in the study of sharia fintech related to the opportunities and challenges. The method used is library research. The data in this study were obtained using the documentary method sourced from the latest journal articles. The result of this research is that sharia fintech has been officially developed in Indonesia and has received special regulations from the National Sharia Council. The number of Muslim population and increasing technology users are special opportunities for the development of sharia fintech. The lack of understanding of the differences between sharia and conventional fintech is a challenge for financial technology players. Fintech has benefits that are in line with Islamic principles as stated in the Qur'an and Sunnah. This is what strengthens the existence of Islamic fintech, which will be able to continue to grow rapidly from time to time.AbstrakAl-qur’an dan Sunnah merupakan salah satu sumber hukum yang ada dalam Islam dan mengatur seluruh perbuatan manusia. Peran al-Qur’an dan Sunnah meluas hingga mengatur bidang ekonomi Islam dengan sangat rinci. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran al-Qur’an dan Sunnah dalam perkembangan ekonomi syariah terutama dalam kajian fintech syariah terkait dengan peluang dan tantangannya. Metode yang digunakan adalah dengan penelitianPustaka(library research).Data dalampenelitianinididapatdenganmenggunakanmetodedocumenteryang bersumber dari artikel-artikel jurnal terbaru. Hasil dari penelitian ini adalah fintech syariah telah resmi dikembangkan di Indonesia dan telah mendapat regulasi khusus dari Dewan Syariah Nasional. Jumlah penduduk muslim dan meningkatnya pengguna teknologi menjadi peluang khusus perkembangan fintech syariah. Minimnya pemahaman tentang perbedaan fintech syariah dengan konvensional menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku financial technology. Fintech memiliki manfaat yang sejalan dengan prinsip Islam sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Hal itu yang menjadi penguat keberadaan fintech syariah akan mampu terus berkembang pesat dari waktu ke waktu
MODERNISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF AS’AD SYAMSUL ARIFIN
Abstract This study discusses the modernisation of Islamic Religiuos Education by As'ad Syamsul Arifin in Risalah Tauhid book. The book has introduced the teachings of the ash'ariyah-al-maturidiyah creed and introduced attitudes and behavior as a dynamic servant in filling life with various works that benefit the community. There are three objectives in this study, firstly, to examine the concept of monotheism of As'ad Syamsul Arifin, secondly, to examine the educational values contained in the Risalah Tauhid book and thirdly to correlate the monotheistic thinking of Kiai As'ad Syamsul Arifin to the modernization of Islamic religious education. This research is a literature study using a philosophical historical approach using content analysis methods and concepts in analyzing. The results of the study concluded that the first thought of As'ad Syamsul Arifin's monotheism was influenced by his lineage background, social environment and intellectual journey. The concept of the monotheism trilogy of Kiai As'ad Syamsul Arifin rububiyah, tawhid uluhiyah, and tawhid asma wa siffat, is different from the three concepts of monotheism of Wahhabism. Whereas rububiyah and uluhiyah are an inseparable unit and introduce the Asy'ariyah-Al-Maturidiyah creed into a progressive creed; Second, As'ad Syamsul Arifin uses monotheism as the foundation of all worship, both direct worship to Allah S.W.T and social worship. Education becomes the spirit in building educational values with the nuances of monotheism; The three Asy'ariyah beliefs are the driving force for modernizing religious education. The ability to transform education from conservative to liberal is As'ad's ability to understand the meaning of "freedom" in Asy'ariyah's view. The concept of limited freedom due to God's intervention became the driving force for As'ad to modernize education as a way to do good deeds as the translation of Al-Ikhsan in worship and pious deeds Abstrak Penelitian ini membahas tentang modernisasi pendidikan agama Islam oleh As’ad Syamsul Arifin dalam kitab Risalah Tauhid. Kitab ini memperkenalkan ajaran akidah asy’ariyah-al-maturidiyah dengan memperkenalkan sikap dan perilaku sebagai seorang hamba yang dinamis dalam mengisi kehidupan dengan beragam karya yang memberi manfaat kepada masyarakat. Terdapat tiga tujuan dalam penelitian ini, pertama, mengkaji konsep tauhid As’ad Syamsul Arifin, kedua, mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam kitab Risalah Tauhid dan ketiga menghubungkan antara pemikiran tauhid Kiai As’ad Syamsul Arifin terhadap modernisasi pendidikan agama Islam. Penelitian ini bersifat penelitian studi pustaka menggunakan pendekatan historis filosofis dengan menggunakan metode analisis isi dan konsep didalam menganalisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama Pemikiran tauhid As’ad Syamsul Arifin dipengaruhi oleh latar belakang nasab, lingkungan sosial dan perjalanan intelektual. Konsep trilogi tauhid Kiai As’ad Syamsul Arifin rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa siffat, berbeda dengan tiga konsep tauhid wahabi. Bahwasanya rububiyah dan uluhiyah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan serta memperkenalkan akidah Asy’ariyah-Al-Maturidiyah menjadi akidah yang progresif; Kedua, As’ad Syamsul Arifin menggunakan tauhid sebagai pondasi segala ibadah baik ibadah langsung kepada Allah S.W.T maupun ibadah sosial. Pendidikan menjadi ruh dalam membangun nilai-nilai pendidikan yang bernuansa tauhid; Ketiga Akidah Asy’ariyah menjadi pendorong untuk melakukan modernisasi pendidikan agama. Kemampuan melakukan transformasi pendidikan dari konservatif menuju liberal merupakan kemampuan As’ad memahami makna “kebebasan” dalam pandangan Asy’ariyah. Konsep kebebasan yang terbatas akibat adanya campur tangan Allah menjadi motor penggerak As’ad untuk melakukan modernisasi pendidikan sebagai jalan untuk melakukan amal sholeh sebagai penterjemahan Al-Ikhsan dalam beribadah dan beramal sholeh
TA’ADDUD AL-WUKAL”˜: KONSEP MULTIPLE AGENTS DALAM FIKIH MUAMALAH
AbstractThis study aims to determine the concept of multi-representation in wakalah fiqh muamalah perspective and the law of delegating representatives by representatives to other people so that they become multi-layered representatives for their muwakkil or parties who give power to representatives. This takes a case study on land brokers who often look for other agents or brokers to help with their work, whether the muwakkil knows or not. This research is a qualitative descriptive using a literature approach. The result of the research is that it is allowed for a representative to find another representative even without the permission of the muwakkil on the condition that it does not violate the rules of the Shari'a, endangers the benefit of the muwakkil and aims to help the agent's work. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep multiwakil dalam wakalah perspektif fikih muamalah serta hukum melimpahkan perwakilan oleh wakil kepada orang lain sehingga menjadi wakil berlapis bagi muwakkil-nya atau pihak yang memberikan kuasa kepada wakil. Hal ini mengambil studi kasus pada makelar tanah yang sering mencari agen atau broker lain untuk membantu pekerjaannya baik sepengetahuan muwakkil atau tidak. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan pustaka.Hasil dari penelitian adalah dibolehkan seorang wakil untuk mencari wakil lainnya meski tanpa ijin muwakkil dengan syarat tidak melanggar aturan syariat, membahayakan maslahat muwakkil dan bertujuan untuk membantu pekerjaan wakil.
PERAN PEMUDA TARETAN SADERE DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM INKLUSIF PADA SISWA MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM KABUPATEN JEMBER
AbstractThis study intends to describe comprehensively, constructively, and transparently to all forms of actualization of inclusivism values consumed by the taretan sadere youth group as a manifestation of education in the era of disruption. The purpose of this research is to find a new formula in developing critical thinking, openness, tolerance, togetherness, and other inclusive values to students related to the plurality around them. This study uses a qualitative approach with determining the subject using purposive techniques, participant observation data collection techniques, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis researchers used source triangulation techniques and triangulation techniques according to data analysis techniques Miles, Huberman and Saldana. Based on the findings of this study, the role of the taretan sadere youth is as a mobilizer, facilitator and tutor. The strategy for actualizing the inclusive values of taretan sadere youth uses various variants. Among them are the following, planting an attitude of openness, including: First, a discussion/dialogue approach. Second, the school literacy approach. In the cultivation of tolerance, include: First, uniform perception. Second, the application of the values of harmony, trust and affection towards intra-religious. Third, the application of the value of harmony and the value of freedom between religious communities by holding social and artistic activities. Cultivating a cooperative attitude, including: First, Intra-school cooperation, namely the concept of building brotherhood values, and fostering creativity. Second, Extra-school cooperation, namely concentrating on relationships (togetherness), fostering positive and active values (awareness of sharing and sensitivitysocial).AbstrakPenelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan secara komprehensif, konstruktif, dan transparannilai-nilai inklusivisme yang diaktualisasikan oleh kelompok pemuda taretan sadere sebagai manifestasi pendidikan di era distrupsi. Adapun tujuandaripenelitianini, untukmenemukan formula barudalammenumbuhkembangkancritical thinking, openness, tolerance, togetherness,sertanilai-nilaiinklusiflainnyakepada siswakhususnya yang terkait dengan pluralitas di sekitarnya.Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan penentuan subjek menggunakan teknik purposive, teknik pengumpulan data observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkanhasilhasilpenelitian, peran pemuda taretansadereadalahsebagai mobilisator, fasilitator dan tutor.Adapun strategi dalammengaktualisasikannilai-nilaiinklusivisme pemuda taretansaderemenggunakanberbagaimacam pendekatan. Diantaranya, penanaman sikap keterbukaan, meliputi: Pertama, pendekatan diskusi/dialog. Kedua, pendekatan sekolah literasi. Pada penanaman sikap toleransi, meliputi: Pertama,penyeragaman persepsi. Kedua, Penerapan nilai kerukunan, kepercayaan dan kasih sayang terhadap intra agama. Ketiga, Penerapan nilai kerukunan, dan nilai kebebasan antar umat beragama dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial, dan kesenian. Penanaman sikap bekerja sama, meliputi: Pertama, Kerja sama intra sekolah yakni konsep membangun nilai persaudaraan, dan menumbuhkan kreativitas.. Kedua, Kerja sama ekstra sekolah yakni berkonsentrasi pada hubungan (kebersamaan), menumbuhkan nilai-nilai positif dan aktif (kesadaran berbagi dan kepekaan bersosial)
KONTRIBUSI ULAMA NUSANTARA TERHADAP KEILMUAN ISLAM DI INDONESIA; STUDI KASUS INVENTARISASI MANUSKRIP PONPES TREMAS DAN TEBUIRENG
AbstractThe massive literacy tradition of the Islamic boarding school community has shaped the legacy of Islamic scholarship in the archipelago so that it becomes an identity in religion, nation and state. This study seeks to reveal the works of Indonesian scholars who have become manuscripts as an effort to maintain the nation's cultural heritage at the Pondok Pesantren Tremas Pacitan and Tebu Ireng Jombang. The type of approach used is descriptive qualitative, using basic philological and codicological methods which are then collected data. The targets studied were limited to formal objects in the form of physical books found, with locations that had been determined from the start. Data was collected using observation, interview, and documentation techniques, combined with source triangulation. The results of this study; 1) Tremas Islamic Boarding School has many manuscripts that are not only sourced from Sheikh Mahfudz at-Tarmasi, but most of the manuscripts have been lost due to flooding or their whereabouts are unknown. and preservation by reprinting and dictating educational subjects; 2) The original Tebuireng masyayikh manuscripts were narrated scattered in various locations both in the family environment and in the dzurriyah students of K.H. Hasyim Asyari, the rescue step was carried out by dzurriyah, namely K.H. Ishomuddin Hadzik, K.H. Zaki Hadzik, and Gus Mirza Zaki Hadzik which is manifested in the form of publishing/reprinting works in the volume of Irsyaadus Saari; 3) The government's concern for the preservation of manuscripts is realized by establishing a database of manuscripts and publishing them on a wider scale as a form of preserving the assets of the nation and state; 4) The existence of libraries in Islamic boarding schools, causes the manuscripts to be more well conditioned and easy to be accessed and read by others. AbstrakMasifnya tradisi literasi masyayikh pondok pesantren telah membentuk warisan keilmuan Islam di Nusantara sehingga menjadi identitas dalam beragama, berbangsa, dan bernegara. Penelitian ini berupaya mengungkap karya-karya ulama nusantara yang telah menjadi manuskrip sebagai upaya menjaga warisan budaya bangsa di Pondok Pesantren Tremas Pacitan dan Tebu Ireng Jombang. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode filologi dan kodikologi dasar yang kemudian dilakukan pendataan. Sasaran yang dikaji sebatas objek formal berupa fisik kitab yang ditemukan, dengan lokasi yang telah ditentukan sejak awal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dipadukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini; 1) Ponpes Tremas memiliki banyak manuskrip yang tidak hanya bersumber dari syeikh Mahfudz at-Tarmasi, namun sebagian besar dari manuskrip tersebut hilang disebabkan banjir atau belum diketahui keberadaannya, kepedulian alumni, santri, pegiat dan pemerhati manuskrip, menggerakkan kesadaran dzurriyah dan pemerintah untuk melakukan penyelamatan dan pelestarian dengan mencetak ulang dan menjadikan diktat matapelajaran pendidikan; 2) Manuskrip masyayikh Tebuireng yang asli diriwayatkan tersebar di berbagai lokasi baik di lingkungan keluarga ataupun di dzurriyah murid K.H. Hasyim Asyari, langkah penyelamatan dilakukan oleh dzurriyah, yaitu K.H. Ishomuddin Hadzik, K.H. Zaki Hadzik, dan Gus Mirza Zaki Hadzik yang diwujudkan dalam bentuk penerbitan/cetak ulang karya dalam bunga rampai Irsyaadus Saari; 3) kepedulian pemerintah dalam pelestarian manuskrip diwujudkan dengan membentuk database manuskrip dan mempublikasikannya dalam skala yang lebih luas sebagai bentuk pelestarian aset bangsa dan negara; 4) keberadaan perpustakan di pondok pesantren, menyebabkan naskah lebih terkondisikan dengan baik dan mudah untuk diakses dan dibaca oleh orang lain.